Category: Experience

Review Board Game: Aquatico

Review Board Game: Aquatico

Aku dapet Endorsement Board Game!

Oke, secara teknis bukan aku (Azriel), bukan dikakipelangi.com (secara resmi), bukan akun twitter milikku (@Arriadi_Hidayat, follow ya ūüėõ ). Tapi Ibuku melalui Instagram miliknya, @aribubiilala . Tinggal diklik link-nya. She has like, 2400 followers, itu mungkin jadi faktor bisa dapet board game gratis dari boardgame.id.

But, since I’m here anyway… Aku mau menulis review dari salah satu Board Game buatan anak bangsa paling bagus yang aku pernah mainkan. Specialthanks to Boardgame.id juga ya!

Objective of the Game!

Tujuan permainannya sangat sederhana. Pada akhir permainan, punya ekosistem terbaik yang bebas dari polusi, agar hewan-hewan mau tinggal di ekosistem milikmu. Permainannya tidak sesederhana dua kalimat itu, namun permainan ini cukup sederhana.

 

How To Play

Setup permainan secara detil bisa dilihat di peraturan board-game nya, namun ada 58 kartu, plus dua kartu Mola-Mola (kayak layanan streaming Liga Inggris) yang dikocok menjadi dua tumpukan. Syaratnya, kartu Mola-Mola hanya dikocok di 10 kartu terbawah masing-masing tumpukan.

Hasilnya seperti ini. Juga ada koin recovery yang ditata di pinggir kedua tumpukan.

Tiap orang juga dapat board untuk skoring masing-masing.

Way of the Game.

Tujuan permainannya -seperti disebut di atas- adalah membangun ekosistem. Ekosistemnya bisa dibangun dengan cara mengambil kartu yang sudah terbuka di atas tumpukan, dan menaruh kartu tersebut di ekosistem milikmu, atau ekosistem milik pemain lain.

Idealnya sampai semua pemain beres menjalankan giliran pertamanya… Tiap orang punya satu kartu ekosistem seperti ini.

Berdasarkan gambar ini, aku memiliki 2 poin di habitat sungai, dan 1 poin di terumbu karang.

Seiring permainan berjalan, ekosistem tiap orang bertambah.

Jika ingin mengambil kartu… Kartu harus ditumpuk di atas satu sisi kartu lain, dengan syarat poin sama, bentuk habitat sama, atau sama-sama mengandung racun. Ada kemungkinan kartu pertama yang kita ambil tertumpuk dengan banyak kartu lain, hingga tidak ada sisa.

Polusi.

Polusi adalah isu yang aku sudah seringkali bahas di blog ini. Mungkin gak sering deng, cuman beberapa. Tapi aku telah mengambil beberapa langkah konkrit untuk mengurangi polusi, di antaranya adalah tidak makan daging sapi! (read up on that later)

Jadi ketika masuk ke Aquatico dan ada polusi… Ada bagian dari diriku yang merasa hepi!


Lihat ini. Berdasarkan poin habitat, ada…

  • 3 dari sungai
  • 4 dari Laut Dalam
  • 4 dari Terumbu Karang
  • 1 dari Padang Lamun
  • 1 dari Danau
  • 1 dari Hutan Bakau.

Diversitasnya bagus kan? Tapi sayangnya ada racun di hutan bakau. Poin di Hutan Bakau dianggap Nol Besar. Mau seandainya ada 20 poin sekalipun, kalau ada sedikit bagian dari Hutan Bakau yang tercemar, poinnya jadi 0.

Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika kedua poin mengandung racun? Well, kita boleh kasih kartu ke pemain lain, yang ada di sebelah kanan dan kiri. Untungnya, racun bisa disembuhkan, dengan cara melempar koin recovery.

Kalau koin recovery menghadap ke sisi hijau ketika dilempar, Great Job! Upaya pembersihan habitatmu sukses!

Kalau menghadap sisi abu. Silahkan biarkan pemain di sebelahmu jalan dan mohon sabar karena bulan Ramadhan sudah mau tiba. Jangan marah-marah karena anda tidak bisa melempar koin dengan benar. (No, seriously, jangan. Aku kemarin kalah cuman karena gagal ngelempar koin konservasi)

FAQ:

Kalau memang ngilangin racun itu sulit, gimana dong? Jangan sampe ada racunnya…
Kalau aku nggak bisa lempar koin sampe dapet hijau gimana? Nonton video di Youtube cara curangin coin toss.
Kalau aku cuman dapet racun karena dikasih dari orang sebelah gimana? Main sama orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin.
Kalau gak ada orang yang sabar dan/atau tidak nyebelin? Cari teman main board game lain.

Anyway, seandainya anda kebanyakan dikasih racun, ingat bahwa semua kartu racun datang dengan habitat lain yang juga ada poinnya. So, think positive!

Permainan berlangsung terus hingga ada kartu Mola-Mola terbuka di atas tumpukan…

Mola-Mola.

Mula-mula… Player board yang ada di atas tadi (gambarnya kayak pulau itu lho) kosong. Tetapi sesudah satu kartu Mola-Mola keluar… Poin tiap orang di masing-masing habitat dihitung, dan orang dengan poin terbanyak di satu habitat mendapatkan satu hewan, dan hewannya di pasang di pulau si pemain.

Pemain berakhir hingga kedua Mola-Mola keluar, dan pemain dengan poin terbanyak menang. Satu hewan bernilai satu poin, tetapi jika memiliki dua hewan yang sama (seperti misalnya ada dua Bekantan di contoh milikku) ada satu poin ekstra!

Thoughts…

  • Artwork-nya bagus!
  • Banyak playstyle untuk menang
  • No game feels the same
  • Mungkin agak menyebalkan ketika sedang recovery racun.
    • Oke, sejujurnya ini part of the moral message. Lebih gampang menjaga habitat daripada memperbaiki yang udah terpolusi.
  • Edukasional!
  • Permainan ini walau lebih seru kalau mainnya banyakan, tetap bisa seru kalau mainnya hanya berdua, gak kaya beberapa board game yang kudu bertiga atau lebih kalau mau seru.
  • P.S. walau di peraturan resmi bilang kita hanya boleh membagi ekosistem kartu di sebelah kanan dan/atau kiri kita… Aku mengambil versi yang lebih sulit sedikit jadi tidak ada restriksi berdasarkan tempat duduk, agar semua orang bisa saling menjahati ekosistem saingannya. (I don’t recommend this)

Difficulty Meter:

Menurutku, ini board game introductory yang bagus untuk keluarga yang belum pernah main board game modern sebelumnya (Monopoly gak dihitung sebagai board game modern, ular tangga, catur, ludo, halma, semuanya juga GAK)

Jadi di Difficulty Meter… 3 dari 10

Fun-o-Meter

It’s really. really. really. fun.

Kesederhanaannya memberikan poin tambahan untuk keseruannya…

Jadi di Fun-o-Meter… 8 dari 10

Kesimpulan

Jika tertarik memesan… Silahkan klik ini.

Aquatico: Jangan Sampai Ekosistem Air di Indonesia Tercemar [Katalog]

This is a very good board game, dan kalau sudah mulai bosan di rumah, ini termasuk salah satu board game yang cukup sederhana untuk bisa dimainkan orang-orang yang belum pernah main board game sebelumnya. (keluarga kami cukup hardcore. Keluarga dikakipelangi bisa main Scythe tiap hari, dan kalau orang pernah main board game, pasti kebayang level board game yang kami mainkan)

Have a nice day!

P.S. While you’re here… Ini beberapa board game related stuff lainnya.

Codenames: Duet

Hand of The King

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Mempelajari Astrologi… Twelve Houses

Hari ini adalah anniversary 1 minggu dari hari pertama aku membaca buku astrologi (for the record, aku menghabiskan waktu yang sangat-sangat lama tiap harinya, akibat gak ada kerjaan pas di rumah).

Mungkin istilah dan nama-nama Zodiac Sign sudah tidak asing lagi bagi orang-orang. Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagittarius, Capricorn, Aquarius dan terakhir Pisces. Orang-orang juga biasanya sudah dengan umum mengidentifikasi diri mereka sendiri sebagai “Aku Libra, Aku Virgo” dan seterusnya.

Tetapi ilmu Astrologi gak berhenti di situ. Perjalanan masih panjang nak.

Artikel ini merupakan artikel yang merupakan bagian dari 3 serial yang membahas aspek-aspek paling dasar dari sebuah chart, yaitu cara melakukan interpretasi akan tiap House, Signs, dan Planets.

Hari ini… Kita bahas kemampuan interpretasi dulu, keduabelas Houses dan menyelipkan sedikit tentang aspek tiap planet, atau zodiac sign. Aspek tiap planet dan zodiac sign akan dilakukan besok dan lusa.

Oh iya… Ini akan membantu, seandainya lupa simbol.

Twelve Houses

Kalau astrologi merupakan seorang manusia… Pasti tajir. Karena rumahnya ada dua belas.

Secara teknis, tiap orang punya 12 rumah dalam chart astrologi-nya. Sebelum aku ngomongin ilmu abstrak ini, biar gak terlalu bingung… Ini chart punyaku.

Ini mungkin membingungkan. Pesan dari aku, cukup lihat 12 simbol zodiak yang ada di pinggir lingkaran.

Mulai dari simbol yang berada di garis AC. Kalau gak tahu garis AC di mana, cari aja yang Sagittarius. Di punyaku, garis AC terletak di Sagittarius, berarti Rumah pertamaku dikendalikan Sagittarius dan planet-planet yang mengendalikan Sagittarius. Dalam chart punyaku… Pluto. Untuk rumah berikutnya lihat ke bawah, berputar 360 derajat berlawanan dari arah jarum jam ke simbol berikutnya, sampai kembali ke Sagittarius. Hasilnya seperti ini.

House 1: Sagittarius
House 2: Capricorn
House 3: Aquarius
House 4: Pisces
House 5: Aries
House 6: Taurus
House 7: Gemini
House 8: Cancer
House 9: Leo
House 10: Virgo
House 11: Libra
House 12: Scorpio

Tiap rumah dipengaruhi simbol-simbol tersebut, beserta planet-planet (more on that di bawah) yang mendarat di simbol tersebut. Nah, secara tradisional, aku seorang Libra, dan placement House ini TIDAK ADA HUBUNGANNYA dengan tanggal lahir. Hubungannya dengan jam lahir.

Zodiak orang secara tradisional (you know orang-orang yang bilang “I’m a capricorn” dan seterusnya) di sini menjadi aspek Sun Sign, dan Sun Sign aku memang jatuh di Libra.

Representasi Masing-Masing House

  • First House: House pertama juga dikenal sebagai House of the Ruler. Menjadi Ascendant/Rising Sign, mempengaruhi seluruh chart dan bacaan astrologi secara drastis.
  • Second House: House of Materials. Merepresentasikan cara orang melihat harta benda, beserta mengumpulkannya.
  • Third House: House of Knowledge. Merepresentasikan cara orang melihat dan memperoleh ilmu pengetahuan.
  • Fourth House: House of Family. Merepresentasikan cara seseorang melihat keluarganya, rumah tangga-nya, dan kehidupannya secara internal.
  • Fifth House: House of Security. Mempengaruhi gaya seseorang membawakan image akan dirinya di depan orang lain.
  • Sixth House: House of Service. Mempengaruhi cara dan dorongan seseorang dalam melaksanakan tugas dan berkontribusi pada masyarakat.
  • Seventh House: House of Relationships. Mempengaruhi cara seseorang berinteraksi dengan orang lain.
  • Eighth House: House of Tragedy. Mempengaruhi cara seseorang dipengaruhi oleh kepribadian atau kejadian lain.
  • Ninth House: House of Development. Mempengaruhi cara seseorang mendorong dirinya sendiri untuk mempelajari hal-hal baru secara personal.
  • Tenth House: House of Accomplishments. Mempengaruhi cara seseorang dan usahanya dalam mencapai suatu tujuan.
  • Eleventh House: House of Hopes. Mempengaruhi aspirasi seseorang dalam sudut pandang achievement dunia nyata.
  • Twelfth House: House of the Soul. Mempengaruhi cara seseorang tumbuh sebagai pribadi, dan tumbuh secara emosional.

FYI definisi tiap House tidak jelas, nama-namanya pun sengaja dibuat vague. Tiap orang yang membaca astrologi umumnya bisa dan akan melakukan interpretasinya masing-masing. Ini interpretasi utama punyaku, berdasarkan 4 sumber dari Internet dan 6 buku berbeda.

Tiap House dipengaruhi oleh setidaknya satu zodiac sign, dan bisa dipengaruhi suatu planet juga. Kembali ke punyaku.

Di sini bisa dilihat bahwa simbol Libra (ada di kiri atas lingkaran) berisi 3 planet. Berarti house ke sebelas aku dipengaruhi oleh Simbol Libra, dan ketiga planet tersebut. Peran beserta simbol tiap planet akan dijelaskan besok, ini hanya interpretasi sederhana dari cara melihat sebuah chart astrologi.

Nah, sekarang kembali ke 12 houses, akan aku jelaskan lebih detil.

Twelve Houses. Pt. 2

Dalam sebuah chart ideal (dengan kata lain sebuah chart sempurna), ini isi tiap house. Umumnya tiap house diasosiasikan dengan satu planet (tapi ada satu planet mengendalikan dua house di saat bersamaan), dan satu simbol zodiak.

Mencapai Chart Ideal ini tidak mungkin.

  1. First House: Simbol Ideal, Aries. Planet Ideal, Mars.
  2. Second House: Simbol Ideal, Taurus. Planet Ideal, Venus.
  3. Third House: Simbol Ideal, Gemini. Planet Ideal, Merkurius.
  4. Fourth House: Simbol Ideal, Cancer. Planet Ideal, Moon.
  5. Fifth House: Simbol Ideal, Leo. Planet Ideal, Sun
  6. Sixth House: Simbol Ideal: Virgo. Planet Ideal, Merkurius.
  7. Seventh House: Simbol Ideal: Libra. Planet Ideal, Venus.
  8. Eighth House: Simbol Ideal: Scorpio. Planet Ideal, Pluto.
  9. Ninth House: Simbol Ideal: Sagittarius. Planet Ideal, Jupiter.
  10. Tenth House: Simbol Ideal: Capricorn. Planet Ideal, Saturnus.
  11. Eleventh House: Simbol Ideal: Aquarius. Planet Ideal, Uranus.
  12. Twelfth House: Simbol Ideal: Pisces. Planet Ideal, Neptunus.

Tiap simbol berputar dan berpikir dalam cara yang mirip dengan house yang dikendalikan, begitu juga dengan planet idealnya. Ini bisa dilihat dengan orang yang Libra umumnya dikenal Plin Plan, orang Leo yang umumnya dikenal artistik, dan seterusnya, semuanya menempel pada deskripsi dan representasi masing-masing house.

Bisa dilihat lagi di chart punyaku, bahwa ada house yang dipengaruhi oleh 3 planet sekaligus, seperti house ke 11, ada juga house yang dipengaruhi 2 planet sekaligus seperti house 3 dan 7, dan juga ada house kosong seperti house 6. Jika sebuah house kosong, umumnya akan ada rasa hampa atau semacam sifat pasif dari orang tersebut menuju domain yang house tersebut kendalikan, dan itu sama pentingnya dengan house yang ada 1/2 planet.

Kesimpulan.

Interpretasi chart secara umum berhenti di sini…

Sampai Besok.

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

Perubahan UNBK dan UTBK 2020.

This’ll take a LOT of time.

Seperti beberapa pembaca setia mungkin tahu. Aku, Azriel, sudah berada di tahun ketiga SMA, dan walau iya aku Homeschool… Tahun ini aku akan UNBK dan UTBK. Dalam waktu 3 tahun kemarin, dari masuknya siswa-siswa ke bangku kelas 10 SMA, jumlah perubahan yang dialami oleh angkatan SMA yang akan lulus 2019/20 cukup banyak.

Ini recap-nya.

UNBK.

Peminatan.

UNBK mengalami satu perubahan krusial di bawah menteri pendidikan Muhadjir Effendy.

Kita cukup memilih satu mata pelajaran saja untuk mapel IPA atau IPS, alih-alih harus mempelajari Biologi, Fisika, dan Kimia, kita cukup mempelajari Biologi dengan fokus, atau Fisika dan Kimia dengan fokus. Materinya diambil dari kelas 1 SD, hingga SMA, jadi memang bersifat lebih advanced.

Perubahan ini terjadi dari angkatan 2017/18, dan ini merubah gaya pelajaran UN menjadi lebih spesifik dan lebih dalam, alih-alih mengambil permukaan dari 3 sungai berbeda, UN yang dicetuskan Mendikbud Muhadjir Effendy meminta kita menyusuri satu sungai hingga beres.

Corona Virus.

Tahun ini, UNBK gak jadi karena adanya darurat Covid-19. Antara happy dan gak.

Belum ada surat pemberitahuan resmi, namun baik pemerintah, kemendikbud, ataupun Komisi DPR-X yang sudah yakin akan meniadakan UN untuk angkatan 2019/20.

Sebagai alternatif, nilai rapot jadi syarat kelulusan. Mungkin sifatnya tidak terstandarisasi, tetapi kita dlama keadaan darurat.

SMK yang telah menjalankan UNBK dianggap telah lulus jika nilainya mencukupi.

Untuk SD dan SMP, pemilihan SMP atau SMA favorit dilaksanakan berdasarkan nilai rapot dan/atau zonasi, walau belum ada keresmian dari pihak mendikbud.

Oke, aku pusing! Fokus UTBK aja lah.

Dari segi UNBK hanya dalam waktu 3 tahun, telah terjadi 2 perubahan. Belum menghitung ide-ide yang dicetuskan mendikbud Nadiem Makarim, yang mengatakan bahwa UN akan dihapuskan tahun depan.

Dari segi pendidikan saja… 3 tahun 2 perubahan itu… BANYAK. Belum menghitung potensi adanya 3 perubahan dalam 4 tahun.

UTBK

Dari mana aku mulai…..

Penurunan Kuota SNMPTN

Tiap tahun, kuota dari jalur nilai rapot yang dikenal dengan nama SNMPTN dikurangi sebesar 10% sejak 2017/18, dengan ide bahwa kuotanya akan dihapuskan secara permanen berdasarkan kekhawatiran pemalsuan nilai.

Tahun ini, SNMPTN hanya mencakup minimum 20% kuota, penurunan 10% dari tahun lalu, dengan jalur UTBK dan Ujian Saringan Mandiri mengisi sisa persentasenya.

SNMPTN minimum mengisi 20%, UTBK mengisi minimum 40%, dan ada kebebasan dari PTN untuk menentukan 40% sisanya, dan mengizinkan USM dengan kuota maksimal 30%.

Perubahan Bobot Nilai.

Bobot nilai SBMPTN telah dirubah sejak tahun lalu.

Alih-alih menjawab 1 soal dengan benar untuk mendapatkan nilai 4 poin, dan soal salah mengurangi 1 poin, sekarang tiap soal bernilai 1 poin + poin semua orang yang menjawab salah dibagi rata. Jadi, jika sebuah soal hanya bisa dijawab 1 dari 2 orang, soal tersebut bernilai 2 poin.

Selain itu, kita mendapatkan nilai sebelum penentuan jurusan. Dari nilai tersebut, orang-orang bisa memprediksi apakah nilai tersebut bisa digunakan untuk PTN favorit, atau apakah lebih baik jika kita bermain aman saja? Memilih PTN yang tidak begitu populer.

Perubahan Kurikulum

Sebelum tahun 2018/19. Soal-soal yang menanyakan Tes Potensi Skolastik suatu peserta didik bersifat matematis. Seperti logika matematik dasar, beserta soal-soal tes IQ.

Tahun ini, soal-soal bersifat reading comprehension dan lebih menempel dengan kecerdasan literasi kebanding kecerdasan matematis, tetapi juga disediakan satu bab untuk pengetahuan kuantitatif.

Perubahan Waktu

Waktu UTBK pra 2018/19. 3 jam. 160 soal.

Waktu UTBK yang digunakan sekarang…

  • 35 menit pertama untuk 20 soal bacaan dan analisa fakta
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal gramatikal Bahasa Indonesia
  • 25 menit berikutnya untuk 20 soal analisa makna teks
  • 35 menit berikutnya untuk 20 soal pengetahuan kuantitatif.
  • 80 menit sisa (20 menit masing-masing untuk jurusan IPA, 16 menit per mapel untuk jurusan IPS) untuk mata pelajaran sisa. Total waktu, 3 jam, 20 menit.

Perubahan ini ditujukan agar tiap mata pelajaran menggunakan waktu yang sama untuk analisa soal, dan peserta tidak bisa “tebang pilih” memilih soal-soal yang bersifat mudah saja, karena soal sulit memberikan poin yang lebih besar.

Format, dan Penjurusan.

Pada tahun 2018/19… UTBK dilaksanakan dua kali, dengan peserta mengambil nilai yang lebih tinggi. Walau tidak dikatakan secara eksplisit, diizinkan memilih dua peminatan berbeda, misal IPA sekali, IPS sekali, lalu memilih menggunakan nilai yang mana.

Pada akhir tahun 2019, LTMPT mengatakan bahwa UTBK cukup dilaksanakan sekali, tetapi boleh mengambil jurusan campuran, di mana siswa melaksanakan UTBK dengan soal IPA dan IPS di hari yang sama.

Oke. Dua kali, gapapa…

Lalu, pada awal tahun 2020, LTMPT mengatakan bahwa UTBK akan dilaksanakan dua kali, dan tetap mengizinkan pengambilan jurusan campuran.

Dalam waktu 9 bulan, April 2019 hingga Januari 2020, LTMPT merubah format dan penjurusan, serta menciptakan jurusan campuran baru, sampai 3 kali.

TIGA. KALI.

Ini menunjukkan seberapa plin plan pemerintahan dan lembaga pendidikan yang harus dihadapi pemerintahan 2019/20. Huh.

Kesimpulan.

Fokus UTBK.

Eh lupa.

Tanggalnya juga belum keluar…

Oh well, let’s make use of this time.

Feel free untuk baca-baca blog aku dan artikel lainnya ya!

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Projek Black Soldier Fly. Report #1

Udah hampir sebulan gak ada artikel, jadi langsung aja kita masuk ke proyek yang aku kerjakan untuk mengurangi kerepotan (sebuah kata yang disini berarti pekerjaan yang disuruh Ibuku) menyapu daun dan mendaur ulang sampah organik dengan Black Soldier Fly.

Mari mulai.

Apa itu Black Soldier Fly?

BSF (singkatan, aku akan menyebutnya seperti ini sekarang) adalah sebuah lalat yang terbilang bersih, tidak membawa penyakit, dan bentuk larvanya dapat dengan cepat serta mudah mendaur ulang atau memakan sampah organik.

Oh iya, nama latin Black Soldier Fly adalah Hermetia Illucens.

Larva BSF sendiri bisa memakan hampir semua sampah organik dengan pengecualian tulang, atau hal yang sudah mengandung bahan kimia seperti Formalin, dan Pestisida.

Ketika proses Metamorfosisnya berlangsung, telur, dan larva BSF akan makan yang sangat banyak, lalu berhenti makan ketika sudah menjadi Pupa, dan akhirnya berubah menjadi Lalat, kehilangan kemampuan untuk makan, lalu menjadi fresh graduate jomblo yang fokusnya hanya cari pasangan hidup, dan segera memiliki anak.

Semua itu dalam 44 hari.

Proyek ini.

Mari kita contreng beberapa hal sebelum masuk ke proyeknya.

Tujuan.

Daripada membuang sampah organik yang masih bisa dijadikan tanah, dan/atau bisa diberi makan kucing, untuk orang-orang yang sibuk (baca: malas, dan/atau pelupa, dan/atau punya manajemen waktu yang amat buruk) seperti aku, akan lebih mudah jika memelihara BSF untuk mendaur ulang sampah organik yang dihasilkan!

Iya, tujuan projek ini untuk mengurangi pekerjaan rumah.

Sebagai orang yang punya Ibu peduli akan alam (Baca: Hippie) selain harus memilah dan mendaur ulang sampah anorganik, sampah organik juga harus didaur ulang dengan cara dimasukkan dalam compost bag lalu ditumpuk daun sampai nanti jadi tanah.

Proyek BSF ini dimulai agar aku tidak harus repot menyapu daun dan harus mendaur ulang sampah organik.

Jika Azriel Arriadi-Hidayat punya slogan hidup, maka slogannya adalah “Save the earth. With the least amount of effort possible.” Atau dalam bahasa Indonesia. “Selamatkan Bumi. Dengan usaha seminim mungkin.”

Informasi didapat dari?

Terima kasih untuk @Baramoeda (cari di Google, Instagram, dan seterusnya) sudah menyelenggarakan workshop tentang BSF hari Minggu kemarin.

Progress.

Projek ini baru mulai, dan laporan pertama hanya akan membahas larva yang aku dapatkan dari kit Waste Warrior Workshop yang diselenggarakan hari Minggu kemarin.

Aku sedang membuat penangkap telur, dan masih banyak hal lagi yang perlu dibahas.

Laporan hari ini akan membahas 3 hari pertama aku mendapatkan larva BSF, apa yang diberi makan, sukses atau tidaknya, dan seterusnya.

What I like about BSF.

Dari workshop dan dari mengurus.

  • Mempermudah hidupku. (nomor dua kalau mau punya apa-apa, P.S. nomor satunya adalah bikin hepi atau gak)
  • Sebuah pelajaran ke Mikrobiologi dasar! Aku mau kuliah itu nanti!
  • Memberikan aku teman ngobrol yang gak mungkin ngejudge aku. (kiranya Kucing apa Guguk kali ya)
  • Hewan peliharaan yang sangat low maintenance (Menurut Bapak Ramadhani Putra, Ph. D. Larva BSF sangat happy-go-lucky. Kalau ada makanan, mereka makan, kalau gak ada, mereka tidur. Hidupnya sangat sederhana)

Disclaimer.

Aku tahu bahwa ada anggota keluarga aku yang takut akan cacing, jadi… Jangan baca artikel ini.

Stop sekarang.

Mari kita masuk ke artikelnya jika anda tidak takut cacing.

Day 1.

Oops wrong reference.

Seperti beberapa orang sudah tahu… aku tidak punya smartphone.

Jadi dengan sangat menyesal, aku tidak punya foto dari makanan pertama yang dimakan Larva BSF (yang aku perlu kasih nama). Hal yang sama berlaku untuk foto makanan kedua. Aku baru memfoto proyek ini ketika sudah hari ketiga di iPad milik ibuku.

Semoga kata-kata cukup untuk menjelaskan hari pertama dan kedua.

Pada hari pertama, aku langsung memindahkan cacing BSF ini ke wadah yang lebih dalam, agar mereka bisa makan dengan lebih puas dari mangkok yang awalnya diberikan tim workshop.

Ukuran wadahnya tidak melebihi batas 30 cm mereka mau mencari makan.

Makanan 1:

  • Makanan: Nasi Goreng beserta Sosis (karena ku gak makan daging sapi, cacing BSF dapat sosisnya!)
  • Jam diberikan: Sore. (note to self, kalau mau bikin laporan, catat jam dengan detil) kalau tidak salah 17.30

Makanan 2:

  • Makanan: Kentang busuk, Bawang Merah busuk.
  • Jam diberikan: Malam. Jam 19.50

Hasil:

Nasi Goreng dimakan sebagian, sosis tidak disentuh (mungkin mereka gak makan sapi kaya yang ngurus, atau mungkin itu pake pengawet?) Kentang dimakan secara perlahan (sudah ada lubang, tetapi ukuran kentangnta gede banget, kayanya butuh waktu), Bawang Merah sudah tidak bersisa.

Percakapan

Percakapan ini terjadi pada hari Minggu, pukul 20.00 dikatakan oleh seorang lelaki berumur 17 tahun yang jomblo, gak punya gebetan dan dipastikan gak ada kerjaan dikatakan ke sekitar 100 ekor larva yang lagi makan.

  • Aku: Kamu kok gak mau makan sih?
  • Larva: …
  • Aku: Cuman gerak-gerak doang.
  • Larva: *gerak-gerak*
  • Aku: Makan dong.
  • Larva: *Ada yang manjat tromel*
  • Aku: Jangan kabur. Kenapa kalian kabur?
  • Larva: *Masih manjat tromel*
  • Aku: Kok gitu sih, kalian dikasih makan Nasi Goreng gak mau? Nasi Gorengnya gak enak? Atau jangan-jangan pake pengawet atau vetsin? Kata Pak Rama kalian makan Nasi Padang juga mau… *mengintip ke bawahnya wadah*
  • Larva: *Ternyata lagi makan*
  • Aku: Oh… kalian ada yang makan? Aku gak liat.

Day 2.

Cek hasil kemarin.

Pagi.

Belum dimakan. Jumlah masih banyak. Aku khawatir, tetapi karena aku ada tryout UN, aku perlu pergi segera. Aku cuman bilang dadah sama Larva dan nyuruh mereka makan.

Siang.

Pulang ke rumah. Nasi goreng berkurang sedikit.

Udah. Sosis masih belum disentuh, Kentang gak makin kecil, bawang berkurang.

Aku jadi lebih khawatir karena kata Pak Rama… Mereka makannya banyak banget. Sengaja gak aku kasih apa-apa dulu.

Malam.

Malam aku makan Mie Kuah Jawa, jadi khusus aku sisain sepotong Mie, dan 2 potong tomat (karena aku gak doyan tomat) dengan harapan mereka makan.

Mereka aku tanyain, mungkin seleranya selera orang Jawa jadi harus pake kecap. Larva-larva tersebut gak jawab.

Day 3.

Hari ini.

Well.

Nomor satu harusnya gambarnya.

Seperti bisa dilihat. Masih ada kentang busuk, Mie sudah tidak ada, bawang merah masih ada tetapi jumlahnya berkurang, ada sosis yang gak disentuh, dan nasi goreng yang gak keliatan dari atas.

Jadi mari kita lihat dari bawah!

Mungkin gak terlalu jelas ya…

Tetapi secara visual, nasi goreng sudah tidak dalam bentuk nasi lagi dan sudah menjadi agak cair begitu. Itu bisa berarti dua hal.

Satu, Larva BSF melakukan tugasnya meski butuh waktu lama.

Dua… Bakteri melakukan tugasnya karena waktu sudah berjalan lama.

Semoga itu yang nomor satu.

Sejujurnya aku sangat khawatir pada larva BSF karena ada yang berusaha kabur lalu mati karena kejepit, dan juga ada yang gak gerak lagi di bawah.

But, honestly, I’m just hoping this works out…

Oh ya, kalau ada kabar baik secara visual, secara nasal… baunya repungent (repungent berarti jijik, dan sebaiknya gak dideketin… tapi tentunya kalian sudah tahu itu.)

Kesimpulan.

OKAY! Mungkin iya aku tidak melakukan ini untuk noble cause.

Tapi setidaknya aku mendekomposisi sampah-sampahku. HA!

Anyway akan segera dibuat penangkap telur (mungkin besok lusa atau hari jumat) agar larvanya didapat lagi, dan aku perlu bertanya ke penyelenggara workshop yang dikenal dengan nama Baramoeda apakah normal ada Pupa yang sudah mau kabur, dan mereka makannya begitu lambat?

Sampai lain waktu!

Kalender Gregorian dan Pemberian Tahun.

Kalender Gregorian dan Pemberian Tahun.

Mari kita bahas tentang kalender sebelum pergantian tahun!

Sejujurnya…

Bicara tentang kalender secara detil bisa memberikan migraine sebanyak bicara tentang… Oke, kita anggap saja bicara tentang taktik sepakbola dari piala dunia pertama sampai sekarang.

Untuk memberikan perspektif. Dalam 2020++ tahun tercatatnya bumi ini mengitari matahari, kita sudah berganti tahun 2020 kali (thanks, captain obvious) tetapi dalam 2020 tahun yang sama, jenis kalender yang manusia gunakan sudah berubah 3 kali.

Oke, kamu akan berkomentar “Tapi Azriel, kita tiap tahun ganti kalender, aku sekarang berumur 40 tahun dan sudah mulai mengganti kalender di rumahku sejak kuliah berarti aku sudah ganti kalender 22 kali.” Maksudku bukan mengganti kalender, karena kita ganti kalender juga tiap tahun ya… Maksudku jenis kalender.

Mari kita catat!

Julius Caesar

Darimana aku mulai tentang orang ini.

Untuk pembaca rutin Dikakipelangi.com . Pasti tahu seberapa cintanya aku sama Jendral Romawi yang satu ini, yang gak mau ngaku raja dan hanya sebagai kaisar tetapi ujung-ujungnya dibunuh sama teman-temannya sendiri.

Walau Caesar punya banyak kualitas positif, ia tidak rendah hati sama sekali.

Kalender tahun 0001 Masehi dimulai oleh Julius Caesar tentunya, dan ia mengganti kalender sebelumnya dengan gaya yang sangat-sangat egois.

Januari 1 adalah tanggal lahir Janus. Dewa Bermuka dua yang menandakan masa lalu dan masa depan, dewa transisi. Nama Januari sendiri diambil dari Janus.

Pada 47 B.C. (kalender masehi belum dimulai) Caesar merubah gaya penanggalan kalender dari Ab Urbe Condita (709 AUC) menjadi gaya penanggalan sekarang. Ia mengulangi kalender dari 0 lagi.

Saat melakukan ini, ia merubah urutan bulan jadi…

  • Januari
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mei
  • Juni
    • Juli
  • September
  • Oktober
  • November
  • Desember
  • Latin untuk bulan keduabelas.

Ada 12 bulan, tetapi ia menggeser september (latin untuk bulan ketujuh) menjadi bulan kedelapan. Bulan ketujuh ia beri nama Juli untuk Julius.

Ia memberikan satu bulan khusus untuknya.

Kalender ini didesain dan dihitung pas oleh ilmuwan-ilmuwan punya Pacarnya Julius Caesar di Alexandria. (Iya, betul… Cleopatra)

Oh, tapi sayangnya, hitungannya gak pas. Tahun Kabisat (seperti 2020, di mana Februari punya 29 hari, bukan 28) dicatat tiap 3 tahun, dan bukan 4…. Ugh, pusing deh.

Intermezzo Ab Urbe Condita adalah sistem penanggalan Romawi kuno, dimulai dari terbentuknya Romawi sebagai kerajaan.

Seharusnya, ini menjadi penanggalan masehi yang original. Dan ini berarti bahwa sekarang kita tidak berada di tahun 2020 tetapi justru di tahun 2067.  Namun, ada hal terjadi.

Augustus Caesar

So. 3 tahun sesudah pengulangan tanggal dari Ab Urbe Condita menjadi masehi… Caesar mati.

Like… Ditusuk di semua bagian yang kamu gak mau orang sentuh dan/atau tusuk.

Brutal, tapi ya, dunia sudah move on.

Berikutnya ada orang ini!

Octavian atau Augustus Caesar, terserah mau panggil dia siapa.

Ia juga sama seperti Kakek-nya (Julius Caesar) pintar, bijaksana, dominan, ganteng, blablabla… Oh iya, juga gak rendah hati.

44 tahun sesudah kematian dari Kakeknya, Augustus Caesar ingin merubah sesuatu.

Ia tahu bahwa 40 tahun sebelum ini ia pernah memenangkan perang dengan anggota dewan segitiga (atau juga diketahui dengan triumvirate) sebagai metode pencegahan perang saudara antara 3 jendral terkuat di Romawi…

Ceritanya panjang, tetapi Romawi dibagi tiga. Augustus dapet sepertiga, Mark Antony dapet sepertiga, Lepidus dapet sepertiga. Augustus ngalahin Mark Antony yang lebih kuat dari Lepidus, dan dapet dua per tiga kekuasaan, Lepidus takut dan kabur, ngasih kekuasaannya ke Augustus.

Sebelum pergi dari takhtanya, Augustus Caesar melakukan satu hal lagi. Ia memulai kalender masehi, dan ia meminta tanggal ia menjadi kaisar romawi sebagai bulan khusus, dinamakan atas dirinya sendiri.

Ini menciptakan sistem 12 bulan yang kita ketahui sekarang.

Dengan cara menyelipkan bulan Agustus diantara Juli dan September ia meminta penanggalan kakeknya dirubah, dan diulangi dari awal karena ada kesalahan teknis akan hadirnya tahun kabisat per tiga tahun yang Caesar buat tadi…

Selain itu, ini sistem pertama yang memasukkan tahun kabisat untuk mencatat 1/4 ekstra hari di mana bumi berevolusi mengitari matahari.

Intermezzo. Untuk yang belum tahu tanggal 25 Desember adalah natal… Itu ada cerita agak panjang dengan penambahan bulan punya Augustus kali ini. Selain lahirnya Janus pada 1 Januari, Yesus Kristus, atau Nabi Isa A.S. juga lahir di tanggal 1 Januari. Namun perubahan tanggal Romawi tidak diikuti oleh Agama Katolik yang masih minor waktu itu, dan 1 Januari tersebut pindah ke 25 Desember sebagai efek samping perubahan penanggalan.

Gregorian Calendar

Paus Gregory bertanggung jawab menggeser kalender untuk ketiga kalinya.

Ada beberapa versi cerita yang bilang bahwa Paus Gregory hanya mengklaim Kalender Gregorian yang kita gunakan sekarang, dan aslinya seorang pustakawan yang kerja di Itali yang memberikan dia ide ini, tetapi, ini versinya lebih rumit, dan aku akan gunakan versi yang umum saja.

Awalnya, Paus Gregory yang tahu tentang pertanian khawatir akan penanggalan paskah yang salah karena ia yakin paskah telah geser satu hari dan titik balik musim semi tidak sesuai dengan perayaan paskah pada tahun itu.

Jadi, pada September tahun 1582, Paus Gregory bertindak. Kurang lebih Paus Gregory yakin akan penanggalan yang salah, dan ia mengeluh pada ahli astronominya. Sesudah dihitung, ternyata ada 12 menit revolusi Bumi yang tidak dihitung oleh kalender Augustus Caesar yang masih dipakai sampai tahun 1599.

Revolusi Bumi tersebut akhirnya dibenarkan dan mulai tahun 1600, tahun yang berakhir dengan 00 tidak akan dihitung sebagai tahun kabisat kecuali angka tersebut bisa dibagi dengan 400. Berarti, tahun 1700, 1800, 1900, dan 2100 bukan tahun Kabisat.

Kalender ini disetujui semua orang dan penanggalan Paskah kembali benar lagi, dan Paus Gregory memberi nama kalender ini Kalender Gregorian, atas dirinya sendiri.

Sampai hari ini, kita masih bisa menggunakan Kalender Gregorian secara akurat. Sampai tahun 4909 tentunya, karena revolusi bumi ini ternyata bukan 365 hari, 6 jam dan 12 menit. Tapi juga ada 26 detik. . . . .

Yup, untungnya kita gak perlu kalender lagi.

Kecuali anda membaca ini dari masa depan (tahun 5000) dan Internet masih legal… Anda tenang saja, kita masih bisa menggunakan kalender Gregorian sebelum bumi berevolusi satu hari lebih banyak dari seharusnya!

Meningkatkan Produktivitas ala Cal Newport

Meningkatkan Produktivitas ala Cal Newport

Weekend kemarin diisi dengan baca buku! Buku terbaru yang kubaca ditulis oleh Cal Newport, subyeknya tentang Deep Work. Aku belum punya translasi yang cocok, jadi aku akan menggunakan istilah yang Newport sendiri berikan di buku dengan judul yang sama…

Selamat menikmati.

Deep Work.

Bayangkan anda sedang bermeditasi.

Anda fokus ke satu hal, dan satu hal saja yang anda berpikir. Mungkin itu cara anda bernafas, cara anda duduk, warna terakhir yang dilihat sebelum menutup mata, suara air yang mengalir di sungai dekat rumah anda.

Sepertinya di era informasi dan serba cepat ini tidak mungkin bisa bermeditasi didekat smartphone ya… Belum apa-apa terdengar suara notifikasi dari WhatsApp, atau dari Instagram, atau apapun itu…

Walau iya, terdengar agak idealis (“Sungai dekat rumah anda” karena siapa yang punya sungai dekat rumah mereka? No offense ke orang-orang yang tinggal dekat Sungai Cikapundung) Keharmonisan dari bekerja atau sekedar fokus ke satu hal tidak bisa dicapai lagi oleh manusia…

Deep Work berfungsi similer ke meditasi. Fokus ke satu hal bebas dari distraksi, melawan adanya distraksi, dan berada di satu titik tengah yang harmonis…

Deep Work adalah cara bekerja yang tenang, tanpa distraksi, dan penuh dengan menahan godaan.

Cal Newport menjelaskan Deep Work sebagai “High quality working without any distractions.” dan sebenarnya memang sesederhana itu.

Dengan makin banyak hadirnya distraksi (entah itu WhatsApp group atau Facebook atau apapun) Newport percaya bahwa ini mengurangi kualitas pekerjaan orang-orang. Pekerjaan orang-orang dan hal-hal yang mereka produksi jadi berkurang dalam aspek kualitas, dan dalam aspek makna.

Pekerjaan kehilangan makna, dan ini mempengaruhi manusia dalam banyak aspek yang aku anggap berhubungan dengan kebahagiaan, walau Newport tidak membahasnya secara eksplisit.

Perlu dicatat tapi, Deep Work sendiri tidak mempengaruhi kuantitas hal-hal yang dikerjakan, tetapi hanya kualitasnya saja. Seseorang bisa saja melakukan pekerjaan dengan kualitas rendah tetapi tetap saja mengerjakannya dengan cepat dan efisien sehingga kuantitasnya tetap tercapai.

Mungkin terdengar agak Purist, agak idealis, dan mirip seperti hal yang anda mungkin baca di buku tentang Yoga, tetapi Deep Work memang langsung berhubungan dengan meditasi, karena banyak aspek dari meditasi menempel dengan Deep Work.

Mari kita bahas cara melakukan deep work.

Menahan Godaan

Puasa.

Indonesia memiliki budaya yang sangat unik di bulan Ramadhan. Rotasi bumi seolah-olah berubah. Hari-hari bergulir tetap sama, tetapi jam malam dan paginya berubah. Kantor pulang lebih cepat, kita bisa bangun dari pukul 3 pagi dan tidak tidur lagi sampai jam 9 malam.

Tujuan dari Ibadah Shaum sendiri di Bulan Ramadhan bukan untuk menahan lapar, tetapi untuk menahan godaan… Aspek terpenting dari ibadah ini ada di fakta bahwa anda akan tergoda pada hal-hal yang tidak penting, dan anda harus bisa menahan diri.

Walau iya terkadang ada ironi di fakta bahwa seseorang yang sedang berpuasa, alias harus menahan godaan bisa saja tetap kalap dalam beli baju karena ada THR dan semacamnya… bahasan kita tidak tentang itu hari ini.

Kata kunci hari ini bukan godaan. Tetapi kata kuncinya adalah “menahan”.

Untuk menahan diri dari melakukan sesuatu perlu ada usaha sadar dari diri kita untuk melakukan sesuatu. Perlu ada willpower yang terlibat dalam memberikan usaha tersebut, dan willpower itu mungkin saja habis… mungkin masih ada sisanya. Tetapi usaha berasal dari willpower yang perlu disalurkan.

Salah satu peraturan Deep Work yang Cal Newport berikan adalah “Embrace Boredom” alias “Nikmati Kebosanan.” Ketika membahas peraturan tersebut Newport bilang bahwa terkadang isu seseorang bukanlah tidak memiliki distraksi, tetapi justru kemampuan orang tersebut menahan diri dari distraksi tersebut.

Newport bahkan agak-agak nyantai untuk urusan distraksi ketika sedang tidak bekerja. Ia bilang “Jika internet memainkan peran penting dalam hiburan ketika malam hari sebelum tidur, itu tidak apa-apa.” Jadi jangan khawatir, mau menerapkan Deep Work bukan berarti anda harus pergi dari semua grup WhatsApp anda atau berhenti menggunakan Netflix.

Newport meminta anda untuk tidak terlalu sering melakukan transisi dari Fokus bekerja ke melakukan distraksi. Waktunya kerja adalah saat untuk bekerja, dan waktunya bersenang-senang adalah waktunya bersenang-senang. Masalahnya jika seseorang ingin bertransisi dari Fokus ke Distraksi, butuh waktu untuk Fokus tersebut bisa terkumpul ke titik yang dalam.

Oke, jadi Netflix, WhatsApp semua aman. Bagaimana dengan sosmed?

Quit Social Media.

Rule #3 dari Deep Work.

QUIT SOCIAL MEDIA.

Yeah. Social Media is not fine.

Newport percaya bahwa Sosmed adalah sumber distraksi (that’s obvious) yang tidak ada maknanya (that’s also obvious) dan bahkan jika kita bisa mempelajari sesuatu dari situ (kapan sih kita benar-benar bisa?) tidak ada inti yang bermakna karena siapapun bisa menuliskan apapun di dalamnya.

Selain fakta bahwa sosmed memiliki banyak konten tidak bermakna dan dibatasi dalam bingkai yang orang-orang ingin tunjukkan… Sosial media juga melakukan banyak hal yang mendefinisikan gaya hidup orang-orang di abad ke 21 sampai titik ketiadaan dari opini.

Ini subyek untuk lain waktu tentunya… Namun distraksi yang Newport tuliskan lebih sesuai jika disamakan dengan distraksi “penting”. Bahkan hal-hal yang penting bisa saja gak punya makna. Seperti misalnya membalas Email… Membalas email penting, tetapi minim makna.

Sosial Media tidak memberikan distraksi “penting”.

Newport ingin orang-orang untuk steril dari distraksi tidak penting, dan menyortir distraksi yang penting.

Kesimpulan

Oke, dua peraturan penting dari Deep Work sudah kutuliskan. Menurutku dua peraturan ini (Quit Social Media, Embrace Boredom… dari total 4 peraturan) yang paling penting, dan kurasa kedua peraturan ini cukup untuk memulai deep work.

Newport menginginkan orang-orang untuk lebih efisien dari semestinya ketika melakukan deep work.

Ia meminta kerapihan… Dan aku agak-agak bingung cara menerapkannya.

Newport memberikan referensi yang cukup banyak tentang orang-orang yang super ekstrim dalam mengatur efisiensinya… Seperti seorang Professor yang gak punya email dan mempunya asisten khusus untuk menerima snail mail dan menyortir hal yang urgent.

Kalau menanyakan aku, bagaimana cara menambah efisiensi dalam hari-hari anda dan melakukan Deep Work?

Stop right there.

Deep Work bukan untuk semua orang. Ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan lebih banyak shallow work dan berbasis kuantitas kebanding kualitas. Ada beberapa pekerjaan yang bergantung 100% pada urgensi email dan tidak bisa bergantung pada “Imajinasi akan Dunia” yang dilakukan filsuf-filsuf macam Socrates, Descartes, dan Immanuel Kant.

Jadi, sebelum loncat ke kesimpulan dan menentukan apakah anda bisa melakukan Deep Work atau tidak…

Putuskan dulu. Apakah anda ingin mencapai makna, atau anda ingin pekerjaan tersebut beres?

Terkadang pekerjaan dangkal sudah cukup.

Appendix.

Ironisnya tulisan tentang Deep Work hari ini ditulis dalam kondisi yang sangat shallow dan penuh distraksi.

Sambil menulis tulisan ini, aku dipotong karena membuatkan roti bakar untuk snack sore, mendengar Ibuku dan Adikku bermain Karma dan memastikan peraturannya berjalan dengan lancar, serta mengganti galon.

Mohon maaf kalau tulisannya kurang bermakna, dan sampai lain waktu!

Sudut Pandang Pribadi Mengenai Radio…

Sudut Pandang Pribadi Mengenai Radio…

Radio bukan media yang tampak akan mati. Sudut pandangku cukup straightforward mengenai ini.

Singkatnya, Radio telah selamat melewati era televisi sebagai media dominan untuk musik, era Youtube sebagai media dominan untuk musik, bahkan era layanan streaming seperti Spotify dan Joox sebagai sumber musik.

Bahkan lagu populer VIDEO KILLED THE RADIO STAR terbukti salah. Ketika lagu dari 70-an terbukti salah, anda tahu ada masalah… (serius, dengerin lagu Stayin’ Alive, Bohemian Rhapsody, I Will Survive, Stairway to Heaven dari era tersebut… Mereka benar.)

(on second thought, itu lagu masih bener)

Jadi, apa yang menjelaskan ketangguhan media radio ini tetap bertahan? Aku sendiri merupakan pendengar radio yang rajin, mendengarkan dua stasiun tiap harinya, satu untuk hiburan pagi, satu untuk pengantar tidur pada malam hari.

Membaca berita tentang radio di Internet, aku tidak begitu suka cara media, baik yang menulis panjang lebar atau yang menulis dengan singkat tentang cara mereka mengemas radio, karena terlalu murni dengan statistik.

Tulisanku punya opini, dan hipotesa yang didukung dengan statistik.

Justru tren pendengar Radio di Indonesia malahan naik walaupun adanya banyak media informasi, media musik, dan media hiburan lain yang hadir.

Mari kita bahas!

Apa Kata Data?

Seperti semua tulisan bagus harusnya miliki, tetap ada statistika untuk mendukung opininya, jadi, bersabarlah, ini mungkin bagian paling ngebosenin di tulisan hari ini.

Pendengar dan Penetrasi

Dalam 5 tahun terakhir, Radio mencapai jumlah pendengar terbanyaknya pada tahun 2019 ini di DKI Jakarta. Ada bercandaan bahwa ini terjadi karena Jakarta makin sering macet tiap hari, dan tidak semua orang punya kabel AUX, jadi mereka menyetel Radio.

Memang betul, ini hanya bercandaan dan bukan hal yang empirik… Aku cukup yakin tentang bercandaan yang satu ini berasal dari fakta.

Selain itu, penetrasi radio memiliki kenaikan sebanyak 2% dari 11 kota di mana Lembaga Survei Nielsen mengambil datanya.

Walau ada penurunan di Palembang yang tahun 2018-nya memiliki penetrasi sebesar 99.8%, (ini berarti dari 1000 orang, hanya 2 yang tidak mendengarkan radio) dan sekarang berkurang jadi 95.2%, kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya memiliki kenaikan yang lumayan tinggi.

Bandung mendapatkan angka penetrasi kedua terbesar di Indonesia, dengan 56.9%, dan aku senang karena aku salah satu orang yang baru aktif lagi mendengarkan radio di tahun 2019.

Tetapi, selain adanya kenaikan di kota-kota besar, juga ada penurunan di beberapa kota-kota yang jumlahnya gak sedikit. Banjarmasin yang pada tahun 2016 memiliki penetrasi 64%, turun ke 20.1% di tahun 2019.

Tren radio justru tampaknya naik dan turun di kota-kota tertentu, tanpa alasan yang benar-benar jelas. Kalau aku boleh memberikan hipotesa, aku merasa bahwa di kota besar, tidak begitu banyak lagi orang yang sudah merasakan enaknya punya smartphone, atau mungkin tepatnya, mereka “bosan”

Bandung (kotaku) yang sekarang menjadi kota dengan penetrasi kedua terbesar sesudah Palembang, sempat mengalami penurunan dua kali di tahun 2016 dan 2018, lalu naik dengan drastis pada tahun 2019.

Jakarta juga mengalami hal yang mirip, turun di tahun 2017 dan 2018, lalu naik melebihi angka penetrasi 2016 di tahun 2019.

Mengapa ini bisa terjadi?

Saingan Radio.

Melihat angka-angka ini, aku mencari lagi statistik yang ada di internet, dan tidak berhubungan dengan radio. Justru, aku mencari sumber musik lain. Bukan televisi, justru YouTube, atau layanan Streaming. Kenapa bukan TV? MTV is dead. Deal with it.

Oh iya, kalau menanyakan kenapa musik, faktanya 87% orang mendengarkan radio demi musik, ada orang yang mencari komedi dari penyiar (sebanyak 20%) dan juga ada yang mendengarkan radio untuk informasi lalu lintas (sebanyak 27%) tetapi 87% orang menggunakan untuk musik, sepertinya itu alasan utama, dan aku gak mau bahas alasan lain mengingat seberapa dominan dan masif angka tersebut.

YouTube

Pertama-tama, kita bahas YouTube.

YouTube tidak murni digunakan untuk musik, sekarang digunakan juga untuk hal-hal seperti komedi, video prank gak jelas, gossip, highlight pertandingan olahraga, politik, dan… Trash posting YouTuber.

Jakarta sendiri mengalami penetrasi pengguna YouTube nomor tiga di Indonesia dengan angka 80.4% pada awal tahun 2019. Tetapi, angka ini justru turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 82.7%.

Aku sedikit kesulitan menemukan penetrasi pengguna YouTube di Bandung, dan ini berasal dari Survei Binus, 56.98% penetrasi YouTube di Bandung. Angkanya kecil justru, agak lucu, namun aku tidak sepenuhnya yakin akan kredibilitas survei ini, tetapi ini satu-satunya yang ada, dan hadirnya sedikit statistik lebih baik daripada tidak ada statistik sama sekali tentunya.

Jadi, walau penetrasi YouTube dan Internet tampaknya naik terus… Itu baru terjadi di daerah yang sebelumnya belum terambah oleh Internet, karena faktanya, di kota-kota besar, banyak orang mulai berhenti menggunakan YouTube dan Internet.

Menarik ya?

Melihat kenaikan di kota Jakarta dan Bandung, kita coba intip Banjarmasin.

Banjarmasin sendiri mengalami kenaikan dalam penetrasi Internet. Tidak banyak, tetapi ada kenaikan. Kenaikan penetrasi Internet menghasilkan penurunan penetrasi Radio.

Layanan Streaming

Industri Streaming Musik naik terus di Indonesia. Dari 12% di awal 2018, hingga 16.8% di awal tahun 2019.

Karena industri streaming musik masih up and coming, belum banyak data per kota, tetapi, mengambil dari kasus YouTube sebelumnya, mulai ada orang yang berhenti menggunakan YouTube sesudah hadirnya layanan streaming video tersebut.

Kemanakah perginya orang-orang tersebut? Sepertinya mereka mulai kembali ke radio, atau mendengarkan keduanya.

Tren Iklan Radio

Bagian ini tidak ada statistiknya sedikitpun, dan kalau aku boleh jujur, hampir semua ini didapat hanya dari pengalamanku saja.

Medsos seperti FB, dan YouTube bukan tempat ideal untuk memasang iklan kegiatan atau event, apalagi iklan layanan masyarakat. (gak ideal buat masang iklan layanan masyarakat di internet, percaya sama aku, warganet Indonesia mungkin malah nyolot kalau dikasih begituan)

Radio mengandalkan iklan event cukup sering, dan juga ada iklan layanan masyarakat yang sering muncul.

Kalau ada yang bertanya padaku apa iklan-iklan paling konyol yang aku dengar di radio…

Aku pernah mendengar saluran TV yang cukup besar dan populer di Indonesia memasang iklan di Radio, dan aku juga pernah mendengar saluran Radio memasang iklan layanan streaming musik.

Jadi, sepertinya demand radio tidak akan turun, karena saingannya juga memasang iklan di situ.

Oh iya, don’t judge their logic… Mungkin mereka merasa cukup yakin bahwa mereka tidak akan terkikis layanan streaming atau saluran televisi sehingga mereka membiarkan peletakkan iklan tersebut. Aku tidak tahu sejujurnya, aku mungkin harus bertanya ke Om-ku yang memang bekerja di saluran radio di Jakarta…

Kesimpulan?

Angkanya masih belum jelas.

Aku tahu persis bahwa angka-angka ini gak permanen, dan walau penetrasi internet naik terus, pengguna layanan-layanan seperti YouTube, dan Spotify mungkin saja turun. Mungkin belum tahunnya, mungkin belum waktunya, tetapi selama ini, Radio masih mengalami kenaikan, dan YouTube ada penurunan.

Jika aku bekerja di stasiun Radio aku akan mengandalkan jalanan macet terus, karena tidak semua orang mau membuang kuota dan uang untuk mendengarkan musik.

Atau ya, kita lihat saja trennya di masa depan. Who knows.

APPENDIX

My Radio Schedule

SENIN-JUMAT

Pagi. sambil siap-siap atau lari pagi, atau jalan kaki lihat-lihat sekitaran rumah…

94.4, Delta FM. Asri Nino in the Morning

Siang. Gak dengerin radio, siang itu momen aku dengerin MP3 Playerku… ūüėÄ

Malam. Sambil mau tidur.

98.4, Prambors FM. Trending 20 with Mario Eda.

WEEKEND

Selalu dengar Asia Pop 40. Kapannya agak gak jelas tergantung kegiatan sih. Tetapi Asia Pop 40 with Joey Chou biasanya suka ada di Prambors, dan aku selalu dengerin tiap minggu. Minimal kebagian top 10 dari jam 19.00-20.00 malam di hari minggu.

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Sejumlah Permainan Kartu Remi Untuk Dua Orang.

Sebagai orang yang suka bermain board game dan Kartu, salah satu isu terbesar yang aku hadapi adalah mencari permainan sederhana yang bisa dimainkan dengan seru, walau hanya ada dua orang.

Aku bisa saja memberikan rekomendasi permainan seperti Terraforming Mars atau Seven Wonders Duel namun itu bukan permainan yang cocok untuk semua orang. Tidak banyak orang punya keinginan untuk bermain permainan dengan peraturan agak njelimet seperti kedua permainan di atas.

Mungkin iya, Seven Wonders Duel adalah Board Game gampang, tetapi peraturan dan hal-hal yang dilakukan di permainan tersebut perlu pengalaman dan kemampuan di board game lain yang gak sedikit.

Ada banyak Board Game dua pemain yang udah aku bahas di Blog ini, diantaranya Codenames Duet, serta Hand of The King punya Game of Thrones. Jika anda memang menyukai Board Game, aku sarankan mainkan salah satu dari dua permainan tersebut untuk kencan, karena keduanya memang seru!

DISCLAIMER: Jangan percaya, aku belum pernah kencan sekalipun, sama siapapun… karena… aku orangnya kaya gini… coba atas resiko sendiri, jangan ngeluh kalau diputusin.

Review Hand of The King.

Review Codenames Duet.

Tanpa banyak basa-basi lagi, ayo kita masuk ke permainan kartu remi yang cocok untuk berdua!

SPEED

Permainan ini adalah permainan yang sanking sederhananya, adik aku yang berusia 5 tahun bisa memainkannya. Sederhana, tetapi sulit.

Tujuan Speed adalah menghabiskan kartu yang dibagikan secara sama rata untuk dua pemain dengan cara menyusun kartu tersebut sesuai urutan.

Genre: Competitive.

Cara Bermain

SETUP:

  • Kocok 52 kartu, ambil 10 kartu, taruh di tengah.
  • Bagi sisa kartu secara sama rata (21 kartu per orang). JANGAN LIHAT KARTU TERSEBUT.
  • Dari 10 kartu yang sudah ada di tengah, bagi jadi dua tumpukan (tumpukan ini akan aku sebut sebagai “cadangan”), masing-masing 5 kartu.
  • Ambil kartu paling atas dari tiap cadangan dan taruh secara tertutup.
  • Kocok sisa kartu masing-masing pemain, ambil 5 kartu.
  • Jika sudah siap bermain, buka kartu di tengah, permainan bisa dimulai.

Kartu harus tertata seperti ini…

FASE PERMAINAN:

  • Speed tidak punya giliran sama sekali. Seperti namanya bilang, siapapun yang bisa bergerak, dan yang bisa bergerak lebih cepat boleh memainkan kartu.
  • Ketika kartu tengah sudah dibuka, tiap pemain boleh mengeluarkan kartu yang 1 angka di bawah, atau 1 angka di atas kedua kartu tengah.
    • Contoh. Kartu tengah terbuka dan menunjukkan 6 Sekop, serta King Wajik. Pemain A punya 5 Hati, dan As Sekop di tangannya. Ia boleh mengeluarkan kartu-kartu tersebut di atas 6 sekop dan King Wajik, sesuai dengan temannya.
  • Jika kartu di tengah sudah berubah, lanjutkan permainan.
    • Contoh. 6 sekop tadi sudah ditumpuk 5 hati oleh Pemain A, Pemain B yang punya 4 Keriting bisa menumpuk 5 hati tersebut dengan 4 keriting. Permainan tetap berlanjut, dan tidak ada giliran.
  • Kamu harus selalu memegang 5 kartu di Speed. Kalau kartu kamu kurang, ambil dari tumpukan milikmu.
  • Simbol tidak berpengaruh di Speed, asalkan angka berhubungan, kartu bisa dikeluarkan.
  • Lanjutkan proses sampai kamu tidak bisa mengeluarkan kartu.
  • Ketika kedua pemain tidak bisa mengeluarkan kartu, dan masing-masing punya 5 kartu di tangan, buka masing-masing satu cadangan dari tiap tumpukan, lanjutkan permainan.
  • Permainan berakhir jika cadangan habis atau seseorang telah menghabiskan seluruh tumpukannya. Pemenangnya adalah orang dengan kartu paling sedikit.

Peraturannya sederhana, tapi aku jamin, bermainnya pasti rusuh. Belum kalau tahu-tahu bisa ngeluarin kartu yang sama, malah tabrakan, entar nentuin siapa yang dapetnya gimana dong?¬† ūüėÄ

Kemps.

Permainan ini bisa dimainkan oleh 2, atau 4 orang (gak bisa 3). Tetapi Kemps umumnya dimainkan berdua, karena jika lebih, permainannya akan jadi sedikit aneh…

Kemps adalah permainan yang butuh poker face, karena tujuannya adalah mengumpulkan 4-of-a-kind, misalnya 4 ratu, 4 angka 2, 4 As, atau apapun itu. Nilai semua kartu sama.

Cara Bermain

SETUP:

  • Kocok 52 kartu, berikan 4 ke masing-masing pemain. Tiap pemain hanya boleh punya 4 kartu di tangannya.
  • Letakkan 4 kartu di tengah, posisinya terbuka (keempat kartu ini akan aku panggil kolam), tumpuk kartu sisanya di samping.
  • Permainan bisa dimulai, pastikan kamu berhadap-hadapan dengan lawanmu ya.

FASE PERMAINAN:

  • Tiap pemain mengambil kartu dari salah satu dari empat kartu tertata di atas. Sesudah mengambil kartu, ia harus membuang salah satu kartu dari tangannya. Taruh kartu terbuang secara terbuka di sebelah kolam, tidak bisa diambil atau digunakan..
  • Kolam harus selalu memiliki 4 kartu, jadi pemain yang mengambil kartu harus menaruh 1 kartu dari tumpukan ke kolam.
  • Tidak ada struktur giliran, dan sama seperti speed, bermainnya perlu cepet-cepetan.
  • Ketika kartu di kolam tidak dibutuhkan atau diinginkan siapa-siapa lagi, atau habis… Buang semua kartu dari kolam, ambil 4 kartu dari tumpukan, dan buat kolam baru.
  • Sesudah ada orang yang mendapatkan 4-of-a-kind, pemain tersebut boleh bilang Kemps, dan mendapatkan satu poin.
  • Sesudah ada four-of-a-kind, tiap pemain membuang kartu dan mengembalikan kartu buangan ke kolam. Bagi 4 kartu lagi.
  • Proses bisa diulangi sampai 4 poin, atau lebih, tergantung preferensi.

Sekali lagi, permainannya agak rusuh, tetapi biasanya kalau hanya berdua mending bermain yang ruush kebanding yang banyak mikir… Atau… Sebaliknya sih. Aku sih suka yang rusuh kalau cuman berdua ūüėõ .

Karma/Idiot

Permainan yang satu ini punya banyak nama, dan beberapa nama tersebut tidak bisa aku sebutkan di sini karena ini blog keluarga, dan aku akan dimarahi oleh Ibuku kalau aku menuliskan beberapa nama tersebut. Idiot merupakan salah satu nama yang agak ringannya. Aku, tetapi, menyebut permainan ini sebagai Karma.

Karma adalah salah satu origin ke Card Game sederhana seperti Uno, karena ada versi di mana tiap angka punya fungsinya masing-masing. Aku akan memberikan versi paling sederhana di mana kartu-kartu “aneh”-nya hanya ada 2.

Oh iya, walau salah satu namanya adalah Idiot, permainan ini butuh strategi paling banyak diantara ketiga permainan yang ada di sini.

Tujuannya adalah untuk menghabiskan seluruh kartu yang mereka miliki.

Cara Bermain

SETUP:

  • Bagikan 9 kartu ke setiap pemain.
  • Secara acak, tata 3 kartu secara tertutup, 3 kartu di atas kartu tertutup tersebut, dalam posisi terbuka, dan 3 ke tangan.
  • Kartu di tangan dan kartu terbuka boleh ditukar-tukar sebelum permainan dimulai.
  • Tumpuk sisanya di tengah. Permainan siap dimulai.

CATATAN:

FASE PERMAINAN:

  • Pemain pertama meletakkan kartu dengan nilai terendah di tangannya ke tengah (jujur ya, jangan tahu-tahu taroh As).
  • Kartu di tangan harus selalu ada tiga. Ketika sudah meletakkan kartu, ambil satu kartu lagi dari tumpukan.
  • Pemain berikutnya harus menaruh kartu dengan nilai yang sama ke tengah (aku akan sebut ini sebagai kolam), atau yang lebih besar. Nilai As paling tinggi.
  • Kalau punya dua kartu dengan nilai yang sama, silahkan mainkan di giliran yang sama, dan ambil kartu hingga kartu di tangan mencapai tiga.
    • Jika kebetulan kamu memainkan 5, lalu mengambil angka 5 dari tumpukan, silahkan mainkan 5 tersebut lagi.
  • Sukses memainkan 4 angka yang sama (misalnya memainkan 4 angka 7, atau 4 King dalam satu giliran) berarti kamu boleh membuang semua kartu di kolam ke luar permainan, dan tidak digunakan lagi. Ingat, tujuannya menghabiskan kartu di tangan.
  • Angka 2 dihitung sebagai Wild Card, boleh digunakan jadi angka apapun.
  • Angka 10 boleh langsung dikeluarkan kapanpun untuk membuang semua kartu di kolam.
  • Ulangi hingga tidak bisa.
  • Kalau pemain tidak bisa memberikan kartu dengan nilai sama atau nilai yang lebih besar, ambil seluruh isi kolam ke tangan.
    • Sesudah itu terjadi, pemain yang mengambil tumpukan kartu mengeluarkan kartu terendahnya ke kolam.
  • Jika kartu tumpukan sudah habis… Ambil semua kartu yang tadinya ada di depan kamu ke tangan.
  • Kartu yang tertutup boleh dikeluarkan sesudah kartu di tangan sudah habis. Tidak boleh dilihat, keluarkanlah secara acak. Jika hasil kartu tertutup tadi lebih rendah dari kartu di kolam, ambil seluruh isi kolam ke tangan.

Iya, peraturannya membingungkan. Tetapi jika anda ingin benar-benar berpikir… Mainkan Idiot.

Aneh ya…

Yap, tulisan hari ini sudah beres, semoga bisa dinikmati, dan selamat bermain!

IKLAN!

For a scientific and intelligent person, I admire astrology and the zodiac. Jadi, aku akan pasang iklan!

Aku bikin podcast tentang Zodiak di Spotify! Barangkali ada yang mau mendengarkan horoskop, kepribadian, atau analisa berdasarkan astrologi dengarkan podcast ini di spotify! Cukup klik link https://open.spotify.com/show/5MnxdZWVpN5mIgrfJCskVi

Barangkali juga ada yang ingin analisa tentang birth chart, atau kepribadian mereka berdasarkan Zodiak… Bisa kontak twitter, @arriadi_hidayat (tapi kalau ini bayar ya, denger podcast aja, gratis hehehe)

Terima kasih!

Ninja-Ninja Beneran…

Ninja-Ninja Beneran…

Anda bisa bertanya padaku tentang Mitologi Yunani, Romawi, Skandinavia, Mesir, Maya, Hindu (sedikit setidaknya), Korea, China, dan aku akan menjawab dengan cukup akurat.

Tapi kalau anda ingin bertanya tentang mitologi Jepang… Aku cukup clueless. Aku tahu tentang Amaterasu, Izanagi, Izanami, Tsukuyomi, Susano’o, dan beberapa dewa perang lainnya, namun ketika disuruh membandingkan mitologi tersebut dengan kehidupan nyata, aku akan kesulitan.

Terutama di Mitologi Romawi yang penuh dengan prajurit/pahlawan pemberani seperti Romulus, Horatius, dan Octavian, beberapa dari mitologi tersebut menjadi aspek kenyataan yang asli dan merupakan fakta sejarah…

Jepang memiliki gaya mitologi yang mirip, namun ternyata lebih banyak ninja yang nyata, kebanding yang fiktif… Aku sempat mengira bahwa ninja-ninja heroik hanyalah karya fiksi seperti Romulus, bukan seperti Julius Caesar, atau Octavian, namun itu miskonsepsi terbesarku sampai aku membaca buku berjudul Ninja Attack, karya Hiroko Yoda, dan Matt Alt. Link ke Goodreads

Selamat menikmati dan menambah ilmu tentang ninja-ninja yang heroik, dan faktual!

Seorang Ninja

Ninja bukan hanya mata-mata atau pembunuh bayaran. Sebenarnya definisi Ninja sendiri lebih cocok untuk masuk ke definisi bahwa mereka seseorang yang merupakan anggota Klan, dan bekerja untuk seorang Warlord, pemimpin klan.

Mereka bisa saja merupakan jendral, pembunuh bayaran, mata-mata, pencuri, penyihir, tukang bersih-bersih toilet sekalipun… Selama mereka bekerja untuk suatu klan, secara teknis, mereka adalah ninja.

Tsunokuma Sekisu

 

Salah satu ninja yang merupakan bagian dari sejarah secara absolut adalah orang yang satu ini. Mungkin dia tidak seterkenal Jiraiya (yang fiktif) atau diketahui orang-orang sebanyak Oda Nobunaga (yang memang raja, dan bukan Ninja) tetapi Tsunokuma Sekisu ini merupakan ninja yang cukup terkenal.

Ia bukan Ninja dalam sudut pandang mata-mata, atau pembunuh bayaran seperti yang orang-orang anggap sebagai Ninja, tetapi Sekisu adalah seorang Jendral, dan juga Peramal.

Ceritanya tentang Ninja yang satu ini ada di fakta bahwa ia memulai karirnya sebagai orang yang terkenal dan pintar membaca kertas-kertas sebagai pertanda dari dewa. Walau kita tidak sepenuhnya tahu bahwa ini adalah hal yang ilmiah atau bukan, Sekisu memanfaatkan ini sebagai permainan psikologis ketika merencanakan serangan.

Ninja bukan hanya mata-mata, tetapi juga ada Ninja macam prajurit, Sekisu memimpin dan membantu Prajurit Klan Ninja-nya, Klan Kyushu dengan kemampuannya meramal cuaca (yang seringkali akurat) serta membantu strategi ketika ingin menyerang suatu kota.

Tsunokuma Sekisu merupakan Ninja yang agak tidak ortodoks, tetapi kemampuannya memainkan pertanda dan ramalan dari dewa serta menciptakan keraguan dari musuhnya sangat-sangat berharga bagi Klan Kyushu.

Ia juga diketahui sebagai seorang penyihir, ahli ilusi. Mungkin diketahui oleh Fans Naruto sebagai Genjutsu, dan ia sering menciptakan ilusi yang tidak bisa dijelaskan ahli sejarah, seolah-olah ada hujan atau tornado berisi pedang dan shuriken.

Tsunokuma Sekisu sendiri merupakan Jendral paling sukses Klan Kyushu, sampai turunnya pemimpin yang ia dukung di masa kejayaannya. Sesudah turunnya Warlord pertama yang ia dukung, takhta tersebut diberikan orang yang agak skeptis akan kemampuan mistis Sekisu, seorang bernama Otomo Serin.

Otomo Serin ini bertemu dengan seorang pendeta Katolik dan tidak lagi mempercayai ramalan cuaca, pertanda dewa dan ilusi milik Sekisu. Ketika sedang memerintahkan sebuah penyerangan, Sekisu memberikan saran bahwa cuaca hari tersebut akan buruk, dan akan ada seseorang amat penting yang tidak selamat saat penyerangan tersebut.

Otomo Serin yang skeptis memerintahkan Sekisu sendiri (yang tetap berharga karena masih memiliki kemampuan ilusi) untuk menyerang, sebagai bukti bahwa pertandanya tidak selalu benar.

Sekisu tidak pulang lagi. Ia terbunuh pada penyerangan tersebut, dan penyerangan tersebut gagal. Pada akhir hari, ramalan Sekisu selalu benar, meski ia terbunuh oleh ramalannya sendiri.

Sugitani Zenjubo

(gambar dari buku Ninja Attack)

Sebuah mitos menyatakan bahwa Ninja adalah orang-orang yang tidak menyukai senjata modern. Zenjubo adalah bukti bahwa Ninja tidak hanya bergantung pada senjata modern saja. Sugitani Zenjubo adalah seorang… Sniper.

Di zaman di mana senjata api bukan hal yang umum, Zenjubo menguasai penggunaan Rifle yang masih menggunakan percikan api sederhana, dan ia tidak pernah meleset. Ketika ada target yang perlu ia tembak, ia akan menembaknya dengan tepat.

Pada awal era Oda Nobunaga (orang yang bilang bahwa Ninja itu gak boleh jadi bagian dari Jepang) Klan Koga mengirimkan pembunuh bayaran terhebat mereka sebelum Nobunaga mampu melakukan apa-apa yang mengambil alih kekuasaan mereka.

Zenjubo dikirimkan untuk mengintersepsi rute yang diambil Nobunaga untuk pindah dari satu kota ke kota lainnya. Ia membawa senjata kesukaannya. Sebuah pistol rifle sederhana, yang hanya bisa menembak sekali sebelum perlu mengisi ulang selama sekitar 10 menit (ini senjata jadul, bersabarlah, penggunaannya sulit) namun untuk menambah kemungkinan tembakan tersebut kena, Zenjubo memodif pelurunya agar bisa menembak dua peluru besar sekaligus tanpa perlu isi ulang.

Ia bersiap, memanjat pohon yang tinggi, tiba beberapa jam sebelum Nobunaga lewat (untung ia bukan orang bosenan, mungkin sambil nungguin lewat dia udah langganan Netflix dulu) memastikan bahwa ia bisa menembak Nobunaga dengan akurat.

Ketika orang yang ditunggu-tunggu lewat, Zenjubo mengambil nafas yang dalam dan mencari bagian mana yang perlu ia incar. Nobunaga menggunakan baju zirah yang tebal, hanya membiarkan leher dan mukanya terbuka. Zenjubo tahu ia hanya punya satu kesempatan, dan jika ia gagal, ia akan dicari habis-habisan hingga bahkan klannya tidak mampu menyelamatkannya.

Ia menembak. Yakin bahwa dia tidak akan meleset. Ia belum pernah meleset seumur hidupnya. Suara keras memberikan posisinya… Keheningan muncul sesudahnya, bersama asap yang amat tebal dari senjatanya.

Satu hela nafas lagi, menghilangkan asap, Zenjubo harus memastikan ia sukses. Pelurunya kena. Tepat ke leher Nobunaga.

Aku yakin anda sudah tahu bahwa Zenjubo gagal karena Nobunaga memusnahkan hampir semua Ninja yang ada pada akhir eranya. Namun Zenjubo tidak pernah meleset. Ia tidak meleset kali itu. Hanya saja, Nobunaga menggunakan zirah tambahan di lehernya, tertutup oleh kain.

Zenjubo tertangkap, dan tentunya… Ia dieksekusi sesudah siksaan 10 hari, lehernya dilukai dengan bambu yang tumpul, dan dipotong sesudah bambu itu dipertajam oleh lehernya sendiri. Yikes. Kukira eksekusi Romawi sudah brutal… Ini parah… Eesh.

Tetapi yang ia lakukan jelas-jelas berani dan ia menjadi salah satu ninja paling terkenal di sejarah.

Hattori Hanzo

(gambar dari Wikipedia)

Sesudah Jiraiya (ninja klasik yang fiktif, diciptakan di tahun 1800-an) Hattori Hanzo adalah ninja klasik paling terkenal. Masukkan ninja modern dan Hattori Hanzo mungkin tidak masuk top 10, karena ada Naruto, Shogun, TMNT, Ronin, Wolverine (yang ternyata terinspirasi oleh Ninja), dan seterusnya… tetap saja… Hattori Hanzo amat terkenal.

Sebenarnya Hanzo sendiri tidak melakukan banyak hal yang aneh-aneh.

Namun ia merupakan Jonin (ninja pangkat kedua tertinggi, sesudah Warlord sebuah klan) dari klan Iga yang akhirnya dimusnahkan Nobunaga.

Selain kematiannya, Hattori Hanzo melakukan banyak pemberontakan pada Nobunaga, seperti membakar bangunan yang Nobunaga buat, mengatur penculikan dan pemerasan, dan seterusnya.

Sebelum anda berpikir hal seperti ‚ÄúOke, jadi aku membaca artikel tentang orang-orang ‚Äėhebat‚Äô yang membunuh, menculik, memeras, dan percaya sama hal-hal yang gak ilmiah, kenapa aku baca artikel ini?‚ÄĚ coba ingat bahwa walau Ninja ini agak kejam, Oda Nobunaga jauh lebih kejam.

Hattori Hanzo tidak melakukan satu saja hal yang sangat hebat, melainkan banyak hal yang mengancam Nobunaga… Bahkan kematian legendarisnya (ini mungkin mitos, karena ada kemungkinan bahwa Hanzo meninggal karena usia tua) dilakukan sebagai pemberontakan pada Nobunaga.

Hanzo mengatur penyerangan ke sebuah gedung milik Nobunaga, dan ia gagal. Daripada ia membiarkan penyiksaan dan penangkapan prajuritnya, ia meminta mereka melakukan Seppuku (alias bunuh diri secara mulia) dan… Ketika semua prajuritnya sudah mati dengan mulia… Ia mengambil minyak, dan membakar semua bangunan penting dan anggota dewan yang mendukung Nobunaga dalam satu gerakan sederhana.

Kematian ini mungkin mitos, tetapi bahkan jika Hanzo tidak mati karena ini… Ia merupakan ninja yang ideal… Mulia, pintar, licik, dan tidak mau kalah.

Kesimpulan

Oke. Satu hal.

Aku membaca 3 Ninja ini dari sebuah buku yang ada di atas ya… Jadi aku berpikir untuk menawarkan buku ini untuk pembaca yang menginginkannya. Untuk membelinya, bisa komentar atau email, atau buka link tokopedia ini.

Ini buku bekas, tetapi masih bagus, harganya kutaruh 125 ribu (open for negotiation), jika anda membeli baru, anda perlu mengeluarkan 298 ribu.

Selain 3 Ninja ini, masih banyak ninja lagi di buku ini, dilengkapi dengan ilustrasi yang amat indah! Terima kasih telah membaca!

Data Abuse. Bagaimana cara seseorang memanfaatkan data?

Data Abuse. Bagaimana cara seseorang memanfaatkan data?

Pernahkah anda kehabisan buku untuk dibaca? Orang sepertiku yang mengalaminya selama 1 bulan terakhir memutuskan untuk membaca 3 buku dengan sangat lambat. Umumnya aku membaca 3 buku dalam satu minggu. Kali ini, aku hanya membaca 3 buku dalam satu bulan.

Lebih lucunya lagi, aku tidak sekalipun mencari daftar buku terlebih dahulu. Aku mencari buku yang ada di situs berbagi Ebook di Internet, dan aku memasukkannya langsung ke Kindle milikku (yang sekarang hanya punya sisa 30 megabyte ruang) lalu aku baru beres membacanya hari Senin kemarin.

Aku bukannya membaca buku lebih sedikit, tetapi aku memperlambat proses membacanya agar aku tidak perlu begitu bingung mencari judul buku lagi yang dicari.

Dan ternyata… dua dari tiga buku yang aku baca saling terhubung.

Tulisan hari ini tentang data. Sesudah beres basa-basi, selamat menikmati tulisannya!

Dataclysm.

Cataclysm. Sebuah kata yang berarti kekacauan, kerusakan, kehancuran.

Christian Rudder dengan pintar memainkan kata tersebut menjadi Dataclysm. Buku ini dikeluarkan tahun 2013 dan aku menyukainya!

Bayangkan sebuah dunia di mana data adalah aset paling berharga (klise dari semua seminar programming dan computer science yang aku dapatkan biasanya “Data is the New Oil”) memang iya, data itu berharga, tapi dalam buku ini, Rudder tidak menjelaskan semua hal yang membuat aku pergi dan mengurangi belajar computer science… Rudder tidak menjelaskan cara mendapatkan data, melainkan cara memanfaatkannya.

Christian Rudder ini orang yang sangat-sangat geeky. Dalam buku ini, dia menceritakan bahwa hobi miliknya adalah bermain Board Game dan mengumpulkan kartu koleksi, dan kegiatannya sehari-hari adalah menjalankan sebuah dating site yang ia miliki bernama OkCupid.

Oh, dan ternyata dia juga punya hobi melakukan stand-up comedy walau ia tidak begitu terkenal karena hobinya tersebut. Langsung saja kita bahas buku miliknya!

Standar Relatif dan Stereotipe.

“Aku tinggi kok! Buat orang Asia…”

Satu hal yang Rudder ungkit mengenai data adalah seberapa konyolnya hal-hal yang orang-orang lakukan ketika menilai sesuatu. Diberikan sebuah data, Rudder menjelaskan dengan sederhana bahwa orang Asia, Hispanik, African-American, dan Caucasian di OkCupid memiliki banyak penjelasan dan penggunaan kata-kata yang konyol.

Ketika kata “Hip-Hop” muncul lebih banyak dari kata “The” untuk orang African-American, dan ketika kata “SAT Scores” muncul lebih sering dari kata “How” untuk orang Asia di OkCupid ketika berusaha membuat smalltalk dengan calon pacar… Anda tahu kenapa ada banyak stereotipe yang diberikan kepada orang-orang berdasarkan ras mereka. Sayangnya stereotipe tersebut seringkali benar.

Orang-orang menilai satu sama lain berdasarkan standar dan cara mereka melihat orang tersebut. Pertanyaan ketika menilai orang bukanlah “What” melainkan “How”.

Orang African-American punya kecenderungan untuk tidak menyukai orang dari ras lain jika ada yang menyindir mereka dengan lelucon “Do you like Fried Chicken?” Tetapi ketika lelucon tersebut muncul dari orang african american lain, mereka tidak merasa tersinggung.

Aku bisa bicara cukup banyak (mungkin terlalu banyak malah) tentang ironisnya data dan konyolnya data yang diberikan Rudder dari situs kencan online yang ia miliki… Tetapi kurasa cukup jika aku bilang bahwa stereotipe orang ada benarnya. Hanya saja jika orang lain yang menilai stereotipe tersebut (dalam kasus ini orang dari ras berbeda) kita merasa tersinggung.

P.S. Do you like fried chicken adalah lelucon tidak sopan dan gelap karena pada era perbudakan di U.S. makanan yang diberikan pada budak-budak berkulit hitam adalah ayam goreng.

Rudder menjelaskan (dan akan aku jelaskan di bawah) bahwa data sering disalahgunakan… Tetapi untuk sementara, kita ke judul buku nomor 2!

Infinite Mindset

Simon Sinek menulis buku ini. Aku juga tidak ada tujuan sedikitpun untuk mencari Infinite Mindset, hanya saja buku ini pernah muncul di atas daftar e-book sharing site yang aku gunakan, dan… Aku mendownload-nya saja.

Buku ini lebih modern dari Dataclysm dan lebih banyak membahas tentang bisnis kebanding datanya sendiri…

Metrik-Non-Metrik

Sebuah mobil mampu berjalan 500 km/ jam. Mobil dari merek lain mampu berjalan dengan kecepatan 550 km/jam dengan harga yang sama, desain yang sama bagus, dan penggunaan bensin yang sama. 1 bulan kemudian, mobil 550 km/jam tersebut tidak lagi diproduksi karena tidak laku.

Perusahaan mobil yang mendesain mobil 500 km/jam tersebut (ini angkanya agak gak realistis ya… maafkan) mengeluarkan mobil baru. Kecepatannya hanya 400 km/jam, tetapi desainnya amat bagus, dan didesain oleh desainer interior paling terkenal dari Italia.

Perusahaan B yang mendesain mobil 550 km/jam melakukan hal yang sama, dengan kecepatan yang sama, tetapi dengan desain yang lebih bagus. Perusahaan A tetap lebih laku.

Banyak sekali bisnis dan perusahaan yang menggunakan metrik sebagai patokan kesuksesan mereka. Padahal tidak ada hubungan metrik sama sekali dengan kesuksesan. Orang-orang yang menggunakan metrik sebagai patokan kesuksesan adalah orang-orang yang menganggap bahwa untuk bisa bahagia, butuh uang yang banyak.

Sinek membahas cukup dalam tentang kepentingan seseorang untuk tidak memanfaatkan metrik sebagai tanda kesuksesan.

Walau terdengar agak-agak oxymoron mengingat tulisan hari ini tentang data, dan data hampir 100% berhubungan dengan metrik… Itu yang ingin aku bahas. Penggunaan data adalah hal yang amat sering jadi miskonsepsi oleh orang-orang…

Aku tidak berhak mengkritik orang-orang yang memiliki bisnis tentunya… tetapi dari pengalamanku selama ini belajar computer science dan sudah hampir 2 tahun blog ini berjalan… Itu satu hal yang aku yakin, orang-orang menggunakan data untuk hal-hal yang salah, atau setidaknya, belum memanfaatkan data ke potensi maksimalnya.

Penggunaan Data

Ada perusahaan penyedia jasa telekomunikasi seluler yang terkenal akan keseringannya membocorkan data.

Seringkali orang-orang membahas tentang penggunaan data dan klise yang aku sebut di awal (data is the new oil) sampai kadang aku berpikir orang-orang yang menjual data secara harfiah menganggap bahwa data is the new oil adalah klise yang harfiah. Seperti minyak, kita perlu menjualnya ke orang-orang yang mampu membeli.

Memang pernyataan “Data is the new oil” tadi agak-agak sering digunakan sehingga bukannya terdengar inspiratif malah terdengar menyebalkan, tetapi aku yakin 100% bahwa kalimat tersebut benar. Minyak tidak hanya digunakan sebagai komoditas atau sebagai bentuk lain dari uang. =

Minyak, selain bisa dijual, juga bisa digunakan untuk menjalankan mesin dan meningkatkan efisiensi serta daya kerja sebuah pabrik. Itu yang terjadi pada awal revolusi industri. Revolusi Industri kali ini (4.0) juga memanfaatkan sebuah komoditas ala-ala minyak, dengan cara yang salah.

The Metric Overuse.

Simon Sinek dan Christian Rudder menjelaskan tentang data dari dua sudut pandang berbeda. Christian Rudder mengambilnya dari sudut pandang IT, sematematis mungkin. Simon Sinek, di sisi lain mengambilnya dari sudut pandang buku self-help, atau buku yang mengambil sisi bisnis.

Tetapi keduanya setuju akan satu hal.

Kita terlalu berlebihan bergantung pada metrik yang jelas-jelas finite (alias terbatas).

Nilai di sebuah ujian, kecepatan sebuah mobil, jumlah angka popularitas, (iya, popularitas juga bisa diukur sekarang, ada software untuk itu) bahkan hal-hal yang baik seperti indeks kebahagiaan semua diambil dari sudut pandang yang empirikal tetapi terbatas.

Dunia mulai salah dari sudut pandang tersebut. Seperti biasa aku mengkritik orang-orang yang membiarkan gaya berpikir mereka terbatas ke sebuah angka.

Kalau kita membatasi diri kita ke sebuah angka, sementara banyak hal yang bisa diukur lainnya… well… Tanya Einstein saja.

Ia sudah menjelaskannya dengan cara paling elegan dan sederhana, aku rasa tidak ada yang bisa diperbaiki dari quote yang satu ini.