Month: August 2019

Peran Probabilitas dalam Tes Terstandarisasi

Peran Probabilitas dalam Tes Terstandarisasi

Tulisan ini aku buat untuk sesama murid SMA yang ingin diterima di PTN-nya masing-masing. Selamat menikmati.

Salah satu materi UTBK-SBMPTN (karena UTBK aja atau SBMPTN aja kurang panjang) yang aku paling senangi adalah Probabilitas. Aku bisa menjawabnya dengan sekedar satu jentikkan jari, aku tidak perlu berpikir panjang, dan aku bisa meluangkan waktuku untuk hal lain. Menghitung probabilitas secara manual adalah hal yang mudah.

Sayangnya, tulisan kali ini tidak membahas probabilitas secara matematis, tapi secara filosofis. Jadi, bersiap-siap, karena tulisan kali ini akan membuat sekedar memilih A,B,C,D, atau E menjadi hal yang sangat membingungkan. Eh sebentar. Memilih A,B,C,D atau E sudah membingungkan. Untuk apa kita persulit.

Konsep Probabilitas

Probabilitas adalah kemungkinan kejadian yang terjadi secara acak untuk terjadi pada kondisi yang ditentukan.

Sayangnya, konsep probabilitas secara filosofis tidak sesederhana itu. Aku punya dua statement untukmmu pembaca yang mungkin ingin tahu sedikit lebih banyak tentang konsepnya probabilitas.

  • Semua Angsa berwarna Putih. Semua angsa yang aku pernah lihat (anggap saja, misal, 10.000 ekor) berwarna putih.
  • Di Benua Australia, ditemukan 20 ekor angsa berwarna hitam. Pernyataan pertama otomatis SALAH!

Tiap kali kita melihat angsa, ada kemungkinan 0.001% bahwa angsa tersebut… berwarna hitam.

Masalah terbesar dari probabilitas adalah, mau seberapa kecil probabilitasnya, kita tidak bisa sedikitpun memutuskan untuk tidak nekat melakukan sesuatu, kecuali kita tahu pasti bahwa jawabannya 100% pasti itu. Apapun yang dilakukan, mau itu sekedar mengocok kartu lalu menebak kartu mana yang kita ambil, atau menjawab soal UTBK, kecuali kita yakin 100% bahwa hasilnya akan A, atau Queen Hati, ada peluang untuk salah.

Bahkan jika dari 200.000 ekor angsa di alam liar sekarang hanya 20 yang berwarna putih, peluang sekecil 0.001% pun tetap berfungsi sebagai probabilitas.

Secara abstrak dan dari sudut pandang filosofis, mau sekecil apapun peluang anda salah, anda tetap punya peluang untuk salah.

Hal-Hal Teknis…

Hal-hal yang seseorang mungkin ketahui untuk tes. Soalnya pilihan ganda, ada 5 pilihan, ada  4 mata pelajaran (untuk anak-anak Saintek, sepertiku) dan terakhir, ada 80 soal tes potensi skolastik.

Hal yang anda tidak ketahui kecuali memang mengikuti atau ingin mengikuti. Bobot nilai tiap soal, bergantung berdasarkan jumlah orang yang mampu menjawab satu pertanyaan.

Jika anda menjawab soal di mana seluruh pesaing di seluruh Indonesia tidak bisa menjawab dengan benar, dan anda bisa… maka bobot dari soal tersebut sangat tinggi. Tapi, jika anda bisa menjawab 50 soal, namun semua soal tersebut dapat dijawab oleh 80% peserta tes, maka kemungkinan besar, bobot anda menjadi yang 0.001% tapi hanya satu soal yang benar lebih baik.

Sayangnya, bobot tiap soal semakin tidak jelas, jadi sejujurnya, tidak ada yang tahu berapa nilai menjawab soal yang semua orang bisa jawab…

Sistem ujian saringan (yang namanya udah berubah lebih sering dari ada reboot power rangers) kali ini, mencari angsa berwarna hitam, bukan angsa putih yang sehat.

Jadi?

Dari mana kita bisa memanfaatkan hukum probabilitas untuk meraih bobot nilai maksimum? Sejujurnya, tidak ada. Soal-soal didapat secara acak dari kolam 40, atau 50 soal, dan tiap orang mendapat soal berbeda.

Lalu, untuk apa aku menulis tulisan ini?

Menebak, nebak.

Jujur, aku baru saja melewati TO UTBK di bimbingan belajarku, dan aku memutuskan untuk menebak semua soal matematika, karena itu kelemahanku, (aku bisa mengerjakan fisika, kimia, biologi, apalagi TPS, tapi math… euh…) dan aku cukup yakin, jika aku bisa  mendapatkan tebakan yang hanya satu saja benar, tetapi di soal yang kebanyakan orang yang tidak menebak tidak bisa menjawab, bobot murni dari soal tersebut akan tinggi.

Memanfaatkan Probabilitas…

Ini sekedar trik untuk orang-orang di sana yang merasa bahwa penjawaban beberapa soal begitu sulit sehingga ada keperluan untuk menebak… dimohon untuk menebak dengan pintar, dan dengan logika… Aku menyiapkan dua metode untuk menebak secara logis dan memanfaatkan kelemahan sistem ini secara statistika.

Mata Pelajaran

Metode ini memintamu untuk menjawab asal semua soal dari satu mata pelajaran dimana kamu paling lemah, dengan harapan mendapatkan jawaban tinggi dari satu mata pelajaran.

  • Pilih mata pelajaran dimana kamu lemah. Misal, Matematika.
  • Mata pelajaran Matematika menyajikan 20 soal, 10 soal dari itu terhitung mudah dan bisa dijawab 80% peserta ujian, 6 soal terhitung sedang dan bisa dijawab 50% peserta ujian, 4 soal terhitung sulit dan hanya bisa dijawab 20% peserta ujian.
  • Dengan memutuskan untuk menebak secara acak, aku memiliki peluang untuk menjawab 4 soal dengan benar, (hanya 20%)
  • Dari 4 soal tersebut yang benar, aku memiliki peluang 1/5 per soal untuk mendapatkan soal yang terhitung sulit, 3/10 per soal untuk mendapatkan soal sedang, dan ½ per soal untuk mendapatkan soal mudah.
  • Seandainya aku cukup beruntung untuk mendapatkan soal sulit, aku bisa mendapat bobot tinggi tanpa usaha sama sekali.

Bagaimana kalau aku bisa menjawab semua soal mudah dan hanya ingin menebak soal sedang dan sulit? Ini bagian di mana kekonyolannya mulai terdengar.

  • Menebak 10 soal, dengan kemungkinan 2/3 mendapat soal sedang, dan 1/3 mendapat soal sulit.
  • 1/5 per tebakan, berarti hanya ada 2 soal yang dijawab dengan benar.
  • Peluang 1 dari 3 per 2 soal, lebih kecil dan lebih tidak mungkin daripada 4 soal untuk peluang 1 dari 5. Akan lebih baik jika anda menebak semuanya (jika mencari bobot soal sulit) kebanding menebak 10 soal saja.

Bingung kah? Intinya, probabilitas mendapat soal sulit dengan benar lebih tinggi jika anda menebak semuanya. Jika ada mata pelajaran di mana anda kesulitan menjawab soal sulit dan soal sedang, tebak saja semuanya… Bobot soal sulitnya harusnya cukup tinggi.

Sampel yang bisa diambil akan sama saja, mengingat bahwa cara menjawab tiap soal, baik itu mudah atau sedang atau sulit sama dengan memasukkan A, B, C, D, atau E… Lebih baik jika peluang kecil kita mendapat sesuatu dengan benar dihabiskan untuk soal sulit saja.

Ini baru metode nomor satu.

Semua Soal Sulit

Metode ini tidak bisa digunakan semua orang, karena sayangnya, kebanyakan orang sudah mulai kesulitan di soal sedang, dan ingin nilai maksimum dari semua soal.

Jika anda bisa semua mata pelajaran, tetapi tidak yakin mengenai soal sulit dari 2-4 mata pelajaran, hal termudah yang anda bisa lakukan, adalah menggunakan metode ini…

  • Dari 4 soal sulit 4 mata pelajaran yang anda yakin anda tidak bisa jawab, tebak saja.
  • Berarti, dari 16 soal dengan bobot tinggi, ada kemungkinan 1/5 bahwa anda benar.
  • Kurang lebih, 3 soal sulit dapat dijawab dengan benar.

Data hitungan berdasarkan jumlah mapel di mana anda menebak…

  • 4 mapel, 16 soal, 3.2 dijawab benar.
  • 3 mapel, 12 soal, 2.4 dijawab benar.
  • 2 mapel, 8 soal, 1.6 dijawab benar.
  • 1 mapel, 4 soal. 0.8 dijawab benar.

Saranku adalah untuk membulatkannya dan tidak hanya menebak untuk 2 mapel, melainkan 2 mapel plus 2 soal dari mapel lain, dan secara matematis murni, anda mendapat 2 jawaban benar, bukan 1.6

Apakah strategi ini efektif?

TIDAK.

Jangan berharap anda bisa masuk PTN impian dengan strategi ini. Ini adalah strategi yang bisa dimanfaatkan untuk menebak soal dengan lebih pintar, bukan untuk mendapatkan bobot maksimum. Namun, kalau kita bicara sekedar menebak soal, itu pun bisa dilakukan dengan lebih efektif, memaksimalkan nilai maksimum yang bisa didapat dari menebak, secara statistika.

Memang iya, mungkin saja anda menebak semua soal, dan mendapatkan tiket ke Kedokteran UI, tapi besar kemungkinan, anda menebak semua soal dan hanya mendapat kampus Akreditasi C, malahan, kemungkinan untuk menebak semua soal dan masuk Akreditasi C lebih besar.

Jika anda bergantung murni pada keberuntungan, maka anda gagal. Jangan bergantung pada keberuntungan, justru, anda harus memainkan keberuntungan itu agar dipakai secara efektif… Sistem-sistem bisa ditipu kok, percaya sama aku.

Sampai lain waktu.

Disclaimer: Angka tidak resmi, dan hanya sekedar estimasi.

Jürgen Klopp: Sampai Bunyi Peluit Terakhir

Jürgen Klopp: Sampai Bunyi Peluit Terakhir

Jika anda sudah membaca dua artikel sebelumnya, maka anda tahu bahwa akhir musim sebelumnya berakhir dengan tragis. Kloppo gagal mencapai promosi karena sebuah propaganda pada pertandingan derbi lokal.

Jika belum. Artikel 1 dan Artikel 2

Tetapi, jika kebanyakan pelatih akan menyerah, atau akan meminta uang tambahan untuk mendapatkan pemain, Klopp tidak melakukan itu. Klopp melakukan hal yang sangat-sangat tampak belakangan ini, ia mengajak pemainnya untuk bangkit, dan tidak sekedar berhenti begitu saja.

Hal pertama yang ia lakukan pada pra-musim adalah mengajak berkemah, seperti biasa.

Klopp mengajak pemainnya di FSV. Mainz ke sebuah perkemahan di dekat rumah di mana ia tumbuh, di hutan yang dikenal turis-turis berbahasa inggris sebagai “Black Forest” jika anda mengira itu nama kue, aku akan memasang muka… “Really? Aku sudah membahasnya di artikel sebelumnya”

Sejujurnya, Black Forest sendiri makin berkurang bagian hutannya. Banyak daerah di Black Forest ini yang dirubah menjadi perumahan, namun Klopp dan pemainnya di FSV masih sempat merasakan ketenangan dari hutan di belahan Jerman yang satu ini.

Cerita banyak ditukar, hiking, berlari, latihan fisik, dan tentunya, memasak makanan sendiri.

Kloppo membangun jaringan antar pemain yang kuat, dan hanya dengan tambahan 2 pemain, Mainz harusnya siap menjadi tim yang naik ke Bundesliga. Bukan sekedar bicara Mainz sebagai klub tentunya, seluruh kota, dan seluruh belahan Jerman menginginkan tim yang memiliki strategi menegangkan ini untuk naik ke Bundesliga, dan bisa disaksikan semua orang!

Masalah finansial yang tadinya ada bisa dibilang hilang. Bukan cuma karena sponsor lokal memperpanjang kontrak, dan sales dari tiket pra-musim habis dalam hitungan hari, tetapi juga karena banyak orang yang bukan fans dari FSV, ataupun warga di kota Mainz, penasaran ingin menonton pertandingan sepakbola Jerman yang sangat rusuh, hal yang tidak umum dilihat di sebuah klub Bundesliga.

Gegenpress yang Klopp miliki belum pudar, belum ditemukan obatnya, dan tentunya, mencapai hasil.

Mainz pergi ke pertandingan pertama dengan perasaan semangat! Hasil pertandingan pertama? Sapu bersih 4-0. Mainz memenangkan pertandingan kedua dan ketiga dengan selisih skor yang cukup jauh juga. Baru pada pertandingan keempat, Mainz gagal mencapai kemenangan pada derbi lokal, dengan skor 2-2.

Optimisme Klopp tidak tampak akan pudar, tentunya, pelatih macam apa yang mengharapkan hasil bagus dari pertandingan awal untuk berhenti? Mainz mencapai paruh musim pada bulan Desember hanya dengan 2 kekalahan, dan 3 kali seri. Sisanya dimenangkan, walau memang iya, ada dua pertandingan dimana ada kesalahan wasit dalam memberikan offside, tetapi, keberuntungan merupakan faktor yang dibutuhkan untuk juara bukan?

Paruh musim Bundesliga 2 yang berlangsung sepanjang 34 pertandingan itu memberikan Mainz 39 poin pada istirahat bulan Desember, di peringkat kedua, peringkat promosi tanpa perlu pertandingan playoff (final antar tim posisi ketiga terendah di divisi pertama, dengan tim ketiga di divisi kedua, pemenang akan bermain di divisi pertama pada musim berikutnya). Mengenal Klopp, momen ini lah momen paling tepat untuk berpesta!

Jika anda tidak mengikuti kabar atau informasi tentang Klopp, maka, aku perlu memberitahu bahwa pelatih Jerman ini bertindak sangat-sangat manusiawi di hadapan timnya. Video selebrasi Kloppo ketika pawai bis sesudah memenangkan final Champions League melihatnya meminum bir, dan tampak pusing serta mabuk. Tidak ada pelatih lain yang akan melakukan itu tanpa takut image-nya di hadapan pemain turun. Klopp mampu melakukannya.

Meskipun secara teknis tidak mencapai “apa-apa” Kloppo masih merasa ini adalah momen tepat untuk berpesta. Jadi, ia berpesta bersama timnya dengan harapan hasil lebih baik dapat dicapai!

Bulan Januari tiba, dan tentunya, Klopp memimpin pasukannya dengan semangat. Pertandingan 18, pertandingan pertama pada kalender baru? Menang. Kedua? Menang.

Namun, amat disayangkan. Pada pertandingan kedua tersebut, bek tengah andalan Klopp, cedera. (catat bahwa jika aku sebutkan namanya, anda pun gak akan tahu, jadi… ya, aku sebut posisi saja)

Cedera ini kurang lebih merusak rekor Klopp untuk 6 pertandingan ke depan. Mainz yang dikenal energetik dalam bertahan, tapi tetap rapih secara struktur, rusak. Klopp yang meraih 6 poin dalam 2 pertandingan sebelumnya, hanya bisa meraih 6 poin dalam 6 pertandingan, dengan satu kali menang, tiga kali seri, dan dua kali kalah.

Pada pertandingan ke 26, Klopp berada di posisi keempat dengan 45 poin (diluar zona promosi, bahkan zona playoff) dengan selisih 1 poin dari tim yang berada di posisi ketiga, serta selisih 3 poin dari puncak klasemen. Pertandingan ke 26 tersebut tidak bisa muncul di momen yang lebih pas. Klopp akan bermain melawan tim yang berada di puncak… Menang, maka Klopp bisa dipastikan menyusul tim yang di puncak.

Namun, sayangnya, keberuntungan Klopp tampak habis. Sebuah gol dari posisi offside diberikan wasit untuk lawannya, dan pertandingan tersebut berakhir seri.

46 poin, pertandingan 27 dari 34. Tim-tim pada umumnya harus meraih promosi dengan rata-rata 73 poin, atau dengan memenangkan 24 pertandingan plus satu seri (kombinasi menang kalah seri bisa apapun tapi kita bicara kondisi ideal).

Dengan sisa 8 pertandingan, poin terbanyak yang Klopp bisa raih adalah 70 poin. Satu kali menang di bawah rata-rata promosi musim-musim sebelumnya.

Tetapi. Aku di sini memberitahu anda bahwa Klopp sukses.

Ia masih memegang rekor promosi ke Bundesliga tanpa playoff, dengan poin tersedikit sepanjang sejarah. Sampai tahun ini, belum ada yang bisa promosi ke Bundesliga tanpa pertandingan playoff hanya dengan 67  poin. Klopp memenangkan 7 pertandingan dan kalah satu, ketika dua saingan promosinya melawan satu sama lain, dan terselip ketika momennya penting.

Mainz menjadi tim yang memanfaatkan kejar-kejaran tegang antara kedua tim tersebut, dan mencapai promosi karena kegagalan keduanya.

Klub Karnival yang Klopp bawa ke seluruh Jerman ini, dengan bis gratis untuk pemegang tiket semusim, dengan syarat rusuh, sukses promosi.

Klopp merayakan kemenangan ini dengan cara yang sangat… Klopp. Pesta. Dengan seluruh kota. Ia tahu ketika musim ini telah beres, ia ada tugas penting untuk dilakukan. Klub didikannya harus menghadang Bundesliga. Namun, ada saat untuk bekerja, ada saat untuk berpesta. Kita tidak bisa melakukan keduanya bersamaan bukan? Mereka harus dikerjakan sambil berdampingan

Awal Mula Bundesliga

Jika anda mengira bahwa Klopp memulai musim pertama Bundesliga-nya dengan berantakan… anda salah. Justru, sebaliknya.

Pada musim pertama Mainz 05 berada di Bundesliga, mereka sukses mengalahkan Schalke 04, dan Dortmund pada pertandingan kandang, dan secara magis, mereka juga bisa menahan seri kedua klub tersebut di pertandingan tandang.

Tolong diingat bahwa kedua klub dari distrik Ruhr di Jerman ini merupakan klub nomor 2 dan 3 di Jerman untuk waktu yang cukup lama, dengan Schalke yang baru-baru ini tergusur menjadi klub papan bawah sesudah naiknya kekuatan RB Leipzig.

Tetapi, di saat yang sama, Mainz juga merupakan klub yang unik. Tidak ada tim yang keberatan jika mereka di kalahkan oleh Mainz. Kurang lebih, pikiran mereka tertulis seperti ini… “Ah well, kalahnya sama tim yang itu, gapapa kok, toh posisi di tabel gak terlalu berubah.”

Musim pertama Klopp di Bundesliga, Mainz menyelesaikan Bundesliga pada posisi ke-9 dari 18 tim. Ia juga menerima ratusan liputan televisi, karena pada masa mudanya, Klopp hampir pasti mengikuti pawai bis Mainz yang sudah dibeli.

Karir Klopp naik besar pada tahun 2006. Sesudah banyaknya liputan televisi yang diterima oleh klub Mainz secara keseluruhan, temannya yang bekerja di sebuah stasiun televisi, membayarnya untuk menjadi seorang pundit. Itu adalah titik penentu terbesar di karir Klopp, tanpanya, aku bisa memastikan bahwa Klopp tidak akan berada di posisinya sekarang.

Bersambung.

Jürgen Klopp: Menuju Bundesliga

Jürgen Klopp: Menuju Bundesliga

Artikel ini adalah artikel sambungan dari artikel tentang Klopp sebelumnya. Mohon baca laman tersebut di sini, sebelum membaca artikel ini.

Sebagai pelatih, Jürgen Klopp adalah orang yang akan berusaha sangat keras untuk menjaga hubungan baik dengan pemainnya. Itu adalah hal yang alamiah ketika kita ingin melatih tim yang isi pemainnya hanyalah sekumpulan orang yang namanya sulit untuk dikenali. Faktanya, bahkan pelatih yang memiliki masalah emosi separah Mourinho harus melakukan itu agar timnya memiliki semangat perlawanan yang besar.

Klopp melakukan hal yang sama. Seperti yang kutuliskan di artikel sebelumnya, ia merekrut pemain yang masih merupakan “papan kosong” yang berpotensi untuk ia latih, jadikan teman, dan dimanfaatkan sebagai pemain. Ia tidak ingin merekrut pemain dengan ego yang besar, karena itu dapat mendisrupsi semangat permainan utuh dari tim yang ia latih.

Salah satu tindakan khas yang ia lakukan pada pra-musim selama ia di divis dua adalah mengadakan 1 minggu latihan di mana setiap pemain harus berkemah. Tempat perkemahan yang Klopp pilih juga terletak di daerah di mana dia tumbuh, di sebuah tempat bernama Black Forest, dan bukan… itu bukan toko kue.

Perkemahan yang ia laksanakan di pra-musim itu bertujuan untuk mencontreng salah satu kotak terpenting dalam latihan pra-musim yang Klopp lakukan, yaitu interaksi antar pemain.

Bagi pemain sepakbola yang sedang tidak bermain (alias ketika jeda 3 bulan antara dua musim), mereka mengisi waktu mereka untuk mengonsumsi makanan yang tidak sehat, serta bermalas-malasan, latihan pra-musim bertujuan untuk membantu pemain-pemain kembali fit dan kembali mendapatkan kemampuan teknis yang sudah lama sejak mereka gunakan.

Klopp mengambil 1 minggu dari 1 bulan latihan pra-musim untuk mengatur ulang fisik pemain, menghilangkan kemanjaan dan kebiasaan pemain miliknya ke makanan yang gak sehat tapi enak itu, dan membangun ulang interaksi antar pemain.

Klopp sudah resmi mendapat pekerjaan sebagai pelatih Mainz 05 secara full-time, dan bukan hanya sebagai pelatih pengurus seperti yang ia lakukan pada musim sebelumnya. Ia akan mengambil target realistis yang perlu dilakukan oleh semua tim di divisi dua, terutama mengingat tidak ada perbedaan uang begitu banyak antara semua tim. Ia harus mencapai promosi. Untuk itu, ia perlu membuat sebuah festival cukup besar.

Supporter dan Harapan.

Pertandingan pertama yang ia latih sebagai pelatih full-time berakhir dengan skor 1-0. Pada akhir pertandingan tersebut, stadion kota jelek dan biasanya hanya terisi setengah itu, terisi penuh, bahkan kepenuhan. Petasan merah, warna dari Mainz dinyalakan di seluruh kota (karena pada tahun 2002, petasan masih legal di Jerman) ia mendapatkan jawaban terpenting sepanjang karirnya sebagai pelatih. Sebuah klub bola membutuhkan pendukung. Pendukung yang cukup banyak untuk bisa bertahan.

Sudah diketahui bahwa Klopp sering mengadakan acara di balai kota untuk mendapatkan dan meningkatkan penjualan tiket. Tetapi Klopp tidak bisa berhenti di situ. Ia tidak puas dengan mendapatkan fans sepakbola fanatik dari kota Mainz. Ia ingin seluruh penduduk di kota tersebut menjadi fans sepakbola.

Ketika acara di balai kota sudah cukup untuk menarik pendukung fanatik untuk menonton kembali pertandingan sepakbola, mau seberapa buruk tim miliknya bermain, ia perlu metode lain untuk mengajak orang yang tidak begitu menyukai sepakbola untuk menonton. Setidaknya untuk menonton di TV jika tiket di stadion  sudah habis. Juga perlu diingat bahwa stadion baru sedang di bangun, dengan kapasitas 30.000, dua kali lipat lebih banyak dari stadion mungil yang hampir terbengkalai yang timnya gunakan. Setidaknya kapasitas stadion baru tersebut perlu dipenuhi. Itu hal terkecil yang Klopp bisa lakukan untuk membayarkan uang yang diberikan sponsor dan pemerintah kota untuk membangunnya.

Sebelum lanjut ke tindakan berikutnya, Klopp memulai Bundesliga 2 dengan 7 kali menang dan 2 kali seri sebelum akhirnya kalah. Taktik yang ia gunakan adalah Gegenpress yang masih sangat kasar.

Menurutku, tindakan berikutnya yang Klopp lakukan terdengar sedikit seperti… umm… Bandar narkoba. No offense.

Untuk sebuah pertandingan derby kandang yang dimainkan di distrik Rhine, Klopp menyiapkan 5000 tiket gratis! Asalkan anda belum pernah menonton sepakbola di stadion sebelumnya. Ia membagikan tiket ini di acara balai kota bulanannya, dan ia meminta orang-orang untuk berkomitmen datang ketika sudah mendapatkan tiket.

Ini mungkin hal yang aneh, namun bagi Klopp ini tampak sebagai tindakan yang bijak.

Khusus untuk pertandingan derby yang ia bagikan tiketnya dengan gratis, Klopp menyiapkan sebuah strategi khusus untuk membuat pertandingan tersebut menjadi sebuah pertandingan yang pantas ditonton dengan ketegangan luar biasa. Pertandingan dengan Gegenpress sendiri bisa memberikan thrill yang unik.

Tiap kali ada pemain yang berlari untuk merebut bola, para penonton berharap bahwa bola bisa dimenangkan dan hanya dengan 1-2 operan lagi, sebuah gol bisa tercipta. Tiap kali pemain lawan ingin bernafas dan meminta semua pemain bertahannya bertukar operan sampai ada ruang tercipta, ada satu dua orang melemparkan tubuhnya untuk mengambil bola dan lawan tidak bisa bernafas. Tidak ada momen untuk bernafas jika anda melawan Mainz yang dilatih Klopp. Sedikit ruang yang mereka berikan harus dimanfaatkan dengan optimal, atau skornya akan berubah.

Jika anda belum familier dengan Gegenpress, maka silahkan klik link ini. Terima kasih.

Tentunya, ia mendapatkan 5000 fans kasual, sekumpulan orang yang merasa bangga bahwa mereka bisa mendukung FSV Mainz. Dari semua fanatik dan fans kasual yang Klopp dapatkan, ia menciptakan sebuah pesta yang unik. Sebuah pesta yang belum pernah sebelumnya dilihat di Semua divisi sepakbola Jerman.

Klopp hanya perlu memberikan satu sentuhan terakhir untuk membawa pesta yang terjebak di Mainz ini, agar ia dapat menyebar ke seluruh pelosok Jerman.

Ia membeli sebuah bis untuk membawa supporter klub tersebut keliling kota untuk pawai kemenangan, dan juga mengantarkan para supporter untuk pertandingan tandang. Bahkan untuk klub selevel Mainz yang tidak memiliki uang begitu banyak, harga satu bis masih masuk akal dan bisa dibayar dengan anggaran.

Supporter yang senang, merchandise klub terjual, uang masuk. Bagi Klopp, kunci kehidupan sebuah klub berasal dari supporternya, dan bukan hanya karena uang yang mereka berikan ke klub.

Promosi? Atau Tidak?

Pada pertengahan titik musim Bundesliga, Mainz 05 berada di posisi pertama Bundesliga 2. Mereka berada di posisi aman jika ingin mengejar promosi, dengan selisih 7 poin dari tim yang berada di posisi keempat, dan tentu saja, mereka bisa bertanding untuk menjadi juara divisi dua, dengan perbedaan selisih gol dari tim yang berada di posisi kedua.

Sebelum anda lanjut membaca, aku perlu menjelaskan sedikit tentang konsep promosi di Jerman. Kedua tim yang berada di peringkat 17 dan 18 di Bundesliga akan turun ke Bundesliga 2 dan mendapat uang lebih sedikit. Kedua tim tersebut digantikan juara, serta runner up di Bundesliga 2. Sementara itu, tim di posisi 16 akan bertanding dalam dua laga, satu di kandang dan tandang, dengan tim di posisi ketiga Bundesliga 2, untuk menentukan siapa yang berhak bermain di Bundesliga. Pertandingan penentu degradasi dan promosi tersebut dapat berujung buruk karena pada dasarnya, performa sepanjang musim, dan masa depan klub tersebut bergantung pada dua pertandingan. Bermain aman bukan hal yang baik dilakukan di Bundesliga 2, karena tim perlu mengejar posisi pertama dan kedua jika ingin punya kesempatan mendapat gaji lebih banyak.

Pada istirahat musim di bulan Desember, sesuai dengan kalender sepakbola Jerman, Klopp dan pemainnya berpesta dengan harapan hasil ini dapat terus berlanjut. Perlu diingat bahwa Klopp punya kebiasaan berpesta dengan Dortmund dan Mainz pada istirahat bulan Desember ini, dan Klopp bisa mengubah hasil yang buruk menjadi hasil yang baik sesudah pesta di bulan Desember ini. Hasil yang baik juga bisa jadi lebih baik lagi tentunya…

Istirahat tersebut beres, dan Mainz langsung bertanding 18 mampu Klopp sikat dengan mudah, dan jika hasil-hasil pertandingan masih berlangsung seperti ini, ia bisa juara dari Bundesliga! Fans di Kota Mainz berteriak “Jürgen! Jürgen! Jürgen!” untuk memuji pelatih jenius dari Jerman ini. Pada titik ini, selain kemampuannya menciptakan taktik yang mematikan strategi counter-attack di Jerman, ia juga membuktikan bahwa dirinya adalah seorang investor bagi klub yang bijaksana, mampu meningkatkan sales tiket tanpa mengeluarkan banyak uang.

Para Supporter Mainz yang berbondong-bondong pergi menonton pertandingan di atas bis milik klub tersebut membuat para fans dari klub lawan menerima seandainya mereka dikalahkan. Mainz menjadi sejenis klub yang bukan hanya dicintai para netral. Mainz juga menjadi klub yang membuat fans klub lawan berpikir… “Ah, gapapa deh kalau kalahnya sama klub yang itu.”

Tapi, sayangnya. Nasib baik Klopp berakhir di sini.

Ia kalah 4 pertandingan berturut-turut. Mainz yang berada di posisi satu tadi, terjatuh ke posisi 5. Untungnya, selisih poin dari posisi pertandingan promosi di peringkat ke-3 dengan Mainz juga tidak begitu jauh. Hanya berbeda 3 poin.Ia juga berada di posisi 5 hanya karena perbedaan selisih gol dengan tim di posisi 4. Klopp perlu mencari ritmenya kembali. Ia berada di pertandingan ke 29 dari 34. 18 kemenangan, 5 kali seri, dan 6 kali kalah. 59 poin.

Ritme Mainz yang bergulir dari awal musim tampaknya akan berlanjut kembali meski ada 4 pertandingan buruk. Sesudah 4 kali kalah, ia memenangkan pertandingan berikutnya, dan naik ke peringkat 4. Ia butuh mengejar promosi ini…

Lalu… Datanglah kabar buruk. Pada pertandingan ke 31, sebuah media dari kota di mana Mainz akan bertanding menciptakan propaganda bagi warga dari kota tersebut. Aku sendiri tidak begitu mengerti alasannya, karena bagiku orang Jerman adalah orang yang kalem dan begitu kalkulatif, namun sepertinya, mereka bisa marah juga.

Bis supporter Mainz diserbu, begitu juga bis pemain. Para pemain di lapangan diserang begitu brutal oleh lawannya, dan pertandingan tersebut berakhir dengan skor, 1-3. Mainz kalah, dengan 2 pemain kunci terkena cedera. Klopp butuh kemenangan dan lawannya terselip dua kali untuk mendapatkan posisi playoff promosi.

Secara realistis… Itu sulit terjadi. Bahkan jika skuad miliknya lengkap, dan tanpa cedera krusial di gelandang serang serta sayap kiri, ia butuh sebuah keajaiban untuk mencapainya. Aku ingin di sini untuk memberi tahu bahwa Klopp mengejar promosi pertamanya dengan mantap dan mendapatkan skor 5-0 ketika saingan promosinya kalah 5-0 juga dan Klopp secara magis mampu mencapai promosi. Namun tidak.

Klopp gagal mencapai promosi dan harus puas berdiri di posisi keempat Bundesliga 2.

Ia harus menunggu tahun depan untuk bermain di divisi pertama.

Konsep Nilai.

Konsep Nilai.

Seiring waktu, konsep Harga dan Nilai suatu benda semakin berubah dan menjadi semakin fluktuatif.

Benda dengan harga 10.000 rupiah dapat memiliki nilai yang sangat berharga bagi seseorang, entah secara sentimental, ataupun fungsi. Sebaliknya, benda senilai, misal, 300 juta US dollar dapat memiliki nilai emosional, visual, dan fungsi yang sangat rendah. Jika anda menginginkan contoh, benda yang kumaksud adalah Trump Tower.

Untuk itu, aku ingin memecahkan konsep nilai dan harga di mata seseorang, karena sayangnya, sebuah benda tidak bisa memiliki harga yang padat jika tidak memiliki nilai, dan benda yang bernilai bisa saja tidak berharga.

Definisi Nilai dan Harga

Harga berarti suatu benda secara ekonomis. Secara mentah. Tentunya harga dapat mengalami fluktuasi, dan sangat bergantung pada pembeli, supply and demand, serta seratus ribu faktor lainnya mengenai pasar di dunia kapitalistik yang kita tinggali ini.

Namun, harga tidak akan pernah lepas dari uang. Itu yang membuat harga dari suatu benda sebagai faktor absolut. Fluktuatif, iya, tapi bagaimanapun juga absolut. Sebuah Beng-Beng (karena aku doyannya beng-beng, bukan karena aku dibayar Beng-Beng) yang dibeli di toko yang sama akan sama-sama berharga 2000 rupiah. Butuh lembaran dengan warna dan nilai yang sama untuk mendapatkannya.

Karena kita tinggal di dunia yang memiliki banyak negara, dan tiap negara punya preferensi ekonominya masing-masing, terciptalah sebuah masalah/solusi yang memberi anak-anak IPS kesulitan untuk masuk ke PTN yang mereka inginkan… (out of topic, aku ingin masuk ITB, jadi sebenarnya aku tidak mengalami masalah ini, aku harus mengalami masalah rumus yang logikanya lebih parah, tapi ya, gitu lah) mata uang.

Mata uang sendiri bisa dibeli, dengan mata uang lain seolah-olah mereka tidak ada perbedaannya dengan, misal, sekantong Beng-Beng. Namun, secara filosofis dan logis, kebutuhan mata uang untuk membeli benda dapat menciptakan kebingungan, karena kalau kita bicara kepraktisan dan kebutuhan logis, satu mata uang harusnya cukup untuk membeli segala hal bukan?

Sayangnya, dunia tidak bekerja seperti itu. Hadirnya banyak mata uang juga memberikan kompleksitas lebih dalam kehidupan sehari-hari seorang warga dunia. Berjualan mata uang dapat menghasilkan keuntungan, iya, tetapi ia juga bisa menjadi sumber penurunan kualitas, alasan bagi oposisi di suatu negara untuk mengutuk pemimpin yang sekarang (meski sebenarnya itu belum tentu salah si pemimpinnya), dan juga menaikkan uang masuk dari perjanjian perdagangan, turisme, dan sebagainya.

Ini mulai off-topic, jadi kurasa kita harus kembali ke titik awal yaitu definisi harga dan nilai.

Seperti aku telah bilang, sebuah benda bisa memiliki nilai yang tidak bisa diukur…

Harga adalah faktor absolut, dan tidak bisa berubah begitu saja. Nilai, pada sisi lain, bersifat sangat fleksibel.

Nilai suatu benda tergantung penuh pada mata orang yang melihatnya. Dan hanya dari dua konsep mendasar ini, terciptalah dunia ekonomi modern yang kita tinggali sekarang. Benda yang sama dapat memiliki nilai berbeda di antara dua orang. Sebagai contoh…

Bagi seseorang yang sangat lapar, atau ngidam Beng-Beng ketika Beng-Beng di minimart terdekatnya sudah habis, ia mungkin memiliki perasaan lebih untuk ingin membeli Beng-Beng. Beng-Beng yang diproduksi dalam jumlah banyak ini tiap harinya memiliki nilai lebih karena seseorang sangat ingin memakannya. Ia tidak bisa mendapatkannya untuk sekedar 2000 rupiah di minimarket karena sedang kosong…

Jadi, apa yang ia lakukan? Ia membeli Beng-Beng dari temannya dengan harga 3000 rupiah.

Baginya, Beng-Beng tersebut memiliki nilai lebih, karena ia sangat menginginkannya, jadi ia rela mengeluarkan uang ekstra untuk membelinya, karena tidak ada Beng-Beng di minimarket terdekat, harga Beng-Beng yang ia ingin makan meningkat senilai 50%.

Harga dan Nilai ini yang secara tidak langsung ataupun langsung merubah dunia ekonomi yang kita tinggali ini. Karenanya, nilai absolut barang (catatan, aku dapat menggunakan istilah nilai absolut sebagai sinonim untuk harga, bukan untuk nilai, terkadang ada momen di mana istilah nilai absolut akan lebih cocok dengan konteks) dapat berubah.

Supply and Demand

Pada akhirnya, menentukan nilai suatu benda kembali ke titik yang satu ini… Aku bukan seorang ekonomis (dan dengan asumsi beberapa hal ke depan, sepertinya aku tidak akan jadi seorang ekonomis) tetapi, melihat nilai dan harga suatu benda dapat berubah murni berdasarkan cara seseorang melihatnya dari sudut pandang apa.

Supply and demand adalah satu-satunya hukum yang tidak akan pernah hengkang dari faktor suatu benda.

Bahkan, suatu perusahaan dapat memanfaatkan supply and demand untuk meningkatkan nilai dari suatu benda.

Perusahaan yang kumaksud adalah Supreme.

Like, seriously. Murni dengan melakukan cost-pressing dan memastikan suatu benda tidak pernah diproduksi lagi, benda menjadi bernilai secara irasional karena demand yang tinggi dan supply yang sangat sedikit, sebuah brand dapat menciptakan efek kelangkaan yang fiktif dan mendapatkan untung dari hal tersebut.

Tapi, sayangnya, tulisan kali ini bukan tulisan yang akan membahas Supreme (percaya padaku, anda tidak ingin membahas brand tersebut), aku di sini untuk membongkar dan memutar alasan suatu benda bisa memiliki nilai tersebut.

Seperti disebut di atas, suatu benda bisa memiliki nilai fiktif yang tinggi karena supply yang sedikit dan demand yang tinggi. Jadi, kalau kita bicara secara logis, apakah ada cara yang lebih praktis untuk mendapatkan nilai maksimum suatu benda, selain dari menekan supply dari barang tersebut?

Konsep Supply

Supply sendiri merupakan suatu konsep.

Salah satu hal termudah (jika anda menanyakan seorang ekonomis, bukan psikolog) untuk menaikkan atau menurunkan harga barang ketika sedang melakukan jual beli, adalah dengan menjelaskan bahwa barang yang kita miliki adalah barang yang langka, barang yang supply-nya sedikit.

Dan sayangnya, supply sendiri memiliki nilai yang psikologis.

Suatu benda yang “langka” belum tentu “langka” selain fakta bahwa benda tersebut dipersepsikan sebagai langka oleh orang yang memasarkannya. Supply sendiri juga relatif dalam anggapan bahwa, apakah benda yang ada ini dimiliki 1 dari 100 orang sebagai benda yang langka? atau 1 banding 100.000?

Terkadang, suatu benda yang dipasarkan langka dengan cara berbeda, dapat menciptakan efek berbeda.

Konyolnya, manusia juga lebih ingin menjadi yang terbaik di sukunya, kebanding menjadi manusia yang sangat baik. Sebagai contoh…

Budi tinggal di apartemen dengan isi orang-orang yang menghasilkan 200.000 dollar setahunnya, dan aku hanya menghasilkan 180.000 dollar setahunnya. Di apartemenku, aku menghasilkan uang paling sedikit.

Lalu, Budi memutuskan untuk pindah. Ia pindah ke tempat di mana orang-orang rata di apartemennya, menghasilkan 50.000 dollar setahun, dan penghasil terbesar di apartemen tersebut menghasilkan 120.000 dollar setahun. Budi hanya pindah ke situ karena gajinya dipotong, dari 180.000 setahun, menjadi 150.000 dollar setahun. Budi lebih bahagia.

Faktanya, manusia rata-rata merasa lebih bahagia menjadi orang terbaik dari kelompoknya, kebanding orang sangat baik secara umum. Kalau kita melihat gajinya secara harga, tentunya, orang-orang akan memilih menghasilkan 180.000 kebanding 150.000 bukan? Ya, tetapi, semua itu tergantung berdasarkan kelompok yang kita tinggali sekarang.

Suka atau tidak, manusia adalah makhluk yang amat sangat kompetitif.

Ini adalah trik yang sangat mudah untuk menaikkan nilai relatif sebuah barang, dan tentunya, jika nilai relatif sudah dilihat tinggi, maka, nilai absolutnya akan meningkat juga.

Ini adalah alasan kenapa…

  1. Pajero bisa menjadi mobil yang laku. Ia menjadi mobil pilihan yang meningkatkan status sosial karena pemiliknya relatif jarang, seolah-olah di jalan, ini bisa menjadi bukti fiktif seolah-olah anda seorang alfa dengan memilikinya.
  2. Supreme (lagi) bisa menjadi brand efisien, hanya dengan 5 (tidak yakin dengan angka, hanya estimasi) toko seluruh dunia, ia bisa menjual barang secara tinggi, mencapai nilai pasar puluhjutaan dollar.
  3. Ada saja orang yang membeli benda hanya karena orang lain membelinya, entah itu makan di suatu kafe, atau membeli tas dengan brand tertentu, dan sebagainya…

Kesimpulan

Aku akan menyimpulkan artikel ini dengan sederhana.

Stop menilai sesuatu dengan nilai relatif jika dibandingkan dengan orang lain.

Nilai relatif adalah hal yang bagus jika anda membandingkannya dengan benda lain yang anda miliki, atau benda lain dari genre yang sama (misal membandingkan ayam goreng KFC, McD, dan ayam goreng di Masjid Salman). Begitu anda melibatkan orang lain dalam penilaiannya, anda tidak akan pernah merasa bahagia, karena anda tidak akan merasa bahwa anda telah mencapai titik sukses, selama bandingannya masih saja orang lain…

Happy Birthday Percy Jackson!

Happy Birthday Percy Jackson!

Selamat ulang tahun bagi karakter tercinta kita yang satu ini!

Ulang tahun ke-berapa? Err…

Seharusnya sih, Percy berusia 12 tahun pada 2005, sekarang berarti 26 di dunia nyata!

Untungnya, Percy di buku Riordan terakhir masih berusia 17. Timeline buku tersebut masih stuck di tahun 2012, bulan Februari jika aku tidak salah. (silahkan salahkan Riordan yang memendekkan timeline dari Son Of Neptune sampai ke Blood of Olympus untuk berlangsung hanya dalam 2 bulan, lalu salahkan Riordan lagi yang hanya memberikan Hidden Oracle ke Tyrant’s Tomb untuk berlangsung hanya dalam 1 bulan)

Happy Birthday Percy!

18th August 2019

Menemukan Kebahagiaan.

Menemukan Kebahagiaan.

Kebahagiaan adalah salah satu konsep paling membingungkan yang pernah diciptakan manusia.

Di satu sisi, kebahagiaan merupakan hal yang baik, sebuah tujuan yang perlu dicapai dalam kehidupan seseorang. Di sisi lain, banyak orang yang mencari tujuan tersebut (yang tidak ada spesifikasi tujuan yang mudah dimengerti) dan karena mereka mencarinya, tujuan tersebut tidak akan pernah ditemukan.

Kita menciptakan konsep untuk memberikan makna dan kebahagiaan bagi diri kita sendiri, tetapi karena konsep tersebut sangat sulit untuk dicari, orang-orang malah melucuti makna yang mereka seharusnya miliki tadi, dan tidak mungkin lagi untuk mencapainya.

Jadi, daripada bingung sendirian, kita bingung bersama-sama saja.

Apa sih kebahagiaan?

Inspirasi:

  • Stumbling on Happiness: Daniel Gilbert
  • Hope is F*cked: Mark Manson.

Ignoramus Harmonius

Ignoramus adalah kata dalam bahasa Inggris.

Wow. Jujur, aku mengira itu bukan kata yang nyata, dan hanya slang yang sering digunakan, tetapi… wow.

Salah satu hal terbaik dan termudah untuk mendapatkan perasaan bahagia dan nyaman, adalah dengan mengabaikan sekitar. Iya. Ini hal yang terdengar absurd bagi sebagian orang, mungkin mayoritas pembaca akan merasa, kalau aku mengabaikan hal, aku tidak bakalan…

  • Mendapat hasil atau gambaran yang sempurna sesuai dengan Misal, ruangan ini harus rapih, tiap kali makan harus ada porsi ekstra seandainya ada yang mampir ke rumah.
  • Menjadi orang yang lebih Misal, aku harus focus untuk belajar demi ulangan, dan tidak mungkin aku mengabaikan belajar bukan?
  • Bisa bersenang-bersenang. Misal, Mengabaikan undangan dari temanku untuk ke pesta malam

Dan seterusnya.

Tetapi, kalau ditinjau kembali, dari tiga hal tersebut, ada satu hal yang berhubungan akan semuanya. Semuanya perlu dicapai. Dan seandainya, mereka tidak dicapai, ada perasaan tidak puas, perasaan tidak puas itu muncul juga ke perasaan tidaknyaman, dan jika seseorang tidak nyaman ataupun tidak puas, mereka tidak bahagia.

Kalau kita bisa mengabaikan hal-hal dengan mudah, maka akan semakin mudah baginya untuk merasa puas. Kepuasan bukan kebahagiaan, tetapi, jika seseorang sudah merasa puas, tidak akan ada tekanan lebih lanjut untuk memenuhi kepuasan yang dicari.

Langkah termudah untuk mendekati (mendekati, bukan mencapai) kebahagiaan adalah dengan mengabaikan hal-hal di sekitar anda.

But WAIT!

Sayangnya, kita tinggal di dunia manusia modern. Kita tidak bisa sekedar mengabaikan hal-hal untuk merasa puas dengan diri kita. Itu hal yang bodoh, dan sejujurnya, aku tidak yakin itu sehat untuk dilakukan.

Hal yang lucu adalah, walaupun tidak ada indeks kebahagiaan resmi di Korea Utara, warga-warga Korut merasa bahagia dengan keadaan mereka. Ini adalah tanda yang nyata bahwa materi tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan dan jika seseorang mengabaikan kondisi mereka, dan tidak pernah perlu merasa iri dengan orang lain, mereka akan bahagia.

Coba pikirkan apa yang mungkin terjadi jika misalnya… Warga Korut diberitahu oleh pemimpin mereka (harus oleh pemimpin mereka, perkataan orang lain tidak akan mempan) bahwa di dunia luar ada sekumpulan orang yang mendapat makanan lebih banyak dari mereka, dan boleh mendesain rumah mereka sendiri, dan ya, hal-hal bagus dari dunia kapitalis lah… Mereka mungkin merasa iri. Iri tersebut tumbuh menjadi perasaan tidak puas, dan ketidakpuasan itu menjadi sumber hilangnya kebahagiaan.

Kita tidak bisa 100% mengabaikan diri di dunia luar, maksudku, kita memang masihtinggal di dunia yang cukup kapitalis (bukan dalam sudut pandang serakah, tetapi sudut pandang nilai benda) dan seandainya dunia ini beralih ke sosialisme, baru kita bisa beralih sedikit ke gaya mengabaikan ini.

Sampai dunia ini menjadi sosialis (aku tidak mendukungnya, tolong dicatat, tapi namanya juga what-if) kita masih harus punya perhatian dan dorongan untuk melakukan hal. Tekanan memang diperlukan.

Kepuasan

Kita tidak akan pernah puas selama kita masih merasa iri, dan selama kita masih mencari sesuatu. Seperti kusebut di atas, selama kita tidak merasa puas (dan perlu diingat, perasaan puas adalah sebuah konsep juga, yang mendasari konsep lain yang kita kenal sebagai kebahagiaan) kita tidak akan merasa bahagia.

Sebuah riset untuk memperjelas hal. Sejumlah peserta eksperimen diminta memilih berlibur di salah satu antara dua tempat, dengan harga yang sama. Pulau Avg, dan Pulau Xtreme. Pulau Avg ini memiliki makanan yang enak, kamar yang enak, pantai yang enak, serta pelayanan yang ramah. Pulau Xtreme pada sisi lain, memiliki makanan yang tidak enak, kamar yang sangat enak, pantai yang sangat enak, dan pelayanan yang tidak ramah.

Logikanya, jika peserta diminta memilih lalu menolak satu pulau, mereka akan memilih pulau yang berbeda bukan? Mereka akan memilih pulau Xtreme, dan pada pertanyaan berikutnya, mereka akan menolak pulau Avg, atau sebaliknya, tergantung preferensi.

Konyolnya, hampir semua orang memilih pulau Xtreme, lalu menolaknya kembali.

Manusia mencari hal yang bagus ketika memilih, dan mencari hal yang buruk ketika menolak. Kita akan selalu menemukan hal-hal untuk mengurangi kepuasan kita.

Jadi, apa solusinya? Selain mengabaikan hal-hal kecil? Jangan memilih… 😀

Mencari Makna

Oh boy.

Kebahagiaan merupakan hal yang berhubungan dengan makna. Ada yang tidak setuju? Silahkan komentar.

Jadi, apakah ini akan terdengar aneh, kalau misalnya aku mengingatkan pembaca bahwa semakin banyak perasaan sakit atau perasaan merana yang seseorang rasakan, semakin banyak makna yang dibutuhkan untuk mencari alasan yang mulia dan rasional untuk menghilangkan perasaan merana tersebut.

Faktanya, manusia adalah makhluk sosial, dan juga makhluk yang menciptakan konsep fana untuk membuat diri kita senang.

Makna yang tidak tentu itu dicari dan ditemukan, dan dicari, dan ditemukan kembali, selama kita masih membutuhkannya.

Terkadang, makna dicari bukan sebagai hal atau sumber kebahagiaan itu sendiri, tetapi makna dicari untuk membuat hal-hal di sekitar kita tampak rasional, dan sesudah hal tersebut tampak rasional, tidak perlu lagi penjelasan, karena ketika hal sudah tampak rasional, kita merasa puas, dan dari perasaan puas itu, kita mampu mendapat sebagian dari kebahagiaan.

Huh, pusing gak tuh?

Intinya, manusia mencari alasan untuk membuat hal-hal yang mereka lakukan bermakna, dan masuk akal. Mereka… eh, maaf, KITA akan mencari alasan untuk mendapatkan jawaban dan logika yang rasional sebagai sebuah bentuk dari… placebo untuk mendapatkan kenyamanan akan hal buruk yang sedang dirasakan.

Lain kali anda sedang kesulitan melakukan sesuatu, carilah alasan besar untuk mendasari perasaan buruk anda.

Unik? Gak

Bagaimana kalau aku ingatkan anda bahwa anda merasa terlalu unik.

Apakah anda seperti kebanyakan orang? Jawabannya, tidak. Tentunya, orang macam apa yang akan merasa puas kalau mereka seperti kebanyakan orang.

Apakah kemampuan anda pada bidang di mana anda bekerja lebih baik daripada rata-rata? Jawabannya, adalah iya. Anda merasa seperti itu.

Lucunya. Kalau kebanyakan orang merasa bahwa mereka unik, dan mereka merasa lebih baik dari rata-rata. Tidak ada yang namanya rata-rata.

Sedangkan, kalau kita mengambilnya dari sudut pandang statistik, manusia rata-rata ada lebih banyak dari manusia luar biasa. Peluang anda menjadi manusia luar biasa lebih kecil dari peluang anda menjadi manusia rata-rata.

Tetapi, rasionalisasi manusia kembali menjadi faktor. Manusia berbohong pada dirinya sendiri untuk menghindari percakapan canggung dengan subconscious mereka.

Dan untuk kali ini. Kebohongan tersebut aku terima. Kita tidak akan pernah merasa puas kalau kita menyadari bahwa kita tidak unik.

Mindset Sherlock Holmes

Mindset Sherlock Holmes

Sherlock Holmes.

Nama yang hampir bisa dipastikan menciptakan image sebuah detektif yang sedikit sok tahu, (oke, sangat sok tahu) tampak sangat canggung dan anti-sosial, dan tentunya… pandai.

Sesudah menghabiskan 50 buku dari daftar yang aku pegang sejak tahun 2018, plus beberapa buku yang disebutkan sebagai sumber dari kelimapuluh buku tersebut, aku belum sempat menemukan serta mendapatkan buku-buku nonfiksi lain.

Jadi tentunya, aku mengutak-atik satu dua buku, mencari buku fiksi, membaca ulang buku yang sudah kubaca sebelumnya, dan juga mencari inspirasi dari buku-buku fiksi yang sudah lama tersimpan tapi belum sempat kubaca.

Lalu, sesudah sekitar 12 judul buku fiksi dengan kepanjangan yang tak menentu. Datanglah Sherlock. Aku sudah ingin membaca tentang cara berpikir Holmes (ada buku pendek ditulis oleh Daniel Smith dan buku panjang ditulis oleh Maria Konnikova) sejak tahun 2018 awal, dan sekarang ketika kita sudah ada di pertengahan 2019, dan daftar bukuku sudah habis… aku kerjakan juga.

Ya, namanya juga sering lupa (hal yang harusnya berkurang sesudah membaca kedua buku tersebut), mau gimana lagi. Bagaimanapun juga, selamat menikmati 5 tips sederhana (silahkan baca buku untuk versi panjang) untuk memiliki kemampuan analisa serta memori yang similer ke Sherlock Holmes.

Gudang Otak

Gudang otak. Istilah yang digunakan kedua buku ini adalah Brain Attic, namun meski jika diterjemahkan secara harfiah Attic berarti loteng, kurasa dalam konteks bahasa kali ini, istilah gudang akan lebih tepat.

Bagi sebagian besar orang, seperti aku (terutama sebelum membaca buku ini) dan kemungkinan besar pembaca… informasi disetor secara acak.

Hal paling fundamental untuk mendapatkan gaya berpikir yang lebih mirip dengan Sherlock adalah dengan memiliki gudang otak yang tertata dengan rapih.

Gudang otak di sini bukan berarti kapasitas otak seseorang dalam menyimpan memori, karena lucunya kita hampir tidak mungkin melupakan sesuatu, yang ada bukan hilang ingatan, tetapi ingatan tersebut ada di tempat yang sulit dijangkau.

Holmes menyimpan secara otomatis informasi yang ia butuhkan di atas. Ibarat sebuah gudang, jika Holmes ingin mengambil informasi yang punya potensi membantunya memecahkan sebuah kasus, ia cukup membuka pintu gudangnya, dan mengambil barang yang lokasinya sudah tepat di depan pintu.

Ini alasan, bagi Holmes, informasi yang seharusnya diketahui anak kelas 1 SD bahwa bumi mengitari matahari dan bukan sebaliknya tidak ada kepentingannya bagi Holmes. Baginya, tidak ada bedanya jika seandainya bumi mengitari matahari atau matahari mengitari bumi, kasus yang ia pecahkan tidak akan berubah sedikitpun jika ia mengetahui informasi ini.

Baginya, informasi seperti ini tidak penting, dan ia simpan jauh di dalam, untuk ia ambil ketika ia butuhkan di lain hari, seandainya ada kasus yang membutuhkannya, ia hanya perlu membuang waktu ekstra untuk mendapatkan informasi tersebut, dan ia lakukan ini ketika ia sedang hilang jauh dalam pikirannya.

Hal penting lain yang perlu diketahui ketika ingin menyusun ulang informasi sesuai ke Gudang Otak seseorang ada di fakta bahwa, seberapa besar atau buruk ingatanmu, jika gudang otakmu tertata rapih, tidak ada orang yang akan mengalami kesulitan mencari jawaban akan sesuatu.

Jumlah informasi yang seseorang mampu setor tidak mempengaruhi secepat apa seseorang dapat mendapatkan informasi tersebut.

Sebagai contoh. Aku memiliki komputer dengan memori 32 giga byte, dan temanku memiliki komputer dengan memori 128 giga byte. Tidak sepertinya, aku menyimpan file dan aplikasi yang aku butuhkan di desktop, dan file-file yang aku jarang gunakan di dalam folder dan tertata dengan rapih, tidak ada file yang tidak terletak di luar folder. Temanku, pada sisi lain, memasukkan apapun tanpa memfilternya di desktop, dan semua filenya ia biarkan secara berantakan.

Mungkin ia bisa menyetor file dan aplikasi 4 kali lipat lebih banyak dariku, tetapi jika ia butuh waktu 1 menit untuk mencari file, aku cukup diberikan waktu 3 detik untuk mencari file.

Mengerti?

Amati dan Amati

Seorang anak memiliki kemampuan mengamati yang lebih baik daripada seorang dewasa pada umumnya.

Holmes menghabiskan kemampuan otaknya yang terbatas untuk mengamati, ia tahu bahwa ia mudah terdistraksi (hal yang Holmes sendiri kadang akui meski dengan cara yang sombong) jadi ia menghabiskan energi dan sebagian kesadarannya untuk menyuruh otaknya secara langsung untuk mengamati. Holmes menggunakan seluruh indranya (tergantung berapa indra yang kau percaya kau miliki, karena, aku yakin ada orang yang juga percaya pada indra keenam, ke 12, dan seterusnya) untuk mendapatkan informasinya, dan secara sadar memanfaatkan semuanya ketika sedang mengamati sesuatu.

Jika Sherlock Holmes saja perlu menyuruh otaknya mengamati, apalagi orang-orang seperti aku dan pembaca. Bagi Holmes, sistem mengatur gudang otaknya sudah otomatis, tetapi untuk mengamati, ia masih perlu memberikan energi dan kesadarannya untuk melakukan hal tersebut. Ketika ia sedang mengamati sesuatu, ia menghabiskan seluruh kesadarannya ke hal yang ia sedang amati, seperti yang ia lakukan ketika ia bertemu orang. Ia mencari informasi yang menurutnya relevan, dan ia simpan di desktop agar ia tidak perlu mengalami kesulitan untuk mencari kembali informasi tersebut.

Orang yang mengamati adalah orang yang ikut berkontribusi dan menambah ilmu, hadir sendiri sudah tidak cukup jika ingin mendapatkan pengalaman dan informasi yang utuh, informasi yang lengkap.

Korelasi dan Analisa

Mengamati tidak sebatas mendapatkan informasi saja.

Bagi Holmes, ia perlu ikut mendapatkan dan terus membandingkan hal yang ia dapatkan tadi untuk mencari penyebab, dan mencari akibat dari suatu informasi.

Berhenti di mengamati dan menyimpan informasi bukan hal yang buruk, tetapi informasi yang didapatkan tadi tidak akan pernah lengkap, dan tidak akan punya makna berdampak lama jika Holmes tidak tahu apa yang ia perlu lakukan dengan informasi tersebut.

Ia mencari hubungan dari informasi yang ia dapatkan dengan hal-hal yang baru ini terjadi, mencari apa alasan seseorang melakukan sesuatu, dan mencari apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?

Bagi Holmes, proses ini adalah proses yang menentukan benar atau salahnya suatu hipotesa, benar atau salahnya suatu informasi.

Seolah-olah Holmes mengerjakan suatu eksperimen secara tidak sadar dan otomatis di dalam otaknya. Ia selalu berteori, selalu butuh menanyakan pertanyaan, lalu mencari informasi dan bukti untuk memastikan masalah tersebut, dan membandingkannya dengan hasil analisa serta pengamatan yang ia telah lakukan, dan informasi yang disetor dengan rapih di dalam gudang otak miliknya.

Kurangi Makan ketika ingin Berpikir

Manusia rata-rata hanya menggunakan 10% dari otak mereka. Katanya mah. Walaupun ada kontroversi dan banyak eksperimen baru yang berusaha membuktikan 10% informasi tersebut sebagai salah… Ada hal yang aku tahu dengan pasti.

Mayoritas dari proses otak seseorang berada diluar alam bawah sadar mereka. Seperti misalnya, bernafas, memastikan jantung tetap berdetak, menyalurkan darah, dan yang paling terakhir, mencerna makanan.

Ketiga hal tersebut tidak mungkin digantikan, tetapi, kalau untuk memastikan seseorang tidak mencerna makanan, aku rasa itu bukan hal yang salah.

Mencerna makanan merupakan hal yang ‘berat’ untuk dilakukan dan memberikan efek yang memperlambat gaya berpikir seseorang hingga 4 jam sesudah makanan dikonsumsi.

Lalu anda akan bertanya… “Tapi Azriel, aku gak bisa mikir kalau belum makan.” Meski ini memang nyata bagi sebagian orang, ini terjadi bukan karena tidak ada kendali atas otak, melainkan karena Gudang Otak yang tidak rapih, memprioritaskan sensasi kebanding logika. Awalnya ini akan sulit, tetapi kalau anda perlu berpikir sampai level Sherlock, aku yakin pengorbanan ini akan dilakukan.

Ketahui Batasan Anda

Meski Holmes sering tampak bahwa ia mendorong dirinya terlalu jauh dengan tidak makan selama 8 jam, dengan memutuskan untuk mencari tahu sesuatu tanpa istirahat, dan tanpa rasa cukup, Holmes melakukan semua ini secara sadar.

Ia tahu bahwa ia masih bisa mendorong dirinya sendiri lebih lanjut, dan kurasa bahkan Holmes sekalipun tahu bahwa ia harus istirahat dan menyimpan berpikirnya untuk lain hari.

Ini adalah penutup yang pas karena sebenarnya, Holmes adalah manusia, dan jangan pernah berpikir untuk mengalahkannya, karena meskipun Holmes adalah karakter fiksi (yang memang punya portret karakter yang tergantung pada aktornya masing-masing seperti Cumberbatch dengan gaya smug geek-nya dan Robert Downey Jr. dengan gayanya yang penuh dengan swag) kita tidak bisa berharap untuk mengalahkannya dalam ini.

Pernahkah anda berpikir untuk mengalahkan Achilles dalam pertarungan1 lawan 1? Pernahkah anda berpikir untuk mengalahkan Messi atau Ronaldo dalam menggiring bola? Pernahkah anda berpikir bahwa anda bisa mengalahkan Jaden Smith dalam membuat tweet bodoh? (oke, untuk yang terakhir aku rasa tidak ada salahnya mencoba)

Holmes adalah manusia (meskipun fiktif) terhebat dalam analisa, pengamatan, dan manajemen memori, dan bahkan, menggunakan kemampuannya sebagai batasan kita mendorong diri kita saja tidak terdengar realistis…

Ketahui batasanmu. Lagian, anda juga sebenarnya kan masih manusia (dan tidak seperti Holmes… anda nyata)

Pengaturan Struktur Pressing Roberto Firmino

Pengaturan Struktur Pressing Roberto Firmino

Roberto Firmino adalah seorang anomali. Dia seorang pemain kelas dunia, bermain di posisi yang jarang dimanfaatkan pelatih (False 9), dan bahkan dalam posisi tersebut, ia masih sebuah anomali.

Keanehan dan keunikan posisi di mana Firmino bermain ini cukup untuk memberikan posisi miliknya namanya sendiri. “The Firmino Role” menjadi sebuah posisi di mana seorang False Nine melakukan pengaturan struktur tim dan mengatur pressing. Struktur pressing sendiri umumnya ditentukan bukan oleh Striker tengah, tetapi oleh Gelandang Box-to-Box, atau Gelandang Bertahan.

Seperti orang-orang lihat, struktur Pressing Liverpool dalam struktur 4-3-3 memanfaatkan Firmino untuk pengaturan gerakan seluruh timnya. Strukturnya dalam formasi 4-2-3-1 berubah total, tapi, sekarang bukan waktu untuk membahas hal tersebut.

Kalau anda ingin tahu sebenarnya seberapa teraturnya kekacauan dan kehebohan di Anfield, lanjut baca. Karena sebenarnya, dibalik kehebohan dan kerusuhan pressing yang Klopp manfaatkan, semuanya sebenarnya terstruktur.

Pressing Posisi

Musim 2018/19 mengubah total gaya pressing Liverpool. Iya, mereka masih memanfaatkan Gegenpressing, iya, mereka masih sebuah tim yang memiliki kemampuan serangan balik lebih baik daripada serangan terstruktur ketika memegang bola, tetapi, gaya pressing yang diterapkan Liverpool berubah total.

Hard-Pressing, alias, berlari untuk merebut bola, hampir tidak pernah dilakukan kecuali benar-benar diperlukan, dan alih-alih memaksa lawan untuk memainkan bola di bawah tekanan, Liverpool memaksa lawan untuk bermain bola dengan pintar, dengan cara mematikan hampir seluruh opsi operan yang ada.

Pressing ini diketahui dengan Pressing Posisi. Melakukan pressing, tanpa perlu bergerak, dan hanya dengan mengatur ulang posisi tiap kali lawan bergerak. Ini mengurangi kebutuhan stamina untuk bermain dalam sistem pressing Liverpool. Memang masih butuh banyak stamina, tetapi lebih sedikit dari musim 2017/18.

Firmino mengatur posisi tim secara keseluruhan, mulai dari gelandang, hingga bek kanan dan kiri, semuanya mengikuti Firmino untuk keseluruhan struktur.

Sebagai contoh…

Firmino berada di antara Gelandang Bertahan (Fabinho) dan kedua bek tengah lawan (kedua CB) langsung memotong jalur operan antara keduanya. Lawan hanya bisa mengoper ke Bek Kanan (RB), Bek Kiri (LB), atau Bek tengah yang lain.

Namun, berdasarkan posisi Firmino, Salah dan Mané juga berada di posisi yang cukup, tapi tidak terlalu sentral untuk bisa memotong jalur operan antara kedua bek sayap, tanpa menghalanginya secara langsung, memberikan godaan bagi pemain yang memegang bola.

Selain itu, Robertson, dan Trent (Trent Alexander-Arnold) berada di posisi yang cukup dekat untuk lari ke depan seandainya Salah atau Mané gagal memotong bola, memberikan tekanan yang cukup untuk memenangkan bola, serta memberikan orang tambahan dan menyulitkan lawan.

Ketiga gelandang cukup sentral untuk bisa menjadi pemain tambahan di posisi lebar, seandainya lawan sukses memberikan umpan lambung untuk melewati seluruh struktur Liverpool.

Ketika itu terjadi, struktur tim berubah, dan seandainya lawan memiliki bek tengah yang mampu memberikan bola berkualitas tinggi tanpa dipotong Van Dijk, Liverpool dalam bahaya.

Ini alasan kenapa salah satu pertandingan terbaik musim kemarin (dalam opiniku) merupakan Chelsea vs Liverpool di Stamford Bridge. Kemampuan David Luiz bagi Chelsea cukup untuk sesekali melewati pressing posisi Liverpool.

Wow. Ini semua perlu dijelaskan dengan dua gambar dan 5 paragraf, padahal bola hanya ditendang sekali.

Transisi Press

Oke, lalu, bagaimana cara terjadi transisi dari pressing posisi ke hard press?

Jalur lari ideal seandainya bola dimenangkan…

Ketika Firmino merasa bahwa lawan telah menunda untuk waktu yang cukup lama, atau mulai kebingungan, ia melakukan pressing.

Ketika itu terjadi, posisi Firmino yang tadinya berada di zona antara gelandang dan kedua sayap, maju, dan posisi yang mungkin tampak sebagai 4-3-1-2, kembali menjadi 4-3-3 yang sentral, dengan kedua sayap memotong ke dalam, siap menerima bola dan membantu tekanan ke keempat pemain bertahan.

Jika ini terjadi, Fabinho maju, dan memberikan tekanan secara langsung ke gelandang bertahan lawan (CDM), dengan tujuan mematikan opsi operan tersebut.

Kedua gelandang tengah juga tetap berusaha mematikan opsi operan ke gelandang lawan,  memberikan ruang bagi kedua bek sayap untuk bias melakukan overlap dan menambah jumlah orang dalam serangan.

Pada momen inilah, Liverpool paling rentan ke operan lambung yang bagus. Sebuah bola terobosan lambung yang dapat dikendalikan oleh seorang penyerang dapat menciptakan situasi serangan 3 penyerang, melawan 2 pemain bertahan.

Jalur lari yang setengah terpotong jika bola gagal dimenangkan dan ada operan bagus tercipta.

Selain itu, perlu diketahui bahwa Henderson yang tadinya bermain di posisi gelandang bertahan, (ketika fisik Fabinho masih disiapkan oleh Klopp) merasa kurang nyaman dengan kurangnya gerakan, mengingat Henderson adalah seorang gelandang Box-To-Box.

Sampai Fabinho mampu bermain dengan stabil, Liverpool punya kesulitan menangani serangan balik. Peran Firmino juga sangat mengatur pressing di sini.

Isu Serangan Balik

Fabinho mampu mengisi peran gelandang bertahan di Liverpool dengan sempurna. Fungsinya di struktur tim yang sedang melakukan hard-pressing murni untuk mendaur ulang bola, dan menghentikan serangan balik.

Fabinho tidak melakukan hard-pressing seperti yang Firmino lakukan, yaitu untuk memenangkan bola ketika lawan sedang perlu bertransisi, Fabinho melakukan hal yang berbeda. Ia memotong jalur umpan transisi lawan yang paling cepat, dan memastikan bola tersebut dapat ia kendalikan, atau setidaknya, tidak sampai menciptakan serangan balik.

Umpan terpotong, bola disundul…

Begitu bola tersebut ia kendalikan, ia melakukan hal paling sederhana yaitu mengopernya kembali ke pemain kosong terdekat.

Keuntungan dari sprint jarak dekat untuk memotong jalur umpan yang Fabinho terapkan ini, ada di… jika serangan balik tidak tercipta, para pemain serang, gelandang, dan bek sayap yang ikut maju, tidak perlu berpikir untuk mundur lagi demi mengurangi jumlah lawan yang lolos dalam serangan balik.

Seperti yang ada di gambar ini… Jika Fabinho tidak mencapai bola tersebut, karena itu merupakan umpan lambung, terlalu cepat, atau semacamnya, Matip, dapat melakukan hard pressing untuk membantunya mendaur ulang serangan. Aku juga cukup yakin bahwa tidak banyak pemain mampu melewati van Dijk dengan mudah, jadi, secara logika dan sistem, Pressing Klopp ini, hanya bisa dihilangkan oleh kreativitas, atau taktik yang khusus didesain untuk mengalahkan pressing Klopp.

Kesimpulan

Ya, taktik pressing Klopp yang berdasarkan kedua pemain Brazil yang sentral dalam system Klopp (maaf Alisson, tapi peranmu hampir full teknis dan fisik, alih-alih taktis), semoga ini dapat menjadi sedikit pencerahan bagi anda yang ingin tahu mengenai kerusuhan di sebuah stadion di Merseyside, karena sebenarnya, kerusuhan ini hanya tampak rusuh. Aslinya dia terstruktur dengan rapih.

Sampai lain waktu!

Dewa-Dewi Yunani vs Romawi

Dewa-Dewi Yunani vs Romawi

Ini adalah tulisan yang akan membandingkan perbedaan antara Dewa-Dewi besar di Yunani dan di Romawi. Dewa-dewi kedua negeri ini cukup berbeda, sebenarnya.

Meskipun bangsa Romawi bertahan jauh lebih lama kebanding kerajaan-kerajaan Yunani, dan di Yunani ada perbedaan bahwa tiap kota memiliki dewa-dewi favoritnya, kedua bangsa tersebut memiliki dewa yang sangat mirip. Hanya saja, pemanfaatan dewa-dewa tersebut cukup berbeda.

Aku hanya akan memasukkan keduabelas dewa-dewi Olympus, plus Hades/Pluto. Kurasa, cukup menarik untuk bisa dinikmati, bahkan jika anda tidak mengikuti mitologi sebanyak aku.

Plus, aku sangat bosan menunggu Tyrant’s Tomb keluar September nanti. (Kalau anda mengikuti Trials of Apollo. Aku siap bertaruh satu paket Oreo isi tiga dan segelas susu untuk mencelup kue-kue tersebut bahwa Frank atau Hazel akan mati, karena… bukunya harusnya keluar pada Mei! Dan tahun lalu, serta tahun-tahun sebelumnya, Riordan juga mengerjakan Magnus Chase, dan ia tidak meminta delay 4 bulan untuk mengeluarkan bukunya. Ya, lebih baik daripada dikerjakan buru-buru dan ceritanya jadi tidak bagus)

Kembali ke topik. Maaf…

Zeus vs Jupiter

Siapa dia? Keduanya sama-sama berperan sebagai Dewa Langit dan Raja para Dewa, memiliki petir, mengatur keadilan di Olympus, dan seterusnya.

Mana yang lebih kuat? Jupiter. Kalau kekuatan Raja para Dewa mengikuti ukuran dan jumlah pengikutnya, pengikut Jupiter di Romawi jauh mengalahkan pengikut Zeus di Yunani. Juga, Jupiter punya gelar Jupiter Maximus, Zeus gak.

Perbedaan Visual: Selain fakta bahwa umumnya dewa Yunani mengenakan toga, dan dewa Romawi mengenakan baju zirah, Jupiter dikenal punya Elang-elang Romawi di bajunya. Simbol utamanya pindah dari petir menjadi elang.

Sebuah figurin dari Jupiter… dan bukan Zeus.

Yunani:

  • Terkenal akan kebiasaannya melakukan tantrum kalau sedang kesal (dengan efek samping menciptakan badai petir) atau memacari cewe cantik karena ia tidak setia dengan Istrinya.
  • Digambarkan bijak tetapi tidak tampak sedikitpun bijak jika ia berada di sebuah cerita.

Romawi:

  • Memacari cewe cantik dan selingkuh dari Istrinya (sama juga sih) tapi dengan alasan menciptakan pahlawan dan prajurit kuat bagi Republik. Nice Save!
  • Lebih bijak, tidak begitu impulsif, tetapi masih memiliki sedikit isu amarah. Para dewa-dewi Yunani dan Romawi butuh Dewi Terapi Keluarga sepertinya. Juga lebih paranoid. (pantas saja ia paranoid. Para Kaisar Romawi banyak sekali yang dibunuh oleh “teman”-nya sendiri)

Hera vs Juno

Siapa dia? Hera dan Juno sama-sama bertugas sebagai Dewi pernikahan, dan keduanya juga sama-sama Ratu Olympus. Istri dari Zeus/Jupiter.

Mana yang lebih kuat? Juno. Alasan yang sama dengan Jupiter.

Perbedaan Visual: Hera terbiasa membawa tongkat dengan logo burung merak, dan kedua simbol utama Hera adalah Merak (makhluk indah dan anggun), serta Sapi (makhluk yang menjaga anaknya dengan baik). Juno, pada sisi lain, lebih menyukai kambing gunung sebagai simbol utamanya. Umumnya Juno digambarkan dengan kepala dari kambing gunung karena para wanita di Yunani digambarkan dengan simbol tersebut.

Yunani:

  • Pekerjaan Hera sehari-hari. Memastikan tidak ada satupun dari pacar Zeus yang sedang hidup senang.
  • Memiliki kebiasaan marah-marah, namun, sebagai seorang Ibu dan Ratu, memastikan tidak banyak konflik di Olympus.

Romawi:

  • Oke, sejujurnya, hampir tidak ada perbedaan langsung di antara keduanya, tapi Juno menjadi sumber penerima doa dari para istri prajurit. Tidak seperti di Yunani. Selain itu, ia menjadi lebih pandai dan tidak begitu banyak marah-marah (selama Jupiter sedang setia). Seperti yang diharapkan seorang Suami yang merupakan prajurit pada kebanyakan Istri mereka.

Poseidon vs Neptune

Siapa dia? Dewa laut, baik di Yunani atau Romawi.

Mana yang lebih kuat? Poseidon. Prajurit Romawi tidak suka dengan lautan. Neptunus menjadi jauh lebih lemah kebanding dengan Poseidon. (ia masih ditakuti, tapi tidak diapresiasi)

Perbedaan Visual: Tidak banyak. Selain perbedaan umum yaitu, Toga vs Baju Zirah, sedikitnya patung Neptune di Romawi tidak begitu membantu.

Yunani:

  • Terkenal akan kemampuannya menciptakan gelombang air, membuat kerajaan yang tidak menghargainya terkena badai serta gempa bumi, dan seterusnya.
  • Sistem kerajaan terpisah di Yunani membuat Poseidon sangat disukai oleh kerajaan di tepian laut. Sebagian besar kota yang memiliki nelayan mempunyai kuil ekstra besar untuknya.

Romawi:

  • Menjadi lebih lemah,tidak mendapat banyak dukungan, dan fakta bahwa Romawi menuntut tiap bagian pasukannya untuk mendukung dewa yang sama membuat Neptune tidak diapresiasi sebanyak Poseidon.
  • Oh iya, anak-anak Neptune dianggap sebagai kabar buruk oleh prajurit Romawi, karena mereka menganggap perjalanan dengan kapal sebagai perjalanan yang memiliki potensi kematian terbesar. Plus, mengingat bahwa Romawi merupakan keturunan dari Troya, dan Poseidon sangat-sangat anti-Troya di perang tersebut… Ya, intinya, orang Romawi tidak bisa menghargai Neptune.

Demeter vs Ceres

Siapa dia? Dewi agrikultur dalam bentuk Yunani, meses coklat dalam bentuk Romawi.

Mana yang lebih kuat? Demeter. Romawi merupakan bangsa berperang. Ketika mereka ingin makan, mereka tidak menumbuhkan makanannya. Ceres tidak begitu diapresiasi kecuali memang dibutuhkan.

Perbedaan Visual: Tidak banyak patung untuk membantuku menjelaskan.

Yunani:

  • Cerita yang cukup umum di Yunani kuno adalah penculikan anak Demeter, Persephone, oleh Hades. Jika anda belum pernah mendengarnya, intinya, resolusi konflik dan negosiasi sesudah penculikan tersebut adalah, para bangsa Yunani tidak bisa menumbuhkan makanan ketika musim gugur.
  • Demeter ditakuti saat musim gugur (ia lagi bad mood, jangan dipaksa), dan ia diapresiasi saat tanaman bisa tumbuh. Orang macam apa yang tidak mengapresiasi dewi yang menumbuhkan makanan.

Romawi:

  • Ya… Warga Romawi tidak butuh makanan dari Agrikultur. Cukup sampai situ saja.

Hades vs Pluto

Siapa dia? Dewa kematian serta bawah tanah dalam bentuk Yunani. Dewa kematian, bawah tanah, dan mineral berharga dalam bentuk Romawi.

Mana yang lebih kuat? Pluto.

Perbedaan Visual: Pluto selalu digambarkan memegang koin emas dan memiliki baju zirah yang dibuat dari emas. Para penyair Romawi selalu menggambarkan Pluto sebagai dewa terkaya di Yunani.

Yunani:

  • Hades menyeramkan. Ia menjaga jiwa-jiwa yang sudah mati, dan hidupnya cukup menderita. Aku tidak bisa dan perlu menjelaskan lebih lanjut tanpa membahas hal-hal menyeramkan, jadi, cukup sampai situ.

Romawi:

  • Sebagai dewa kekayaan dan kematian, para prajurit Romawi yang mengharapkan kematian bagi lawannya, menghargai Pluto lebih banyak daripada para warga Yunani. Oh, dan, Pluto digambarkan sebagai pemilik mafia, jadi, walaupun ia cukup kejam dan creepy, ia tetap kaya. Orang-orang suka uang.

Athena vs Minerva

Siapa dia?Athena adalah dewi peperangan (sisi taktis dan strategi) serta dewi kebijaksanaan. Minerva hanyalah dewi kebijaksanaan saja.

Mana yang lebih kuat? Athena. Ada kota di Yunani bernama Athens untuk mengingatkan anda akan hal tersebut. Plus, Minerva bukan dewi peperangan lagi, jadi, ya…

Perbedaan Visual: Minerva tidak pernah digambarkan sebagai Dewi yang memegang senjata. Iya. Itu sesederhana itu.

Yunani:

  • Athena memiliki sebuah kota dinamakan untuknya, dan dicintai karena menciptakan zaitun yang menjadi sumber ekonomi penting di sebagian besar kota.
  • Athena juga menjadi penerima doa para prajurit dan jendral di Yunani.

Romawi:

  • Minerva hanya dipuja oleh para cendekiawan di Romawi. Bangsa sebesar itu tidak punya banyak cendekiawan, sayangnya.

Seperti di penjelasan… Tidak ada satupun senjata yang para warga Romawi izinkan Minerva pegang.

Ares vs Mars

Siapa dia? Dewa perang!!!!!!!!!

Mana yang lebih kuat? Mars. (gelarnya, Mars Ultor. Ares tidak punya gelar) Tidak perlu penjelasan lebih lanjut.

Perbedaan Visual: Ares lebih menyukai pedang dan perisai, dengan pedang sebagai simbol utamanya. Mars, pada sisi lain, menyukai tombak, kadang menggunakan dua tombak untuk berperang. Baju zirahnya memiliki banyak simbol elang digambarkan untuk menandakan superioritas Republik Romawi. Simbol Mars adalah dua tombak.

Yunani:

  • Ares kasarnya merupakan dewa yang tidak dibutuhkan setiap waktu, bagi kerajaan-kerajaan di Yunani, mereka hanya benar-benar memuja Ares ketika butuh perang. Sebagian besar waktu malah, kekejaman Ares di peperangan tidak begitu disukai para prajurit Yunani, mereka memilih intelegensia dari Athena.

Romawi:

  • Mars, pada sisi lain… Merupakan dewa ketiga paling kuat sesudah Jupiter dan Juno. Jenis perang yang Mars dukung mengambil intelegensia milik Athena, serta kekejaman dari Ares di zaman Yunani. Jika Athena melemah drastis, Mars jadi jauh lebih menyeramkan.
  • Selain itu, Mars juga merupakan ayah dari Romulus dan Remus. Kedua demigod yang menciptakan Romawi.

Sesuai tebakan anda, ini adalah patung dari Mars. Pertama, ada serigala, simbol prajurit Romawi, dan Elang di perisai-nya…

Apollo vs Apollo

Siapa dia? Dewa musik, Dewa pemanah, Dewa… Ah, males ah, buka aja tulisan ini.

Mana yang lebih kuat? Apollo. 😀 Sebenarnya, sama sih, mereka sama-sama kuat, hanya memiliki sedikit perbedaan tugas.

Perbedaan Visual: Hampir persis. (Masalahnya Apollo sering digambarkan tanpa pakaian apa-apa jadi… perbedaan pakaian umum pun, tidak selalu berpengaruh)

Yunani

  • Apollo lebih banyak dipuja oleh para penyair serta para musikus di Yunani. Ia dicintai semua orang, memang betul, namun, pemuja utamanya merupakan penyair, musikus, dan pemanah.

Romawi:

  • Apollo di Romawi tidak sama. Pertama-tama, prajurit Romawi menyukai tombak dan pedang kebanding panah, dan mereka tidak butuh musik sebanyak para orang Yunani. Namun, Apollo tetap dipuja oleh semua orang, dan ia mendapat lebih banyak fans di dewan. Dewan Romawi sangat memuja Apollo karena ia juga merupakan dewa peramal. Lebih dipuja dalam segi meramal kebanding oleh para orang Yunani, karena seluruh Republik Romawi mengikuti ramalan yang sama.

Dionysus vs Bacchus

Siapa dia? Dewa anggur dan pesta pora!

Mana yang lebih kuat? Sama-sama saja…

Perbedaan Visual: Hampir persis. Bacchus pun tidak begitu sering berperang, tetapi ia dicintai dengan caranya sendiri

Yunani:

  • Pesta, drama, dan acara semacamnya merupakan tempat kesukaan Dionysus. Ia berpesta dan berpesta sesering mungkin…

Romawi:

  • Bacchus, pada sisi lain, tidak menganjurkan pesta pora jika tidak ada kemenangan. Intisari perbedaan Bacchus dan Dionysus ada di fakta bahwa Dionysus berpesta sepanjang waktu, dan Bacchus mendorong pesta sebagai bentuk selebrasi akan kemenangan.

Sisanya…

Selain kesembilan dewa tersebut, ada sisa…

Hephaestus/Vulcan (Dewa pandai besi), Hermes/Mercury (Dewa pengantar pesan), Aphrodite/Venus (Dewi cinta), dan Artemis/Diana (Dewi perburuan serta perawan).

Keempat dewa ini, hampir sama persis dalam bentuk Yunani serta Romawi. Mereka tidak punya perbedaan krusial atau semacamnya, dan bisa dibilang bahwa tugas mereka sama pentingnya dalam kedua sisi. Mungkin bentuk Romawi mereka lebih kuat dengan alasan yang sama Jupiter dan Juno lebih kuat, jadi bahkan jika tugas mereka sama, mereka punya lebih banyak pengikut, tapi aku tidak bisa dan juga tidak mau berkomentar terlalu banyak.

Kesimpulan

Oke… Aku sudah cukup banyak menerima orang-orang yang menyatakan bahwa Dewa Yunani dan Romawi sama saja. Gak. Mereka berubah. Cukup parah malah perubahannya bagi sebagian besar dewanya. Banyak sekali orang berpikir bahwa kedua peradaban tersebut sangat similer, padahal budayanya jelas berbeda, alhasil, dewa yang mereka puja juga berbeda… Eesh…

Sampai lain waktu!