[Azriel’s Late Post] Workshop Augmented Reality BINER UNJ

[Azriel’s Late Post] Workshop Augmented Reality BINER UNJ

Seri Azriel’s Late Post ini adalah kumpulan tulisan yang dibuat sebelum laman dikakipelangi ini diluncurkan, dan ditulis selama periode 2015 – 2017. Selamat menikmati 🙂

Pre Workshop:

Pada 24 Februari kemarin, aku dan Om Alle pergi ke Jakarta. Esoknya kami ada workshop Augmented Reality di UNJ. Aku dan Om Alle pergi ke Jakarta dengan kereta. Di perjalanan pergi kami mengobrol mengenai banyak hal. Mulai dari Augmented Reality, Pt. Freeport dan alasan dia diusir, konten negative di internet, perbedaan gaya sosialisasi anak Homeschool dan Formal, meme mengenai Bekasi yang dibully karena jauh kemana-mana, dan banyak banjir… dan percakapan yang menurutku paling penting dan menarik… alasan Reddit di block di Indonesia.

Sesampai di Jakarta kita berusaha memesan Gojek, dan sambil menunggu, kita ngemil di 7 Eleven. Sesudah 45 menit menunggu sayangnya kita tidak dapatkan . Jadi aku whatsapp Bubi dan Babah untuk ide transportasi lain.  Kitapun memesan Uber dan kita mendapatkan supir Uber yang enak diajak ngobrol. Selama perjalanan kita mengobrol rute macet di Jakarta, kebanjiran di Jakarta, dan banyak masalah-masalah Jakarta lainnya yang aku tidak ingat.

Sesampai di rumah Nyanya, aku dan Om Alle langsung bersih-bersih dan menyiapkan kasur untuk tidur. Ketika Pak De Iqbal sampai rumah, Om Alle dan aku main Fifa di Xbox selama 1 jam, dan kita juga menunggu makan malam dari Nyanya sampai. Aku dan Om Alle makan Carl’s Jr. yang kebetulan buy 1 get 1 free, jadi kita juga dapat makan malam untuk di kereta esoknya. Sambil makan malam, aku dan Om Alle mengobrol bersama Nyanya mengenai beberapa topic yang ku tidak ingat. Kita langsung tertidur sesudah kita kenyang.

Esok paginya kita bangun dan bersiap-siap untuk workshop, sesudah sarapan kita pamit dengan Nyanya karena kita tidak ada rencana kembali lagi, dan langsung berangkat.

Workshop:

Sesampai di UNJ dan daftar, kita diberi tahu peraturan mengenai workshop dan langsung menyalakan laptop. Kami pun langsung menginstal AR Camera dan semua modul di Unity milik kita. Semua peserta workshop langsung mengenalkan diri, dan yang homeschool hanya aku dan Om Alle. Aku berharap dengan ada 2 homeschooler yang berteman dan rela pergi dari Bandung untuk mengikuti acara ini, dapat mengurangi bias orang-orang ke homeschooler yang di judge sebagai antisocial dan dilarang keluar, dan juga tidak bisa presentasi. Sebelum workshop dimulai, kita ditanyakan definisi AR. Aku menjawab bahwa AR adalah projeksi virtual dari kamera kita jika kamera kita melihat suatu gambar. Kak Ade, yang merupakan pemateri workshop ini mengafirmasi statementku.

Kami pun langsung melanjutkan dengan proses pembuatan AR. Sebelum memulai, Kak Ade menjelaskan bahwa resource AR dapat dibentuk di website official AR Camera Open Source Unity, dan kita bisa langsung membuat resource sendiri dengan memasukkan beberapa file ke website tersebut. Ketika kita memulai dengan import resource ke Unity, ada error di Unity-ku dan milik Om Alle, alhasil aku sedikit tertinggal karena resource yang diberikan tidak kompatibel dengan Unity milikku. Aku perlu menginstal ulang aplikasi Unity dan menginput modul lagi. Tidak lama sesudah itu, aku langsung berusaha mengejar, dan lucunya… Proses pembuatan program AR cenderung mudah untuk para programmer, dan bahkan tidak butuh suara. Untuk membuat sebuah program AR yang perlu dilakukan hanyalah memasukkan image target, (yaitu gambar untuk di-baca agar menghasilkan image 3D ketika gambar itu masuk kamera) dan di atasnya memasukkan sebuah gambar untuk output. Sesudah itu selesai kita cukup memodifikasi beberapa variable lain agar program AR kita smooth. Meski tampak tidak perlu programming, aku pun memprogram sedikit agar objek AR tersebut dapat diputar-putar dan dilihat dari sudut berbeda. Sesudah kita selesai melakukan ini dan mengetestnya, ISHOMA mulai.

Seusai Ishoma, dan acara mulai lagi, aku yang sekarang sudah setara progressnya dengan yang lain melanjutkan pembuatan projek kita dengan dadu sekarang, dan berusaha agar benda dapat dipindahkan ke titik berbeda. Untuk melakukan ini hal yang perlu kita lakukan hanyalah memasukkan beberapa line kode jika kedua benda menempel. Hasilnya, kurang lebih selama image target masih ada di screen, kedua benda akan tetap tampak dan tetap bisa dipindahkan. Benda yang sebelumnya berpindah tempat akan muncul di tempat yang sama, sampai dikembalikan ke Image Target. Sayangnya main game drag and drop AR ini sangat-sangat membuat kita frustasi karena kita butuh memegang kamera di HP kita, dan dua image target. Untuk melakukan ini aku memegang image target dengan dua tangan dan meminta tolong kamera agar dipegang Kakak pendamping. Tetapi meski sedikit menyenangkan, aku merasa permainan ini borderline impossible karena sangat menyebalkan (dengan cara yang tidak adiktif, tidak seperti flappy bird) ketika dimainkan.

Ketika stress dari memindahkan benda virtual di camera selesai, kita pun maju ke sesuatu yang lebih mudah dari kedua hal tadi… Gyroscope AR camera. Jika menggunakan Gyroscope, kita cukup memasukkan benda ke tengah view unity dan sudah… Kita cukup melakukan itu, dan nanti di kamera AR-nya akan muncul benda 3D di tengah-tengah screen kamera jika HP kita memiliki Gyroscope. Sesudah itu Workshop ditutup dan selesai 1 jam lebih cepat, jadi aku dan Om Alle terpikir untuk ketemu Nyanya lagi dan mungkin makan lagi agar kita tidak terlalu lapar nanti di kereta.

Ternyata membuat game AR jauh lebih mudah dari perkiraanku, namun sepertinya graphic designer sebuah game studio akan memiliki kerjaan yang menumpuk karena untuk setiap Image Target (misalkan, kartu remi), perlu resource 3D. Aku dan Om Alle sempat berusaha diskusi konsep Game AR yang tidak akan terlalu memberatkan Graphic Designer, namun aku dan Om Alle belum menemukan.

Post Workshop:

Kita kembali ke Asem Baris, dan mengemil sereal Lucky Charms di rumah Nyanya. Sepertinya kita ada waktu 1 jam kurang lebih sampai kita perlu naik gojek ke Gambir. Nyanya dan Pakde mengajak kita ngobrol mengenai kuliah kita nanti, karena Om Alle sudah hampir mau kuliah. Om Alle kepikiran untuk kuliah elektro di luar. Nyanya juga sangat senang lho ketemu Om Alle, Nyanya bahkan sempat mengajak Om Alle untuk balik ketemu Nyanya lagi soalnya menurut Nyanya Om Alle itu orangnya fun dan enak diajak ngobrol. Bagus menurutku sih, semoga setelah bertemu Om Alle, Nyanya bisa melihat Homeschooling dengan persepsi bahwa homeschooler itu bukan antisosial kok.

Sesampai Gambir, Om Alle dan aku mengemil lagi di 7 Eleven Gambir, dan kita bertemu Ibu-Ibu asal Solo yang hobi travelling, Ibu yang namanya aku belum ketahui itu (Lupa nanya aku) seringkali ke Jakarta naik kereta dan lagi menunggu dijemput anaknya. Kita mengobrol banyak hal seperti aku dan Om Alle, alasan kita pergi ke Jakarta, dan kebiasaan bepergian Ibu. Ibu yang namanya aku tidak ingat itu belum pernah ke Bandung, tetapi sudah pernah ke semua pulau besar di Indonesia! Selain itu, Ibu itu hobi pergi ke sebuah kota naik kereta dengan baju terbatas, dan balik esok harinya khusus untuk belanja oleh-oleh. Sebagai contoh Ibu itu pernah ke Malang hanya untuk beli apel sebanyak-banyaknya dan membawanya pulang. Bahkan karena Ibu itu cukup menarik aku memberi kartu namaku padanya, dan meminta untuk mengontak aku ketika akhirnya bisa ke Bandung. Entar aku ajak makan Baso Tahu, dan Yamien yang enak. Ibu itu pun tertawa dan Om Alle dan aku yang hampir lupa waktu berburu-buru ke kereta dan bersiap naik kereta. Kita tertidur sesudah makan malam.

Thoughts and Experiences:

Aku senang bisa mengajak Om Alle ke Jakarta karena Om Alle orangnya sangat fun dan bisa dengan mudah mengajak orang mengobrol. Karena Om Alle aku juga bisa mengobrol dengan Ibu yang hobi travelling, Supir Uber yang aware atas masalah-masalah di Jakarta, dan membantu Nyanya lebih setuju agar aku Homeschooling. Oh Iya… Jadi lupa… Kalau untuk Workshop-nya aku cukup takjub karena membuat AR ternyata sangat mudah untuk programmer-nya, dan ilmu itu sangat bermanfaat menurutku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *