Category: Homeschooling

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya 😛 ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Hari ini adalah anniversary 1 minggu dari hari pertama aku membaca buku astrologi (for the record, aku menghabiskan waktu yang sangat-sangat lama tiap harinya, akibat gak ada kerjaan pas di rumah).

Mungkin istilah dan nama-nama Zodiac Sign sudah tidak asing lagi bagi orang-orang. Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagittarius, Capricorn, Aquarius dan terakhir Pisces. Orang-orang juga biasanya sudah dengan umum mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai “Aku Libra, Aku Virgo” dan seterusnya.

Tetapi ilmu Astrologi gak berhenti di situ. Perjalanan masih panjang nak.

Artikel ini merupakan artikel yang merupakan bagian dari 3 serial yang membahas aspek-aspek paling dasar dari sebuah chart, yaitu cara melakukan interpretasi akan tiap House, Signs, dan Planets.

Hari ini… Kita bahas kemampuan interpretasi dulu, keduabelas Houses dan menyelipkan sedikit tentang aspek tiap planet, atau zodiac sign. Aspek tiap planet dan zodiac sign akan dilakukan besok dan lusa.

Oh iya… Ini akan membantu, seandainya lupa simbol.

Twelve Houses

Kalau astrologi merupakan seorang manusia… Pasti tajir. Karena rumahnya ada dua belas.

Secara teknis, tiap orang punya 12 rumah dalam chart astrologi-nya. Sebelum aku ngomongin ilmu abstrak ini, biar gak terlalu bingung… Ini chart punyaku.

Ini mungkin membingungkan. Pesan dari aku, cukup lihat 12 simbol zodiak yang ada di pinggir lingkaran.

Mulai dari simbol yang berada di garis AC. Kalau gak tahu garis AC di mana, cari aja yang Sagittarius. Di punyaku, garis AC terletak di Sagittarius, berarti Rumah pertamaku dikendalikan Sagittarius dan planet-planet yang mengendalikan Sagittarius. Dalam chart punyaku… Pluto. Untuk rumah berikutnya lihat ke bawah, berputar 360 derajat berlawanan dari arah jarum jam ke simbol berikutnya, sampai kembali ke Sagittarius. Hasilnya seperti ini.

House 1: Sagittarius
House 2: Capricorn
House 3: Aquarius
House 4: Pisces
House 5: Aries
House 6: Taurus
House 7: Gemini
House 8: Cancer
House 9: Leo
House 10: Virgo
House 11: Libra
House 12: Scorpio

Tiap rumah dipengaruhi simbol-simbol tersebut, beserta planet-planet (more on that di bawah) yang mendarat di simbol tersebut. Nah, secara tradisional, aku seorang Libra, dan placement House ini TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan tanggal lahir. Hubungannya dengan jam lahir.

Zodiak orang secara tradisional (you know orang-orang yang bilang “I’m a capricorn” dan seterusnya) di sini menjadi aspek Sun Sign, dan Sun Sign aku memang jatuh di Libra.

Representasi Masing-Masing House

  • First House: House pertama juga dikenal sebagai House of the Ruler. Menjadi Ascendant/Rising Sign, mempengaruhi seluruh chart dan bacaan astrologi secara drastis.
  • Second House: House of Materials. Merepresentasikan cara orang melihat harta benda, beserta mengumpulkannya.
  • Third House: House of Knowledge. Merepresentasikan cara orang melihat dan memperoleh ilmu pengetahuan.
  • Fourth House: House of Family. Merepresentasikan cara seseorang melihat keluarganya, rumah tangga-nya, dan kehidupannya secara internal.
  • Fifth House: House of Security. Mempengaruhi gaya seseorang membawakan image akan dirinya di depan orang lain.
  • Sixth House: House of Service. Mempengaruhi cara dan dorongan seseorang dalam melaksanakan tugas dan berkontribusi pada masyarakat.
  • Seventh House: House of Relationships. Mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
  • Eighth House: House of Tragedy. Mempengaruhi cara seseorang dipengaruhi oleh kepribadian atau kejadian lain.
  • Ninth House: House of Development. Mempengaruhi cara seseorang mendorong dirinya sendiri untuk mempelajari hal-hal baru secara personal.
  • Tenth House: House of Accomplishments. Mempengaruhi cara seseorang dan usahanya dalam mencapai suatu tujuan.
  • Eleventh House: House of Hopes. Mempengaruhi aspirasi seseorang dalam sudut pandang achievement dunia nyata.
  • Twelfth House: House of the Soul. Mempengaruhi cara seseorang tumbuh sebagai pribadi, dan tumbuh secara emosional.

FYI definisi tiap House tidak jelas, nama-namanya pun sengaja dibuat vague. Tiap orang yang membaca astrologi umumnya bisa dan akan melakukan interpretasinya masing-masing. Ini interpretasi utama punyaku, berdasarkan 4 sumber dari Internet dan 6 buku berbeda.

Tiap House dipengaruhi oleh setidaknya satu zodiac sign, dan bisa dipengaruhi suatu planet juga. Kembali ke punyaku.

Di sini bisa dilihat bahwa simbol Libra (ada di kiri atas lingkaran) berisi 3 planet. Berarti house ke sebelas aku dipengaruhi oleh Simbol Libra, dan ketiga planet tersebut. Peran beserta simbol tiap planet akan dijelaskan besok, ini hanya interpretasi sederhana dari cara melihat sebuah chart astrologi.

Nah, sekarang kembali ke 12 houses, akan aku jelaskan lebih detil.

Twelve Houses. Pt. 2

Dalam sebuah chart ideal (dengan kata lain sebuah chart sempurna), ini isi tiap house. Umumnya tiap house diasosiasikan dengan satu planet (tapi ada satu planet mengendalikan dua house di saat bersamaan), dan satu simbol zodiak.

Mencapai Chart Ideal ini tidak mungkin.

  1. First House: Simbol Ideal, Aries. Planet Ideal, Mars.
  2. Second House: Simbol Ideal, Taurus. Planet Ideal, Venus.
  3. Third House: Simbol Ideal, Gemini. Planet Ideal, Merkurius.
  4. Fourth House: Simbol Ideal, Cancer. Planet Ideal, Moon.
  5. Fifth House: Simbol Ideal, Leo. Planet Ideal, Sun
  6. Sixth House: Simbol Ideal: Virgo. Planet Ideal, Merkurius.
  7. Seventh House: Simbol Ideal: Libra. Planet Ideal, Venus.
  8. Eighth House: Simbol Ideal: Scorpio. Planet Ideal, Pluto.
  9. Ninth House: Simbol Ideal: Sagittarius. Planet Ideal, Jupiter.
  10. Tenth House: Simbol Ideal: Capricorn. Planet Ideal, Saturnus.
  11. Eleventh House: Simbol Ideal: Aquarius. Planet Ideal, Uranus.
  12. Twelfth House: Simbol Ideal: Pisces. Planet Ideal, Neptunus.

Tiap simbol berputar dan berpikir dalam cara yang mirip dengan house yang dikendalikan, begitu juga dengan planet idealnya. Ini bisa dilihat dengan orang yang Libra umumnya dikenal Plin Plan, orang Leo yang umumnya dikenal artistik, dan seterusnya, semuanya menempel pada deskripsi dan representasi masing-masing house.

Bisa dilihat lagi di chart punyaku, bahwa ada house yang dipengaruhi oleh 3 planet sekaligus, seperti house ke 11, ada juga house yang dipengaruhi 2 planet sekaligus seperti house 3 dan 7, dan juga ada house kosong seperti house 6. Jika sebuah house kosong, umumnya akan ada rasa hampa atau semacam sifat pasif dari orang tersebut menuju domain yang house tersebut kendalikan, dan itu sama pentingnya dengan house yang ada 1/2 planet.

Kesimpulan.

Interpretasi chart secara umum berhenti di sini…

Sampai Besok.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Reading List… – Corona Virus Edition.

Outbreak. Ugh.

Aku sih sebenernya cukup seneng dengan cara pemerintah kita bertindak, walau memang sedikit terlambat, tetapi isu terbesar dari outbreak ini adalah… BOSAN!

Terutama karena aku kesepian gak ada pacar… EHEM… Nevermind.

Jadi, ini reading list buku-buku yang telah dibaca, akan dibaca, atau sedang dibaca olehku, dipisahkan berdasarkan genre. Bisa dicontek tentunya, bacaan di sini cocok jika orang-orang menyukai ilmu-ilmu trivial yang tidak merubah kehidupan sehari-hari seperti aku, baik hal tersebut berkualitas dan ilmiah seperti misalnya sains, atau hal yang bersifat… receh. Seperti stand up comedy, atau taktik sepakbola… Bacaan di sini cenderung ringan, tetapi juga ada yang berat. Gado-gado banget pokoknya!

Disclaimer: Sejumlah buku di sini pernah dibaca sebelumnya, tetapi dibaca lagi karena aku bosan.

BERAT!

Kata kunci untuk buku-buku di genre ini adalah… Berat.

Jika anda ingin mengisi hari social distancing secara berkualitas, atau ingin mempelajari hal yang bermanfaat, tetapi -sebagian besar buku di sini..- tidak merubah kehidupan sehari-hari juga, buku yang kumasukkan dalam “Berat!” ini paling cocok.

SPOTLIGHT:

Digital Minimalism – Cal Newport

Waktu pandemi ini menjadi waktu yang paling cocok untuk mengevaluasi beberapa keputusan dan ritme hidup karena sebagian orang sedang mereset gaya dan pola hidup mereka, bumi juga sedang cleansing dengan pengurangan aktivitas.

Digital Minimalism buku yang cocok untuk dibaca karena Newport mengarahkan pembaca untuk lebih produktif dan pintar menggunakan internet dan social distancing waktu yang paling pas untuk mengevaluasi kebiasaan digital tiap orang.

Telah Dibaca

  • Winners Take All – Anand Giridharadas
    • Buku yang mengupas kapitalisme dan mengekspos filantropisme yang ternyata hanya dimanfaatkan untuk menutupi kejahatan yang dilakukan di balik layar oleh perusahaan besar.
  • Briefer History of Time – Stephen Hawking
    • Menjelaskan cara alam semesta kita bekerja dengan cara yang elegan dan humoris. Screams out Stephen Hawking, funny and smart.
  • Infinite Game – Simon Sinek
    • Buku bisnis/sosiologi yang membahas mindset dan cara manusia bisa menumbuhkan beserta meningkatkan kemampuan yang mereka miliki. Good read to increase productivity!

Sedang Dibaca

  • Meditations – Marcus Aurelius
    • Filsafat beserta self-help disatukan dalam satu buku. Good read, tapi aku mau menjamin bahwa pembaca pasti bingung karena mayoritas menggunakan translasi Shakespearean.
  • Start With Why – Simon Sinek
    • Buku ini belum beres-beres dari akhir 2019 sejak aku masukkin dalam Kindle-ku… Tetapi dia menjelaskan cara manusia bisa menjadi pekerja lebih optimal.

Akan Dibaca

Gak ada. Maaf, buku berat ini bermanfaat, tetapi, aku mending baca buku ringan. Bye!

Sepakbola

Gak ada bola? Mencari hiburan tapi udah nonton semua final liga champions dari 2000-2019? Baca buku sepakbola gimana?

SPOTLIGHT:

The Mixer – Michael Cox

Buku yang satu ini mengupas dengan pintar dan rinci tiap musim Liga Inggris dan tiap evolusi taktik atau fisik yang diberikan pemain dan pelatih dari tahun 1992-2017. Great read jika ingin menonton pertandingan bola dari sudut pandang yang baru, dan lebih taktis.

The Mixer memiliki evaluasi taktik dari adanya kiper yang intelijen berupa Peter Schmeichel, sepakbola inggris yang dimainkan Sam Allardyce dan Tony Pulis yang penuh kontak fisik, beserta taktik modern dari Pep Guardiola, Jose Mourinho, dan Jürgen Klopp.

Telah Dibaca

  • Zonal Marking – Michael Cox
    • Michael Cox yang menulis The Mixer menuliskan buku yang lebih modern dan bersifat kontinental, melihat sepakbola di Eropa. Membahas sepakbola dari 1992-2018, dan memasukkan satu negara berdasarkan era dominasinya. Menarik, tetapi lebih rumit dari The Mixer.
  • Barcelona Legacy – Jonathan Wilson
    • Wilson membahas Sepakbola Cruyffian dan Post-Cruyffian di buku ini. Membahas karir Cruyff sebagai pelatih, serta persaingan berat antara Pep Guardiola dan Jose Mourinho. Bagus jika suka sepakbola Belanda atau Spanyol yang mementingkan penguasaan bola. Great book, but personally… aku lebih suka sepakbola Jerman yang bergelut antara ruang dan energi.

Sedang Dibaca

  • Das Reboot – Raphael Honigstein
    • Timnas Jerman dibahas dalam, luar, taktik, fisik, mental oleh Honigstein. Menarik jika menyukai tema pressing atau sepakbola energetik dan efisien yang memenangkan piala dunia.
    • Honigstein juga menulis Bring The Noise yang membahas karir Jürgen Klopp, buku itu juga menarik.

Akan Dibaca

  • Pogba, Mbappe, Griezmann.
    • Buku tentang superstar sepakbola Prancis yang memenangkan Piala Dunia 2018.
  • The Club
    • Buku tentang cara Liga Inggris mendapatkan dominasinya dari aspek finansial. Sudah pernah dibaca, ingin dibaca lagi tapi belum menemukan waktu…

Pop Culture.

Mulai dari komedi, konsumerisme, kapitalisme, hingga perfilman, aku satukan jadi satu genre… Pop Culture.

SPOTLIGHT:

SPENT – Geoffrey Miller

Buku ini bersifat satiris/investigatif, membahas dan mempertanyakan… Manusia, sebagai makhluk yang konsumtif… apakah manusia bahagia? Walau buku ini mungkin tampak berat, gaya bahasa yang digunakan, beserta hal-hal yang dibahas cenderung menempel ke Pop Culture kebanding hal-hal yang BERAT.

Buku ini kuberi spotlight karena… well, it deserves it, terutama mengingat bahwa kita sedang dalam fase pengurangan konsumsi, introspeksi penting sepertinya dibutuhkan, dan Spent bisa menawarkan introspeksi tersebut.

Telah Dibaca

  • Mastering Stand-Up – Stephen Rosenfield
    • Buku yang mengajarkan dengan definitif dan praktis mengenai teknik-teknik Komedi. Menarik bahkan jika anda tidak punya niatan menulis atau menampilkan komedi.
  • Seinlanguage – Jerry Seinfeld
    • Just a bunch of jokes. Hilarious on paper.
  • Should We Eat Meat? – Vaclav Smil
    • Bukunya secara harfiah membahas (memang sih, secara ilmiah, tapi sifat dan genre-nya agak pop culture untukku) tentang alasan manusia makan daging…

Sedang Dibaca

Gak ada… Belum ada yang masih setengah jalan dari genre pop-culture, begitu nemu, langsung ditelan habis dalam 2 malam… Hehe.

Akan Dibaca

Banyak banget, terutama karena Ebook-nya susah dicari… Top 3-nya…

  • Live From New York – Tom Shales
    • Buku tentang Saturday Night Live. Should be fun…
  • Modern Romance – Aziz Ansari
    • Satir/curhat tanpa sensor dari Aziz Ansari mengenai romansa dan Pop Culture
  • Everything Bad is Good For You -Steven Johnson
    • Membahas Pop Culture secara tidak spesifik, dan lebih banyak membahas dari sudut pandang dampak. I’m definitely in!

Masih banyak lagi, terutama yang bertema komedi, musik, atau teater. Mulai dari sejarah hip-hop, hingga teknik teater udah ada di daftar pencarian aku… Tapi gak nemu-nemu… HIKS!

Fiksi dan Sastra Klasik

Satu bab khusus untuk karya fiksi dan sastra-sastra klasik…

SPOTLIGHT:

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Sebuah karya yang membahas kehidupan masyarakat Jawa di era kolonialisme, serta mengungkit romansa, pertemanan, politik, keluarga, dan buku dengan banyak pesan penting dan makna tersirat dari Pramoedya Ananta Toer.

Salah satu karya sastra Indonesia terbaik.

Telah Dibaca

  • Heroes Of Olympus Series – Rick Riordan
    • No Contest. Terlalu epik untuk dilewatkan. Udah baca 200 kali kayanya… Gak bosen-bosen
  • Anak Semua Bangsa – Pramoedya Ananta Toer
    • Baru nemu ebook-nya tahun ini, jadi langsung dibaca! Great follow up, gak ngira Annelies bakalan… Oops, spoiler. 😛
  • H.I.V.E. – Mark Walden
    • Cukup fun, not a bad book, memang sih, agak terlalu ringan dan gayanya sebenernya kekanak-kanakan, but it’s a good time filler

Sedang Dibaca

  • Max Havelaar – Multatuli
    • Gak beres-beres. Great book. Seperti Bumi Manusia, lebih bersifat ekonomi/politik kebanding romansa-keluarga, jadi lebih berat.
  • Jejak Langkah – Pramoedya Ananta Toer
    • Gak beres-beres juga, kedistraksi buku lain. Should finish this ASAP.

Akan Dibaca

  • Rumah Kaca – Pramoedya Ananta Toer
    • Mencari ebook… masih kesulitan
  • Aru Shah and the Tree of Wishes – Roshani Chokshi
    • Gak sabar, tinggal 7 hari lagi, semoga perilisan bukunya gak ditunda…
  • All The Wrong Questions – Lemony Snicket
    • Kesulitan menemukan Ebook, tapi lagi berusaha keras nyari.

That’s All!

Tertarik? Subscribe ke newsletter, buku baru akan ditambahkan tiap minggu, dan daftarnya akan tambah panjang, dengan ulasan singkat juga.

Begitu outbreak beres, reading list ini akan aku pindahkan ke page baru…

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

This’ll take a LOT of time.

Seperti beberapa pembaca setia mungkin tahu. Aku, Azriel, sudah berada di tahun ketiga SMA, dan walau iya aku Homeschool… Tahun ini aku akan UNBK dan UTBK. Dalam waktu 3 tahun kemarin, dari masuknya siswa-siswa ke bangku kelas 10 SMA, jumlah perubahan yang dialami oleh angkatan SMA yang akan lulus 2019/20 cukup banyak.

Ini recap-nya.

UNBK.

Peminatan.

UNBK mengalami satu perubahan krusial di bawah menteri pendidikan Muhadjir Effendy.

Kita cukup memilih satu mata pelajaran saja untuk mapel IPA atau IPS, alih-alih harus mempelajari Biologi, Fisika, dan Kimia, kita cukup mempelajari Biologi dengan fokus, atau Fisika dan Kimia dengan fokus. Materinya diambil dari kelas 1 SD, hingga SMA, jadi memang bersifat lebih advanced.

Perubahan ini terjadi dari angkatan 2017/18, dan ini merubah gaya pelajaran UN menjadi lebih spesifik dan lebih dalam, alih-alih mengambil permukaan dari 3 sungai berbeda, UN yang dicetuskan Mendikbud Muhadjir Effendy meminta kita menyusuri satu sungai hingga beres.

Corona Virus.

Tahun ini, UNBK gak jadi karena adanya darurat Covid-19. Antara happy dan gak.

Belum ada surat pemberitahuan resmi, namun baik pemerintah, kemendikbud, ataupun Komisi DPR-X yang sudah yakin akan meniadakan UN untuk angkatan 2019/20.

Sebagai alternatif, nilai rapot jadi syarat kelulusan. Mungkin sifatnya tidak terstandarisasi, tetapi kita dlama keadaan darurat.

SMK yang telah menjalankan UNBK dianggap telah lulus jika nilainya mencukupi.

Untuk SD dan SMP, pemilihan SMP atau SMA favorit dilaksanakan berdasarkan nilai rapot dan/atau zonasi, walau belum ada keresmian dari pihak mendikbud.

Oke, aku pusing! Fokus UTBK aja lah.

Dari segi UNBK hanya dalam waktu 3 tahun, telah terjadi 2 perubahan. Belum menghitung ide-ide yang dicetuskan mendikbud Nadiem Makarim, yang mengatakan bahwa UN akan dihapuskan tahun depan.

Dari segi pendidikan saja… 3 tahun 2 perubahan itu… BANYAK. Belum menghitung potensi adanya 3 perubahan dalam 4 tahun.

UTBK

Dari mana aku mulai…..

Penurunan Kuota SNMPTN

Tiap tahun, kuota dari jalur nilai rapot yang dikenal dengan nama SNMPTN dikurangi sebesar 10% sejak 2017/18, dengan ide bahwa kuotanya akan dihapuskan secara permanen berdasarkan kekhawatiran pemalsuan nilai.

Tahun ini, SNMPTN hanya mencakup minimum 20% kuota, penurunan 10% dari tahun lalu, dengan jalur UTBK dan Ujian Saringan Mandiri mengisi sisa persentasenya.

SNMPTN minimum mengisi 20%, UTBK mengisi minimum 40%, dan ada kebebasan dari PTN untuk menentukan 40% sisanya, dan mengizinkan USM dengan kuota maksimal 30%.

Perubahan Bobot Nilai.

Bobot nilai SBMPTN telah dirubah sejak tahun lalu.

Alih-alih menjawab 1 soal dengan benar untuk mendapatkan nilai 4 poin, dan soal salah mengurangi 1 poin, sekarang tiap soal bernilai 1 poin + poin semua orang yang menjawab salah dibagi rata. Jadi, jika sebuah soal hanya bisa dijawab 1 dari 2 orang, soal tersebut bernilai 2 poin.

Selain itu, kita mendapatkan nilai sebelum penentuan jurusan. Dari nilai tersebut, orang-orang bisa memprediksi apakah nilai tersebut bisa digunakan untuk PTN favorit, atau apakah lebih baik jika kita bermain aman saja? Memilih PTN yang tidak begitu populer.

Perubahan Kurikulum

Sebelum tahun 2018/19. Soal-soal yang menanyakan Tes Potensi Skolastik suatu peserta didik bersifat matematis. Seperti logika matematik dasar, beserta soal-soal tes IQ.

Tahun ini, soal-soal bersifat reading comprehension dan lebih menempel dengan kecerdasan literasi kebanding kecerdasan matematis, tetapi juga disediakan satu bab untuk pengetahuan kuantitatif.

Perubahan Waktu

Waktu UTBK pra 2018/19. 3 jam. 160 soal.

Waktu UTBK yang digunakan sekarang…

  • 35 menit pertama untuk 20 soal bacaan dan analisa fakta
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal gramatikal Bahasa Indonesia
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal analisa makna teks
  • 35 menit berikutnya untuk 20 soal pengetahuan kuantitatif.
  • 80 menit sisa (20 menit masing-masing untuk jurusan IPA, 16 menit per mapel untuk jurusan IPS) untuk mata pelajaran sisa. Total waktu, 3 jam, 20 menit.

Perubahan ini ditujukan agar tiap mata pelajaran menggunakan waktu yang sama untuk analisa soal, dan peserta tidak bisa “tebang pilih” memilih soal-soal yang bersifat mudah saja, karena soal sulit memberikan poin yang lebih besar.

Format, dan Penjurusan.

Pada tahun 2018/19… UTBK dilaksanakan dua kali, dengan peserta mengambil nilai yang lebih tinggi. Walau tidak dikatakan secara eksplisit, diizinkan memilih dua peminatan berbeda, misal IPA sekali, IPS sekali, lalu memilih menggunakan nilai yang mana.

Pada akhir tahun 2019, LTMPT mengatakan bahwa UTBK cukup dilaksanakan sekali, tetapi boleh mengambil jurusan campuran, di mana siswa melaksanakan UTBK dengan soal IPA dan IPS di hari yang sama.

Oke. Dua kali, gapapa…

Lalu, pada awal tahun 2020, LTMPT mengatakan bahwa UTBK akan dilaksanakan dua kali, dan tetap mengizinkan pengambilan jurusan campuran.

Dalam waktu 9 bulan, April 2019 hingga Januari 2020, LTMPT merubah format dan penjurusan, serta menciptakan jurusan campuran baru, sampai 3 kali.

TIGA. KALI.

Ini menunjukkan seberapa plin plan pemerintahan dan lembaga pendidikan yang harus dihadapi pemerintahan 2019/20. Huh.

Kesimpulan.

Fokus UTBK.

Eh lupa.

Tanggalnya juga belum keluar…

Oh well, let’s make use of this time.

Feel free untuk baca-baca blog aku dan artikel lainnya ya!

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Lagu-lagu Terbaik dari Album ~how I’m feeling~ Lauv

Album Debut Lauv telah keluar selama 2 minggu. Artikel ini, bisa dibilang… Terlambat parah.

Tetapi, aku sudah mendengarkan hampir semua lagu dari album ~how I’m feeling~ puluhan kali, dan aku sudah siap menuliskannya menjadi sebuah artikel.

Jadi, ini ranking pribadi mengenai 10 lagu terbaik dari Lauv, yang keluar di album ~how I’m feeling~, berbeda dengan artikelku tentang Lauv yang sebelumnya, membahas tentang lagu-lagu terbaiknya secara umum, artikel ini bersifat lebih spesifik ke albumnya. P.S. Lagu yang masuk di artikel sebelumnya belum tentu masuk di artikel yang ini.

#10. Canada (feat. Alessia Cara)

Bagi orang California seperti Lauv, ada lelucon di mana orang yang hidupnya lagi kesulitan akan mempertimbangkan pindah ke Kanada. Lagu ini menangkap secara sedih, humoris, serta realistis untuk orang-orang yang mempertimbangkan hal tersebut. Lagu ini juga dinyanyikan dan dibuat bersama penyanyi asal Kanada, Alessia Cara.

Selain itu, Lauv memilih menggunakan warna kuning karena aura lagu ini sangat positif!

#9. Julia

Lagu ini ditujukan bagi mantan Lauv, Julia Michaels. Sangat subtle penamaannya… Thanks Lauv.

Lagunya bersifat sedih, dan liriknya menandakan penyesalan, aku sih, seneng aja karena Lauv tampak dan terdengar bahwa dia sedang depresi. P.S. ia menggunakan wig dan baju biru agar tampak seperti Hopeless Romantic.

#8. Feelings

Feelings mengisahkan tentang seseorang yang memiliki kesulitan membaca perasaan orang lain, baik secara romantis ataupun sosial. Oke, soundtrack of my life!!!

Selain itu, rekamannya juga lucu karena tampak seperti difilmkan dengan kamera jadul, atau smartphone merek Cina.

#7. For Now

For Now adalah lagu yang mengisahkan tentang kesulitannya menghadapi long distance relationship. Lagu ini tidak “ngena” secara personal, ataupun lucu, tidak seperti lagu lainnya, tetapi lirik yang dituliskan sangat pintar, dan Lauv juga sedikit menyindir penggunaan Smartphone, yang hanya menambahkan bonus poin bagiku!

Fun Fact, lagu ini sering dimainkan Lauv di konser-konser sebelum dikeluarkan secara resmi tanggal 6 Maret kemarin.

#6. Tattoos Together

Maaf tidak menggunakan versi yang resmi dirilis Lauv. Tetapi ini versi clean, bebas dari kata kasar.

Tattoos Together menangkap sisi humoris Lauv yang lebih jarang dilihat daripada sisi depresi dan sedih yang ia sering tampilkan, mengisahkan sebuah hubungan yang cepat berkembang, dan berkomitmen untuk melakukan suatu hal bersama-sama, dalam kasus ini, membuat satu tato bersamaan.

Liriknya lucu, namun agak kasar, silahkan cek versi original di Youtube Channel Lauv tentunya!

#5. Sims

Menjelaskan lagu ini secara personal. Orang-orang terlalu takut akan membuat gerakan, dan sering membuat tindakan bodoh dan impulsif, yang membuat mereka melewatkan kesempatan baik yang seandainya dilakukan secara berbeda dan sederhana… Bisa berujung bahagia.

Soundtrack orang yang sering keceplosan hal-hal konyol!

#4. Who (feat. BTS)

Tidak. Hadirnya Jung Kook dan Jimin dari BTS tidak menjadi faktor tambahan lagu ini dimasukkan dalam daftar ini.

Namun iya, range vokal Lauv dan kemampuannya menulis lirik, beserta sinkronisasinya dengan kedua vokalis lain membuat lagu ini sangat enak didengar secara khidmat dan serius.

#3. Modern Loneliness

Lagu ini ditulis Lauv tanpa sedikitpun makna cinta. Dan aku menyukainya karena itu. Modern Loneliness mengisahkan sosialisasi di era modern, beserta hadirnya sosmed yang menghilangkan hubungan realita di dunia.

Lauv merasa Modern Loneliness ditulis dengan baik secara lirik, sehingga ia membuat versi dengan subtitel lirik, dan liriknya ia terjemahkan dengan bahasa berbeda-beda. Satu bahasa, satu video. Bahasa Indonesia juga ada!

#2. i’m so tired

No, I’m not tired of this song.

Fun fact. Lauv membuat bridge khusus untuk versi akustik lagu ini.

“Somebody cover up my ears, Somebody save me from my heart, Somebody take me far from here, and rip the speakers out of my car. Cause I’m ready to love you, or I’m ready to lose you… But I can’t wait here any longer”

#1. Mean It

Masih nomor satu. Gak akan pernah kalah, gak akan pernah bosen buat aku.

Soundtrack orang yang sering di-PHP-in! (Not that it’s happened before, or it should be any of your business. Shoo, daripada ngepoin orang baca ke bawah)

Honorable Mentions

Invisible Things, Sad Forever, dan terakhir, I’m Lonely.

Baik I’m Lonely dan Sad Forever tergusur karena daftar ini bersifat lebih personal, alih-alih populer, dan kedua lagu tersebut tidak begitu “ngena” bagiku secara personal, walaupun mereka populer.

Invisible Things hanya kalah sedikit dengan Canada, karena Canada dibuat bersama Alessia Cara, dan itu menjadi poin tambahan bagiku. Aku menyukai Invisible Things secara partikuler karena menyindir budaya konsumtif di abad ke 21.

Review Singkat ~how i’m feeling~

Menangkap budaya modern dalam banyak sudut pandang, menawarkan banyak sekali sisi dari satu orang yang sama, baik itu sisi sedih, keras, jujur, humoris, atau pesimistik. Gambaran sempurna akan era sosial media di mana banyak orang menunjukkan satu aspek kepribadiannya dalam bingkai tertutup, walaupun nyatanya memiliki banyak lapisan kepribadian berbeda.

Oh, album ini juga dengan sempurna menyindir semua kebiasaan burukku, dengan pengecualian sosmed.

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Novel Untuk Anak-Anak: A Series of Unfortunate Events

Kenapa kamu di sini? Pergi…

***

***

***

Masih di sini?

Hidupmu bisa diluangkan untuk membaca hal lain. Seperti buku-buku yang akan kuberikan spoiler, atau serial Netflix yang juga akan rusak karena spoiler dari buku ini.

Jadi, pergi…

***

Jika anda memaksa, ingat bahwa sudah ada peringatan dariku.

Rata. Jujur. Tragis.

Kesulitan menemukan kata biasanya jadi faktor seseorang memotong-motong dan menyempitkan kata-kata yang digunakan dalam sebuah tulisan.

Aku mempersempit pemikiran dasarku atas buku karya Lemony Snicket ini ketiga kata tersebut.

Rata

Rata. Sebuah kata yang di sini berarti “Tidak banyak perubahan emosi.”

Snicket menuliskan ketigabelas buku ASOUE dengan gaya yang rata, dan sama seperti narrator di serial Netflix-nya, tanpa emosi sama sekali.

Hampir semua lelucon, frasa, kata-kata, dan kalimat yang diucapkan oleh narrator tidak diucapkan dengan sedikitpun emosi, dan dikatakan seperti sosiopat, dengan tujuan murni menyampaikan fakta tanpa menyelipkan opini.

Emosi pertama dikeluarkan Snicket sebagai narrator pada buku ketujuh, Vile Village, dan emosi yang dikeluarkan lebih cocok dikatakan sebagai deskripsi, bukannya tragedi.

Gaya penulisan rata yang unik ini memberikan dinamika unik untuk ASOUE, dan menempatkannya di daftar buku anak-anak yang menurutku wajib dibaca dan bisa dibaca siapapun, pada umur apapun.

Snicket membawa gaya Deadpan ke tingkat baru, mengenalkannya untuk anak-anak juga,

Jujur

Tidak sekalipun Snicket berusaha menutupi tragedi yang tebal dan terjadi setidaknya 5 kali pada tiap buku dengan cara sugarcoating -sebuah kata yang di sini berarti “membohongi anak-anak”- dan memberikan perspektif bahagia bagi pembaca.

Snicket memberikan fakta dengan cara yang rata tanpa berbohong sekalipun.

Snicket, walaupun, memberikan satu kali “kebohongan” atau mungkin menutupi fakta dengan cara yang menyedihkan ketika ia mengingatkan pada akhir cerita bahwa pada akhir hari, ia adalah orang yang mengalami tragedi terdalam, terberat, dan paling menyedihkan.

Sebagai tokoh yang canon dan juga Narrator, Snicket mengalami hidup yang sedih, dan ia kehilangan cinta sejatinya, yang juga merupakan tokoh canon.

Snicket berusaha menawarkan dunia yang jahat dan gelap ini dari sudut pandang seseorang yang sedang patah hati, dan ia menawarkan dunia dari satu-satunya sudut pandang yang benar… sudut pandang yang tragis.

Tragis

Kata yang satu ini pertama dikeluarkan oleh orang Yunani. Ia berarti “menyedihkan”

Dengan judul serial seperti “A Series of Unfortunate Events” secara logis sangat wajar jika cerita tersebut berakhir secara tragis, tetapi film satu ini dipenuhi oleh adegan dan kejadian tragis dari awal sampai akhir.

Snicket membuat orang-orang yang berpikir hidupnya sulit sedang menjalani hidup yang mudah tanpa harus sedikitpun berpikir bahwa ia sedang kesulitan, karena ketiga protagonis (Sunny, Klaus dan Violet) harus menjalani hidup yang berkali-kali lipat lebih sulit.

Walaupun tragis, buku ini tetap bisa menjadi bacaan penting untuk anak-anak karena sebenarnya buku ini ringan dan mudah dibaca, dengan penggunaan bahasa yang sederhana, namun elegan.

Definisi.

Gaya Deadpan yang Snicket berikan, baik di serial Netflix atau di ketigabelas buku yang ia tuliskan… tidak ada satu kali pun Snicket melewatkan gaya menulisnya yang sangat penuh definisi dan pintar.

Snicket menuliskan dengan bahasa yang rata karena ia cukup kompeten untuk memberikan hiburan sampingan bagi pembaca yang tua, serta informasi yang tidak penting tapi menarik untuk pembaca yang muda dengan menuliskan puluhan definisi dari kata-kata yang mungkin sulit dimengerti. Umumnya kalimatnya terjadi seperti ini.

  • Mr. Poe: Baudelaires. I’m sorry to say that your parents have perished in a terrible fire.
  • 3 Baudelaires: *Speechless…*
  • Mr. Poe: Perished means killed.
  • Klaus Baudelaire: We know what perished means.

Atau, jika itu narrator yang mengatakan… seperti ini…

“The three Baudelaire children hastily -a word which here means, “faster than a troupe of evil and horrible actors- ran away and gathered their belongings.”

Gaya penulisan yang unik ini menawarkan satu sideshow yang lucu, atau setidaknya menghibur bagi para pembaca, dan memberikan gaya penulisan Snicket yang sekarang sudah terkenal sebagai gaya penulisan yang rata, elegan, tetapi sederhana.

Why Should You Read ASOUE?

  • Buku ini berbeda.
    • ASOUE bukan buku di mana tokoh-tokoh mendapatkan happy ending sesudah diberi kesulitan beribu-ribu kali. Walaupun diberikan kesulitan ribuan kali, tokoh-tokoh tersebut hanya diberikan kesulitan di akhir buku.
  • Tragedi
    • Alasan ini cocok untuk orang-orang yang punya masalah dengan kehidupan mereka. Tragedi yang diberikan Snicket di buku ini dapat dipastikan membuat dirimu merasa lebih baik dengan hidupmu. Bagiku itu alasan yang cukup untuk membacanya.
  • Deadpan
    • Ini satu-satunya alasan aku membereskan ketigabelas buku ASOUE dan masih berusaha membereskan serial Netflixnya. Gaya Deadpan Lemony Snicket serta referensi sastranya yang intelijen dan jenaka memberikan aku alasan untuk melanjutkan serial Netflix-nya… Murni untuk melihat semua referensi yang Snicket pikirkan.

Why is this Book a Good Fit for Kids?

  • Realistis.
    • Mungkin ini satu-satunya alasan yang aku perlu berikan. ASOUE realistis, tidak seperti buku-buku lain. Ia mengingatkan anak-anak dengan gaya yang (sekali lagi) rata, bahwa hidup tidak hanya berisi hal-hal bahagia. Mungkin brutal, tetapi di antara sedikitnya hal-hal bahagia yang terjadi, Snicket menuliskan buku ini untuk anak-anak.
  • Tetap Imajinatif
    • Walau buku ini memiliki plot yang realistis, setting dan dunia yang Snicket berikan sangat-sangat imajinatif dan ia menceritakannya seperti buku fiksi, karena ASOUE memang fiksi. Anak-anak tidak perlu melewatkan sudut pandang karangan yang Snicket berikan, hanya karena plot-nya tragis dan realistis.

Notes.

Nama asli Lemony Snicket: Daniel Handler.

Aku berusaha keras menulis dengan deadpan. Tapi aku gak bisa.

Serial Netflix memiliki plot yang mirip, tetapi sampai ke plot tersebut dengan cara yang berbeda.

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Udah hampir sebulan gak ada artikel, jadi langsung aja kita masuk ke proyek yang aku kerjakan untuk mengurangi kerepotan (sebuah kata yang disini berarti pekerjaan yang disuruh Ibuku) menyapu daun dan mendaur ulang sampah organik dengan Black Soldier Fly.

Mari mulai.

Apa itu Black Soldier Fly?

BSF (singkatan, aku akan menyebutnya seperti ini sekarang) adalah sebuah lalat yang terbilang bersih, tidak membawa penyakit, dan bentuk larvanya dapat dengan cepat serta mudah mendaur ulang atau memakan sampah organik.

Oh iya, nama latin Black Soldier Fly adalah Hermetia Illucens.

Larva BSF sendiri bisa memakan hampir semua sampah organik dengan pengecualian tulang, atau hal yang sudah mengandung bahan kimia seperti Formalin, dan Pestisida.

Ketika proses Metamorfosisnya berlangsung, telur, dan larva BSF akan makan yang sangat banyak, lalu berhenti makan ketika sudah menjadi Pupa, dan akhirnya berubah menjadi Lalat, kehilangan kemampuan untuk makan, lalu menjadi fresh graduate jomblo yang fokusnya hanya cari pasangan hidup, dan segera memiliki anak.

Semua itu dalam 44 hari.

Proyek ini.

Mari kita contreng beberapa hal sebelum masuk ke proyeknya.

Tujuan.

Daripada membuang sampah organik yang masih bisa dijadikan tanah, dan/atau bisa diberi makan kucing, untuk orang-orang yang sibuk (baca: malas, dan/atau pelupa, dan/atau punya manajemen waktu yang amat buruk) seperti aku, akan lebih mudah jika memelihara BSF untuk mendaur ulang sampah organik yang dihasilkan!

Iya, tujuan projek ini untuk mengurangi pekerjaan rumah.

Sebagai orang yang punya Ibu peduli akan alam (Baca: Hippie) selain harus memilah dan mendaur ulang sampah anorganik, sampah organik juga harus didaur ulang dengan cara dimasukkan dalam compost bag lalu ditumpuk daun sampai nanti jadi tanah.

Proyek BSF ini dimulai agar aku tidak harus repot menyapu daun dan harus mendaur ulang sampah organik.

Jika Azriel Arriadi-Hidayat punya slogan hidup, maka slogannya adalah “Save the earth. With the least amount of effort possible.” Atau dalam bahasa Indonesia. “Selamatkan Bumi. Dengan usaha seminim mungkin.”

Informasi didapat dari?

Terima kasih untuk @Baramoeda (cari di Google, Instagram, dan seterusnya) sudah menyelenggarakan workshop tentang BSF hari Minggu kemarin.

Progress.

Projek ini baru mulai, dan laporan pertama hanya akan membahas larva yang aku dapatkan dari kit Waste Warrior Workshop yang diselenggarakan hari Minggu kemarin.

Aku sedang membuat penangkap telur, dan masih banyak hal lagi yang perlu dibahas.

Laporan hari ini akan membahas 3 hari pertama aku mendapatkan larva BSF, apa yang diberi makan, sukses atau tidaknya, dan seterusnya.

What I like about BSF.

Dari workshop dan dari mengurus.

  • Mempermudah hidupku. (nomor dua kalau mau punya apa-apa, P.S. nomor satunya adalah bikin hepi atau gak)
  • Sebuah pelajaran ke Mikrobiologi dasar! Aku mau kuliah itu nanti!
  • Memberikan aku teman ngobrol yang gak mungkin ngejudge aku. (kiranya Kucing apa Guguk kali ya)
  • Hewan peliharaan yang sangat low maintenance (Menurut Bapak Ramadhani Putra, Ph. D. Larva BSF sangat happy-go-lucky. Kalau ada makanan, mereka makan, kalau gak ada, mereka tidur. Hidupnya sangat sederhana)

Disclaimer.

Aku tahu bahwa ada anggota keluarga aku yang takut akan cacing, jadi… Jangan baca artikel ini.

Stop sekarang.

Mari kita masuk ke artikelnya jika anda tidak takut cacing.

Day 1.

Oops wrong reference.

Seperti beberapa orang sudah tahu… aku tidak punya smartphone.

Jadi dengan sangat menyesal, aku tidak punya foto dari makanan pertama yang dimakan Larva BSF (yang aku perlu kasih nama). Hal yang sama berlaku untuk foto makanan kedua. Aku baru memfoto proyek ini ketika sudah hari ketiga di iPad milik ibuku.

Semoga kata-kata cukup untuk menjelaskan hari pertama dan kedua.

Pada hari pertama, aku langsung memindahkan cacing BSF ini ke wadah yang lebih dalam, agar mereka bisa makan dengan lebih puas dari mangkok yang awalnya diberikan tim workshop.

Ukuran wadahnya tidak melebihi batas 30 cm mereka mau mencari makan.

Makanan 1:

  • Makanan: Nasi Goreng beserta Sosis (karena ku gak makan daging sapi, cacing BSF dapat sosisnya!)
  • Jam diberikan: Sore. (note to self, kalau mau bikin laporan, catat jam dengan detil) kalau tidak salah 17.30

Makanan 2:

  • Makanan: Kentang busuk, Bawang Merah busuk.
  • Jam diberikan: Malam. Jam 19.50

Hasil:

Nasi Goreng dimakan sebagian, sosis tidak disentuh (mungkin mereka gak makan sapi kaya yang ngurus, atau mungkin itu pake pengawet?) Kentang dimakan secara perlahan (sudah ada lubang, tetapi ukuran kentangnta gede banget, kayanya butuh waktu), Bawang Merah sudah tidak bersisa.

Percakapan

Percakapan ini terjadi pada hari Minggu, pukul 20.00 dikatakan oleh seorang lelaki berumur 17 tahun yang jomblo, gak punya gebetan dan dipastikan gak ada kerjaan dikatakan ke sekitar 100 ekor larva yang lagi makan.

  • Aku: Kamu kok gak mau makan sih?
  • Larva: …
  • Aku: Cuman gerak-gerak doang.
  • Larva: *gerak-gerak*
  • Aku: Makan dong.
  • Larva: *Ada yang manjat tromel*
  • Aku: Jangan kabur. Kenapa kalian kabur?
  • Larva: *Masih manjat tromel*
  • Aku: Kok gitu sih, kalian dikasih makan Nasi Goreng gak mau? Nasi Gorengnya gak enak? Atau jangan-jangan pake pengawet atau vetsin? Kata Pak Rama kalian makan Nasi Padang juga mau… *mengintip ke bawahnya wadah*
  • Larva: *Ternyata lagi makan*
  • Aku: Oh… kalian ada yang makan? Aku gak liat.

Day 2.

Cek hasil kemarin.

Pagi.

Belum dimakan. Jumlah masih banyak. Aku khawatir, tetapi karena aku ada tryout UN, aku perlu pergi segera. Aku cuman bilang dadah sama Larva dan nyuruh mereka makan.

Siang.

Pulang ke rumah. Nasi goreng berkurang sedikit.

Udah. Sosis masih belum disentuh, Kentang gak makin kecil, bawang berkurang.

Aku jadi lebih khawatir karena kata Pak Rama… Mereka makannya banyak banget. Sengaja gak aku kasih apa-apa dulu.

Malam.

Malam aku makan Mie Kuah Jawa, jadi khusus aku sisain sepotong Mie, dan 2 potong tomat (karena aku gak doyan tomat) dengan harapan mereka makan.

Mereka aku tanyain, mungkin seleranya selera orang Jawa jadi harus pake kecap. Larva-larva tersebut gak jawab.

Day 3.

Hari ini.

Well.

Nomor satu harusnya gambarnya.

Seperti bisa dilihat. Masih ada kentang busuk, Mie sudah tidak ada, bawang merah masih ada tetapi jumlahnya berkurang, ada sosis yang gak disentuh, dan nasi goreng yang gak keliatan dari atas.

Jadi mari kita lihat dari bawah!

Mungkin gak terlalu jelas ya…

Tetapi secara visual, nasi goreng sudah tidak dalam bentuk nasi lagi dan sudah menjadi agak cair begitu. Itu bisa berarti dua hal.

Satu, Larva BSF melakukan tugasnya meski butuh waktu lama.

Dua… Bakteri melakukan tugasnya karena waktu sudah berjalan lama.

Semoga itu yang nomor satu.

Sejujurnya aku sangat khawatir pada larva BSF karena ada yang berusaha kabur lalu mati karena kejepit, dan juga ada yang gak gerak lagi di bawah.

But, honestly, I’m just hoping this works out…

Oh ya, kalau ada kabar baik secara visual, secara nasal… baunya repungent (repungent berarti jijik, dan sebaiknya gak dideketin… tapi tentunya kalian sudah tahu itu.)

Kesimpulan.

OKAY! Mungkin iya aku tidak melakukan ini untuk noble cause.

Tapi setidaknya aku mendekomposisi sampah-sampahku. HA!

Anyway akan segera dibuat penangkap telur (mungkin besok lusa atau hari jumat) agar larvanya didapat lagi, dan aku perlu bertanya ke penyelenggara workshop yang dikenal dengan nama Baramoeda apakah normal ada Pupa yang sudah mau kabur, dan mereka makannya begitu lambat?

Sampai lain waktu!

10 Lagu Terbaik dari LANY

10 Lagu Terbaik dari LANY

Band satu ini dikenal dengan nama LANY (bisa disebut L.A. N.Y. atau Leini, aku bingung.), tetapi biasanya orang-orang memberikan referensi A Hippie and Two Other Guys. Atau, Dua Lipa’s Ex and Two Other Guys. Iya, Hippie dan mantan Dua Lipa adalah orang yang sama, Paul Klein, alias vokalis.

Orang-orang mengenal Maroon 5 sebagai Adam Levine and 4 other dudes, jadi kurasa ini sedikit lebih baik.

LANY terkenal dengan gaya penulisan lagunya yang memang agak hippie, dan juga agak desperate… Berikut adalah 10 lagu yang menurutku paling menarik, enak, dan tentunya sesuai dengan gaya penulisan LANY.

#10. If You See Her

Paul Klein sebagai penulis lagu Indie lebih dikenal sebagai “Mantannya Dua Lipa” oleh orang-orang yang gak tahu dengan LANY dan/atau punya terlalu banyak waktu luang jadi malah baca Gossip daripada kerja. Jadi jangan terkejut kalau sekitar 8/10 lagu di sini… tentang Dua Lipa.

List kita dimulai dengan lagu yang satu ini. If You See Her.

It’s all about Dua, and it’s very sad. Yikes.

Liriknya paradoksil tetapi nyambung, dan penulisan liriknya menjadi alasan dia masuk ke daftar ini!

Just look at us. You’d never bet against our love.
Table for two. We got the kind of thing that lasts.

#9. Valentine’s Day

Valentine’s Day is coming! Tapi lagu yang satu ini tragis. LANY memberikan perspektif yang unik ke liburan (yang menurutku kapitalis dan tidak pernah perlu dirayakan) Amerika satu ini.

Oh iya, sama seperti lirik-lirik LANY yang lain dari Album Malibu Nights… Banyak ironi dan liriknya yang agak paradoksil. Tersirat di lagu bahwa dia mau move on tapi gak bisa… Lagunya sedih.

Think I just found out what to listen to this Valentine’s Day.. COUGH..

#8. Pink Skies

Lagu dari album kinda ini mungkin satu-satunya lagu yang sepenuhnya Happy di list kita hari ini.

Liriknya lucu, menarik, dan bahagia, beat-nya sangat upbeat, dan… ini bukti bahwa Paul Klein itu Hippie, dan ini menceritakan fase happy hubungannya dengan Dua Lipa. (Read that in Genius.com)

Thrift Store Fashion, Imperfect Tattoos.
Taking Showers, Minus Shampoo.

Ia membeli baju bekas untuk mencegah baju-baju di toko tersebut menjadi sampah. Ia mencorat coret tubuhnya dengan tato sama seperti pelukis mencorat coret kertas. Ia mandi tanpa sampo karena ia merasa kepalanya tidak perlu diberikan sampo, dan akan bersih dari minyak rambut naturalnya sendiri, asalkan dia cukur rambut sampai botak sering-sering. Oh dan dia orang California. (Also read these in Genius.com)

It doesn’t get any hippier than that.

#7. Thru These Tears.

Depresi? Cek. Album Malibu Nights? Ya… Masih

Malibu Nights adalah album LANY yang jelas paling sukses, dan seperti aku bilang, semua lagu ini ditulis untuk Dua Lipa. Thru These Tears adalah lagu yang masih punya identitas ingin move on tapi gak bisa yang sama dengan Valentine’s Day.

Video Klip-nya pun agak tragis, so you might wanna skip it. Oh, rambutnya yang botak di video klip sesuai dengan statement-nya di lagu pink skies bahwa dia tidak mandi dengan sampo ya, ia perlu cukur sampai botak sesekali.

In the end I’m gonna be alright…
But it might take a hundred sleepless nights
To make the memories of you disappear
But right now I can’t see nothing thru these tears

Ia yakin ia bisa move on, dan masih menjalani proses tersebut…

#6. Malibu Nights.

Tragis. Tragis. dan Tragis adalah 3 kata yang sempurna untuk menjelaskan lagu ini.

Lagu yang judulnya juga jadi judul album ini adalah lagu paling tragis yang mungkin dikeluarkan orang seperti Paul Klein.

Lagunya berkaitan erat dengan Substance Abuse, Depresi, dan… dia jelas galau (dalam konteks “indecisive”) tetapi galau yang Paul Klein rasakan berbeda dengan yang ada di lagu-lagu sebelumnya.

What do you do with a broken heart?

This song is just pure sorrow and melancholy.

#5. I Don’t Wanna Love You Anymore.

Oh LANY. Kenapa kamu harus membuat lagu breakup yang tragis tapi sempurna seperti ini. Kalau album Malibu Nights adalah sebuah buku cerita yang mulai dengan tragis, I Don’t Wanna Love You Anymore berada di bab kedua sesudah Malibu Nights sendiri.

Aku tidak bisa berkomentar banyak selain fakta bahwa Paul Klein langsung menyebut identitas Dua Lipa (referensi ke London, warna rambut, warna mata, dan seterusnya) berkali-kali di lagu ini.

From the start, I never thought, I’d say this before…
But I don’t wanna love you anymore.

#4. ILYSB

Hanya akan ada satu lagu lagi yang berasal dari album Malibu Nights, dan ILYSB tidak berasal dari album tersebut!

Lagu satu ini menceritakan tentang seorang Serial Killer. Yang jatuh cinta. Dengan Serial Killer lain.

Wait what? I thought this guy was a hippie, not Freddy Krueger! Anyway, ini lagu bestselling LANY di Youtube.

Oh my heart hurts so good…
I love you oh… so bad. so bad.

#3. Thick and Thin.

Lagu terakhir dari album Malibu Nights di daftar ini. (seriously, album itu mengambil 6 posisi… OMG)

Thick and Thin adalah salah satu lagu LANY favoritku, and he deserves a lot of credit for it!

Satu-satunya perbedaan dari lagu Malibu Nights yang lain (masih ada lirik paradoksil di bridge dan chorus, musiknya dan liriknya gak matching in a very good and fun way) adalah fakta bahwa dia mengaku dia bikin salah kali ini…

But was it really love if you could leave me for…
Something so innocent

But it don’t matter. It’s a very good song!

#2. Super Far

Hands down… Ini lagu favoritku. Tetapi dia tidak masuk ke nomor satu karena dia tidak sepenuhnya memenuhi gaya memusiknya LANY. Super Far menceritakan tentang Long Distance Relationship yang sedang gagal.

Paul Klein menceritakan clingy-nya dia pada hubungannya, meskipun dia tahu bahwa hubungan itu sudah toxic… Oh, tetapi tentunya… Ini LANY jadi paradoks musik dan lirik masih ada dong!

Waking up to nothing when you’re super far from home…

It’s better to be single rather than stuck in a toxic long distance relationship… Moral dari lagu ini.

#1. 13

Yes. You saw this right. 13

Sebuah lagu sederhana, to the point, sedih, dan galau. Screams out LANY all over. Otomatis juara dalam bukuku!

Liriknya juga terisi paradoks, terisi tragedi, terisi identitas… Dan dia menjadi juara karena dia punya sedikit dari segalanya! Great song, terdengar seperti prolog ke Malibu Nights meskipun tidak ada hubungannya sama sekali dengan album tersebut…

Where did we go wrong I thought we started out alright
Where did we go wrong I swear I knew we’d last to start

Bonus Track: Hericane.

Lagu yang satu ini gak bisa aku bilang “enak” atau semacamnya, karena aku sendiri gak suka sama Hericane. Tetapi, menyebut Hericane sebagai Honorable Mention tidak cocok karena lagu ini sering disertai penampilan tragis dan emosional oleh Paul Klein. Jadi, anggap saja ini lagu Nomor 11, lagu bonus!

Honorable Mentions

  • Run. Terlalu banyak konteks gossip di lagu itu, hampir masuk.
  • Taking Me Back. Hampir masuk, tetapi kalah dengan If You See Her karena kalah di bidang musik bagiku.
  • Mean It. Lagunya punya Lauv… sudah masuk daftar sebelumnya.

Post Script

Perlu diketahui bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang hubungan antara Paul Klein dan Dua Lipa (aku gak sekepo dan segak ada kerjaan itu orangnya) tapi aku hanya tahu bahwa… Mereka putus dan Paul langsung masuk ke depresi yang membuat dia menulis seluruh album Malibu Nights.

Post Script Script

Artikel top 10 Lauv aku mendapat jumlah views yang gak terlalu sedikit… I’m gonna make this a thing now. Mungkin dua minggu sekali aku akan cari satu musisi, dan BUM! Jadi satu artikel.

Sampai lain waktu!

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Ini telat.

Iya. http://rickriordan.com/2019/12/notes-from-the-winter-solstice-meeting/

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagiku pada akhir tahun 2019 kemarin (karena… akhir tahun kemarin agak membosankan. Liverpool vs Leicester penting, tapi gak sepenting ini). Tetapi tidak ada satupun artikel dariku yang membahasnya.

Uncle Rick membuat sebuah tweet masuk trending nomor 1 di dunia. Dengan #DisneyAdaptPercyJackson

Percaya padaku kalau aku bilang bahwa Percy dan teman-temannya dari seri Heroes of Olympus adalah hal yang sangat penting bagiku, jadi kayanya agak telat kalau aku baru mengeluarkan artikel ini tepat 1 bulan sesudah #DisneyAdaptPercyJackson trending.

Artikel ini tentang potensi adaptasi Percy Jackson yang akan dibuat Disney, dan alasan aku menunggu 1 bulan untuk itu, adalah menunggu segala konfirmasi dan segala tek-tok-an Uncle Rick dengan Disney, Fox, serta konfirmasi akan pembelian saham Fox oleh Disney.

Tepat 1 bulan kemudian, berita yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah prediksi yang solid akan adaptasi Percy Jackson!

We Don’t Talk About Those Movies

Adaptasi film Percy Jackson sudah terjadi. Rick Riordan sudah berulang kali mengatakan opininya pada film itu. So, We don’t talk about those movies.

Oke, sedikit serius. Film tersebut hampir gak ada korelasi sama sekali dengan buku, dibuat terlalu tua, ceritanya terlalu maksa dengan hybrid rom-com dan teen wolf (serial CW) dan… Yikes.

Tapi-tapi!!! Gak. Kita gak akan omongin adaptasi gadungan buatan Fox.

Untungnya, adaptasi kali ini akan lebih realistis kalau dibuat dalam bentuk serial alih-alih film! Ceritanya bisa lebih slow, bisa lebih banyak ruang untuk bernafas, dan harusnya lebih bagus. Terutama mengingat ini Disney, dan bukan… You know, a right wing media group…

Rick Riordan membuat banyak sekali statement dan bercandaan (bahkan sebuah halaman FAQ) tentang reboot buatan Fox, dan aku yakin penyesalan terbesar Riordan adalah menjual hak cipta film tersebut. Ribuan kali menegosiasi ulang hanya berujung buruk, Fox gak mau menjualnya kembali.

Ada permintaan khusus dari fans.

Ada petisi.

Ada merchandise Camp Half-Blood yang ilegal.

Ada rumor dari Netflix untuk membeli hak cipta.

Ada fans memberikan ide untuk bake-sale.

Semuanya gak ngaruh.

Sampai… Ada Disney.

Disney, Fox dan Percy

Bertanya padaku… Disney adalah sebuah evil company. Serius.

Gambar ini dari No Film School dan ini… Jenius. WOW.

Aku gak berpikir sejauh “Evil Company” tetapi kedua orangtuaku berpikir seperti itu, dan pemikiranku yang awalnya mentok di “Perusahaan Dominan” berubah menjadi evil company.

Ketika sebuah perusahaan sudah mendominasi film anak-anak, Olahraga (melalui ESPN), Perfilman Remaja (Melalui Marvel), perfilman fanboy (melalui Lucasfilm), perfilman Ibu-ibu (melalui ABC, karena… You know, Grey’s Anatomy?) , dan merchandising semua hal tersebut… Mereka sudah pantas masuk daftar Evil Company.

Tetapi, kita masih mengonsumsi produk evil company, karena kita menikmatinya! (uhuk, MekDi, uhuk. Ef-Bi uhuk. Goggle. Uhuk! Nama hutan di Amerika Selatan. Uhuk! Maaf… aku lupa minum obat batuk…)

Disney’s pretty much building their own death star. But we don’t care.

Jadi, ketika meraka mengambil film non franchise dari 20th Century Fox. Sepertinya mereka sudah mendekati dominasi dunia. Karena dominasi dunia pada akhirnya akan jatuh ke tangan Disney (kecuali ada rebellion gak jelas atau Kylo Ren berubah pikiran kayak di Rise of Skywalker), let’s just jump into the wagon!

Disney. Mendominasi Dunia melalui Putri-Putri.

Karena Riordan tidak mungkin membeli 20th Century Fox, dan 20th Century Fox menolak dengan keras dan berulang akan tawaran-tawaran dari Rick Riordan plus Investor… Rick Riordan memulai strategi baru. Ia akan membujuk Disney!

Lagian, mendapatkan untung besar-besaran dari sesuatu yang sudah punya fanbase setia yang konsumtif dan kebanyakan duit adalah hal yang Disney belum lakukan, jadi… Oh wait.

Point taken.

Oke, tenang bro… tenang

Ini lebih parah dari yang aku kira…

Tentunya, tidak akan banyak tantangan kan?

WRONG!

Anastasia

Ketika berhadapan tentang film musical yang memiliki happy ending dan ada tuan putrinya, kita akan menghubungkannya ke Disney. Iya kan? Ke mana lagi coba?

Sayangnya, Anastasia ada.

Dan oh boy… Drama antara Disney dan 20th Century Fox baru mulai.

Ini poster filmnya. Cukup satu kali lihat, dan kalau anda gak lihat logo kecil di bawahnya…

Pasti anda mengira ini film disney. Iya kan? Coba kita bikin ceklis!

  • Istana di belakang? CHECK!
  • Penyihir jahat? Cek
  • Tuan putri agak naif, tapi pemberani? Check.
  • Makhluk peliharaan lucu untuk merchandising di bawah? Check.
  • Merchandise makhluk peliharaan lucu? gak ada… Ini doang sih.
  • Karakter supporting cowo yang sok tahu dan sok pemberani? CHECK!!!

How is this not a Disney Movie?

Film-nya bagus, tapi Disney ingin menunjukkan dunia bahwa rencana world domination mereka akan sukses. Mereka akan menembakkan Death Star ke Fox.

Hasilnya, selain liputan press buruk walau Anastasia sendiri film yang sangat bagus… serta tuntutan akan plagiarisme menciptakan sebuah tembok yang Disney ciptakan.

Fox gak berani menyentuh kartun-kartunan lagi, terutama kalau itu musical, dan ada tuan putri-nya.

Dramanya jelas banyak. You know, a couple of lawsuits… Fox akhirnya menyerah.

Lucu ya, kalau dituntut mereka nyerah, tapi kalau kekeuh soal liputan dengan narasumber pro Donald Trump dari Mars mereka gak peduli.

Aku bahkan belum bisa bilang bahwa drama antara Fox dan Disney sudah beres dengan pembeliannya.

Banyak sekali grey area yang Uncle Rick masih harus pecahkan…

The Issues.

Issue #1. Walaupun Fox sendiri dimiliki Disney, dan Disney mengambil keuntungan dari Fox, direksinya masih berjalan sendiri.

Issue #2. Fox masih kekeuh gak mau ngasih balik hak ciptanya. I mean, they’re dying and is owned by a company that kicked their butt several times… But, seriously.

Issue #3. Pembuatan filmnya sendiri.

Isu terbesar sebenarnya ada di perbedaan direksi. Walau suatu perusahaan dimiliki perusahaan lebih besar, perusahaan kecil tersebut masih bisa mengambil keputusan akan satu dan lain hal, dan sampai ada tekanan ekstra dari Disney (yang Riordan berusaha ciptakan…) kita belum bisa berharap akan adaptasi Percy Jackson.

Idealisme Adaptasiku.

Nico Di Angelo diperankan Noah Schnapp (Will Byers Stranger Things)

Sisanya gak penting, asal dibuat dengan bagus…

Oh iya, aku akan lebih senang kalau somehow… Adaptasi dimulai dari Heroes of Olympus, alih-alih Percy Jackson sendiri, karena timeline-nya jauh lebih gampang dimainkan, dan karakter akan mulai dari usia remaja, walau story-linenya masih childish…

 

Sampai lain waktu.

This better work Uncle Rick. We’re praying to the 11 remaining Olympians…

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

This is Lauv. His real name is Ari Staprans Laff. He’s a musician.

Dan dia akan datang ke Jakarta. (walau aku gak mungkin nonton konsernya, karena aku bukan jenis orang yang suka nonton konser) Sebelum kedatangan Lauv ke Jakarta, mari kita bahas sepuluh lagu terbaik Lauv menurut Dikakipelangi.com!

Terbaik di sini bukan berarti paling populer, tetapi ya… “terbaik” berdasarkan opini.

THIS ARTICLE IS NOT FOR KIDS.

Mengandung konten penyakit mental. Jika usiamu dibawah 12 tahun, jangan baca, artikel ini dan beberapa lagu di dalamnya agak berat sejujurnya.

#10. Superhero

Ini salah satu lagu paling sedih (setidaknya yang keluar di tahun 2010-an) yang pernah aku dengar. Aku orang yang punya imajinasi terlalu aktif dan ini seperti lagu yang akan aku setel dan dengar sendirian di kamar kalau salah satu anggota keluarga atau temanku “dipanggil”dan tidak akan balik lagi…

Dengan caranya, Lauv menjelaskan perasaannya dan pikirannya dalam sebuah lagu dan dia menekankan beberapa kali bahwa dia… Meredam emosi yang dia rasakan.

Lagunya sederhana dan tragis. Sangat Lauv.

#9. The Other

Seandainya aku tahu lagu ini dari tahun 2015 aku akan jadi salah satu orang pertama di Indonesia yang bisa bilang “Aku tahu Lauv dari sebelum I Like Me Better”

Sekali lagi. Tragis. Just… Yikes. Chorus lagu ini kurang lebih bilang bahwa pada hidupmu, akan ada titik di mana kamu harus menentukan antara menggunakan logika atau perasaan.

Salah satu tidak bisa dipakai. Lagunya sekali lagi, sederhana, tetapi bermakna. Sangat Lauv.

Lagu ini sangat underrated, jadi, kuberi saran untuk mulai mendengarnya.

#8. Sad Forever

Lagu ini alasan aku bilang bahwa jika usia anda dibawah 12 tahun, jangan baca artikel ini. (atau jangan punya HP. lebih bagus justru)

Lauv menulis lagu ini di perjalanan ke sebuah tur ketika dia sedang punya masalah dengan hidupnya dan ia tidak ingin menghadapi masalah tersebut dengan langsung. Seperti semua musisi bagus, masalah dijadikan seni!

Lauv membawakan lagu ini tanpa dicoba sebelumnya ketika sedang tour dan lagu ini meledak! Sad Forever merupakan salah satu lagu Lauv yang bukan lagu cinta (bonus poin bagiku) tetapi tetap saja galau! (bonus poin lagi dariku!)

Sesudah lagu ini keluar, Lauv menjadi advokat kuat akan kesehatan mental.

#7. Chasing Fire

Aku sedikit kesulitan menentukan tempat lagu yang satu ini. Secara pribadi, ini lagu nomor dua favoritku dari Lauv karena lagunya upbeat dan tidak terlalu galau. Tetapi, sayangnya, ini kurang populer (dan juga underrated seperti 4 lagu lainnya) dan tidak sepenuhnya terasa seperti lagu Lauv.

Bagiku, identitas Lauv adalah cowok galau (seperti Kylo Ren) yang sejujurnya gak tahu mau ngapain tetapi punya pendirian dan identitas yang kuat. Salah satu alasan aku bisa relate sama Lauv karena dia musisi paling galau dalam opiniku. Aku suka itu!

Chasing Fire memberikan representasi dan identitas Lauv yang galau tadi… dengan caranya sendiri.

#6. Getting Over You

I just love this song. Lagu ini representasi paling sempurna dari identitas Lauv sebagai musisi bagiku.

Musiknya upbeat, dan liriknya agak similer secara makna dengan The Man Who Can’t Be Moved milik The Script. (lagu the script lebih ekstrim, tetapi intinya sama-sama gak bisa move on)

Ku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Hanya… WOW. He wrote that.

(untuk memperparah, Lagu ini gak terlalu populer. Come on guys. Give them the views it deserves)

#5. Sims

Lagu ini sempurna untuk Gen Z karena 3 hal.

  1. Galau dan penuh dengan penyesalan. Alasan Kylo Ren adalah villan Star Wars. (gak, seriusan. Kylo dan Lauv sangat mirip sebenarnya, pikirin deh)
  2. Ada referensi ke sebuah video game. Gak kurang Gen Z apanya?
  3. Sesuai dengan masalah ekonomi di masa depan. (We could build a house and plant some flowers and have kids. Di Sims, semua itu bisa dilakukan dengan minim duit. Sekarang mau punya anak aja biasanya udah nyiapin duit buat sekolah dari kapan tahu.)

Aku harus menjelaskan lagu ini dengan kata yang sedikit karena banyak sekali simbolisme yang tersirat di lagu ini, dan sejujurnya… aku tidak sanggup. Just listen to the song. Hurrah.

#4. I’m Lonely

Ini versi clean ya.

Siapapun yang suka dengerin Lauv dan tinggal di Indonesia pasti tahu lagu ini.

Worldwide atau di Asia lagu ini gak populer. Chart spotify Asia atau Apple Music hanya memberi angka jelek untuk lagu ini, tapi di Indonesia (dan hanya Indonesia saja) respons dari pendengarnya sangat bagus. Liriknya sederhana. Karena gak pake kata kasar, sebenarnya liriknya menceritakan orang yang kesepian. Anne-Marie juga menambahkan depth baru untuk lagu yang sederhana ini.

Mengingat lagu ini populer, aku jadi agak gak yakin Indonesia itu bangsa yang seneng bersosialisasi karena banyak teman-temanku merasa lagu ini representasi yang bagus untuk kehidupan sehari-harinya.

Makes you think eh?

#3. I’m So Tired

Kolaborasi yang sempurna. Lauv dan Troye.

Sebagai orang yang suka musik dan kadang suka gak jelas mood-nya. Ini lagu galau yang sempurna!

Kadang ada hari di mana aku gak pengen dengerin lagu, apalagi love song (mayoritas lagu yang aku dengerin love song soalnya, seperti kebanyakan orang) hmm hmm.

Lagu ini membantuku dalam 2 cara.

  1. Aku jadi tahu 3 lagu baru yang dinyanyikan Troye Sivan di liriknya (Buzzcut Season, Hurts Like Heaven, Lost in The Sound)
  2. Ini lagu sempurna untuk mengisi waktu kalau aku lagi bosen sama love song (which does make me sick sometimes).

I’m tired of Love songs. but not of Lauv songs. 😉

#2. I Like Me Better

Sebagai penyanyi yang membawa dirinya sebagai orang yang galau dan selalu… doubtful.

Aku rasa agak ironis bahwa greatest hit Lauv (yang bagiku hanya nomor dua) bukan lagu galau.

Tapi, aku tahu akan keberadaan Lauv dari I Like Me Better dan lagu ini timeless. 218 juta view dan masih bertambah.

#1. Mean It

Pada suatu hari aku mencari tentang opini orang mengenai musik di sebuah tempat yang dikenal sebagai Reddit.

Aku menemukan orang berkata. “Lauv and Paul Klein. Two guys who are broken hearted and don’t really know what they are doing. But is doing a great job anyway.”

Ini penjelasan sempurna dari lagu ini!

Kolaborasi yang ditunggu fans dari kapan tahu (keduanya hippie, keduanya peduli akan kesehatan mental, dan keduanya memulai namanya dari La, what more can you ask? Terutama kalau kamu orang California.) ini akhirnya terwujud pada akhir tahun 2019!

Lagunya sendiri tentang seseorang yang dimanipulasi cewek dan sering banget di PHP-in karena cewe-nya sangat-sangat sanguine atau plin plan, satu hari deket dan sayang, besoknya gak jelas, dan seterusnya.

Mario Pratama, seorang penyiar Prambors mengatakan ini soundtrack love-life nya dia…

Aku merasa kalau aku punya love life (which I don’t, and I’m happy about… dan seandainya aku punya, aku gak akan cerita karena A. orangtuaku baca artikel ini, aku gak mau diketawain, karena pasti aku terlalu cemen buat standar kedua orangtuaku… Ups, curcol. Dan B. Internet privacy) ini akan jadi lagu yang sempurna bagiku!

Aku sudah tahu akan Lauv dan LANY sebelum kolaborasi ini, jadi kolaborasi ini ketika terjadi terasa seperti salah satu permintaan dari Jin Aladdinku terkabul!

Honorable Mentions

There’s No Way ft Julia Michaels. Buatku sedikit overrated, tetapi lagunya enakeun sih. Aku kurang suka dengan Julia Michaels dan musiknya, jadi gak masuk list.

Never Not. Tragis. Aku suka lagu tragis!

Changes. Baru keluar 2020, belum sepenuhnya yakin.

Tattoos Together. Baru keluar tadi pagi! Belum sepenuhnya yakin.

Feelings. Lagu yang hopeful dan enak. Tetapi tidak terasa seperti lagu Lauv. Sayang sekali gak masuk daftar. (kurang galau)

Sampai lain waktu!

Post Script

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penting bagiku karena aku akan mulai kuliah tahun ini. Sebelum kuliah, aku mau mulai membahas tentang musik karena ternyata dunia musik di Indonesia besar, tetapi belum banyak blog (selain lirik + terjemahan) yang membahas itu.

Lauv juga mendapatkan banyak viewer di Indonesia, dan sebagai orang yang sudah menyukai musiknya Lauv dari zaman I Like Me Better keluar, kurasa Lauv adalah artis yang paling sesuai untuk artikel musik debutku!

Semoga anda menikmatinya!