Month: October 2018

9 Pertanyaan Uta Hagen

9 Pertanyaan Uta Hagen

Aku sedang mengikuti komunitas Teater sekarang, dan WAW! Ternyata teater sangat menyenangkan! *catatan, perasaan senang tidak dimasukkan dan dicampur dengan sensasi lelah tiap kali ada latihan fisik*

Meski ada perasaan lelah sesekali, salah satu bagian paling menarik dari akting adalah pembuatan karakter saat ingin melakukan voice over atau ingin mendalami peran.

Aku memang selalu suka berkhayal dan diberikan sebuah sistem untuk melihat hal dari sudut pandang orang lain akan menyenangkan!

Baru hari minggu lalu, salah satu tutor dari komunitas teater Baraya yang aku ikuti memberikan cara untuk terus membangun karakter dengan cara menanyakan 9 pertanyaan pada diri kita sendiri, dan mencoba untuk mendapatkan jawaban dari tokoh yang kita mainkan menggunakan khayalan.

Versi yang akan aku gunakan dan jelaskan di artikel hari ini adalah versi Uta Hagen, karena ada beberapa versi lain, tetapi aku paling menyukai versi milik Uta Hagen ini…

Fun Fact: Versi lain dari “kuesioner” karakter building ini ada yang digunakan sebagai bantuan untuk marketing juga lho!

The 9 Questions

  1. Siapakah aku?
  2. Kapankah ini?
  3. Dimanakah aku?
  4. Apa yang berada di sekitarku?
  5. Apa keadaannya?
  6. Apakah hubunganku?
  7. Apa yang aku inginkan?
  8. Apa yang menghalangiku?
  9. Bagaimana caraku mendapatkan yang aku inginkan?

Pertanyaan 1-5 mungkin perlu jawaban panjang, tetapi, pertanyaan ini terbilang mudah selama tidak ada kelainan mental di tokoh yang anda mainkan.

Pertanyaan 6-9 akan sulit untuk dijawab bahkan jika tokoh yang anda mainkan berpikir cukup sederhana, apalagi jika karakter yang anda mainkan memiliki kelainan.

Sisa artikel ini akan menjelaskan apa yang perlu anda cari dari tiap pertanyaan. Selamat menikmati

Siapakah Aku?

Ini pertanyaan paling terus terang yang ada diantara ke semuanya. Menjawabnya cukup mudah, tapi juga tidak mudah di saat yang sama… Aktor harus bisa melihatnya dari sudut pandang tokoh dan caranya melihat si tokoh. Tapi, aktor juga perlu melihatnya dari kenyataan, kehidupan, dan juga batasan fisik, seperti usia, pendidikan, dan… Nama πŸ˜€ .

Ini adalah hal-hal yang sebaiknya anda temukan dari pertanyaan ini sebelum masuk ke pertanyaan nomor dua…

  • Nama.
    • Jangan berikan tatapan… “Really?” nama dapat berarti amat banyak jika anda memainkan sebuah tokoh-tokoh yang konflik miliknya berhubungan dengan keturunan. Misalnya, seperti tokoh yang dimainkan Michael B. Jordan pada Black Panther, nama miliknya adalah simbol asli bahwa dia orang yang berasal dari Wakanda, padahal kenyataannya ia membenci keturunan miliknya tersebut.
  • Ciri-ciri Fisik.
    • Sangat penting jika tokoh yang anda mainkan memiliki kelainan fisik. Misal, Quasimodo, jangan mainkan si Hunchback of Notre Dame jika anda tidak mau menurunkan punggung anda.
  • Pendidikan.
    • Seharusnya menjelaskan dirinya sendiri. Gaya bicara seseorang akan sangat dicerminkan dari pendidikan yang ia terima. Jangan seperti sebuah sandiwara abal-abal yang sering dipercandakan oleh instruktur dimana tokoh utama, seorang tukang becak di daerah pasar cicaheum, menggunakan bahasa inggris.
  • Kepercayaan.
    • Cara seseorang berpikir akan sangat terkait dengan caranya memercayai sesuatu. Jangan berusaha memainkan tokoh seperti Isaac Newton jika anda tidak siap untuk berpikir klenik sesekali, bahkan sebagai ilmuwan. Mengetahui kepercayaan tokoh adalah gerbang pertama, dan paling mudah untuk berimprovisasi.
  • Ketakutan.
    • Winston pada buku 1984 amat takut dengan Tikus. Kamu bisa mencatatkan ketakutannya dengan cukup mudah, dan mungkin bisa menunjukkan ketakutan itu dengan lebih mudah jika anda mengetahui ketakutan dan kelemahan tokoh yang anda mainkan.
  • Caranya ia melihat diri sendiri.
    • Banyak adegan dramatik dimana ada orang yang menanyakan kepada tokoh misterius… “Who Are You?” Jawabannya bisa banyak, Green Arrow akan menjawab, “I’m a Vigilante”, Black Panther akan menjawab, “The protector of this nation” atau, “A king” dan Adolf Hitler akan menjawab “A leader”. Cara orang melihat dirinya sendiri mungkin cara paling sempurna untuk membangun karakter kita lebih dalam lagi.

600 kata kemudian, kita menjawab satu pertanyaan! YEAY! (tenang, pertanyaan sesudah ini akan dijawab dengan lebih pendek)

Kapankah Ini?

Pertanyaan ini sederhana… Seberapa pentingkah waktu bagi si tokoh? Inginkah ia sampai ke tempat pada tepat waktu? Apakah ia begitu sibuk sehingga ia akan selalu terburu-buru? Atau ia terlalu malas dan terjebak dalam fantasi miliknya sampai tidak peduli akan waktu?

Semua pertanyaan sederhana ini penting, dan aktor yang baik harus bisa menangkap waktu dalam sudut pandang si tokoh.

Dimanakah Aku?

Tenang, ini bukan tes untuk memastikan apakah seseorang memiliki amnesia atau tidak, pertanyaannya mungkin mirip, tapi bukan kok.

Pertanyaan ini semakin signifikan jika jumlah set yang ada lebih minim. Intinya, ini adalah cara tidak langsung bagi Uta Hagen untuk meminta aktor merasakan sebuah lokasi dan seberapa signifikan lokasi itu bagi si tokoh.

Apa yang berada di sekitarku?

Sekali lagi, ini adalah cara tidak langsung untuk meminta aktor merasakan aura benda-benda di sekitarnya, dan lihat bagaimana cara benda-benda tersebut dapat memengaruhi cara berpikir tokoh.

Contoh signifikan… Pada serial Komedi Big Bang Theory, tokoh utama Sheldon Cooper memiliki keterkaitan emosional pada tempat duduk miliknya. Coba sedikit bayangkan dalam mata Sheldon Cooper… apakah tempat duduk miliknya lebih signifikan daripada meja makan? Apakah itu lebih signifikan dari kulkas? Atau lebih signifikan dari action figure Green Lantern dimana ia menyimpan uang darurat senilai 100 dollar?

Apa keadaannya?

Ini pertanyaan penting, dan jawabannya akan selalu berubah-ubah.

Pada dasarnya, ingatlah…

  • Apa kondisi kita sebelum sekarang?
  • Apa kondisi kita sekarang?
  • Apa kondisinya sesudah ini?

Uta Hagen menyampaikan… kita harus selalu mengingat kondisi tiap detiknya, dan pikirkan apa yang si tokoh akan lihat atau rasakan dalam situasi sekarang.

Sebelum memulai adegan, terus bayangkan apa yang sedang terjadi dan bayangkan perasaan si tokoh mengenai kondisi yang belum terjadi, kondisi sebelum ini, dan kondisi sekarang agar garapan perasaan si tokoh selalu siap untuk berubah.

Apakah hubunganku?

Hubungan adalah hal yang penting.

Mungkin tokoh tidak akan selalu memandang benda sebagai suatu hal yang lebih penting kebanding makhluk hidup, tetapi, hubungan dengan objek bisa jadi lebih penting kebanding hubungan dengan orang.

Seorang kolektor akan memiliki hubungan emosional pada titik lebih tinggi pada objek, dan apa yang tokoh kita rasakan akan sangat berhubungan dengan objek.

Hal yang sama mungkin juga terjadi pada hewan peliharaan, atau mungkin teman.

Bayangkan seorang ksatria berkuda pada zaman King Arthur yang kehilangan kudanya. Tangkap perasaan itu, dan keluarkan.

Hubungan-hubungan tokoh dengan objek dan juga dengan orang lain bisa menjadi peran yang amat signifikan dalam sebuah cerita.

Apa yang aku inginkan.

Tujuan.

Apa tujuan sang tokoh? Apa yang ia inginkan.

Coba tangkap dari dua sudut pandang. Apa tujuan dia pada adegan ini, dan apa tujuan dia secara garis besar. Tujuannya secara garis besar akan selalu mempengaruhi tujuannya pada adegan ini, dan ini faktor perubahan yang cukup krusial.

Banyak situasi abu-abu dimana aktor-aktor tidak dapat menangkap apa tujuan utama pada adegan ini dan ia menangkap seluruhnya sekaligus. Menurut instruktur-instrukturku, akan terasa lebih realistis jika tujuan jangka pendeknya sangat sederhana dan sangat terbatas.

Secara garis besar, biasanya tujuannya tidak akan lebih dari satu kalimat.

Balas dendam, memperbaiki hidup, mengakhiri penderitaan… Terkadang hanya satu frasa saja, namun, frasa itu berperan sangat-sangat dalam pada hidup si tokoh.

Apa yang menghalangiku?

Kasarnya…

Tangkap adegan, cari halangan utama dan terbesar dalam adegan tersebut yang perlu dilewati oleh si tokoh.

Mau dijelaskan berulangkali, banyak orang menyimpulkan satu kalimat yang sama…

Bagaimana caraku mendapatkan yang aku inginkan?

Sebelum melakukan apa-apa… Jawablah pertanyaan ini.

Pertanyaan ini adalah kesimpulan dan penutupan ke sebuah tindakan yang si aktor akan lakukan. Tangkap 8 pertanyaan yang lain, cari jawaban untuk pertanyaan kesembilan ini dari 8 pertanyaan sebelumnya…

Jika sudah ingin melakukan sebuah drama, biasanya aktor akan menjawab pertanyaan ini dengan menulis tindakan, baik verbal, mental, atau fisik yang ia akan lakukan pada adegan tersebut.

Sederhana kan?

Kesimpulan

Percaya padaku, metode ini dapat dipakai untuk banyak hal lainnya.

Dan terkadang, kita melihat ke arah luar terlalu banyak sehingga kita lupa apa tujuan kita sebenarnya.

Cobalah sebentar untuk menjawab kuesioner 9 pertanyaan ini dan jawablah pertanyaan sederhana tapi menarik ini… Siapakah anda?

Sampai lain waktu!

Budaya Negara: Belgia

Budaya Negara: Belgia

Pada hari awal-awal aku memulai Homeschooling (sekitar 3 tahun yang lalu)… Aku diminta untuk membuat sebuah essay tiap minggunya mengenai sebuah negara. Ternyata, aku sangat-sangat payah dalam melakukan itu.

Aku berhenti pada essay pertama, dan karena kita melakukannya secara alfabetikal, negara pertama yang kupilih adalah Austria. Oke, jadi sekarang aku akan merubah konten dan hal-hal yang dituliskan dalam pelajaran budaya serta geografiku… Lalu kita akan pindah ke huruf… B!

Sudah kupilih… Belgia…

Apa yang anda bisa harapkan…

Jika aku membuat artikel seperti ini lagi, akan aku copy-paste teks di bawah…

Serial ini dibuat dengan tujuan memberikan fakta menarik mengenai 3 hal ini pada sebuah negara…

Serta juga hal membosankan dari Wikipedia sebagai pembukaan.

  • Food
  • Science
  • Sports

Rumus F Double S ini akan aku terapkan untuk memberikan gambaran budaya yang menarik pada tiap negara. Jika ada sebuah aktor atau aktris yang berasal dari negara ini, ada kemungkinan juga bagiku untuk menyelipkan namanya.

Pembukaan

Introduksi dulu. Dalam introduksi aku akan menjelaskan hal-hal paling membosankan, dan juga fakta-fakta dasar yang anda akan dapatkan dari wikipedia.

Silahkan skip jika sudah mengetahui.

  • Ibukota: Brussels
  • Bahasa Resmi: Belanda, Prancis, Jerman.
  • Demonym: Belgian
  • Bentuk Pemerintahan: Monarki Parliamenter
  • Mata Uang: Euro

Oke, silahkan cari Belgium di Google.com dan anda akan mengetahui ini jika anda klik sugesti paling atas, yaitu Wikipedia. Semoga anda belum mengantuk, karena aku mendapat kritikan pada essay budaya dan geografiku sebelumnya… cheerios.

Food

Siapa yang tidak suka makanan?

Suka atau tidak, manusia perlu makanan untuk bertahan hidup. Dan sekali lagi, suka atau tidak, banyak orang pergi ke suatu negara untuk mencoba makanan di negara tersebut.

Jadi, mari kita mulai membahas makanan asal Belgia…

Franchise-an…

Indonesia sendiri memiliki contoh Franchise yang cocok dengan makanan asal Belgia yang sangat enak ini. Namanya pun cukup kentara dan memberi tahu kita bahwa asal makanan nomor satu ini… dari Belgia. (Bukan iklan, tapi ketika anda menginginkan makanan ini dengan harga murah, anda akan mencari ke Food court, dan juga ke stand ini)

Bilang hai pada Belgian Waffle.

Siapa yang tidak tahu dengan waffle? Siapa yang tidak tahu dengan Belgian Waffle? Kurasa hampir semua orang sudah tahu, meskipun mereka belum makan. Tetapi…

Apa yang membedakan Belgian Waffle dengan Waffle biasa? Atau sebenarnya Waffle tidak ada bedanya dengan Belgian Waffle?

Belgian Waffle pada dasarnya berbeda dengan waffle karena 2 alasan.

  1. Bentuk Belgian Waffle yang asli harus bulat, Waffle biasa boleh kotak ataupun bulat, tetapi jika bentuknya tidak bulat maka ia tidak bisa dianggap sebagai Belgian Waffle.
  2. Belgian Waffle cenderung tipis, dan karena dimasak dengan api panas untuk waktu relatif lama, teksturnya akan kering, dan tidak terasa seperti adonan pancake yang lembut. Kurang lebih seperti memakan keripik manis.

Franchise Belgian Waffle yang anda temukan di Food Court hanyalah Wafel dengan nama Belgian Waffle, tetapi bukanlah Belgian Waffle.

Semoga anda tidak kecewa. Jika anda kecewa, maka ada satu makanan manis dan krenyes-krenyes asal Belgia lainnya yang anda bisa dapatkan di supermarket terdekat … Bukan sponsor… Hanya contoh.

Spekulasi

Spekulaas namanya.

Ia begitu enak, dan rasa rempahnya yang begitu kuat tidak bisa kujelaskan. Terutama jika Spekulaas tersebut homemade. Jika kita bisa menikmati Spekulaas pabrik, kurasa kita akan lebih menyukai yang Homemade, dan dicetak serta dibuat dengan cinta.

Intinya, Spekulaas ini adalah biskuit rempah, konsep biskuit ini tidak terlalu berbeda dengan ginger bread, yang membedakan mungkin hanya rerempahan yang digunakan.

Spekulaas bisa dan boleh menggunakan rempah-rempah ini… Tapi kurasa adanya improvisasi sedikit tidak terlalu salah.

  • Kayu Manis
  • Buah Pala
  • Cengkeh
  • Kapulaga
  • Jahe
  • Anistar
  • dan lain-lain…

Hmm… Darimana mereka bisa mendapatkan rerempahan tersebut pada daerah dengan 4 musim… Hmm… *sarkasme* tentunya kita tahu mereka mendapatkan rempah dari hasil menjarah dan menjajah, mungkin beberapa rempah ini dibeli dari stok Belanda yang mendapat rempah-rempah mereka dari… Indonesia.

Terkadang, hal terbaik di dunia ini berasal dari kontroversi yang amat kuat…

Terakhir, kita akan masukkan sumber kontroversi cukup besar di dunia makanan… Kentang Goreng.

French or Belgian?

Apakah kentang goreng berasal dari Prancis atau Belgia?

Aku sudah membaca 4-5 versi mengenai ini, dan masalahnya adalah, Fritters, atau Frites, pertama kali diciptakan oleh orang Belgia. Sayangnya, mereka tidak membuat rasa cemilan ini cocok untuk semua orang. Warna dan bumbu yang dimasukkan ke dalamnya pun terlalu kaya rasa akan rempah dan terlalu kering untuk dinikmati semua orang.

Seperti anda bisa lihat, kentang disini memiliki warna lebih gelap, ukuran potongan lebih besar, serta potongan rempah.

Banyak artikel dan rekap sejarah memberikan versi miliknya, tetapi aku paling percaya pada versi ini, dimana orang Belgia berusaha mereplika kesuksesan mereka dengan Spekulaas serta Waffle pada makanan asin. Hasilnya, rasa kentang terlalu kuat, dan terlalu berminyak.

Orang Prancis membuat French Fries yang kita ketahui sekarang, dan… BAM! Rasanya lebih ringan dan lebih cocok dijadikan hidangan pendamping daging, steak, atau ayam bakar.

Selain itu, orang Belgia selalu merekomendasikan orang-orang untuk memakan kentang ini dengan mayo. Terkadang Mayonnaise langsung diberikan di atas kentang, padahal, rasa mayonnaise dan kentang belum tentu cocok untuk semua orang.

Kekeuh-nya orang Belgia bahwa mereka yang menciptakan makanan ini, sayangnya, tidak diakui orang-orang Amerika yang dihidangkan French Fries. Mereka langsung menyebut kentang-kentang ini “French Fries” karena orang Prancis sendiri menyebutnya Frites, dan mereka menyantap hidangan ini dari Prancis.

Maaf Belgia.

Sports

Aku memasukkan bagian ini karena menurutku ini menarik. Akan ditemukan satu atau dua fakta menarik dari sebuah negara ketika kita melihat prestasi olahraga mereka.

Fun Fact by the way… 16% dari populasi Belgia yang usianya dibawah 30 merupakan atlet. Secara persentase, itu banyak… Catat itu.

Bersepeda

Tour De France…

Tur Prancis dengan Sepeda. Tiap tahun, sejumlah pria berusaha keras untuk menaiki sepeda dan melewati rute yang ditentukan, dan mengadu kecepatan mereka.

Atau semacamnya, aku tidak terlalu mengerti penjelasan rute yang diberikan. Intinya, 23 hari, dengan 21 hari dibuang untuk bersepeda, melewati banyak negara disekitaran Prancis, tetapi mayoritas perjalanan dilakukan di Prancis.

Intinya, Belgia adalah negara non tuan rumah yang memiliki pemenang Tour De France terbanyak! Ya, sekali lagi, mereka dibayang-bayangi oleh Prancis.

Sepakbola

Belgia… Tim dukungan nomor duaku untuk memenangkan Piala Dunia 2018. (nomor satunya Uruguay) keduanya kalah oleh tim yang sama… Hiks. (oh iya, tim dukungan nomor tigaku juga kalah oleh tim yang sama pada final)

Sepakbola merupakan olahraga kedua paling populer di Belgia. Nomor satu sudah disebut di atas. Kurasa jika banyak bangunan menarik dan pemandangan bagus, aku akan bersepeda setiap hari (jika aku bisa… sayangnya aku tidak bisa :'( ), jadi kepopuleran bersepeda di Belgia bisa dimengerti.

Tim sepakbola Belgia sekarang merupakan salah satu yang paling bagus di dunia. Hampir seluruh pemainnya bermain untuk tim kelas besar sebagai starter, dan bukan hanya cadangan.

  1. Thibaut Courtois (Real Madrid) Penjaga Gawang
  2. Thomas Meunier (Paris Saint Germain) Bek kanan
  3. Vincent Kompany (Manchester City) Bek tengah
  4. Toby Alderweireld (Tottenham Hotspurs) Bek tengah
  5. Jorge Lukaku (Lazio) Bek kiri
  6. Alex Witsel (Borussia Dortmund) Gelandang
  7. Kevin De Bruyne (Manchester City) Gelandang Serang
  8. Pemain acak, bisa Yannick Carrasco, atau diganti dengan bek tengah lain, tergantung posisi yang dibutuhkan
  9. Romelu Lukaku (Manchester United) Penyerang
  10. Eden Hazard (Chelsea F.C.) Sayap Kiri
  11. Dries Mertens (Napoli) Sayap Kanan

Atau ya, tergantung kebutuhan. Intinya, starting 11 ideal Belgia hampir seluruhnya dipenuhi pemain bagus.

Di Belgia sendiri, sepakbola bukanlah gaya hidup seperti di Argentina, Brazil, atau Inggris. Mayoritas pemain ini menjadi atlit professional karena 2 alasan…

  • Keluarganya penuh dengan atlit, dan ia mengikuti jalur tersebut. (Contoh: Eden Hazard, kedua Lukaku, Courtois)
  • Ia menyukai permainannya, dan mendapat dukungan keluarga karena ia cukup jago untuk menjadi atlit professional. (Kompany)

Lebih karena alasan keluarga, dan bukan untuk berteman atau mencari teman, apalagi untuk berkompetisi. Sepertinya mereka sangat santai!

Untuk olahraga, aku hanya akan memberikan dua, karena… yang lainnya tidak terlalu menarik.

Science!

HAHA! Ini bagian favoritku.

Genetika dan Bakteri.

Orang Belgia pada abad ke 20 memiliki ketertarikan amat unik ke Genetika…

Georges Lemaitre, sebagai contoh, adalah seorang pendeta asal Belgia yang menemukan suatu pola dalam genetika dan untaian DNA. Ia merupakan salah satu orang pertama yang menemukan pola kemiripan antara hewan selain mamalia. (misal, fakta bahwa kodok dan katak memiliki gen mirip)

Meski ia lebih terkenal sebagai orang pertama yang menyatakan bahwa alam semesta ini terus menerus berkembang dan membesar, aku lebih menyukai teori-teori sederhananya mengenai genetika dan bakteri.

Ia seorang pendeta yang memiliki hobi unik yaitu melihat sel-sel, entah itu sel katak, kodok, spesimen bakteri, atau semacamnya… Apapun itu, bila ukurannya kecil sampai level mikroskopis, ia menyukainya!

Selain Georges Lemaitre, ada juga Christian de Duve

Ia memenangkan hadiah Nobel karena penemuannya dalam dunia biokimia, yaitu Lysosome. Lysosome adalah bagian kecil dari sel yang mengandung enzim. Dalam sebuah Lysosome, enzim di dalamnya berguna untuk memecahkan nutrisi. Anggap saja bahwa Lysosome adalah aplikasi converter yang bisa mengubah dokumen word milikmu menjadi sebuah dokumen PDF dan bisa dilihat oleh lebih banyak orang dengan nyaman.

Lysosome mengubah zat yang kompleks menjadi zat sederhana dan bisa lebih dinikmati bagian sel-sel lain.

Uniknya, ia tidak mencari Lysosome secara sengaja. Ia hanya menemukannya secara tidak sengaja karena ia sedang mencoba-coba seni mikroskopis dengan menambahkan zat-zat pada sel-sel yang sudah pecah.

Lalu, ia menyadari bahwa struktur si zat yang bertemu dengan sel ini berubah dan terpecah. Ketidaksengajaaan ini berujung ke penemuan Lysosome, yang sampai sekarang masih ada dan dipelajari anak SMA pada umumnya.

Hargai hal-hal kecil

Sepertinya juga ada banyak orang yang berpendidikan memiliki sebuah mikroskop di rumahnya. Orang Belgia pada umunnya, jika ia memiliki pendidikan dan menghasilkan cukup uang untuk membuat atau membeli mikroskop… mereka akan mempunyainya.

Bagi mereka, dunia sel seperti teater, dan amat disayangkan, Belgia tidak memiliki teater yang cukup terkenal. Tidak terkejut… πŸ™‚

Kesimpulan

Kepribadian orang Belgia pada umumnya…

  • Menghargai hal-hal kecil sebagai hobi (lihat olahraga, serta sains)
  • Ketat dengan tradisi keluarga (bisa dilihat di Olahraga)
  • Hobi bisa jadi pekerjaan, selama keluarga memberi dukungan (lihat olahraga, sains, dan makanan)
  • Mereka sepertinya santai… (Prancis menghalangi kesuksesan mereka beberapa kali, dan bahkan ketika mereka mengklaim French Fries, mereka tidak terlalu kekeuh pada hal tersebut)

Semoga artikel ini menyenangkan, dan tidak seperti essay negara anda pada umumnya!

Apa Itu Sebuah Symbiote?

Apa Itu Sebuah Symbiote?

Venom sudah keluar, tidak ada banyak hal yang perlu kubahas mengenai film tersebut, karena sejujurnya… Ada satu kesalahan yang berakibat cukup fatal pada kualitas filmnya (akting bagus, cerita bagus, penyutradaraan yang bagus, hanya satu kesalahan saja) dan itu terletak di kurangnya keseriusan dari Symbiote yang berada dalam Eddie Brock. Seandainya Venom lebih brutal dan lebih serius, maka kurasa film tersebut akan memberi perasaan yang lebih baik. Harusnya script tersebut menghapus humor dan lelucon yang diberikan oleh Venom.

Tapi ya, mau bagaimana lagi… Selain ada 25++ menit dari film tersebut yang dipotong (bagian favorit Tom Hardy), masih cukup banyak error di sana dan di sini, dan Venom telah resmi menjadi film terburuk Tom Hardy di Rotten Tomatoes, dengan 28%, mengalahkan film buruk sebelumnya dengan 54% pada film Marie Antoinette.

RALAT: Film terburuk Tom Hardy berada di bawah Venom, dengan nilai 27%, dengan judul, Child 44.

Oke, kembali ke topik dan judul… Alasan aku di sini adalah untuk memberikan bahasan sesudah film mengenai beberapa orang, dan aku akan membahas asal usul, serta cara kerja sebuah Symbiote.

Catatan: Beberapa hal disini belum 100% akurat dengan film, dikarenakan sebagian besar sumber dari artikel ini berasal dari pembahasan comic book, dan juga thread reddit dari geek yang tidak punya kerjaan. Seperti saya. πŸ˜€

Spesies

Anggap saja ini adalah pelajaran biologi terlebih dahulu… Jadi, sebelum kita bisa menentukan cara kerja Symbiote Venom ini, kita masih perlu mengetahui spesies apakah Symbiote itu…

Secara spesies, Symbiote tinggal dalam sebuah planet yang lokasinya entah dimana, dan diciptakan oleh seorang Celestial (spesies dari ayahnya Peter Quill) bernama Knull. Knull yang iseng ini mencari planet kosong lalu memasukkan slime homemade ke dalam itu, dan dengan sedikit sihir di sana dan di situ… WHOOSH! Muncullah Symbiote!

Awalnya, sebelum mereka dikenal sebagai Symbiote… Mereka adalah sebuah ras dengan nama Klyntar. Sebelum mereka memiliki bentuk kesadaran apapun, layaknya sebuah spesies, tujuan utama Klyntar pertama adalah untuk berkembang biak, agar kelangsungan spesies baru ini bertahan.

Jadi, itu terjadi. Pada planet dingin, sunyi, dan hampa ini, mereka memakan apapun yang ada, dan terus menerus Klyntar memakan dan memakan dan memakan. (oke, memakan apa? Bukannya ini planet hampa? Jangan tanya aku terlebih dahulu, sejak kapan tahu jawaban ini belum diberikan oleh Marvel) Sampai akhirnya, Klyntar ini membelah diri. Seperti sebuah bakteri.

Muncullah dua Klyntar, lalu dari dua, menjadi empat, dan menjadi 8, 1600, 32.000, 640.000, 1.280.000 dan sampai ada puluhan juta dari slime homemade yang dibuat dengan tutorial YouTube tetapi dengan modifikasi resep Celestial.

Uniknya, tiap Klyntar memiliki corak warna berbeda, dan mereka terus menerus berusaha memakan, memakan, dan memakan sampai planet itu kehilangan sumber daya…

HMM! Aku pernah mendengar ini sebelumnya! Di dunia nyata… Mengapa Klyntar begitu mirip dengan manusia ya… Setidaknya aku tahu mengapa ras Klyntar paling cocok dengan manusia. Kedua spesies tersebut sama-sama rakus.

Sampai suatu titik, mereka menjadi sedikit lebih sadar. Planet hampa seperti itu tidak mampu meningkatkan level kehidupan superior seperti manusia di Bumi, Titan di planet… titan, atau dewa-dewa di Asgard… tetapi, planet tersebut menghasilkan juara dari seleksi alam, spesies yang lebih kuat, dan sama menariknya dengan spesies superior seperti manusia, titan, dan dewa.

Seleksi Alam

Kesadaran Klyntar tidak muncul secara tiba-tiba… Itu bermula dari Knull yang ingin membunuh celestial lain dan ia mengambil beberapa puluh ribu Symbiote yang masih tanpa memiliki pikiran pada masa awal evolusi spesies tersebut.

Knull membuat dirinya sebagai titik tengah atau nexus dari kesadaran tiap Symbiote dan membuat pasukan Symbiote yang jauh lebih menyeramkan kebanding Venom, atau Riot, atau Symbiote apapun itu… Ia membuat pasukan Symbiote yang tidak memerlukan inang untuk mencapai potensi penuhnya.

Jika sebelumnya seorang Symbiote bisa dilemahkan oleh suara dan kita bisa membunuh inangnya, kali ini, pasukan Symbiote pertama ini tidak dapat dihentikan. Celestial yang diincar oleh Knoll harus merasa takut.

Intinya, sesudah perang tersebut, Knoll mengembalikan Klyntar yang selamat, ke planet hampa tersebut. Klyntar-klyntar tersebut, telah berevolusi dan memiliki kesadaran, meski mereka kehilangan bentuk menyeramkan mereka, meski dari yang seorang mampu lihat, Klyntar ini tidak berbeda jauh dengan feses cair yang memiliki mulut raksasa, gigi sebanyak piranha, dan bisa memakan sesuatu.

Kurang lebih, beginilah tampak sebuah Klyntar yang berusaha memakan sesuatu

Ya, sesudah evolusi sederhana tapi bermakna tersebut, Klyntar ini menjadi spesies yang lebih kejam. Tentunya, sesudah mereka mencapai kesadaran dan evolusi yang amat lama, makanan di planet ini mulai berkurang. Jadi, mereka terpaksa memakan satu sama lain.

Sampai akhirnya ada banyak perang saudara di sana dan di situ, dan BAM!

Ada orang yang memberikan ide… “HEY SPESIES KLYNTAR! BROOOO! MARI KITA NAIKIN KOMET AJA! KITA CARI PLANET, MAKAN DI PLANET ITU! BIAR KITA KAGAK USAH BAYAR! Hashtag Low Budget!”

Ide tersebut disetujui oleh hampir semua orang.

Let The Invasion Begin!

Sabar ya, aku akan masuk ke cara kerja symbiote sebentar lagi… sesudah bab ini saja…

Jadi, dari situ, selain adanya Life Foundation di bumi, serta beberapa spesies extra terresterial yang ingin mencari bentuk kehidupan lain… para Symbiote mulai berangkat dengan numpang komet!

Karena tidak suka bayar tarif Komet, symbiote ini mengamen dan pindah komet tiap kali ada terminal. (I’m just kidding)

Sesudah ada planet, beberapa pengamen dari Klyntar (mungkin tiap planet dihuni 2-3 symbiote) mencari inang yang paling cocok dengan dirinya (sama seperti yang dilakukan oleh Riot saat menemukan Carlton Drake) menggunakan indra mereka, dan mereka melakukan proses simbiosis.

Kecuali ada spesies yang ingin mengambil symbiote, dalam sebuah planet, tidak akan ada terlalu banyak symbiote, karena keterbatasan anggaran transportasi yang ditulis oleh DPK (Dewan Perwakilan Klyntar), tidak terlalu banyak symbiote yang bisa dimanfaatkan.

Selain mencari inang yang cocok untuk melakukan simbiosis, tiap Klyntar juga berusaha menculik sebuah bentuk dari transportasi gratisan untuk menjemput Klyntar lainnya, dan membawa pasukan menyeramkan ke sebuah planet.

Dari transportasi gratis ini… Klyntar juga mendapat all you can eat (meski mungkin saja habis sesudah ratus ribuan tahun) gratis. Jadi, kalau dipikir-pikir, anggaran yang dikeluarkan DPK tidak perlu terlalu banyak ya… Hmm…

Proses Simbiosis

AKHIRNYA!

Intermezzo

OH TIDAK!

Oke, maaf, intermezzo ini dibutuhkan.

Symbiote adalah istilah yang digunakan manusia dan alien untuk menyebut sebuah Klyntar

Klyntar, pada sisi lain, adalah nama dari spesies tersebut.

Sebagai contoh, kita mengenal mamalia besar, berbelalai, kuping lebar, dan empat kaki sebagai gajah, dan bahasa Inggris mengenalnya sebagai elephant. Tapi, secara spesies, namanya adalah Elephas maximus.

Mengerti? Karena aku akan menggunakan istilah Symbiote yang lebih familier pada orang-orang mulai dari sekarang.

Langkah 1: Cari Inang.

Seperti yang kusebut di atas, sebuah Symbiote akan menggunakan indra keenamnya (ralat: indra keempatnya mungkin, mengingat ia tidak bisa melihat atau mencecap tanpa adanya inang) untuk mencari sebuah inang.

Sesudah ia menemukan inang yang cocok, kita bisa maju ke langkah 2… Tapi, jika inang tersebut tidak cocok… πŸ™‚ Maka, symbiote tidak bisa mengubah struktur genetik dan memperkuat sang inang, jadi, symbiote tersebut, yang kelaparan, akan mulai mencicipi sel-sel sang inang. Ia akan mencoba tiap sel, segigit, demi segigit, sampai sel tersebut mati karena seluruh sel-nya telah dihabisi oleh si symbiote.

Kemudian, si symbiote akan kembali mencari inang baru. Atau, jika symbiote itu pintar, ia akan menggunakan sang inang sebagai tumpangan untuk pergi ke inang yang sempurna, seperti yang dilakukan oleh Riot.

Alasan Carlton Drake bisa terbilang bodoh dalam mencari inang yang cocok…

  • Karena ia tidak mengetahui cara kerja Symbiote (makanya dia harus baca komik Venom -_-), ia mengisolasi sang symbiote, dan tidak membiarkan proses simbiosis berjalan secara natural.
  • Symbiote tidak diberi izin keluar dan mencari inang sempurna…
  • Ia memilih orang-orang miskin sebagai kelinci percobaan, padahal symbiote membutuhkan inang yang kuat untuk melakukan simbiosis yang utuh.

Untungnya, Riot menemukan Drake, dan ia mengetahui simbiosis yang sukses!

Langkah 2: MAKAN!

Sesudah inang sempurna, atau setidaknya kompatibel ditemukan menggunakan indra keenam sang symbiote…

Symbiote akan makan sebelum ia memperkuat sang inang. Jika ia berusaha memperkuat sang inang secara langsung, ia akan kesulitan untuk mendapat bensin, dan terpaksa memakan sedikit sel dari sang inang. Jadi, sang Symbiote akan membuat inang merasa lapar, dan lapar, dan lapar, dan lapar.

Tentunya, karena tidak suka panas, symbiote tersebut akan memilih makanan dingin.

Sesudah inang dan symbiote sama-sama kuat… kita bisa masuk ke langkah 3!

Langkah 3: Doping

Inang akan diberikan banyak doping dan steroid alien.

Symbiote akan memperkuat sang inang beratus-ratus kali lipat dengan cara membiarkan tubuh fisiknya muncul dengan harga energi sang inang.

Kasarnya, doping ini semacam… arus tiga arah.

  • Energi masuk ke inang
  • Energi inang diambil dan dilipat gandakan symbiote
  • Symbiote mengeluarkan bentuk fisik aslinya
  • Jika inang tidak punya cukup energi, symbiote akan mengambil sel sang inang sebagai bentuk energi cadangan.

Tapi, jika kamu tidak cukup kuat untuk menahan bentuk fisik sang symbiote, maka inang akan dirusak secara parah.

Untuk mempersulit proses simbiosis ini, baik inang atau symbiote perlu struktur psikologis yang sama. Ini alasan Carnage bersatu dengan seorang serial killer, Venom bersatu dengan sesama pecundang, dan Riot bersatu dengan seorang CEO gila.

Jika symbiote secara diam-diam tidak menyukai si inang, maka sang inang harus siap untuk disantap hidup-hidup, atau ditinggalkan, dan membuatmu mati.

JENG JENG!

Kesimpulan

Terkadang, teman terbaikmu berada jauh entah dimana… Dan terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah teman terbaikmu akan datang secepatnya padamu.

Mengerti korelasi antara kedua hal ini?

Nah…

Kita tidak bisa memaksakan kehendak untuk mengambil sebuah symbiote. Selain Drake di Venom, pada komiknya juga ada banyak orang membeli sebuah Symbiote di pasar gelap dan memanfaatkannya agar dia bisa lebih kuat…

Sayangnya, semua orang yang melakukan ini langsung loncat dari lantai 10 atau lebih sebuah bangunan tinggi dan meninggal karena ia merasa gila.

Intinya, semakin kamu memaksakan kehendak, semakin besar kemungkinanmu menjadi gila ketika kehendak tersebut tidak terwujud… Jadi quote hari ini…

Don’t push your luck.

Sampai lain waktu!

P.S. Semua orang yang membuat artikel Venom menggunakan image yang ada di atas, dan aku tidak terkejut.

A bunch of random facts: Veggies and Fruits

A bunch of random facts: Veggies and Fruits

Ketika bosan, dan perlu menulis… Apa jenis tulisan yang bisa kubawa ke situs ini ya…

Sebenarnya aku ada hutang tulisan filsafat, tapi karena tulisan terakhirku sudah mengenai filsafat, aku merasa ini sedikit terlalu berat untuk dibuat sekarang, dan tidak akan terlalu banyak menambahkan traffic site, yang sedang drop pada bulan Oktober ini.

Salahkan Marvel untuk terlalu lama menunda keluarnya film berikutnya, dan salahkan DC untuk mengeluarkan Aquaman pada bulan Desember. Wait, ada Spiderman: Into the Spiderverse! Oke, kita tunggu itu saja dulu…

Ehem, kembali ke topik.

Tanpa adanya sumber pop culture yang cukup (Venom adalah pengecualian, karena aku telat menonton, sekarang pun belum) aku semacam kebingungan ingin membuat artikel, jadi semoga ideku ini mampu dinikmati!

Materi dan Struktur

Beberapa fakta disini akan bersangkutan dengan struktur dan juga zat yang membuat sebuah sayur atau buah.

Air, dan Asam

Jadi… Seperti yang mayoritas orang tahu, bahasa Inggris dari Semangka adalah Watermelon, dan bahasa Inggris dari Melon adalah… (UMM) melon (atau Honeydew, cantaloupe, terserah lah, aku lebih suka menyebut melon).

Nah, fakta itu sebenarnya cukup tepat, karena watermelon dan melon sendiri sangat-sangat mirip strukturnya. Jika Melon Honeydew yang paling sering anda temukan di supermarket terdekat terbuat dari 86% air, 7% serat, dan sisanya berupa DNA, dan juga nutrisi-nutrisi di dalamnya… Semangka memiliki konten yang amat mirip… terbuat dari 93% air, dan 3% serat, lalu tentunya banyak nutrisi lain di dalamnya.

Uniknya, hanya perbedaan zat sekitar 10% ini (dari nutrisi, DNA, dan tentunya perbandingan Air/serat) warna, rasa, dan tekstur kedua buah amat jauh berbeda.

Berikutnya, beberapa kemiripan lain yang ditemukan secara struktur dapat dilihat di hidangan samping Nasi+Ayam Goreng milikmu… Biasanya, disimpan, Sambal, Selada, Tomat dan juga Timun.

Banyak orang (termasuk diriku sendiri) yang hanya menyukai salah satu diantara tomat atau timun. Aku sendiri lebih suka timun, dan kurang menyukai tekstur lembek dan asam yang ada di tomat.

Lucunya… (dan ironisnya) Timun terbuat dari 96% air, 3% serat, dan 1% yang tersisa adalah beberapa hal-hal lain yang hanya dituliskan sebagai Other contents di beberapa buku… Sedangkan, Tomat, terbuat dari 90% air, 6% serat, 3% asam, dan 1% zat lain-lain.

Jadi, tomat dan timun ini, sebenarnya memiliki rasa, tekstur, dan gizi yang cukup berbeda dengan satu sama lain. Tapiiiiii… Zat yang menyusun mereka hampir sama persis.

Hanya dengan perbedaan 3% asam, 3% serat, dan 1% zat lain-lain tersebut (seperti gizi, mineral, dan juga DNA), rasa dari keduanya langsung jomplang ke satu sisi. Kadar serat dari tomat dilemahkan oleh asam yang ada, dan memberikannya tekstur kenyal, sedangkan kadar air di timun membuat sayur tersebut lebih keras.

Kesimpulan: Kita sebagai manusia hanya punya sedikit perbedaan, namun sebenarnya kita satu makhluk yang sama… Ba dum tss πŸ˜€

Sama seperti tanaman, mayoritas dari tubuh kita berupa cairan, otak kita bahkan terbuat dari 90% air yang dipadatkan oleh sel-sel.

Namun, pada dasarnya, tiap manusia memiliki genetik yang sama persis. Kecuali untuk DNA, 99.999% dari tiap manusia sama saja. 0.001% dari DNA merubah begitu banyak penampilan. Ganteng atau tidaknya seseorang adalah hasil dari mesin gashapon yang dipilih oleh hukum sains, dan jika kamu kurang beruntung 0.001% tersebut membuatmu tampak jelek.

Jangan lupa bahwa kamu cukup beruntung untuk punya 99.999% sel yang berfungsi dengan normal, jadi coba saja untuk bersyukur pada mukamu, meskipun itu jelek, apalagi kalau kamu ganteng.

Misguided?

Banyak orang mengira bahwa sayur adalah suatu jenis makanan yang dimakan sesudah dimasak, seperti misalnya, bayam, kol, zucchini, dan lain-lain. Juga banyak orang mengira bahwa BUAH adalah makanan manis yang boleh langsung dimakan tanpa perlu dimasak kembali.

Perlu diingat lagi… Tidak selalu. Banyak sekali ada common error dan miskonsepsi umum yang terjadi di kalangan umum. Jadi,mari kita catat beberapa kali… Ini adalah beberapa miskonsepsi mengenai buah, ataupun sayur, yang anda semua perlu ingat.

Definisi

  • Sayur adalah jenis tumbuhan yang ketika dimakan… merupakan tumbuhan itu sendiri.
  • Buah adalah embrio yang sudah matang, dan digunakan sebagai alat menyebarkan biji oleh tanaman. Buah bisa dianggap sebagai anak dari suatu pohon.

Fakta…

  • Paling sederhana, dan paling sering orang salah lihat… Tomat. Tomat adalah buah, dan BUKAN sayur. Iya, tomat dimasak sebagai sayur, padahal tomat adalah buah.
  • Strawberry, Blackberry, dan juga Raspberry… bukanlah beri. Mereka merupakan buah.
    • Menurut ilmu biologi, sebuah beri adalah inti dari sebuah bunga yang ketika dikeluarkan, akan menghasilkan sejenis buah berukuran kecil, dan stroberi, blackberry, serta raspberry, berasal dari pohon, dan BUKAN bunga… tanaman tersebut adalah sebuah buah.
    • Catatan lagi… Beri adalah semacam subjenis dari buah… Sama seperti kacang tanah sebagai subjenis dari kacang.
  • Terong, justru… Merupakan beri. Karena terung berasal dari inti sebuah bunga yang dibuahi.
    • Kumohon… jangan bingung. Stroberi bukan merupakan beri karena dia alat untuk berkembang biak, dan terung justru HASIL dari perkembang biakan.
  • Tahu mengenai Almond? Almond itu kacang bukan? Haha… bukan… πŸ™‚ Almond itu adalah sepupu dari… Buah Persik. Jadi, lain kali, jika kamu ingin bilang ke orang-orang yang menawarkanmu almond, jangan langsung bilang bahwa kamu alergi kacang, karena almond adalah buah.
  • Jadi… apa saja yang sudah kurusak… Almond, terung, stroberi, blackberry, raspberry. Oh iya… masih ada lagi. Kacang tanah yang berada dalam cangkangnya… Tampak seperti ini?
    • Ya… mereka itu sekeluarga dengan kunyit… Jadi, kalau kamu alergi kacang, seharusnya memakan kacang seperti ini takpapa… (Jangan coba jika kamu memang sudah pernah mencoba dan memiliki alergi pada kacang yang seperti di atas ini)
  • Oke, mari kita rusak bunga-bunga juga!
    • Apel sekeluarga dengan mawar.
      • Mawar tidak memiliki buah tetapi.
    • Oh iya… ceri juga
    • Pir juga…
    • Apa lagi… Buah Plum…

Jadi… bagaimana? Sudah cukup bingung… Kacang = Legume, sekeluarga dengan kunyit, bunga mawar sekeluarga dengan apel, stroberi, dan beri lainnya, bukan berasal dari keluarga beri, hanya saja kebetulan mirip dengan beri, dan terung… merupakan beri.

Believe me, your family isn’t weird.

Kesimpulan…

Jadi, sebenarnya, artikel hari ini hanya akan sedikit di bawah 1000 kata, semoga tetap menarik…

Namun aku akan segera menyimpulkan…

Banyak hal yang mudah kita lewatkan, dan oleh karena itu, akan jauh lebih baik jika kita ingin memerhatikan hal lebih banyak, dan tidak menelan bulat-bulat apa yang diberikan oleh orang lain untuk kita.

Silahkan berpikir sedikit mengenai kalimat itu, dan sampai lain waktu!

War of Art.

War of Art.

Sebagian besar orang seharusnya tahu mengenai buku karya tulis Sun Tzu dengan judul Art of War…

Aku disini bukan untuk menceritakan mengenai seni peperangan, melainkan cara beberapa orang pada zamannya filsuf Tiongkok, berkompetisi dengan menggunakan seni. Kompetisi dari seni yang dilakukan orang-orang pada Tiongkok jaman baheula cukup menarik.

Sebenarnya ini adalah kilas balik kuliah kedua kelas Filsafat Unpar. πŸ™‚

Temanya kali ini adalah Filsafat Tiongkok dan Filsafat India.

So, let us begin!

Pemateri: Greysia Susilo, seorang dosen dari Universitas Multimedia Nusantara, yang secara mayoritas mempelajari seni Tiongkok secara otodidak sebagai hobi.

Themes

Ibu Greysia Susilo membelah cara seseorang mempersepsi seni ke tiga jenis sudut pandang, secara bentuk, secara konten, dan secara konteks.

Bentuk dibedakan bukan hanya dari bentuk karya seni (yang hampir pasti berbeda), tetapi juga dari bahan, keahlian yang dibutuhkan, dan dari hasil akhir. Menurutku, diantara ketiga topik lain, ini yang paling tidak menarik. Ya, mungkin karena aku tidak begitu suka dengan pembahasan seni secara teknis, tetapi lebih ke secara penggunaan.

Konten, jika kita berbicara konten, biasanya akan merujuk ke apa yang seniman itu ingin tunjukkan ke orang lain. Topik konten ini juga bisa merujuk ke apa yang orang-orang tangkap dari seniman tersebut. Sebagai contoh, ada dua lukisan yang menceritakan tentang pelajaran musik yang dilukis oleh Henri Matisse memiliki konten yang sama, mengenai pelajaran musik. Konteks kedua hal tersebut cukup berbeda tetapi.

Jika konten membahas apa yang orang-orang lihat dan apa yang seniman ingin tunjukkan dari suatu karya, konteks lebih merujuk ke fungsi, dan juga tujuan dibuatnya karya itu. Sebagai contoh, dua patung bisa saja memiliki bentuk dan konten yang sama, tetapi yang satu ditujukan sebagai karya untuk memuaskan diri sendiri, dan yang lain ditujukan untuk membuat orang lain merasa senang… Perbedaan konteks sederhana seperti ini bisa merubah karya dan proses secara keseluruhan.

Hari ini, aku akan lebih membahas konteks, sedikit banyak konten, dan hampir tidak ada pembahasan mengenai bentuk… Cheerios.

The Social War

Jadi, ketika kita ingin membahas mengenai “perang” kita perlu sedikit definisikan perang sendiri. Perang disini bisa kita anggap sebagai suatu bentuk berkompetisi dan berlomba-lomba untuk satu sama lain, dan seperti yang kalian akan lihat, ini akan menjadi suatu kilas balik untuk status zaman sekarang…

Kerajaan

Membahas konten dari yang dilakukan oleh orang-orang golongan pertama akan tidak jauh dari kemewahan. Ku yakin ada sebagian pembaca yang mungkin sudah pernah menonton Crazy Rich Asians… Aku berada disini untuk mengingatkan bahwa orang dengan darah Tionghoa yang amat-amat kaya sudah berada sejak zaman dahulu…

Para petinggi kerajaan sering sekali berlomba-lomba untuk menyewa ahli (sebenarnya istilah yang Ibu Greysia Susilo gunakan adalah tukang, tapi kayanya kurang wah gitu… Silahkan panggil sesuka pembaca) paling hip untuk membuat suatu hal yang tidak diperlukan, tapi hanya bertujuan untuk membuang uang, karena mereka punya terlalu banyak…

Biasanya hal tidak diperlukan ini cukup bagus, dan mewah. Tidak jarang ada sebuah vas yang dihiasi dengan batu-batu giok, mungkin pilar lebay ala sosialita, dan lukisan yang wah, wah, dan wah!

Tujuan para bangsawan melakukan ini? Ketika ada bangsawan lain datang berkunjung, mereka bisa melihat banyak sekali hal-hal mewah yang tersedia, dan mendapatkan pengakuan!

Berbicara mengenai konteks dari suatu karya, tidak akan jauh hasilnya dari…

  1. Buang-buang duit
  2. Tidak punya kerjaan
  3. Pamer

Mungkin ketiganya bisa terjadi di saat yang sama, dan aku sejujurnya tidak terkejut mengingat seberapa kaya raya raja dan bangsawan Tiongkok pada zaman tersebut.

Nah, kalau kita ingin memberi konten, kita perlu melihat kedua belah pihak yang ikut terlibat dalam proses pengerjaan suatu karya seni…

  1. Tukang/Ahli
  2. Klien Bangsawan/Raja

Tukang/Ahli

Ahli akan melakukan apapun yang klien mereka inginkan karena mereka memang dibayar untuk pekerjaan tersebut. Seorang ahli tidak boleh memberikan terlalu banyak improvisasi, (kalaupun diizinkan) dan akan bekerja seratus persen atas perintah klien.

Yang seorang ahli boleh lakukan dalam memberikan improvisasi hanyalah memberikan cap tanda bahwa dia-lah yang membuat karya tersebut. Selain itu, hampir tidak ada bentuk apapun yang boleh diubah oleh Ahli-ahli tersebut.

Karya mereka hampir tidak pernah berubah, karena pada akhirnya orang-orang menginginkan hal yang sama, hanya mungkin perbedaannya, jika seorang bangsawan memiliki vas dengan 25 batu giok, maka mentri akan ingin vas dengan 50 batu giok, dan sang raja ingin vas ukuran dua kali lipat lebih besar dengan 100 batu giok. Pada dasarnya, karya mereka cenderung repetitif, karena hanya bertujuan mengisi keinginan para bangsawan yang menginginkan sesuatu yang teman mereka sudah punya.

Pada bentuk dasarnya, template (ahli-ahli ini terdengar seperti tukang print πŸ˜€ ) yang mereka berikan sudah memiliki tujuan masing-masing, ada yang bertujuan membuat orang merasa tersentuh, ada yang bertujuan membuat orang merasa takjub, dan ada juga yang bertujuan membuat orang lain merasa iri. Silahkan tebak yang mana yang paling laku, karena aku punya tebakan, dan itu hanya opini pribadi.

Ya, jadi, jika seorang ahli hanya menyediakan template, dan seluruh bahan serta hal dikendalikan oleh klien, maka… Apa yang klien inginkan?

Klien sang Ahli

Haha…

Seperti aku sudah sebut beberapa kali, tujuan klien ini melakukan sesuatu adalah mengisi kehampaan, dan kebosanan karena mereka tidak perlu melakukan apa-apa… (Andaikan kalian lupa, banyak rakyat tiongkok kelaparan, tapi ya, siapa yang peduli) Jadi, sesudah beres perang dan mengambil koleksi selir, dan uang… Mereka kembali berperang dan berlomba-lomba berusaha pamer ke orang lain…

Kira-kira dari tujuan itu, apa jenis karya yang mereka inginkan?

Oh iya, mereka ingin membuat orang lain merasa iri dan terpukau oleh koleksi milik mereka. Ini berarti sebenarnya yang mereka inginkan adalah yang orang lain inginkan bukan?

Kalau kamu tak bisa membuat benda lebih mewah, maka buat benda lebih banyak… Tapi tetap, hanya bangsawan yang cukup kaya yang bisa menciptakan wow factor paling tinggi untuk bangsawan lain…

Ada pihak ketiga yang ikut mengendalikan tren benda… Yaitu, sesama bangsawan… Namun, yang non-klien…

Teman-teman…

Rumput tetangga selalu lebih hijau… Kecuali jika kamu merasa puas tentunya. Sayangnya, dengan begitu banyak karya seni yang dimanfaatkan untuk pamer, tidak akan ada rasa puas. Begitu kamu memiliki patung batu giok seberat 4 kilogram, tetanggamu yang sesama menteri, memiliki patung batu giok dengan berat 5 kilogram. Jadi, kamu langsung mencari hal lain, seperti misalnya, meja dari emas, dihiasi (sekali lagi) batu giok.

Jadi, jika kita berbicara pengusaha terkaya di Tiongkok, kita harus melihat para ahli yang cukup pintar untuk meninggalkan brand miliknya di tiap rumah bangsawan, dan langsung mendapat pesanan sesudah pesanan terakhir miliknya beres…

Hampir bisa dipastikan, banyak sekali uang kerajaan turun ke para ahli ini, karena begitu mereka memenangkan sebuah perang dan mengambil “hadiah” yang banyak, hampir pasti uang yang mereka hasilkan digunakan untuk ini…

Seni Kerajaan @ Masa Kini

Mari kita ibaratkan rumah dimana seni kerajaan ini sebagai… panggung. Zaman dahulu, yang memiliki akses untuk unjuk gigi di panggung mereka masing-masing hanyalah raja dan bangsawan. Banyak sekali orang rela membuang cukup banyak sumber daya mereka hanya untuk memamerkan sesuatu. Kabar baiknya, zaman dahulu kala, istana yang bagus dibutuhkan untuk politik…

Istana yang bagus adalah tanda kerajaan yang makmur dan aman. Jika istanamu tidak bagus ketika raja negeri sebrang sedang berkunjung… Maka kunjungan berikutnya dari sang raja adalah sebuah serangan.

Sekarang, mari kita ibaratkan akun sosmed sebagai panggung πŸ˜› . Sekarang, hampir semua orang memiliki akses, sumber daya, dan hak untuk memamerkan sesuatu yang mereka inginkan demi sebuah Like atau Pengikut, layaknya raja memamerkan perhiasan, serta furnitur di rumahnya untuk mendapat perhatian politikus lain…

Seni Kerajaan di Tiongkok pada zaman dahulu telah memberikan sisa-sisa dari peradabannya untuk membuang sumber daya (sumber daya bukan hanya uang, bisa waktu, bisa energi) demi mendapat tanda cap diakui oleh teman-temannya.

Sastra…

Mari kutunjukkan kebalikan dari Seni Kerajaan dengan Seni Sastrawan sekarang juga…

Seni Kerajaan menginginkan hiasan yang sebanyak-banyak-banyak mungkin… dan Seni Sastrawan menginginkan keindahan maksimal, dengan usaha paling minimal. Menurut beberapa sastrawan yang bergelut di dunia seni Tiongkok, semakin banyak kamu berusaha untuk memperindah sesuatu hanya akan berujung ke kamu mengambil makna dari seni tersebut.

Sastrawan di Tiongkok juga harus “berperang” dengan sesama calon sastrawan ketika ingin mengambil sebuah ujian, dan masuk ke kelas buffer antara rakyat dengan bangsawan ini.

Jika kamu ingin menjadi seorang bangsawan tapi tidak memiliki sedikitpun darah biru yang mengalir di tubuhmu, maka kamu perlu perkuat tanganmu, dan siap untuk melukis, memainkan alat musik, dan menulis sampai kamu mabuk.

Ibu Greysia bercerita bahwa jika kamu ingin menjadi seorang bangsawan yang naik status dari rakyat jelata, kurang lebih ini yang perlu kamu lakukan…

  • Berlatih dan berusahalah meminta sebuah guru untuk mengajarkanmu ilmu miliknya
  • Sesudah berlatih cukup sulit… Kamu masih harus membuktikan dirimu di mata sang guru agar guru tersebut merasa bahwa kamu bisa dikirimkan olehnya untuk melewati ujian.
    • Seseorang yang berbakat akan butuh waktu sekitar 2 minggu untuk menggambar satu huruf dengan teknik sempurna, dan usaha paling minim.
    • Untuk melukis pemandangan, yang merupakan sebagian dari ujian… Kamu harus melukis setiap aspek (misalnya, matahari, gunung, pohon, sungai, dll) secara terpisah, baru menyatukannya. Tiap aspek membutuhkan waktu sekitar 3-4 minggu untuk dipelajari secara maksimum.
  • Jika guru sudah memilihmu, masih ada ujian sulit untuk kamu lewati. Hanya beberapa yang memiliki nilai terbaik akan dipilih sebagai sastrawan (atau istilahnya, The Mandarin. Jadi sepertinya musuh Iron Man kita ini sebenarnya seorang sastrawan Tiongkok).
    • Andaikan kamu tidak lulus, kamu bisa berlatih pada gurumu dan menjadi guru lain, menggantikan sang guru ketika dia sudah tiada. (ini yang Kong Fu Zi lakukan. Atau Confucius jika kamu bingung)
    • Perlu diketahui bahwa Confucius, Mencius, dan semua latinisasi dari nama-nama china ini adalah guru, dan bukan bangsawan. Mereka lebih tenar di zaman sekarang atas ajaran milik mereka.
  • Kamu hanya sekitar 2-3 langkah lagi hingga bisa menjadi seorang bangsawan. Untuk melakukan itu, diantara puluhan sastrawan lainnya, kamu harus menjadi satu dari 3 sastrawan terbaik, dan HORE! Kamu lolos

Jika kita ingin menanyakan perang-nya dimana… Tidak perlu ditanyakan sepertinya.

Kriteria Seni

Number 1: Jangan pernah overkill (kata ini belum ada di bahasa indonesia) sedikit pun. Hanya sepeser saja kamu lebih memberikan suatu guratan, maka kamu sudah gagal.

Number 2: Jangan pernah lakukan kegiatan melukis APALAGI menulis jika kamu sedang merasa kesal, ini akan merubah hasil, dan membuatmu melupakan nomor 1.

Number 3: Jangan pernah menggambarkan manusia dalam sebuah pemandangan. Alam akan sama-sama saja baik ada kita atau tidak, dan kita akan menjadi dekorasi yang tidak perlu. (Heidegger terinspirasi dari filsafat Tiongkok, dan sesudah mengetahui ini… aku tak terkejut)

Number 4: Jangan pernah biarkan godaan dunia materi menghalangi keabstrakan segala sesuatu.

Number 5: Jangan pernah berusaha mengimitasi bentuk alam sendiri. Tangkap alam dalam pikiranmu, dan lukislah interpretasimu yang paling abstrak.

Waw! Ini sangat-sangat sederhana. Incredible. Ini seni Tiongkok paling kompleks, dan hasilnya pun cenderung paling bagus. Selain itu, Bu Greysia memang menyatakan bahwa beberapa hal ini membuat seni Tiongkok ini sulit untuk dilakukan tanpa adanya seorang guru.

Hasil Seni

  • Cenderung amat abstrak
  • Sangat sederhana dan efisien
    • Orang Tiongkok yang tidak terlalu kaya tidak ingin membuang terlalu banyak sumber daya, dan segala sesuatu jadi amat sangat efisien..
  • Seni amat sangat presisi dan indah

Seluruh effort yang dituangkan untuk tidak berlebihan dalam berkarya menciptakan seni yang presisi seperti hasil pekerjaan seorang robot, namun indah dan memiliki sentuhan manusia juga di dalamnya.

Seperti anda bisa lihat, ini adalah lukisan yang dibuat oleh sastrawan Tiongkok. Warnanya sangat minimum, bentuk tidak dilebih-;ebihkan, dan tidak ada guratan tidak perlu. Perbedaannya memang ada penggunaan manusia di sini, namun ukuran mereka dibuat amat sangat kecil, karena kali ini, mereka memang membuat perbedaan, dan bukan hanya sebuah hiasan.

Seni Sastrawan @ Masa Kini

Seperti yang kalian bisa tampak… Karir seseorang terbentuk berdasarkan ujian. Setidaknya pada zaman dahulu kala ini… Ujiannya bersifat kualitatif.

Ujian kali ini bersifat kuantitatif, dan seharusnya untuk parameter saja, bukan sebagai jaminan kesuksesan. (tidak ada satupun sastrawan yang melarat… terutama mengingat bangsawan mungkin dibunuh saat perang, sastrawan tidak diburu ketika sedang terjadi peperangan)

Seni Rakyat

Ini akan aku jelaskan dengan efisiensi…

Jika seni sastrawan mempromosikan abstraksi, dan seni kerajaan mempromosikan hiasan, seni rakyat mempromosikan energi yang dibuat dalam sebuah karya.

Seni Rakyat dimanfaatkan sebagai bentuk lain kamera pada zamannya, dan biasanya menggambarkan suatu momen kebahagiaan, seperti pernikahan.

Seni Rakyat memiliki sedikit hiasan, dan dilakukan dengan happy agar ada aura positif yang orang-orang tangkap dari lukisan tersebut.

Kesimpulan

Sepertinya sampai hari ini saja, suara gema dari Tiongkok zaman baheula ini masih terdengar…

Banyak orang berusaha memanfaatkan panggung yang mereka gunakan demi suatu pengakuan dari teman-temannya… Ini sedikit mengecewakan. Lagak bangsawan seperti ini sudah terlalu sering tercipta…

Mari kita buat diri kita lebih baik tiap harinya, dan jangan terlalu mencari pengakuan… Merasa bahagialah dengan yang kita punya.

Only The Wisest and The Stupidest Of Man Do Not Try To Change. -Confucius

Sampai lain waktu!

Psychology of The Laugh Track

Psychology of The Laugh Track

Kita semua pasti sudah pernah menonton serial komedi.

Sebagian besar serial komedi memiliki sesuatu yang disebut sebagai… “canned laugh”. Kalian pasti tahu jika pernah menonton serial seperti Friends, atau Big Bang Theory, ketika ada sound effect tertawa di latar belakang, memberitahu kita bahwa itu lelucon, dan sebaiknya kita tertawa!

Jadi, sebagai tanda selebrasi pindah channel dari Last Man Standing, season terakhir dari Big Bang Theory, dan bulan Oktober yang aku sangat-sangat tunggu sebagai portal kembalinya serial!

Jadi, siap-siap mengisi alarm di HP-mu untuk mengingatkan kapan saja ada serial yang main! (or use Netflix… atau juga bisa menggunakan… Umm, portal film illegal [don’t])

The Canned Laugh

Canned Laugh…

Ada banyak sekali orang yang membencinya, dan juga ada orang yang sangat berterima kasih padanya! Tapi, dari mana asalnya?

Seperti pada kafe dan bistro yang mengizinkan stand up comedy, canned laugh tidak terlalu berbeda jauh dengan suara drum Ba-Dum-Tss di akhir sebuah acara… Konteksnya sama, hanya beda penempatan.

Namun, aku belum pernah melihat orang komplain pada suara Ba Dum Tss, sedangkan, untuk Canned Laughter… Wahahah, silahkan cari di Forum Movie Lover, atau dekat-dekat situ, dan mereka punya satu halaman khusus menyindir canned laughter tersebut…

Kalau kamu tidak suka pada Canned Laugh, maka Charley (iya, Charley, pake huruf Y) Douglass adalah orang yang akan kamu salahkan!

Coba cari dia di Google, dan kamu akan mengetahui bahwa dia orang kelahiran 1910, karirnya sudah berjalan sejak dia berada di awal usia 20-an. Pada zaman grey TV dan low tech itu, dia merupakan salah satu Sound Engineer paling dicari di U.S.A. dan kabarnya, jika dia berada di studio yang sudah memiliki film bagus, ia akan membuat suara dari film itu sempurna.

Bagi orang yang berpikir… “Hey, kasih saja aku kamera bagus! Aku bisa melakukan hal yang sama!” Coba ingat ini tahun 1930-an.

Pada awal karirnya, ia cukup membantu Amerika dalam membuat iklan-iklan seperti yang anda mungkin lihat di Captain America: First Avenger, dan tentunya, sedikit tayangan televisi.

Nama Charley Douglass sendiri baru tenar pada 1955-an, dan ada suatu studio yang ingin membuat suatu serial komedi… Karena difilmkan dalam Live Audience, serial komedi itu membutuhkan kemampuan editing suara yang spesial.

Siapa yang mereka cari? Charley Douglass…

Datang dan membantu proses pembuatan serial komedi itu, hal pertama yang ia lakukan… Mengeluh.

Menurutnya, dengan adanya live audience yang siap untuk ketawa sedikit (atau banyak) tiap kali ada momen lucu cukup merusak kualitas audio yang ada pada zaman itu.

Jadi, apa yang ia lakukan? Ia bilang, agar ia dan timnya tidak perlu terlalu banyak mengedit audio (alias, satu adegan, satu kali mengedit audio) karena susahnya mengedit dan melakukan filter audio.

Karena ia suka bekerja efisien, yang ia lakukan lebih konyol lagi… Ia meminta penonton tertawa sekali, dan ia mengisolasi suara itu, dan tiap kali penonton tertawa, alih-alih dia harus mengedit tertawaan yang baru, ia memasukkan klip suara tawa yang ia rekam, dan hanya bermain dengan fitur edit yang ada pada zaman tersebut, agar suara tawa yang menggelegar mendapatkan kesan variasi.

Surga efisiensi…

“Kemalasan” Douglass dalam mengerjakan tugasnya telah memberikan suatu ikon baru, yang masih menempel sampai sekarang, dan kembali mengingatkan orang-orang bahwa ada momen lucu yang mungkin saja kamu lewatkan.

Atau sebenarnya, ikonisnya Canned Laughter ini juga dibenci orang-orang yang sudah mengerti leluconnya dan merasa kesal karena mereka harus mendengar tawaan yang instan itu.

Istilah Canned Laughter sebenarnya muncul dari para hater, karena Charley Douglass sendiri menyebutnya Laugh Track. Menurut mereka, karena sound effect tawa menutupi lelucon yang berpotensi garing, dan cenderung tidak segar, tidak ada bedanya dengan memakan makanan kalengan. Jadi, ya, namanya berasal dari situ.

Do People Hate It?

Apakah orang-orang membenci Laugh Track/Canned Laughter?

Tergantung sebenarnya…

Jika kita melihat serial-serial (Catat bahwa aku tidak pernah melihat film layar lebar yang menggunakan Canned Laugh) komedi yang benar-benar sukses dan masih ditonton orang-orang 20-30 tahun setelahnya… (Maaf Bill Crosby Show) Sebagian besar memang menggunakan laugh track. Laugh Track yang dipakai pada zaman editing lebih modern juga dicampur dengan tertawa hanya untuk menutupi kegaringan, tepuk tangan jika ada momen seperti pernikahan, dan juga sound effect “Aww” kalau ada momen imut atau menyentuh.

Dan sekarang aku masih bingung mengapa sound effect sering diulangi di dunia nyata…

Intermezzo : Monty Python mungkin bisa dicatat sebagai salah satu karya yang tidak menggunakan canned laugh, menurut fans die hard dari Monty Python, canned laughter menyuruh kapan saja perlunya penonton untuk tertawa.

P.S. Aku sangat menyukai Monty Python and The Holy Grail, rasanya tidak penuh jika membahas komedi tanpa menyebut film ini.

Nah, kembali ke topik…

Sebuah tawaan yang diselipkan pada film-film seperti itu sering jadi topik pembahasan psikolog yang tidak punya kerjaan, dan memang suka menonton film komedi.

(Dalam proses pembuatan artikel ini, aku menemukan Psychology Stack Exchange, Movie Stack Exchange, Social Studies Stack Exchange, dan juga… Comedy Stack Exchange… Sepertinya mereka tidak tahu atau tidak menggunakan Quora)

Entah mengapa, Laugh Track sepertinya masih sangat populer dalam kalangan remaja. Semua TV Show Disney menggunakan Laugh Track…

Jika aku ingin mengaitkan ini ke psikologi, mungkin Laugh Track bisa jadi panduan untuk para remaja yang takut disindir dan berusaha keras untuk fit-in… Mereka lebih bisa mengikuti suatu kalimat komedis, dan tetap tertawa meski mereka tidak menganggap bagian tersebut sebagai bagian yang lucu.

Selain itu, jika memang ingin membahas top 5 acara komedi (menghitung serial yang masih berjalan pada tahun 2000… non kartun) hampir semuanya masih menggunakan Laugh Track. Ini merupakan perata-rataan dari beberapa web page…

  1. Friends (Dengan laugh track)
  2. Parks and Recreation (tanpa laugh track)
  3. The Office (tanpa laugh track)
  4. Big Bang Theory (dengan laugh track)
  5. How I Met Your Mother (dengan laugh track)

So, umm… Sejujurnya, jika kita bicara rating, sepertinya cukup rata. Ada orang yang ingin dipandu untuk tertawa, dan juga ada orang yang tidak ingin dipandu…

Selain itu, ada pola lain yang bisa aku temukan untuk jenis acara yang memang menggunakan laugh track, dan yang tidak menggunakan laugh track. Sepertinya, jika lingkaran acara fokus lebih banyak ke keluarga, atau ke teman, maka laugh track akan lebih sering digunakan (pengecualian di Modern Family), sedangkan, jika acara fokus ke lingkaran bekerja, laugh track tidak digunakan…

It’s just a random thought…

Dengan batas pengetahuanku, aku tidak mengetahui semuanya, tapi dari mayoritas daftar top 10 dan top 20 komedi yang aku temukan… mayoritas memiliki pola seperti di atas.

The Feels

Ketika kita bicara komedi, kita tidak bisa menggunakan psikologi untuk menciptakan adegan lucu… (tapi sejujurnya, aku mulai takut jika kita akan bisa menggunakan psikologi untuk membuat orang tertawa… Itu akan menjadi sebuah teknik murahan yang menjelek-jelekkan seni manusia) Kembali ke topik, humor merupakan sebagian bakat, dan sebagian juga turunan, tergantung sumbermu mendapat komedi…

Jadi, tentunya, kita perlu masuk ke daerah dimana selera humor yang baik bisa ditemukan di sana, di sini, dan di seluruh daerah tersebut… Mari kita berjalan ke… πŸ™‚

Inggris!

Mari kita tanyakan “KENAPA” pada salah satu ahli komedi, Graham Linehan. Seperti orang yang tinggal di daerah Inggris pada umumnya (Linehan berasal dari Irlandia), ia memiliki sumber selera humor yang baik, dan sepertinya, bakatnya juga dialirkan dengan halus, sehingga ia cukup terkenal dan mampu menulis beberapa jenis sitcom yang sukses…

Menurutnya, komedi akan terasa lebih hampa jika hanya kamu saja yang tertawa, dan jika kamu ingin merasa lebih utuh, kita perlu seseorang untuk menemani kita tertawa, dan Linehan memutuskan untuk menambahkan Laugh Track pada tiap serialnya.

Meski memang ada yang gagal, Linehan juga cukup sering membuat sitkom sukses…

Tambahan komentar lainnnya dari Linehan…

Canned Laughter bukan jenis tawaan yang ia sukai, ia lebih menyukai laugh track yang diedit secara keseluruhan bersama audio utuh, dan ia menggunakan live audience yang suaranya akan diedit oleh tim editing miliknya…

Graham Linehan juga suka menyatakan bahwa adanya Live Audience akan membuat tim-timnya memaksa dirinya agar acara tersebut lebih lucu. Jadi, terkadang ada beberapa acara TV yang tidak menggunakan suara tawa sebagai alat bantu bagi penonton, tetapi sebagai sumber motivasi pemain, serta penulis naskah.

Linehan juga memberikan komentar tambahan… Jika serial itu memiliki konten yang cenderung kontroversial pada negara TV Show tersebut akan keluar… Akan jauh lebih baik jika kamu TIDAK memasukkan laugh track. Sebagai contoh, jika kamu membuat komedi yang menyindir ratu inggris, jangan tambahkan laugh track, karena itu akan menambah dan melipatgandakan kontroversi, karena dengan adanya laugh track, orang-orang tahu bahwa penulis menginginkan bagian dari acara tersebut sebagai bagian yang lucu.

The Psychology

Sebagaimanapun orang-orang tidak menyukai laugh track, mayoritas orang memang menyukainya…

Ada rasa tantangan dan drive dari pihak luar agar kita tertawa hanya demi menutupi rasa malu, juga ada rasa lebih penuh karena kita memiliki teman untuk tertawa bersama-sama dengan kita.

Acara yang tidak menggunakan laugh track memiliki kesempatan untuk sukses sebesar 20% lebih banyak kebanding yang tidak.

Masalahnya hanya berada pada orang-orang yang tidak menyukai laugh track dan menganggapnya sebagai suatu hidangan dari kaleng yang tidak segar… Biasanya orang seperti itu akan mengeluh, dan dari orang-orang tersebut, bisa keluar image buruk dari laugh track.

Jika kamu memang menginginkan uang, gunakanlah laugh track… Tapi jika tujuanmu membuat orang tertawa dan merasa yakin bisa melakukannya tanpa laugh track… go ahead!

Kesimpulan

Terkadang, kita tidak bisa merubah suatu keadaan… Dan juga, terkadang, banyak orang mengeluh terlalu banyak…

Well, jika kalian tidak suka dengan canned laughter maka silahkan, pilih serial yang tidak menggunakannya, namun, kurasa, tidak ada salahnya menerima dan menggunakan tawaan instan seperti itu sebagai alat bantu…

Terkadang canned laughter membuat kita kepo dan mencari tahu sebuah joke yang kalian tak mengerti… Kekepoan memang karakter dasar manusia… who can blame us…

Sampai lain waktu!

Homeschooler’s Bias

Homeschooler’s Bias

Artikel ini akan menjelaskan sedikit mengenai apa yang aku, dan teman-temanku mungkin rasakan dan jenis-jenis judgement yang kita biasa terima, baik oleh anak-anak seumuran, guru-guru, dan masih banyak lagi…

Ketika kamu seorang homeschooler, percaya padaku, hidupmu akan terasa lebih enak! Tapi juga, percaya padaku, kamu harus mau mendengar dan menerima judgement dari orang lain… Sebagai orang yang memang sering beraktivitas di umum, komentar-komentar yang diberikan seperti ini bisa memberikanmu banyak reaksi kesal… Tapi nanti kau akan terbiasa sendiri, jadi santai saja!\

Jadi, mari kita masuk ke dalam artikel…

Typical Stigmas

Kalau kita bicara stigma, pertanyaan yang sudah hatam seperti gurunya datang ke rumah, ijazah, cara mulai dan blablabla… Tidak masuk. (aku sejujurnya lebih senang menjawab 10 pertanyaan tipikal seperti ini, daripada satu stigma yang tidak dibicarakan keras-keras)

Stigma adalah pikiran negatif, yang terkadang tidak perlu dikatakan, atau bahkan tidak pernah tampak dari ekspresi muka… Namun, dengan analisa yang baik, kita bisa mengetahui perasaan seseorang begitu kita memberikan fakta itu.

  • Homeschooling gak punya temen… *rolleyes*
  • Homeschooling mahal… *mengeluarkan sound effect… Eh*
  • Anak-anak homeschooling gak punya sopan santun karena tidak diajarkan social skills *tersenyum manis, tapi sinis*

Aku pernah bertemu orang yang langsung mengatakan stigma tersebut tanpa rasa malu, yang hanya membuat ekspresi muka, yang mengatakan stigma mereka dengan kalimat pembuka seperti “I’m not judging, I’m just saying” tetapi kalimat mereka penuh dan kaya akan judgement, dan yang berusaha memberikan konsultasi mengenai sebuah masalah… YANG SEBENARNYA TIDAK ADA!

Aku merasa lebih senang memberikan reaksi kepada orang yang menyatakan stigma tersebut keras-keras kebanding yang hanya membuat ekspresi muka, yang memberikan solusi mereka pada masalah yang fiktif, dan tentunya… jenis stigma lainnya.

How one must react towards those Stigmas…

Ada banyak reaksi yang bisa diberikan…

  • Angguk dan pura-pura bodoh
    • Kelebihan reaksi ini… Anda tidak perlu menjelaskan sesuatu kepada seseorang dan membuang 15-30 menit hidup anda demi menjelaskan suatu fakta yang kentara.
    • Kekurangannya… Lawan bicara anda bisa menerima dan menganggap stigma mereka sebagai fakta yang nyata…
  • Langsung berbicara SEBELUM lawan bicara memberikan stigma milik mereka
    • Kelebihan… Anda tidak perlu mendengar stigma yang sama beratus juta kali ketika diajak bicara. Dan juga, anda bisa merubah stigma lawan bicara anda sebelum stigma itu nyata.
    • Sedikit kesalahan, maka stigma milik lawan bicaramu benar-benar muncul. Oh, dan tentunya, orang yang kekeuh akan tetap menyatakan stigma yang sama jika pikirannya tak berubah…
  • Menunggu, lalu menjawab dengan jawaban sedetil mungkin
    • Baiknya adalah, kita bisa benar-benar mengetahui stigma lawan bicara kita, lalu menghilangkan pikiran lawan bicara kita mengenai stigma itu.
    • Buruknya, kita biasanya tetap kena stigma, dan terkadang, cara ini tidak berpengaruh, atau membuang waktu paling banyak.
  • Memberikan impresi baik tanpa perlu menjawab stigma, dan stigma tersebut hilang sendiri pada ujung percakapan.
    • Jika lawan bicara kita merasa lebih terkesan, maka stigma milik mereka hampir pasti bisa hilang.
    • Waktu terbuang paling banyak, dan tidak semua orang bisa membuat orang lain merasa terkesan semudah itu saja…

Reaksi ini tidak terlalu berhubungan dengan topik utama ku hari ini…. Namun, jika anda memang memiliki masalah, kurasa solusi ini sudah cukup untuk menjawab pertanyaan kalian… Cheerios

Stigma Crisis

Ketika kita bicara stigma, kita bicara close mindedness, ketika kita bicara close mindedness, ada dua sisi dan asalnya pemikiran tersebut. Satu karena mereka memang tidak tahu opsi lain selain opsi yang mereka sudah percayai itu, dan yang kedua adalah karena mereka memang tidak mau berpikir terbuka.

Masalah kedua ini tidak bisa diperbaiki sama sekali, karena bagaimanapun juga, itu memang karakter. Untungnya, masalah pertama yang juga jadi hasil stigma, sama problematiknya dengan ketertutupan pikiran seseorang.

Solusi yang kuberikan untungnya telah menutup masalah pertama, dan itulah alasan kita perlu mengedukasi orang-orang seperti itu.

Stigma akan selalu ada, dan ketika kita keluar dari sistem, maka kita harus siap untuk dikritik dan dikomentari oleh orang-orang yang berada di dalam sistem tersebut. Namun, yang menjadi masalah adalah, banyak orang menyalahgunakan faktor dan motif dari suatu tindakan, lalu menyambungkannya dengan stigma milik mereka.

Contoh-contoh kasus

Case 1:

Sekelompok anak-anak dalam rentang usia 15-17 sedang terlibat dalam sebuah percakapan. Selama percakapan itu, ada 2 anak yang pendiam. Salah satu dari anak tersebut merupakan praktisi homeschool, sedangkan satu yang lain menggunakan seragam SMA.

Sesudah percakapan itu beres, kedua anak tersebut pergi terlebih dahulu.

Anak-anak (atau Remaja) tersebut memutuskan untuk melanjutkan percakapan lebih lanjut…

  • R1: Kasihan yah tadi… dia homeschooling, pasti introvert dan gak bisa sosialisasi tuh…
  • R2: Untung kita dibolehin sekolah, jadi kita bisa dan berani ngomong dan ngobrol…
  • R3: Perasaan tadi yang diem ada dua orang deh… Siapa sih yang satunya lagi…
  • R1: Ah, itu mah cuman karakter doang, biasa kalau ada orang yang mau diem kaya gitu
  • R2: Iya, wajar kok, di sekolah juga banyak yang pendiam

Jadi, masalahnya adalah… Ketika orang mengetahui suatu fakta yang aneh mengenai seseorang, mereka akan berasumsi bahwa fakta aneh tersebut adalah penyebab dari suatu tindakan.

Padahal, belum tentu lho fakta aneh itu penyebabnya… Masih saja ada kemungkinan besar bahwa fakta aneh itu memang ada, tapi penyebab dari tindakan atau aksi tersebut hanya karena suatu penyebab yang biasa…

Pada kasus tadi, penyebab itu suatu hal yang biasa, yaitu memang karakter remaja homeschool tersebut memang pendiam dan hanya merespon tanpa memulai suatu percakapan, sedangkan, ketika remaja yang lain sedang bersekolah formal, kenapa ia malah diberikan penilaian bahwa tindakan miliknya merupakan tindakan biasa?

Case 2:

Pada sebuah lomba yang tidak dinilai secara sistematis, melainkan secara subjektif… Seorang peserta yang merupakan seorang homeschooler diberi pertanyaan yang menanyakan tentang nilai-nilai miliknya.

Nilai-nilai miliknya bertentangan dengan norma umum, dan juri langsung memberi label padanya bahwa ia orang yang tidak berhak menang, karena dia homeschooling, juga karena dia memberikan jawaban yang tentunya sangat subjektif.

Sekali lagi, pada kasus ini…

Dikarenakan ada satu hal yang memang tidak wajar dari seseorang (which we all gotta have) secara otomatis, orang-orang yang mendengar ketidakwajaran itu, akan langsung memberi koneksi pada homeschooling sebagai faktor dan alasan suatu ketidakwajaran.

This stuff happens a lot…

The Issue

Jadi begini, sebagai praktisi, kita memang sudah terbiasa bertemu dan menerima komentar beserta kritikan dari orang-orang mengenai hal-hal seperti ini. Masalahnya adalah, ketika seseorang yang di luar sistem melakukan hal yang normal, orang-orang akan secara otomatis melihatnya sebagai suatu kondisi yang disebabkan karena dia berada di luar sistem tersebut.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang sangat judgemental dan sebenarnya, jika kita ingin memberikan judgement untuk orang-orang sesekali, itu hal yang normal…

The judgement itself is not and never will be the issue.

Masalahnya adalah, banyak orang, terutama di Indonesia, melihat hal dari satu sudut pandang dan percaya bahwa hasil judging mereka adalah kenyataan, meskipun itu hanya sebuah pemikiran.

Kesimpulan

People judge, and it’s normal.

Seperti aku bilang, manusia memang makhluk yang judgemental, tapi masalah (ups, masalah nomor dua terbesar) terbesarnya adalah fakta bahwa orang-orang memang langsung saja percaya pada penilaian dan loncatan kesimpulan mereka tersebut.

Masalah terbesar yang memang masalah terbesarnya ada di ketertutupannya pikiran seseorang.

Banyak orang tidak berpikir duaΒ  kali, dan juga banyak orang tidak pernah mau merubah pikiran mereka sama sekali. Kita harus mau melihat sisi baik dan kita harus mau melihat hal dari banyak sudut pandang, sebelum memberikan penilaian.

Jangan pernah mau terjebak dalam stigma, judgement, euforia, dan juga perasaan… Sampai kita benar-benar yakin, dan sudah memberikan penilaian terbaik yang kita bisa berikan.

Itu saja dariku, terima kasih, dan sampai lain waktu!