[Azriel’s Late Post] Bandung Azure IOT

[Azriel’s Late Post] Bandung Azure IOT

Seri Azriel’s Late Post ini adalah kumpulan tulisan yang dibuat sebelum laman dikakipelangi ini diluncurkan, dan ditulis selama periode 2015 – 2017. Selamat menikmati 🙂

 

 

Pada tanggal 23 desember 2017, aku mengikuti acara Azure IOT Meetup  di gedung Bale Motekar. Acara ini di sponsori Microsoft untuk memajukan para peserta dalam bidang IoT, dan platform-platform Microsoft.

Pak Budi Rahardjo (Foto Dokumentasi Panitia)

Aku datang dan langsung menunggu speaker pertama, yaitu Tante Chika, dan Pak Budi, guru programmingku, dan gurunya guru programmingku :D. Materi yang Tante Chika berikan adalah materi Hacking IoT. Tante Chika mengajarkan kita untuk menggunakan dan memodifikasi development board yang cenderung murah. Tante Chika juga mengajarkan kita untuk (secara singkat) memrogram device IoT kita dan memberi device tersebut akses ke benda lain. Kata Tante Chika dan Pak Budi, jika dilakukan dengan benar, kita bisa mengetahui keadaan rumah kita seperti temperature, atau alarm jika ada malin masuk misalnya. Ternyata Python sekarang sudah memiliki modul yang support IoT, namun aku sih sebenarnya karena kurang tertarik hardware mungkin cukup di programmingnya saja.

Sesudah Tante Chika selesai, pembicara berikutnya adalah Kak Rezha Rochadi yang merupakan developer IoT. Aku sih dari mendengar presentasinya lebih cocok menjadi branding Azure IoT agar Microsoft bisa panen data dari pabrik-pabrik. Kak Reza bilang secara jelas bahwa sesudah device pabrik kita di support dengan Azure, maka kita cukup biarkan Microsoft mendapatkan data device kita, lalu mengirimnya lagi ke kita. Data ini bisa dipakai untuk mengetahui kondisi sebuah mesin dan performanya, dan juga di update secara real time. Aku pun bertanya ke Kak Rezha, kalau kita keberatan dengan data kita di ambil bagaimana? Katanya Kak Rezha, sekarang mah Google, Microsoft, Whatsapp, sudah jadi dewanya data, jadi sekarang sudah waktunya untuk kurangi kepedulian akan privacy kita, karena Google saja bisa tahu lokasi kita secara real time. Aku lalu bertanya lagi, tapi kalau misal data pabrik di jual oleh Microsoft dan diexploit oleh pabrik saingan bagaimana? Kak Rezha menjawab lagi, bukan masalah besar kok, Microsoft tidak menjual data tapi menyimpannya. Dalam pikiranku, buat apa menyimpan data jika tidak dijual, dan juga aku curiga bahwa Microsoft bisa mengalahkan Google dalam status evil empire, karena sebenarnya masih banyak opsi lain ke Microsoft Azure, tetapi entah kenapa pabrik-pabrik memilih opsi paling mudah dan murah.

Karena sedikit kesal dengan gaya bicara dan jawaban Kak Rezha, aku kurang memerhatikan demo yang Kak Rezha berikan, dan alasan kita harus menggunakan Azure (ini alasan aku melihat ini lebih ke marketing daripada sharing :D) dan langsung bersiap jumatan ketika sudah hampir selesai. Sesudah jumatan aku diberi makan siang yaitu Gudeg, aku menukar krecek yang ada di paketku dengan salah satu gudeg kakak panitia. Oh iya, karena aku bertanya, aku diberi Voucher Makestro DyCodeX lhooo.

Setelah sesi yang sedikit menyebalkan, berikutnya ada Kak Endang Suwarna dari Buitenzorg Makers Club. Kak Endang membawa materi mengenai development aplikasi di Azure Hub. Azure Hub adalah store aplikasi milik Microsoft yang bisa mengintegrasi IoT kedalam aplikasinya. Azure Hub juga punya system chat bot yang similar ke chat bot line dan menyetor datanya ke server. Kak Endang sendiri sudah  membuat aplikasi untuk melaporkan tindakan criminal atau masalah di kota dengan Azure Hub ini. Selain aplikasi mobile, juga tersedia aplikasi web, Kak Endang pernah membuat sosmed dengan identifikasi gambar untuk hasil yang lebih aman dan terfilter. Sayangnya market Azure Hub masih sangat eksklusif dan belum bisa generate uang dengan cara efektif. Untungnya Kak Endang dapat menjelaskan Azure Hub ini dengan gaya yang fun jadi aku cukup senang mendengarnya. Kak Endang sendiri belum membuat aplikasi yang  terintegrasi dengan IoT, namun pernah membuat mock up Azure dalam skala kecil yang belum dirilis. Jadi seperti tadi aku bilang, Azure hanya sering dipilih karena mudah dibuat dan digunakan. Padahal masih banyak bentuk lain SCADA yang bisa dipakai, atau dibuat.

Sesudah Kak Endang selesai, ada acara terakhir dari Kak Yugie Nugraha. Kak Yugie Nugraha adalah developer aplikasi di Holo Lens. Holo Lens sendiri adalah sebuah device yang similar ke sebuah computer dengan octoprocessor yang ringan, tetapi berbentuk seperti engine VR. Virtual Reality bukanlah jenis Reality yang di integrasikan ke Holo Lens. Holo Lens menggunakan bentuk reality yang similar ke AR, yang berfungsi untuk memasukkan benda-benda ke gambaran camera yang ditunjukkan di screen, nama reality ini adalah Mixed Reality. Holo Lens juga dikontrol dengan tangan si pengguna, jadi tidak butuh mouse. Demo Holo Lens ini adalah yang pertama di Indonesia lho. Harganya memang sangat mahal sih, dan belum ada di Indonesia.

Holo Lens dapat mengidentifikasi keadaan sekeliling, dan mengintegrasikan versi virtual kita. Sebagai contoh, kita bisa bermain FPS di Holo Lens, dan map di FPS itu ditentukan oleh bentuk ruanngan yang kita tempati. Alias peta akan selalu berubah tergantung lokasi kita bermain. Selain itu, Holo Lens juga bise mengidentifikasi benda-benda seperti meja, kursi, pintu, jendela dan tembok. Holo Lens sekarang memiliki teknologi space mapping terbaik.

Karena aku menjawab pertanyaan dari Kak Yugie, yang menanyakan definisi mixed reality, aku mencoba Holo Lens . Aku cukup suka menggunakan Holo Lens, tapi tetap belum bisa melihat Holo Lens menggantikan laptop, apalagi HP. Sesudah Kak Yugie selesai, acara pun ditutup dan aku memesan gojek, dan pulang ke kolenang.

Thoughts and Experiences

Aku cukup enjoy ikuti acara ini, dan mesti ada satu sesi yang sedikit zonk, aku menganggap zonk itu sebagai bukti bahwa akan ada zaman nanti, dimana kita bisa mengetahui apa yang seseorang telah lakukan dalam satu klik jari. Haduh dunia ini makin terbuka saja. Kalau menanyakan aku sih aku tidak terlalu keberatan dengan google, tapi kalau mengambil data pabrik dan ada potensi membuka aib sih sudah kelewatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *