Month: January 2020

10 Lagu Terbaik dari LANY

10 Lagu Terbaik dari LANY

Band satu ini dikenal dengan nama LANY (bisa disebut L.A. N.Y. atau Leini, aku bingung.), tetapi biasanya orang-orang memberikan referensi A Hippie and Two Other Guys. Atau, Dua Lipa’s Ex and Two Other Guys. Iya, Hippie dan mantan Dua Lipa adalah orang yang sama, Paul Klein, alias vokalis.

Orang-orang mengenal Maroon 5 sebagai Adam Levine and 4 other dudes, jadi kurasa ini sedikit lebih baik.

LANY terkenal dengan gaya penulisan lagunya yang memang agak hippie, dan juga agak desperate… Berikut adalah 10 lagu yang menurutku paling menarik, enak, dan tentunya sesuai dengan gaya penulisan LANY.

#10. If You See Her

Paul Klein sebagai penulis lagu Indie lebih dikenal sebagai “Mantannya Dua Lipa” oleh orang-orang yang gak tahu dengan LANY dan/atau punya terlalu banyak waktu luang jadi malah baca Gossip daripada kerja. Jadi jangan terkejut kalau sekitar 8/10 lagu di sini… tentang Dua Lipa.

List kita dimulai dengan lagu yang satu ini. If You See Her.

It’s all about Dua, and it’s very sad. Yikes.

Liriknya paradoksil tetapi nyambung, dan penulisan liriknya menjadi alasan dia masuk ke daftar ini!

Just look at us. You’d never bet against our love.
Table for two. We got the kind of thing that lasts.

#9. Valentine’s Day

Valentine’s Day is coming! Tapi lagu yang satu ini tragis. LANY memberikan perspektif yang unik ke liburan (yang menurutku kapitalis dan tidak pernah perlu dirayakan) Amerika satu ini.

Oh iya, sama seperti lirik-lirik LANY yang lain dari Album Malibu Nights… Banyak ironi dan liriknya yang agak paradoksil. Tersirat di lagu bahwa dia mau move on tapi gak bisa… Lagunya sedih.

Think I just found out what to listen to this Valentine’s Day.. COUGH..

#8. Pink Skies

Lagu dari album kinda ini mungkin satu-satunya lagu yang sepenuhnya Happy di list kita hari ini.

Liriknya lucu, menarik, dan bahagia, beat-nya sangat upbeat, dan… ini bukti bahwa Paul Klein itu Hippie, dan ini menceritakan fase happy hubungannya dengan Dua Lipa. (Read that in Genius.com)

Thrift Store Fashion, Imperfect Tattoos.
Taking Showers, Minus Shampoo.

Ia membeli baju bekas untuk mencegah baju-baju di toko tersebut menjadi sampah. Ia mencorat coret tubuhnya dengan tato sama seperti pelukis mencorat coret kertas. Ia mandi tanpa sampo karena ia merasa kepalanya tidak perlu diberikan sampo, dan akan bersih dari minyak rambut naturalnya sendiri, asalkan dia cukur rambut sampai botak sering-sering. Oh dan dia orang California. (Also read these in Genius.com)

It doesn’t get any hippier than that.

#7. Thru These Tears.

Depresi? Cek. Album Malibu Nights? Ya… Masih

Malibu Nights adalah album LANY yang jelas paling sukses, dan seperti aku bilang, semua lagu ini ditulis untuk Dua Lipa. Thru These Tears adalah lagu yang masih punya identitas ingin move on tapi gak bisa yang sama dengan Valentine’s Day.

Video Klip-nya pun agak tragis, so you might wanna skip it. Oh, rambutnya yang botak di video klip sesuai dengan statement-nya di lagu pink skies bahwa dia tidak mandi dengan sampo ya, ia perlu cukur sampai botak sesekali.

In the end I’m gonna be alright…
But it might take a hundred sleepless nights
To make the memories of you disappear
But right now I can’t see nothing thru these tears

Ia yakin ia bisa move on, dan masih menjalani proses tersebut…

#6. Malibu Nights.

Tragis. Tragis. dan Tragis adalah 3 kata yang sempurna untuk menjelaskan lagu ini.

Lagu yang judulnya juga jadi judul album ini adalah lagu paling tragis yang mungkin dikeluarkan orang seperti Paul Klein.

Lagunya berkaitan erat dengan Substance Abuse, Depresi, dan… dia jelas galau (dalam konteks “indecisive”) tetapi galau yang Paul Klein rasakan berbeda dengan yang ada di lagu-lagu sebelumnya.

What do you do with a broken heart?

This song is just pure sorrow and melancholy.

#5. I Don’t Wanna Love You Anymore.

Oh LANY. Kenapa kamu harus membuat lagu breakup yang tragis tapi sempurna seperti ini. Kalau album Malibu Nights adalah sebuah buku cerita yang mulai dengan tragis, I Don’t Wanna Love You Anymore berada di bab kedua sesudah Malibu Nights sendiri.

Aku tidak bisa berkomentar banyak selain fakta bahwa Paul Klein langsung menyebut identitas Dua Lipa (referensi ke London, warna rambut, warna mata, dan seterusnya) berkali-kali di lagu ini.

From the start, I never thought, I’d say this before…
But I don’t wanna love you anymore.

#4. ILYSB

Hanya akan ada satu lagu lagi yang berasal dari album Malibu Nights, dan ILYSB tidak berasal dari album tersebut!

Lagu satu ini menceritakan tentang seorang Serial Killer. Yang jatuh cinta. Dengan Serial Killer lain.

Wait what? I thought this guy was a hippie, not Freddy Krueger! Anyway, ini lagu bestselling LANY di Youtube.

Oh my heart hurts so good…
I love you oh… so bad. so bad.

#3. Thick and Thin.

Lagu terakhir dari album Malibu Nights di daftar ini. (seriously, album itu mengambil 6 posisi… OMG)

Thick and Thin adalah salah satu lagu LANY favoritku, and he deserves a lot of credit for it!

Satu-satunya perbedaan dari lagu Malibu Nights yang lain (masih ada lirik paradoksil di bridge dan chorus, musiknya dan liriknya gak matching in a very good and fun way) adalah fakta bahwa dia mengaku dia bikin salah kali ini…

But was it really love if you could leave me for…
Something so innocent

But it don’t matter. It’s a very good song!

#2. Super Far

Hands down… Ini lagu favoritku. Tetapi dia tidak masuk ke nomor satu karena dia tidak sepenuhnya memenuhi gaya memusiknya LANY. Super Far menceritakan tentang Long Distance Relationship yang sedang gagal.

Paul Klein menceritakan clingy-nya dia pada hubungannya, meskipun dia tahu bahwa hubungan itu sudah toxic… Oh, tetapi tentunya… Ini LANY jadi paradoks musik dan lirik masih ada dong!

Waking up to nothing when you’re super far from home…

It’s better to be single rather than stuck in a toxic long distance relationship… Moral dari lagu ini.

#1. 13

Yes. You saw this right. 13

Sebuah lagu sederhana, to the point, sedih, dan galau. Screams out LANY all over. Otomatis juara dalam bukuku!

Liriknya juga terisi paradoks, terisi tragedi, terisi identitas… Dan dia menjadi juara karena dia punya sedikit dari segalanya! Great song, terdengar seperti prolog ke Malibu Nights meskipun tidak ada hubungannya sama sekali dengan album tersebut…

Where did we go wrong I thought we started out alright
Where did we go wrong I swear I knew we’d last to start

Bonus Track: Hericane.

Lagu yang satu ini gak bisa aku bilang “enak” atau semacamnya, karena aku sendiri gak suka sama Hericane. Tetapi, menyebut Hericane sebagai Honorable Mention tidak cocok karena lagu ini sering disertai penampilan tragis dan emosional oleh Paul Klein. Jadi, anggap saja ini lagu Nomor 11, lagu bonus!

Honorable Mentions

  • Run. Terlalu banyak konteks gossip di lagu itu, hampir masuk.
  • Taking Me Back. Hampir masuk, tetapi kalah dengan If You See Her karena kalah di bidang musik bagiku.
  • Mean It. Lagunya punya Lauv… sudah masuk daftar sebelumnya.

Post Script

Perlu diketahui bahwa aku tidak tahu apa-apa tentang hubungan antara Paul Klein dan Dua Lipa (aku gak sekepo dan segak ada kerjaan itu orangnya) tapi aku hanya tahu bahwa… Mereka putus dan Paul langsung masuk ke depresi yang membuat dia menulis seluruh album Malibu Nights.

Post Script Script

Artikel top 10 Lauv aku mendapat jumlah views yang gak terlalu sedikit… I’m gonna make this a thing now. Mungkin dua minggu sekali aku akan cari satu musisi, dan BUM! Jadi satu artikel.

Sampai lain waktu!

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Investigasi #DisneyAdaptPercyJackson

Ini telat.

Iya. http://rickriordan.com/2019/12/notes-from-the-winter-solstice-meeting/

Ini mungkin salah satu hal paling penting bagiku pada akhir tahun 2019 kemarin (karena… akhir tahun kemarin agak membosankan. Liverpool vs Leicester penting, tapi gak sepenting ini). Tetapi tidak ada satupun artikel dariku yang membahasnya.

Uncle Rick membuat sebuah tweet masuk trending nomor 1 di dunia. Dengan #DisneyAdaptPercyJackson

Percaya padaku kalau aku bilang bahwa Percy dan teman-temannya dari seri Heroes of Olympus adalah hal yang sangat penting bagiku, jadi kayanya agak telat kalau aku baru mengeluarkan artikel ini tepat 1 bulan sesudah #DisneyAdaptPercyJackson trending.

Artikel ini tentang potensi adaptasi Percy Jackson yang akan dibuat Disney, dan alasan aku menunggu 1 bulan untuk itu, adalah menunggu segala konfirmasi dan segala tek-tok-an Uncle Rick dengan Disney, Fox, serta konfirmasi akan pembelian saham Fox oleh Disney.

Tepat 1 bulan kemudian, berita yang terkumpul cukup untuk membuat sebuah prediksi yang solid akan adaptasi Percy Jackson!

We Don’t Talk About Those Movies

Adaptasi film Percy Jackson sudah terjadi. Rick Riordan sudah berulang kali mengatakan opininya pada film itu. So, We don’t talk about those movies.

Oke, sedikit serius. Film tersebut hampir gak ada korelasi sama sekali dengan buku, dibuat terlalu tua, ceritanya terlalu maksa dengan hybrid rom-com dan teen wolf (serial CW) dan… Yikes.

Tapi-tapi!!! Gak. Kita gak akan omongin adaptasi gadungan buatan Fox.

Untungnya, adaptasi kali ini akan lebih realistis kalau dibuat dalam bentuk serial alih-alih film! Ceritanya bisa lebih slow, bisa lebih banyak ruang untuk bernafas, dan harusnya lebih bagus. Terutama mengingat ini Disney, dan bukan… You know, a right wing media group…

Rick Riordan membuat banyak sekali statement dan bercandaan (bahkan sebuah halaman FAQ) tentang reboot buatan Fox, dan aku yakin penyesalan terbesar Riordan adalah menjual hak cipta film tersebut. Ribuan kali menegosiasi ulang hanya berujung buruk, Fox gak mau menjualnya kembali.

Ada permintaan khusus dari fans.

Ada petisi.

Ada merchandise Camp Half-Blood yang ilegal.

Ada rumor dari Netflix untuk membeli hak cipta.

Ada fans memberikan ide untuk bake-sale.

Semuanya gak ngaruh.

Sampai… Ada Disney.

Disney, Fox dan Percy

Bertanya padaku… Disney adalah sebuah evil company. Serius.

Gambar ini dari No Film School dan ini… Jenius. WOW.

Aku gak berpikir sejauh “Evil Company” tetapi kedua orangtuaku berpikir seperti itu, dan pemikiranku yang awalnya mentok di “Perusahaan Dominan” berubah menjadi evil company.

Ketika sebuah perusahaan sudah mendominasi film anak-anak, Olahraga (melalui ESPN), Perfilman Remaja (Melalui Marvel), perfilman fanboy (melalui Lucasfilm), perfilman Ibu-ibu (melalui ABC, karena… You know, Grey’s Anatomy?) , dan merchandising semua hal tersebut… Mereka sudah pantas masuk daftar Evil Company.

Tetapi, kita masih mengonsumsi produk evil company, karena kita menikmatinya! (uhuk, MekDi, uhuk. Ef-Bi uhuk. Goggle. Uhuk! Nama hutan di Amerika Selatan. Uhuk! Maaf… aku lupa minum obat batuk…)

Disney’s pretty much building their own death star. But we don’t care.

Jadi, ketika meraka mengambil film non franchise dari 20th Century Fox. Sepertinya mereka sudah mendekati dominasi dunia. Karena dominasi dunia pada akhirnya akan jatuh ke tangan Disney (kecuali ada rebellion gak jelas atau Kylo Ren berubah pikiran kayak di Rise of Skywalker), let’s just jump into the wagon!

Disney. Mendominasi Dunia melalui Putri-Putri.

Karena Riordan tidak mungkin membeli 20th Century Fox, dan 20th Century Fox menolak dengan keras dan berulang akan tawaran-tawaran dari Rick Riordan plus Investor… Rick Riordan memulai strategi baru. Ia akan membujuk Disney!

Lagian, mendapatkan untung besar-besaran dari sesuatu yang sudah punya fanbase setia yang konsumtif dan kebanyakan duit adalah hal yang Disney belum lakukan, jadi… Oh wait.

Point taken.

Oke, tenang bro… tenang

Ini lebih parah dari yang aku kira…

Tentunya, tidak akan banyak tantangan kan?

WRONG!

Anastasia

Ketika berhadapan tentang film musical yang memiliki happy ending dan ada tuan putrinya, kita akan menghubungkannya ke Disney. Iya kan? Ke mana lagi coba?

Sayangnya, Anastasia ada.

Dan oh boy… Drama antara Disney dan 20th Century Fox baru mulai.

Ini poster filmnya. Cukup satu kali lihat, dan kalau anda gak lihat logo kecil di bawahnya…

Pasti anda mengira ini film disney. Iya kan? Coba kita bikin ceklis!

  • Istana di belakang? CHECK!
  • Penyihir jahat? Cek
  • Tuan putri agak naif, tapi pemberani? Check.
  • Makhluk peliharaan lucu untuk merchandising di bawah? Check.
  • Merchandise makhluk peliharaan lucu? gak ada… Ini doang sih.
  • Karakter supporting cowo yang sok tahu dan sok pemberani? CHECK!!!

How is this not a Disney Movie?

Film-nya bagus, tapi Disney ingin menunjukkan dunia bahwa rencana world domination mereka akan sukses. Mereka akan menembakkan Death Star ke Fox.

Hasilnya, selain liputan press buruk walau Anastasia sendiri film yang sangat bagus… serta tuntutan akan plagiarisme menciptakan sebuah tembok yang Disney ciptakan.

Fox gak berani menyentuh kartun-kartunan lagi, terutama kalau itu musical, dan ada tuan putri-nya.

Dramanya jelas banyak. You know, a couple of lawsuits… Fox akhirnya menyerah.

Lucu ya, kalau dituntut mereka nyerah, tapi kalau kekeuh soal liputan dengan narasumber pro Donald Trump dari Mars mereka gak peduli.

Aku bahkan belum bisa bilang bahwa drama antara Fox dan Disney sudah beres dengan pembeliannya.

Banyak sekali grey area yang Uncle Rick masih harus pecahkan…

The Issues.

Issue #1. Walaupun Fox sendiri dimiliki Disney, dan Disney mengambil keuntungan dari Fox, direksinya masih berjalan sendiri.

Issue #2. Fox masih kekeuh gak mau ngasih balik hak ciptanya. I mean, they’re dying and is owned by a company that kicked their butt several times… But, seriously.

Issue #3. Pembuatan filmnya sendiri.

Isu terbesar sebenarnya ada di perbedaan direksi. Walau suatu perusahaan dimiliki perusahaan lebih besar, perusahaan kecil tersebut masih bisa mengambil keputusan akan satu dan lain hal, dan sampai ada tekanan ekstra dari Disney (yang Riordan berusaha ciptakan…) kita belum bisa berharap akan adaptasi Percy Jackson.

Idealisme Adaptasiku.

Nico Di Angelo diperankan Noah Schnapp (Will Byers Stranger Things)

Sisanya gak penting, asal dibuat dengan bagus…

Oh iya, aku akan lebih senang kalau somehow… Adaptasi dimulai dari Heroes of Olympus, alih-alih Percy Jackson sendiri, karena timeline-nya jauh lebih gampang dimainkan, dan karakter akan mulai dari usia remaja, walau story-linenya masih childish…

 

Sampai lain waktu.

This better work Uncle Rick. We’re praying to the 11 remaining Olympians…

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

10 Lagu Terbaik dari Lauv!

This is Lauv. His real name is Ari Staprans Laff. He’s a musician.

Dan dia akan datang ke Jakarta. (walau aku gak mungkin nonton konsernya, karena aku bukan jenis orang yang suka nonton konser) Sebelum kedatangan Lauv ke Jakarta, mari kita bahas sepuluh lagu terbaik Lauv menurut Dikakipelangi.com!

Terbaik di sini bukan berarti paling populer, tetapi ya… “terbaik” berdasarkan opini.

THIS ARTICLE IS NOT FOR KIDS.

Mengandung konten penyakit mental. Jika usiamu dibawah 12 tahun, jangan baca, artikel ini dan beberapa lagu di dalamnya agak berat sejujurnya.

#10. Superhero

Ini salah satu lagu paling sedih (setidaknya yang keluar di tahun 2010-an) yang pernah aku dengar. Aku orang yang punya imajinasi terlalu aktif dan ini seperti lagu yang akan aku setel dan dengar sendirian di kamar kalau salah satu anggota keluarga atau temanku “dipanggil”dan tidak akan balik lagi…

Dengan caranya, Lauv menjelaskan perasaannya dan pikirannya dalam sebuah lagu dan dia menekankan beberapa kali bahwa dia… Meredam emosi yang dia rasakan.

Lagunya sederhana dan tragis. Sangat Lauv.

#9. The Other

Seandainya aku tahu lagu ini dari tahun 2015 aku akan jadi salah satu orang pertama di Indonesia yang bisa bilang “Aku tahu Lauv dari sebelum I Like Me Better”

Sekali lagi. Tragis. Just… Yikes. Chorus lagu ini kurang lebih bilang bahwa pada hidupmu, akan ada titik di mana kamu harus menentukan antara menggunakan logika atau perasaan.

Salah satu tidak bisa dipakai. Lagunya sekali lagi, sederhana, tetapi bermakna. Sangat Lauv.

Lagu ini sangat underrated, jadi, kuberi saran untuk mulai mendengarnya.

#8. Sad Forever

Lagu ini alasan aku bilang bahwa jika usia anda dibawah 12 tahun, jangan baca artikel ini. (atau jangan punya HP. lebih bagus justru)

Lauv menulis lagu ini di perjalanan ke sebuah tur ketika dia sedang punya masalah dengan hidupnya dan ia tidak ingin menghadapi masalah tersebut dengan langsung. Seperti semua musisi bagus, masalah dijadikan seni!

Lauv membawakan lagu ini tanpa dicoba sebelumnya ketika sedang tour dan lagu ini meledak! Sad Forever merupakan salah satu lagu Lauv yang bukan lagu cinta (bonus poin bagiku) tetapi tetap saja galau! (bonus poin lagi dariku!)

Sesudah lagu ini keluar, Lauv menjadi advokat kuat akan kesehatan mental.

#7. Chasing Fire

Aku sedikit kesulitan menentukan tempat lagu yang satu ini. Secara pribadi, ini lagu nomor dua favoritku dari Lauv karena lagunya upbeat dan tidak terlalu galau. Tetapi, sayangnya, ini kurang populer (dan juga underrated seperti 4 lagu lainnya) dan tidak sepenuhnya terasa seperti lagu Lauv.

Bagiku, identitas Lauv adalah cowok galau (seperti Kylo Ren) yang sejujurnya gak tahu mau ngapain tetapi punya pendirian dan identitas yang kuat. Salah satu alasan aku bisa relate sama Lauv karena dia musisi paling galau dalam opiniku. Aku suka itu!

Chasing Fire memberikan representasi dan identitas Lauv yang galau tadi… dengan caranya sendiri.

#6. Getting Over You

I just love this song. Lagu ini representasi paling sempurna dari identitas Lauv sebagai musisi bagiku.

Musiknya upbeat, dan liriknya agak similer secara makna dengan The Man Who Can’t Be Moved milik The Script. (lagu the script lebih ekstrim, tetapi intinya sama-sama gak bisa move on)

Ku tidak bisa menjelaskannya dengan kata-kata. Hanya… WOW. He wrote that.

(untuk memperparah, Lagu ini gak terlalu populer. Come on guys. Give them the views it deserves)

#5. Sims

Lagu ini sempurna untuk Gen Z karena 3 hal.

  1. Galau dan penuh dengan penyesalan. Alasan Kylo Ren adalah villan Star Wars. (gak, seriusan. Kylo dan Lauv sangat mirip sebenarnya, pikirin deh)
  2. Ada referensi ke sebuah video game. Gak kurang Gen Z apanya?
  3. Sesuai dengan masalah ekonomi di masa depan. (We could build a house and plant some flowers and have kids. Di Sims, semua itu bisa dilakukan dengan minim duit. Sekarang mau punya anak aja biasanya udah nyiapin duit buat sekolah dari kapan tahu.)

Aku harus menjelaskan lagu ini dengan kata yang sedikit karena banyak sekali simbolisme yang tersirat di lagu ini, dan sejujurnya… aku tidak sanggup. Just listen to the song. Hurrah.

#4. I’m Lonely

Ini versi clean ya.

Siapapun yang suka dengerin Lauv dan tinggal di Indonesia pasti tahu lagu ini.

Worldwide atau di Asia lagu ini gak populer. Chart spotify Asia atau Apple Music hanya memberi angka jelek untuk lagu ini, tapi di Indonesia (dan hanya Indonesia saja) respons dari pendengarnya sangat bagus. Liriknya sederhana. Karena gak pake kata kasar, sebenarnya liriknya menceritakan orang yang kesepian. Anne-Marie juga menambahkan depth baru untuk lagu yang sederhana ini.

Mengingat lagu ini populer, aku jadi agak gak yakin Indonesia itu bangsa yang seneng bersosialisasi karena banyak teman-temanku merasa lagu ini representasi yang bagus untuk kehidupan sehari-harinya.

Makes you think eh?

#3. I’m So Tired

Kolaborasi yang sempurna. Lauv dan Troye.

Sebagai orang yang suka musik dan kadang suka gak jelas mood-nya. Ini lagu galau yang sempurna!

Kadang ada hari di mana aku gak pengen dengerin lagu, apalagi love song (mayoritas lagu yang aku dengerin love song soalnya, seperti kebanyakan orang) hmm hmm.

Lagu ini membantuku dalam 2 cara.

  1. Aku jadi tahu 3 lagu baru yang dinyanyikan Troye Sivan di liriknya (Buzzcut Season, Hurts Like Heaven, Lost in The Sound)
  2. Ini lagu sempurna untuk mengisi waktu kalau aku lagi bosen sama love song (which does make me sick sometimes).

I’m tired of Love songs. but not of Lauv songs. 😉

#2. I Like Me Better

Sebagai penyanyi yang membawa dirinya sebagai orang yang galau dan selalu… doubtful.

Aku rasa agak ironis bahwa greatest hit Lauv (yang bagiku hanya nomor dua) bukan lagu galau.

Tapi, aku tahu akan keberadaan Lauv dari I Like Me Better dan lagu ini timeless. 218 juta view dan masih bertambah.

#1. Mean It

Pada suatu hari aku mencari tentang opini orang mengenai musik di sebuah tempat yang dikenal sebagai Reddit.

Aku menemukan orang berkata. “Lauv and Paul Klein. Two guys who are broken hearted and don’t really know what they are doing. But is doing a great job anyway.”

Ini penjelasan sempurna dari lagu ini!

Kolaborasi yang ditunggu fans dari kapan tahu (keduanya hippie, keduanya peduli akan kesehatan mental, dan keduanya memulai namanya dari La, what more can you ask? Terutama kalau kamu orang California.) ini akhirnya terwujud pada akhir tahun 2019!

Lagunya sendiri tentang seseorang yang dimanipulasi cewek dan sering banget di PHP-in karena cewe-nya sangat-sangat sanguine atau plin plan, satu hari deket dan sayang, besoknya gak jelas, dan seterusnya.

Mario Pratama, seorang penyiar Prambors mengatakan ini soundtrack love-life nya dia…

Aku merasa kalau aku punya love life (which I don’t, and I’m happy about… dan seandainya aku punya, aku gak akan cerita karena A. orangtuaku baca artikel ini, aku gak mau diketawain, karena pasti aku terlalu cemen buat standar kedua orangtuaku… Ups, curcol. Dan B. Internet privacy) ini akan jadi lagu yang sempurna bagiku!

Aku sudah tahu akan Lauv dan LANY sebelum kolaborasi ini, jadi kolaborasi ini ketika terjadi terasa seperti salah satu permintaan dari Jin Aladdinku terkabul!

Honorable Mentions

There’s No Way ft Julia Michaels. Buatku sedikit overrated, tetapi lagunya enakeun sih. Aku kurang suka dengan Julia Michaels dan musiknya, jadi gak masuk list.

Never Not. Tragis. Aku suka lagu tragis!

Changes. Baru keluar 2020, belum sepenuhnya yakin.

Tattoos Together. Baru keluar tadi pagi! Belum sepenuhnya yakin.

Feelings. Lagu yang hopeful dan enak. Tetapi tidak terasa seperti lagu Lauv. Sayang sekali gak masuk daftar. (kurang galau)

Sampai lain waktu!

Post Script

Tahun 2020 akan menjadi tahun yang penting bagiku karena aku akan mulai kuliah tahun ini. Sebelum kuliah, aku mau mulai membahas tentang musik karena ternyata dunia musik di Indonesia besar, tetapi belum banyak blog (selain lirik + terjemahan) yang membahas itu.

Lauv juga mendapatkan banyak viewer di Indonesia, dan sebagai orang yang sudah menyukai musiknya Lauv dari zaman I Like Me Better keluar, kurasa Lauv adalah artis yang paling sesuai untuk artikel musik debutku!

Semoga anda menikmatinya!