[Azriel’s Late Post] Pramuka Homeschool Union Camping Trip

[Azriel’s Late Post] Pramuka Homeschool Union Camping Trip

Seri Azriel’s Late Post ini adalah kumpulan tulisan yang dibuat sebelum laman dikakipelangi ini diluncurkan, dan ditulis selama periode 2015 – 2017. Selamat menikmati 🙂

 

 

Selasa, 14 maret kemarin, aku bersama teman-temanku di Pramuka HS bersiap berangkat ke camp site yang terletak di Jatinangor dengan angkot. Sesuai rencana, kami akan menginap selama 3 hari 2 malam. Ternyata, camp site terletak 200 meter dari Unpad Jatinangor dan masih memiliki sinyal H yang stabil. Camp site-nya juga terbilang cukup mirip ke hutan di tengah-tengah kota.

Sesampai di Camp Site hal pertama yang dilakukan adalah beristirahat dan bersiap-siap mendirikan tenda. Regu Serigala (reguku) secara total ada 9 orang (Aku, Muhammad, Abdullah, Umar, Thierry, Samuel, Ketua regu ini: Aan, Oris,  dan Gavin) yang ikut acara camping ini. Karena jumlah orang ada 9, kami memiliki 3 tenda, tendaku diisi aku, Thierry (adiknya Om Alle), dan Samuel. Untungnya untuk mempercepat proses, pembuatan tenda dilakukan satu-satu dan ke 9 anggota ikut membantu mendirikan tenda. Sayangnya, menurut Kak Ato, kita kurang efisien dalam pembuatan jadi mesti ada alokasi tugas sedikit, dan kita membangun 2 tenda bersamaan.

Sesudah tenda berdiri dan kita diami, semua barang dimasukkan kedalamnya, kami langsung bersiap-siap menerima materi. Materi untuk penggalang adalah berburu, dan kita seharusnya mencari ular untuk nanti dikuliti dan… erm, dimakan bersama-sama, jika tidak mau maka silahkan jongki (istilah pramuka untuk Squat) 200 kali. Untungnya kami tidak menemukan ular jadi beralih ke jangkrik, satu jangkrik per orang tepatnya. Karena aku tidak mau makan jangkrik (apalagi ular… hiii), aku minta izin untuk membedah 3 jangkrik agar tetap tidak perlu squat, hahaha. Membedah jangkrik sangat gampang, cukup potong kepala, zat ekskresinya, dan belah kakinya. Meski tanganku kurang finesse, jangkrik terlalu kecil untuk perlu finesse untuk memotongnya dengan rapih.

Sesudah yang lain memakan jangkrik yang sudah dimasak dengan cara yang… erm detailnya sedikit menjijikan jadi kita skip saja. Aku langsung mencuci tanganku, menggunakan tisu basah, dan mengeringkan tanganku dengan tisu kering, lalu bersiap-siap memasak masakan orang normal. Selama camping aku dan Thierry yang memasak, sedangkan yang lain beres-beres tenda. Ternyata Thierry juga sering membawa tisu basah, tisu kering dan hand sanitizer kemana-mana. Masakan untuk makan sore (alias malam soalnya hanya segitu porsinya dan waktu yang kita dapatkan) adalah kentang rebus, sosis, dan kol goreng, untuk patokan camping, masakan seperti ini sudah cukup mewah.

Sesudah makan kami langsung pergi ke lapangan yang cukup luas untuk bermain games sore, yaitu ucing-ucingan yang sedikit dimodif peraturannya. Peraturannya hanya 2 pengejar lawan 2 target, dan sisanya menjadi gerbang, gerbang mesti menghalangi si pengejar dari keluar atau masuk gerbang agar tidak bisa menyentuh si target. Apesnya aku… aku ditunjuk untuk mengejar dan bahkan tidak bisa keluar gerbang, entah kenapa aku tidak kaget, dan aku hanya berputar-putar dan say hi ke semua orang di gerbang sambil melihat temanku yang menjadi pengejar juga menangkap kedua targetnya untukku, hore… TEAMWORK!!!

Sesudah game sore sehabis makan, tidak ada acara lagi sampai malam nanti api unggun dan aku bermain kartu bersama teman-teman setendaku. Hari itu tidak ada hujan dan api unggun berjalan cukup mulus dan fun. Sesudah api unggun padam pun aku tertidur. Esok paginya aku bangun pukul 5.15 dan langsung bersiap-siap sholat shubuh.

Sesudah sholat shubuh, aku dan Oris langsung memanaskan air untuk mengukus ubi. Ubi yang kebetulan kubawa sendiri. Aku sempat menunggu hingga air mendidih dan mulai mengukus ubi, baru berolahraga pagi bersama yang lain. Oris diminta menjaga tenda sekaligus memasak ubi untuk sarapan. Sesuai dengan porsi yang kita dapatkan ada tiga perempat sampai satu ubi untuk setiap anggota. Sesudah sarapan kita bersiap-siap untuk kumpul dan mendappat materi penerapan pramuka.

Kelompok yang kita gunakan di bagi-bagi lagi dan ini kelompok dimana regu-regu yang sebelumnya terpisah (termasuk penggalang dan penegak di satukan) menjadi satu ragu tergantung kocokan atau lebih tepatnya hitungan. Karena regunya harus punya nama sesuai dengan suatu buah, kelompokku memilih nama Anggur soalnya menemukan yell-yell nya mudah. Kan anggur bisa jadi symbol untuk bersatu kita teguh bercerai kita runtuh. Materi yang kita dapat dengan regu ini adalah penggunaan kompas, administrasi, dan pertolongan pertama.

Materi administrasi kurang jelas karena kakak yang menjelaskannya sedang sakit jadi tidak bisa berbicara terlalu keras, dan menurut kak Gina (nama Kakak yang menjelaskannya) Kak Gina juga tidak terlalu mengerti. Materi pertolongan pertama sedikit susah karena aku kurang sigap, untuk menangkap orang sedang jatuh, dan ketika aku harus jadi korban pas jatuh, aku terlalu kaku dan tidak bisa lemas. Alhasil aku diomeli sedikit Kak Metine yang membawakan materinya. Materi kompas juga sedikit terpotong dan tidak bisa selama regu lain soalnya siaga sudah harus pulang dan kita harus bantu adik-adik siaga beres-beres tenda mereka.

Sesudah regroup dengan regu default-ku… Tenda siaga kubantu kosongkan dan membawa barang mereka ke angkot. Aku sedikit maklum ke siaga yang tendanya berantakan (:D p.s. ini emote) karena mereka masih kecil sih . Sesudah tenda siaga kosong, tenda kecilku ku kosongkan dan reguku bereskan. Kak Ato galak kalau urusan lelet pas beres-beres, jadi para penggalang diteriakkin suruh buru-buru. Untung aku ga terlalu lelet sih. Sesudah tenda merah dibereskan, barang-barang kupindahkan ke tenda siaga yang lebih besar. Kita mendapat 3 tenda lagi yang ukurannya 2 kali lipat lebih besar dari tenda sebelumnya. Sayangnya tenda buatan siaga sedikit bocor jadi sambil memasak kita bereskan dan benarkan. Aku memanaskan nasi dan menggoreng nugget dan tempe untuk makan siang. Sesudah tenda lumayan rapih dan masakan siap, kita bersiap-siap untuk climbing. Oh iya, tendanya anak-anak sabumi (Muhammad, Hassan, dan Umar) dimarahin Kak Ato soalnya berantakan, sayangnya aku tidak bisa bantu rapihkan karena aku lagi masak.

Oke aku tidak akan cerita proses climbing, karena dengan mengagetkan-nya , aku hanya naik satu tingkat *gasp*. Aku sempat menonton yang lain memanjat sih. Fauzi bisa sukses sampe atas papan panjat-nya. Untungnya aku tidak merasa terlalu malu, karena kata Kak Ato, bahkan Kak Ato pas kemarin mencoba juga hanya  sampai setinggi panjatanku tadi. Menurut Kak Ato kalau rada gendut seperti Kak Ato, atau aku, memang wajar kalau tidak bisa Climbing. Jadi cukup bisa Raffling saja.

 

Sambil  menunggu api unggun kedua, aku memasak indomie untuk makan sore, karena Thierry sudah konsul ke Aan untuk melarang Indomie sebagai makan malam di regu kita. Tapi kan tidak melarang indomie untuk makan sore (sangat sore) terus tidak makan malam (:D) . Sesudah memasak 4 bungkus indomie untuk ber-4, Aku, Thierry, Abdullah, dan Muhammad, aku memakannya sambil istirahat sedikit. 10 menit kemudian hujan datang, dan 10 menit sesudah mulainya hujan, Kak Ato minta aku menjadi “tukang sampah” dan mengumpulkan sampah botol dan sampah semua tenda. Aku memilah dan mengumpulkan sampah tersebut di dekat menara tengah (Menara ini jadi tempat tidurnya Kak Ato). Sesudah sampah terkumpul dan terpilah, aku masuk tenda lagi dan bermain kartu cukup lama, sekitar 2 jam kita bermain cangkul dan beberapa permainan lagi yang ku tidak ingat.

Aku sholat maghrib sendiri di dalam tenda karena ada hujan deras. Sesudah sholat aku menyiapkan Energen untuk makan malamku, Thierry, dan Samuel, karena itu satu-satunya hal yang tersedia di tenda kita. 1 jam sesudah adzan Isya sesi api unggun dimulai. 10 menit sesudah api unggun nyala tidak ada yang mau memulai cerita atau semacamnya, hanya ada suara permainan suling milik Fauzi. Sedikit aneh karena hening sejujurnya. Jadi aku memutuskan untuk memulai dengan bercerita mengenai Prometheus dan bagaimana dia mencuri api. Versi ceritanya tidak terlalu serius dan ada bagian yang dipelesetkan untuk tujuan bercanda. Sebagai contoh, alasan Zeus tidak memadamkan api yang Prometheus curi soalnya Zeus-nya lupa bayar air (:D).

Sesudah menyanyikan banyak lagu ke-pramukaan, api unggun Kak Ato matikan untuk tujuan evaluasi biar sedikit hening. Menurut Kak Ato jika pramuka HS dibandingkan dengan sekolah lain yang Kak Ato urus. Kita sudah sangat maju dalam hal disiplin. Kak Ato juga sempat bercerita bahwa ketika tahun pertama pramuka HS, Kak Ato sempat pesimis dengan konsep bahwa Anak Homeschool dijadikan pramuka. Namun Kak Ato tetap melatih dengan standar Kak Ato hingga bisa menjadi seperti sekarang. Kak Ato juga bercerita bahwa sempat ada complain ke Kak Ato mengenai kompetensi seorang ketua. Menurut aku memang ketua regu penggalang putra sebelah (aku tahu itu bukan ketuaku soalnya aku juga sempat melihat) dia kurang sigap dan tegas sebagai ketua. Kata Kak Ato para ketua akan sedikit dilatih lagi, dan belum akan dipaksa turun. Sesudah ini semua orang disuruh tidur, jadi aku tertidur sampe jam 6.00 pagi.

Bangun pagi aku langsung wudhu dan sholat shubuh. Sebelum sempat melakukan apa-apa aku refleksnya langsung menyiapkan nasi, dan menggoreng kornet untuk sarapan. Jam 8.00 kita harus sudah berkumpul lagi untuk aktivitas terakhir. Ketika makanan siap dan aku ingin membuat nasi sangrai (karena itu menunya). Waktu habis dan aku langsung bergegas berkumpul dengan Kak Ato.

Hal pertama yang kita lakukan adalah…Bermain basah-basahan, dengan regu Anggur kemarin. Permainannya simpel, cukup melewati tali tambang sambil berpegangan ke tali yang ada di atas tangan kita. Tapi, kita tidak boleh jatuh dan harus maju bersama-sama. Memperlucu lagi, aku jatuh berkali-kali ketika kita bergerak sebagai satu tim. Setelah kita gagal maju dengan cepat sebagai satu tim (waktunya hanya 2 menit :/ kayanya memang didesain untuk tidak mungkin). Kita mencoba satu-satu, dan aku jatuh sesudah 30 detik di tali. Yang sukses lewat hanya Fauzi ketika mencoba sendiri-sendiri.

Sesudah melewati rintangan sulit itu, kita mencoba hal yang lebih logis di tantangan berikutnya, memindahkan tali dari satu orang ke orang lain, tanpa menggunakan telapak tangan. Kelompokku menyelesaikan ini dengan waktu paling kecil, hanya 1 menit 30 detik dibandingkan dengan regu lain yang minimal 2 menit 30 detik.

Tantangan terakhir kita sedikit illogical tapi masih bisa diselesaikan. Kita perlu “menyambungkan” 2 pohon berjarak jauh. Kita menggunakan tali, daun, kacu, baju pramuka (yang memakai kaus kedua), tongkat, sandal dan para anggota. Hasilnya cukup kacau karena kita gagal bahkan setelah diberi 8 menit waktu bonus (waktu dasar 10 menit). Ketika challenge selesai kita langsung beberes tenda dan pulang. Lucunya botol-botol yang kukumpulkan susah sekali dimasukkan mobil, akhirnya aku pangku lhoo. Sudah sih, ceritanya sampai disini, karena packing-nya menurutku biasa saja.

Thoughts:

Long story short, camping-nya fun, meski melelahkan dan aku tidak sempat sarapan sekali, dan melelahkan, sangat basah, kotor, dan terkena sedikit bocor. Meski begitu aku tetap ingin camping lagi karena fun-nya mengalahkan tantangannya, kurangnya camping ini hanya satu menurutku, terlalu banyak lagu pramuka yang aku biasanya tidak ingin nyanyikan (XD, another emote).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *