[Azriel’s Late Post] Urbane Field Trip

[Azriel’s Late Post] Urbane Field Trip

Seri Azriel’s Late Post ini adalah kumpulan tulisan yang dibuat sebelum laman dikakipelangi ini diluncurkan, dan ditulis selama periode 2015 – 2017. Selamat menikmati 🙂

Pada hari Jumat, tanggal 18 November 2016 kemarin, aku dan teman-teman (serta para adik dan bunda) Sabumi Homeschoolers Club, Field Trip ke Urbane, ini adalah tulisanku sebagai review atas beberapa pertanyaan yang muncul ketika Field Trip tersebut.

Ornamen di Kantor Urbane
Pencahayaan di Kantor Urbane

Apa itu arsitektur?
Menurutku, arsitektur itu adalah seni dalam desain bangunan. Seni disini bisa dilihat, atau dirasakan. Seperti yang aku rasakan ketika di dalam kantor Urbane, (aku merasakan aura tenang dalam suasana yang pas) bangunan yang bagus bisa memberikan efek untuk semua panca indera selain dari mata, sebagai contoh, ketika aku meraba tembok di Urbane, aku juga bisa mendapatkan gambaran bahan tersebut, ketika aku mendengar air mengalir, aku mendapatkan aura tenang, dan seterusnya.

Maket Hasil Desain Urbane
Maket Hasil Desain Urbane
Maket Hasil Desain Urbane
Maket Hasil Desain Urbane
Maket Hasil Desain Urbane

 

 

 

 

 

Arsitek dan tugas-tugasnya

Seorang arsitek, biasanya memiliki sebuah keahlian sendiri, seperti mensketsa, mendesain, membuat layout, dan membuat maket. Meski terkadang seorang arsitek bisa mempunyai semua kemampuan ini, namun dalam sebuah tim, (seperti yang kita lihat kemarin) setiap orang mengerjakan keahliannya masing-masing. Arsitek-arsitek ini seperti yang pernah dibahas Om Ade kemarin, sering kerja lembur Karena banyaknya request dari client-2, alhasil mereka butuh ketenangan, dan mereka sebaiknya kerja di sebuah lingkungan yang memiliki aura tenang, dan seperti yang kusebut, kantor Urbane punya aura yang menenangkan dan menyenangkan.

Suasana Ruang Kerja di Kantor Urbane
Suasana Ruang Kerja di Kantor Urbane

 

Pendapatku mengenai Urbane

Urbane adalah sebuah lembaga arsitektur yang dimiliki oleh walikota kita, Bapak Ridwan Kamil. Menurutku Urbane telah menghasilkan beberapa bangunan yang indah, dan dari analisaku, gaya desain-desain arsitektur yang Urbane sering gunakan adalah gaya yang mengeluarkan aura menenangkan, dan aura yang menambah fokus dan kekhusyuan. Ini mungkin kurasakan karena bangunan-bangunan yang kujadikan contoh di sini adalah masjid-masjid, beberapa taman dan kantor-kantor sehingga memang harus memberikan aura tenang, dan aku belum pernah datang ke karya-karya lain Urbane selain kantor, masjid dan taman. Namun aku sudah cukup bisa merasakan aura tenang ini hanya dari melihat desain maket-maket, dan juga kompilasi gambar-gambar. Sekali lagi, dari analisaku, Urbane paling sering membuat desain-desain masjid, dan taman-taman, jadi ini membuatku berpikir bahwa nyatanya Urbane menspesialisasikan dalam bidang-bidang tersebut.

Pendapatku mengenai Kantor Urbane

Di tulisanku sebelumnya, aku menyinggung tentang aura yang menenangkan yang kurasakan ketika berada di kantor Urbane. Hal ini sudah terasa sejak pertama aku melangkah masuk ke kantor Urbane. Aku bisa merasakan angin sepoi-sepoi, aku melihat jajaran pohon besar sehingga tampak seperti hutan. Sebuah amphitheatre terbuka yang nyaman dengan pemandangan ke pepohonan. Selanjutnya, perjalanan memasuki ruangan kerja Om dan Tante Arsitek terasa seperti melangkah memasuki dunia liliput. Dengan kumpulan bangunan mini, yang disebut maket berjejer di lantai. Uniknya maket-maket tersebut hanya berwarna putih.

Diluar, setelah melewati jembatan kita memasuki tempat kerja para Arsitek, dengan terlebih dahulu menuruni tangga yang dikanan kirinya dipasang foto-foto dan ddesain hasil kerja Urbane. Ada sebuah benda bulat yang tergantung dari langit-langit, awalnya aku melihat benda seperti cerobong asap dari luar, ketika sudah masuk aku akhirnya mengetahui benda apakah itu. Menurut penjelasan Om Ade, benda tersebut adalah tempat masuk cahaya matahari, sehingga para Arsitek dapat bekerja dengan cahaya alami. Tentunya, ini juga berarti lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Setelah berada di area kerja, kalau aku menutup mata, aku bisa mendengar suara air bergemericik mengalir dan cahaya redup tidak terlalu terang, sehingga aku merasa tenang. Di kantor itu terdapat sebuah kursi pijat yang berguna untuk mengurangi lelah setelah bekerja. Akupun mencoba kursi itu dan aku sangat suka.

Aku sangat tertarik untuk bisa magang di Urbane, aku memberikan kartu namaku pada Om Ade dan meminta kartu nama beliau. Aku mengutarakan minatku untuk magang pada beliau. Harapanku bila nanti aku mendapatkan kesempatan untuk magang di Urbane, aku bisa belajar lebih lanjut tentang Arsitektur.

 

Architecture can start from something as simple as a Door…

                                                  … onto something as majestic as a Skyscraper

                                                                                                       -Azriel Muhammad”

Azriel – Nov 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *