Month: June 2018

Board (Game) of Thrones: Hand of The King

Board (Game) of Thrones: Hand of The King

Pada pertengahan Ramadhan, aku mampir ke Shuffle ID (google saja, tempatnya sangat bagus, nyaman, dan cocok untuk bermain board game) dengan tujuan bermain board game (captain obvious). Perlu sedikit disayangkan, hari itu orang-orang yang datang ke Shuffle, seperti biasanya (dan Bubi lupa) tidak sedikitan. Jadi, kita harus mencari kelompok untuk didatangi, yang dibawah 4 orang.

Selama menunggu, kita terpaksa bermain board game yang memang didesain untuk dimainkan berdua, ataupun tetap seru berdua.

Bubi menang terus bermain Jaipur (cari saja di google), sampai-sampai Bubi bosan bermain itu. (kondisi tidak ada teman untuk diajak main ini pernah terjadi beberapa kali sebelumnya, dan Bubi lupa mengingat fakta itu…) Untungnya, kali ini ada faedahnya dari lupa bawa banyak orang ke Shuffle. Selain pada akhirnya kita bertemu Kakak-kakak yang fun, juga kita menemukan permainan ini. Sampai-sampai, sekarang kita beli!

Jadi, langsung saja kita review…

Background

Apa alasan, atau latar belakang kita membeli Board Game ini?

Singkat cerita, tiap kali kita ke Shuffle, selalu ada jeda 20-30 menit untuk bermain, jika ada seorang teman yang diajak sedang bermain dengan orang lain. Nah, selama jeda itu, kita biasa bermain Hand of The King ini.

Nah, selama kita bermain, kita suka dengan gameplay, serta tema Game of Thrones (aku gak nonton, masih dibawah umur 😛 ) . Cara bermain dan strategi bermainnya cukup sederhana untuk dipahami Babah, dan Babah yang memang fanboy GoT, pasti juga akan suka dengan tema Game of Thrones ini.

Jadi, sekitar 6 minggu sesudah menemukan board game nya, kita pesan dari tokopedia, dan dia baru saja datang tadi…

Buka, foto, langsung main.

Cara Bermain

HotK (akan aku singkat jadi HotK ya, kalau ketik Hand of the King berkali-kali terlalu banyak keystroke) adalah permainan yang didesain untuk dua orang, tetapi bisa dimainkan untuk 3, dan 4 orang juga. Tetap, menurutku, paling menyenangkan bermain ini berdua saja.

Jadi, ceritanya, kita adalah seseorang yang ingin menjadi tangan kanan dari Raja Westeros, atau… oke, aku berusaha googling sedikit cerita GoT dan aku tidak mengerti… Jadi, Westeros terdiri dari 7 House, (Ha, Klingon punya 24) dan kita, yang ingin mendapat dukungan dari tiap House memutuskan untuk merekrut Varys, untuk menarik orang-orang agar mereka memberikan dukungannya di King’s Landing (bentar dulu, aku googling dulu King’s Landing ini apa bedanya dengan Westeros)

OW, King’s Landing itu kota! Westeros itu negaranya! Tapi, kalau begitu, lokasi Houses nya ada dimana ya? Oke, aku bingung… Kembali ke board game…

Di saat yang sama, Varys juga direkrut oleh saingan kita, dan kedua pemain memberikan perintah ke Varys untuk membisikkan namamu ke orang-orang di King’s Landing, dan mendapatkan political support dari orang tersebut.

Pada dasarnya, setup game juga cukup sederhana… Kita cukup mengocok 36 kartu karakter, lalu memasangnya secara acak di tengah semua pemain. Ada total 35 kartu anggota house, dan 1 kartu Varys.

Setelah itu, kita perlu mengacak dari deck companion (ini yang memberikan game-nya twist dan juga memberikan sentuhan unik pada tiap kali kita bermain) dan membuka 6 companion, tata di atas ke 36 karakter. Companion ini punya kekuatan berbeda, dan juga bisa mengubah alur permainan dengan mudah. (BTW, mayoritas companion berisi orang-orang yang bukan bagian dari House, seperti Khal Drogo, Jon Snow, dan orang lain yang nama belakangnya bukan nama house)

Hasil setup kurang lebih seperti itu…

Cara bermainnya pun sederhana… kita harus berebut kontrol, dan mengambil tiap anggota, dengan cara menggerakkan kartu Varys. Varys boleh gerak ke 4 arah, (kanan, kiri, atas, bawah), selama kita bisa mengambil seorang karakter dari King’s Landing. Gerakannya tidak dibatasi jumlah kotak, hanya dibatasi arah, dan kita harus mengambil karakter.

Dalam kasus ini, aku boleh mengambil, misalnya Olenna Tyrell. Jika aku memutuskan untuk mengambil Olenna, Varys dipindahkan ke lokasi karakter yang diambil, dan permainan berjalan ke pemain selanjutnya, dengan lokasi Varys yang sudah pindah.

Kita juga boleh mengambil dua karakter sekaligus, jika mereka berasal dari house yang sama. Misalnya, ada Rickon dan Arya Stark di barisan Varys yang bisa aku ambil. Aku boleh mengambil keduanya dengan memindahkan Varys ke posisi anggota house paling ujung. Dalam kasus ini, Varys pindah ke posisi Arya, dan keduanya aku ambil.

Jika seseorang mengambil anggota House dan punya anggota house lebih banyak dari tim musuh, maka ia boleh mengambil Emblem dari house tersebut, sesuai dengan warna dan logo dari karakter.

Jika jumlahnya seri sesudah mengambil karakter, maka emblem diambil oleh pemain yang terakhir kali mengambil karakter dari house tersebut.

Oh, satu hal penting lagi. Jika karakter terakhir dari suatu house diambil, dan tidak ada anggota lain dari house itu di King’s Landing, sebuah companion boleh diambil oleh pemain yang mengambil companion tersebut. Efeknya harus langsung dipakai.

Nah, tetapi, ada sedikit rule advanced… jika sebuah anggota house terbunuh (hanya kalau terbunuh) melalui ability companion (companion manapun itu, efeknya beda-beda soalnya), dan jumlah pemilik anggota menjadi sama, maka emblem dikembalikan ke King’s Landing, menunggu ada yang diambil.

Peraturan sesederhana itu sebenarnya… Ia akan beres begitu Varys tidak bisa bergerak lagi.

Pemenang adalah yang mendapatkan emblem terbanyak pada akhir game. Jika jumlah seri, maka dihitung dari siapa yang punya anggota total paling banyak.

Tips dan Trik

Review abis ini ya, sabaaarrrr….

Tip #1

Jumlah anggota tiap house berbeda-beda… Sepertinya di serialnya juga begitu…

  • Stark, 8 anggota, Serigala, Abu
  • Greyjoy, 7 anggota, Kraken (cumi-cumi 😛 ), Hitam
  • Lannister, 6 anggota, Singa, Kuning Merah
  • Targaryen, 5 anggota, Naga, Merah Hitam
  • Baratheon, 4 anggota, Banteng, Kuning Hitam
  • Tyrell, 3 anggota, Bunga, Hijau
  • Tully, 2 anggota, Biru, Ikan

Nah, karena jumlah anggota tiap House berbeda, mendapatkan house yang beranggota lebih sedikit biasanya punya value lebih banyak daripada mengambil house dengan anggota banyak.

Misalnya, akan lebih bermanfaat untuk mengambil seorang dari Tully, dan langsung menguasai setengah dari house tersebut, ketimbang mengambil 2 Stark, atau 2 Greyjoy.

Selain itu, jika mengambil house dengan anggota sedikit, bukan hanya kita akan lebih mudah mendapat emblem, kita juga bisa mempercepat proses mendapatkan companion.

Secara keseluruhan, jangan ketipu jumlah angka karakter, karena nilai semua emblem sama saja.

Tip #2

Lihat beberapa langkah ke depan.

Mungkin tampak obvious, tetapi permainan ini butuh kemampuan analisa yang sangat-sangat mirip dengan catur. Tetapi, karena kita memainkan satu pion yang sama, prediksi yang bisa dilakukan akan lebih mudah.

Jangan gerak ke tempat yang bisa membuat musuh mengambil companion, atau mengambil alih house. Di sisi lain, buat musuh tergoda untuk memberikan kamu kesempatan mengambil companion, dan juga mengambil house yang sedang tidak kamu kendalikan.

Tip #3

Tip terakhir cukup sederhana. Aku akan menyebut ini, menghabisi.

Kita bisa menghabisi kontrol musuh, dengan mengambil beberapa karakter sekaligus ketika permainan mendekati akhir. Misal, lawan punya 2 Baratheon, kamu punya satu. Jika lawan tidak mengambil Baratheon terakhir, emblem akan selamanya jadi milikmu. (kecuali tentunya, ada yang dibunuh companion)

Dengan teknik yang sedikit “nyolong” ini, akan sangat bermanfaat, jika sedang memungkinkan untuk membuat game beres dengan sengaja.

Review!

Udah bosan? Atau jangan-jangan skip sampai bagian ini?

Nilai Plus

Nilai plus ini dinilai dari kacamataku ketika bermain…

Cocok untuk semua orang.

Aku yakin game ini cocok untuk hampir semua orang. Tentunya, fanboy game of thrones sudah pasti akan tertarik sedikit dengan tema permainannya. Tetapi, yang bukan fanboy pun, juga seharusnya suka dengan permainannya.

Gameplay sederhana, menarik, dan variatif akan membuat HotK sangat playable oleh siapapun… jika sudah cukup umur tentunya.

Oh, satu hal tetapi, aku tidak mengerti hal ini…

Kenapa ada Baratheon di house Lannister? Namanya gak diganti pula… yang ada kan jadi bingung. Karakter pendek tapi muka rada tua di belakang tidak terlalu membingungkan, tetapi… kadang suka ada saat aku salah ngambil Joffrey mengira dia Baratheon, meski sudah ada perbedaan warna.

Plot Twists

Companion memberikan banyak rasa dan feel baru tiap permainan. Ada saat dimana jika kamu mengambil companion, efeknya tidak akan terlalu terasa, tetapi jika ada companion bagus seperti Jon Snow (dihitung sebagai dua karakter dari suatu house), atau Melisandre (jalan dua kali giliran ini), efek companion jadi gamechanging.

Karena Companion selalu berubah tiap kali bermain, maka ada suatu rasa baru tiap kali kita main, membuat permainan ini tidak ngebosenin.

Kriteria game 1 v 1 terpenuhi

Permainan 1 versus 1 tidak boleh membuang waktu terlalu lama. Biasanya game 1v1 memang didesain untuk compact, kilat, dan bersifat sebagai filler.

Waktu bermainnya singkat, ukuran kotaknya kecil, dan juga tidak perlu terlalu banyak berpikir ketika bermain. HotK memenuhi hampir semua kategori penting board game 1 on 1.

(oke, juga ada sih, game yang lama tetapi seru 1v1, misal Android Netrunner, Ashes, Star Wars LCG, dan lain-lain)

Variasi Mode!

Ada variasi mode untuk 3 dan 4 orang yang memberikan opsi untuk backstabbing dengan mudah.

Ketika berempat, kita bermain dengan tim, tetapi hanya boleh berkomunikasi dengan tim dengan membuang token yang hanya diberikan 1 saja ke tiap pemain. Sesudah token dipakai, kita tidak boleh berbicara lagi sampai permainan beres.

Nah, kalau bertiga tetapi… Kita boleh membuang sebuah token gagak untuk berkomplot dengan salah satu dari dua lawan kita. Komplotnya boleh dikerjakan boleh tidak, dan bisa-bisa kita bisa membuat seseorang rugi secara politikal…

Variasi ini juga memberikan twist menarik untuk pemain… Karena tentunya, tiap kali ada backstab, akan sangat menyenangkan!

Minus

Sekarang mari melihat nilai minus dari permainan ini…

Luck Dependence

Harus kuakui, faktor luck, atau hoki-hokian di game ini sangat-sangat sedikit. Tetapi, jika setup awal memberikan tanda yang buruk… Kamu harus sedikit ngarep kamu menang pas coin toss, atau suit yang menentukan siapa yang jalan duluan.

Akan sangat apes jika posisi Varys sejajar dengan 2 karakter Tully, pemain yang jalan duluan langsung mendominasi permainan, dengan mengambil salah satu house, serta satu companion di giliran yang sama.

Setiap langkah perlu diukur, tetapi jika kamu gagal jalan duluan ketika kamu perlu jalan duluan, maka, kemungkinan besar, kamu kalah.

Luck dependence di game ini hanya di kala pregame, dan setup. Tetapi, sebuah setup yang apes bisa merusak jalannya permainan. Jadi, pastikan kartu dikocok dengan mudah, dan dengan benar.

Aku payah bermain ini…

Sejujurnya, kayanya hanya ada satu kelemahan HotK dalam kacamataku.

Kesimpulan

Bubi menang terus kalau board game 1v1…

HotK adalah opsi yang sangat cocok untuk newbie board game tapi fanboy game of thrones, ataupun sebaliknya. Gaya permainan dan cara bermain akan sangat srek dengan pemain-pemain board game lama, ataupun baru.

Bagaimanapun juga, kita cukup enjoy board game ini, karena sangat menyenangkan, dan singkat!

Bandung Dilanda Krisis Bahan Pokok!

Bandung Dilanda Krisis Bahan Pokok!

Judulnya bukan clickbait. Kalau memang dianggap clickbait, mohon maaf, tujuanku bukan membuat clickbait, hanya untuk membuat suatu artikel yang sedikit… urgent.

Serta tentunya, Komedik.

Bandung baru saja dilanda kebutuhan bahan pokok.

Entah kamu mau mencari ke Warung berjarak 50 meter dari rumah, ke minimarket berjarak 500 meter dari rumah, sampai ke supermarket terdekat… Kamu tidak bisa menemukan bahan pokok ini.

Dimanapun itu, Bandung sedang dilanda krisis. Krisis Beng Beng!

Dimulai Sejak Akhir Bulan Puasa

Malam itu dingin, sekitar pukul 19.00. Tepat sesudah shalat isya, aku dan teman-temanku yang sedang beritikaf, memutuskan untuk beristirahat dulu, lalu Tarawih. Sebelum tarawih tetapi, salah satu temanku bergumam. “Kayanya, Beng Beng Share-it enak nih”.

Jadi, aku yang sudah cukup senang diajak itikaf, dan diberikan makan berbuka serta sahur oleh masjid yang mengadakan itikaf tersebut, memutuskan untuk membelikan temanku itu beng-beng shareit. Namanya juga baik kan? Hehehe.

Jadi, aku berjalan, dan berjalan, malam ke 25 itu tidak terlalu dingin. Dari gedung sate, ada sebuah alfamart yang tidak terlalu jauh. Aku memasuki pintunya, maju mencari di setiap barisan makanan, di sana, di sini… tidak ada!

Jadi, aku menanyakan ke mas-mas yang menjaga kasir. “Mas, punten, Beng-beng share it nya habis ya?”

Ternyata betul, di alfamart tidak ada.

Ya sudah, mungkin di Supermarket ada.

Dengan lewat pintu belakang, dan memotong jalan sedikit, aku mencapai Supermarket dalam waktu sekitar 30 menit. Tidak ada juga… Haha. Di supermarket, tidak ada satupun beng beng share it… Mengapa? Oh tidak.

Menyusuri jalan Riau, aku mampir ke Indomaret, Alfamart lain, warung pinggir jalan, dan semuanya memberikan respon sama. “Habis.”

Dengan amat kecewa, aku mencoba keberuntunganku untuk terakhir kali, memasukki Circle K, dengan harapan mungkin saja ada.

KEBERUNTUNGANKU MASIH ADA! Aku sukses menemukan sebuah Beng-Beng Shareit, hanya tersisa satu lagi. Untungnya, aku masih memiliki cukup banyak waktu untuk kembali sebelum Tarawih. Dan aku pun mengantarkan parsel berharga itu sambil berceloteh…

“Guys, kalian gak bakal percaya aku ke berapa toko demi beli ini!”

Analisis ekonomiku mengatakan bahwa dengan naiknya keluarga berkumpul, cemilan enak dengan ukuran pas, harga ekonomis juga sangat cocok dinikmati bersama-sama keluarga. Jadi, sembako kesepuluh ini langsung cepat dihabiskan oleh orang-orang.

Lebaran

(FYI, ini di Jakarta, sedikit misinformasi di judul, mohon maaf)

Harapanku mencari Beng Beng masih ada, asa hampir hilang.

Malam Takbiran, aku diminta mencari cemilan untuk di hotel, yang bisa dinikmati bersama, tidak usah jauh-jauh, cukup ke Alfamart saja. Keluargaku sedang ngopi di dekat situ, tetapi aku diminta untuk membeli cemilan.

Micin, sudah ada.
Air, sudah ada.
Micin jenis lain? juga ada.
Apa yang kita kehilangan?
Gula! Manis-manis!

Alhamdulilah! Masih ada Beng-Beng Share-it! Hanya tersisa satu lagi saja, langsung, aku berlari dengan bahagia ke barisan itu, deretan coklat lain tidak menggoda, tetapi aku mencomot satu saja, dan itu adalah satu-satunya Beng-Beng yang tersisa, baik yang share it, atau yang besar.

Hari H lebaran, tidak ada lagi satupun Beng-Beng ketika aku mampir ke alfamart.

Sepertinya, semua yang tersisa sebelum Beng-Beng kehilangan semua driver pengantarnya, telah mudik. Stok telah dihabisi oleh orang-orang, dan sembako kesepuluh ini, telah habis.

Sesudah Lebaran

Bandung, baru saja Sabtu kemarin. Aku dan Ibuku mampir terlebih dahulu untuk membeli nasi goreng untuk makan malam. Tempatnya penuh, aku bosan. Untungnya, ada 3 koin 500 perak dalam kantongku. Cukup untuk membeli satu beng-beng saja.

Aku keluar, menghampiri warung yang berada tepat di sebelah restoran nasi goreng penuh tersebut. Tidak ada. Beng-Beng telah habis, sejak Lebaran… Beng-Beng sudah tiada.

Oh tidak.

Mengapa? Mungkin, hanya di warung ini saja, kupikir. Diriku berjalan ke warung di sebelahnya, tidak ada juga…

Bandung sudah resmi berada dalam sebuah krisis. Krisis Beng-Beng. Semua warung dalam radius 200 meter ++ dari restoran nasi goreng itu tidak ada satupun yang memiliki Sembako kesepuluh. Selamat tinggal temanku, ku akan merindukanmu.

25 Juni, hari ini.

Diriku masih menginginkan Beng-Beng.

Aku berjalan, baru saja sekitar 1 jam yang lalu. Menghampiri warung di ujung jalan rumahku, tiada.

Aku berjalan lagi, mendekati masjid, warung tepat di sebelah masjid, tiada.

Terus saja, aku berjalan, berjalan dan berjalan. Sudah tiba di sebuah minimarket, aku bahkan mencoba 3 minimarket berbeda. Tidak ada satupun yang ada.

Dimana Beng-Beng! Aku merindukanmu!

Kesimpulan

Maaf, penulis sedang sedih. Ia menginginkan sembako kesepuluhnya segera.

Beng-beng, dimana kau?

Sampai lain waktu… T-T

Moral Judgement As A Child Ep. 1

Moral Judgement As A Child Ep. 1

Serial ini adalah sebuah serial yang aku gunakan untuk menulis recap tentang diriku sendiri ketika aku masih anak-anak. Mengingat artikel recap buku tulisan Jean Piaget, aku ingin menuliskan sedikit tentang pengambilan keputusan yang aku buat selama aku masih anak-anak. Apa yang aku lakukan, mengapa, dan apa yang anak lain lakukan kepadaku atas tindakanku.

Sebenarnya, kalau dipikir-pikir dan dilihat ulang beberapa kali dari sudut berbeda, akan sedikit tampak bahwa aku termasuk anak yang berusaha mengambil alih, dan bukan mengikuti arus anak-anak pada umumnya. Tetapi aku sedikit (ehem, yakin sedikit?) banyak gagal, dan aku… ya, baca aja sendiri deh.

Episode ini hanya akan membahas ketika aku masih berumur 7 tahun, karena sisanya aku akan bahas nanti. Sebelum aku mencapai umur 7 tahun, aku masih lupa-lupa ingat tentang apa yang aku lakukan, dan ketika  sudah diingat mungkin bisa jadi episode 2, 3 dst. Untuk umur diatas itu, akan jadi jauh lebih rumit, untuk pilot, mungkin konfliknya bisa dibuat sederhana saja.

Basa basi sudah beres, langsung saja aku cerita.

(FYI aku Homeschool sekarang sebelum ada yang menanyakan aku sekolah dimana)

Disclaimer: Nama-nama disini adalah nama Pseudonym, aku tidak akan, dan tidak akan pernah menggunakan nama asli, kecuali untuk diriku sendiri

Case Review

  • Nama Klien: Azriel Muhammad A.H., ketika umurnya masih 7 tahun
  • Nama Kasus: Bermain Bola di Lapangan Basket
  • Waktu dan Tempat Kejadian: *Nama sekolah ketika klien masih sekolah disensor untuk menginformasikan bahwa ini bukan iklan*, sekitar 8 tahun yang lalu, klien tidak bisa mengingat tanggal yang pasti.
  • Overview (Ikhtisar, [aku tidak suka kata itu, jadi kita gunakan overview saja]):
    • Klien merasa temannya yang sedang menjadi alpha dalam kejadian ini tidak tahu cara bermain bola dengan benar. Temannya berusaha memberikan diktasi atas peraturan, namun klien merasa bahwa diktasi peraturannya sangat-sangat konyol. Klien memutuskan untuk kesal sendiri. Sesudah klien menenangkan diri, baru ia mencari solusi.

 

Ditandatangani, Azriel Muhammad A.H. dari masa kini.

Kejadian…

Day 1

Hari itu, tahun itu, klienku yang sekarang telah tidak pernah menyentuh bola sepak sejak kelas 6 SD, masih menyukai bermain sepak bola. Kurasa inilah dampak seseorang mengenal game komputer, langsung hilang minatnya bermain olahraga. Ia sedang bermain sepakbola bersama temannya, dan klienku sendiri mulai berpikir kritis dan berusaha membanding-bandingkan situasi di lapangan dengan situasi di televisi, ketika ia dan ayahnya menonton bola.

Klienku bercerita, bahwa pada hari itu, ia merasa bahwa temannya sudah kebangetan. Ia mengira bahwa tiap tim boleh melakukan tendangan pojok, atau corner kick, ketika tim musuh mengeluarkan bola ke gawangnya sendiri.

Sayangnya dikarenakan ia dianggap sebagai pemain yang sangat payah, (tentunya, aku sendiri, sebagai psikolog yakin bahwa ia tidak sepayah itu juga) ia dianggap tidak mengerti cara bermain sepak bola sama sekali. Padahal justru, menurut klienku, bukan berarti karena ia tidak bisa bermain sepak bola dengan baik, ini berarti bahwa ia tidak mengerti peraturannya.

Tiap kali sebuah tendangan pojok dilakukan oleh temannya, padahal yang seharusnya dilakukan adalah goal kick (tendangan gawang), ia protes, namun sayangnya, klien saya tidak didengar suaranya.

Ia berusaha memberitahu temannya yang sok tahu akan peraturan bahwa cara bermainnya itu, tidak seperti itu! Namun, sayangnya, semua orang temannya memutuskan untuk pura-pura tidak tahu akan peraturan sederhana itu. Ia diprotes, dan kata temannya jika ia diprotes terus, ia akan diganti oleh pemain lain, meskipun mereka berada di dua kubu berbeda, semua temannya mendengar.

Klien saya dengan sedihnya dikeluarkan dari permainan itu. Ia bilang ke saya bahwa ia sudah berusaha meyakinkan, tetapi sayangnya ia gagal. Ia menutupi istirahat makan siang itu dengan sebuah rencana penggulingan. (oke, aku yakin kata yang klien saya pakai bukan penggulingan, tetapi aku tidak mencatat, dan anggap saja ini semacam dystopia)

Hari itu, saat pulang, ia berjalan ke lobby sekolahnya (yang jaraknya sekitar 500 meter dari ruang kelas) bersama temannya. Temannya yang baik, sebut saja Alam (pseudonym) ini, bilang bahwa sebenarnya ia setuju dengan dia, memang yang boleh melakukan corner kick itu hanya tim yang sedang menyerang, tim bertahan diberikan goal kick, dan bukan corner ketika itu terjadi. Namun, ia diam saja, dan ia tidak mau membela karena tidak ingin ikut terlibat konflik.

Day 2

Klien saya bercerita bahwa pada hari kedua, kelas mereka sedang tidak diberi jatah untuk bermain di lapangan basket, mereka akan mendapat jatah mereka 2 hari lagi, sesudah angkatan kelas 3 dan 4 mendapat jatah bermain juga.

Sistem rolling ini bisa tercipta dikarenakan lapangan sepakbola yang mereka miliki tidak bisa digunakan, kecuali ingin harus mengambil bola ke pinggir sungai jika terjadi out. Amat disayangkan.

Untungnya, meskipun klienku (ia mengakui ini) menyebalkan ke teman-teman angkatannya, ia cukup dikenal sebagai anak baik dan pintar di sekolahnya dulu. Kemungkinan besar, anak-anak Kelas 3 dan Kelas 4 disitu juga cukup tahu padanya, meskipun ia baru kelas 2. Ia hebat sekali ya… 😀

Jadi, pada hari kedua, ia mendekati kakak-kakak kelas 4 yang sedang bermain. Ia mencari kakak yang cukup baik, setidaknya sepengetahuannya, bernama Leon. Kak Leon ini juga katanya termasuk salah satu pemain sepakbola yang paling jago.

Ia mendekatinya, dan ia berusaha curhat, menceritakan masalahnya. Kak Leon ini langsung bersimpati padanya, ia memberi sugesti ide, bahwa dua hari dari sekarang ia akan ikut bermain, dengan satu temannya agar tidak ada yang protes ada kakak kelas 4 di tim musuh, dan akan menjelaskan peraturannya.

Klienku yakin bahwa jika ada Kak Leon dengannya, ia akan sukses memberi tahu temannya akan peraturan yang sebenarnya, dan dia akan akhirnya bisa bermain sepakbola tanpa rusuh dan stres sendiri akan kesalahan peraturan setiap kali ada tendangan pojok.

Day 3

Hari ketiga, lucunya, kakak kelas 3 yang sudah booking lapangan tidak jadi mengambil lapangan itu. Jadi, kami dari kelas 2 langsung mengambil lapangan.

Kak Leon dan temannya Kak Didit yang ingin ikut bermain di esok hari sudah menyampaikan pesan bahwa ia akan ikut bermain besok, tidak ada yang protes, teman-temanku malah senang mendapat striker.

Dikarenakan ukuran angkatan yang kecil, kita bermain futsal/sepakbola dengan 7 vs 7. Klienku merasa terpaksa main, karena memang hanya ada 14 pemain. Awalnya, ia tidak ingin bermain agar dia tidak frustrasi akan error sederhana, namun ia menelan nasib saja, ia berkata pada dirinya bahwa ia bisa, dan akan tetap sabar.

Sayangnya itu gagal.

Ketika ia melakukan perebutan bola, terjadilah sebuah pelanggaran. Klienku langsung diberikan kartu kuning (menurut seluruh tim musuh, kami tidak punya wasit), padahal menurutnya pelanggaran itu masih dalam batas wajar, dan tidak perlu diberikan kartu kuning, cukup tendangan bebas saja.

Untungnya, kali ini, timnya membela, timnya bilang bahwa tidak semua pelanggaran harus diberikan kartu kuning. Sangat beruntung bahwa temannya Alam percaya padanya (dan juga memang sudah menonton pertandingan yang tidak memberikan kartu kuning setiap pelanggaran), sambil ikut bilang ke anggota timnya untuk bilang bahwa itu tidak perlu diberikan kartu kuning.

Tim lawan percaya, dan hanya pergi dengan tendangan bebas. 

Tetapi, hari itu, klienku sedang merasa sedikit frustrasi, dan tidak sabaran, ia tidak sabar menunggu hari dimana tidak ada lagi tendangan pojok defensif. Ia jadi, melakukan sebuah pelanggaran, tepat dihadapan kiper.

Lapangan basket tidak punya kotak penalti, iya, betul. Namun, sudah disepakati oleh semua orang, jika pelanggaran tepat dihadapan kiper, akan diberikan sebuah penalti.

Timnya semua setuju, klienku pun mengakui bahwa itu harus diberikan sebuah penalti. Tetapi, sayangnya temannya yang sok tahu ini, bernama Putra (teman yang sama yang bilang bahwa tendangan pojok itu… ya tahu lah ya), bilang bahwa, tiap kali ada Penalti, harus ada kartu merah.

Ini langsung ia protes, ia tidak terima, ia yakin tidak semua penalti harus dihukum dengan kartu merah, setidaknya terakhir kali ada penalti dalam salah satu pertandingan Liverpool di Premier League, ia yakin bahwa tidak seperti itu.

Jadi, ia membantah, dan ini adalah percakapan anak berumur 7 tahun, membahas sesuatu sesederhana (ehem, peraturannya 192 halaman sendiri) sepakbola…

  • Putra: Hey, kalau penalti itu langsung dikasih kartu merah tau!
  • Azriel: Gak ah, aku yakin gak dikasih kartu merah, terakhir kali Liverpool dapet penalti lawannya gak dikartu merah kok!
  • Putra: Ini kan futsal!
  • Azriel: Iya, tapi kan tetep aja, futsal peraturannya dasarnya mirip sepakbola
  • Putra: Iya, tapi kan kartu merah
  • Azriel: Kan futsal mestinya 5 orang, ini ada 7
  • Putra: Kan biar adil…
  • Teman nyeloteh (klienku tidak ingat itu siapa): Iya, masa kita jadi pake cadangan, entar semua orang gak bisa main dong!
  • Azriel: eh iya, maaf ya…
  • Putra: Iya, betul kan, berarti kartu merah aja ya!
  • Azriel: Kan gak sengaja, pelanggaran itu wajar lho!

Sayangnya seluruh tim lawan klienku sudah keburu sebal akan pernyataan yang ia bilang dimana mestinya futsal itu 5 lawan 5. Ia tidak diberi kesempatan untuk mendebat lagi. Jadi, dengan sedihnya, ia diberikan kartu merah sebagai hukuman sosial untuk tidak mengikuti alpha, dan juga untuk hukuman akan salah memberikan pernyataan.

Klienku mengaku bahwa ia sebal, dan ia mengakhiri hari dan istirahat makan siang menemani temannya yang menggambar. Temannya Eka tidak suka bermain sepakbola, dan klienku mengakui bahwa sahabatnya pada saat itu, dan terus sampai ia kelas enam, adalah si Eka ini. (Eka itu cowo ya, jangan salah, aku kurang kreatif membuat pseudonym)

Eksekusi Rencana

Day 4!

Klienku datang bersama Kak Leon dan Kak Didit untuk bermain bola, kali ini 8 lawan 8.

Ia berbisik ke Kak Leon, dan percakapan pendek mereka berujung seperti ini…

  • Azriel: Kak, langsung bilang ya, aku mulai kesel soalnya Kak, entar aku darah tinggi lagi… kebanyakan makan garam (btw, ini lelucon di kelasnya klienku, katanya jika orang marah-marah, disebut sebagai orang yang kebanyakan makan garam)
  • Kak Leon: Jangan dulu Zriel
  • Azriel: Hah? Kenapa?
  • Kak Leon: Nanti aja, biar bolanya keluar dulu…
  • Azriel: Oh iya, siap kak, siap…

Pada dasarnnya, anak-anak, seperti klien saya, sangat memandang tinggi senior yang masih masuk dalam golongan peer. Kak Leon disini merupakan kelas tertinggi di SD-nya dulu, belum ada kelas 5 pada saat Klien saya masih kelas 2. Klien saya sudah sangat senang bisa mengobrol dan didengar oleh anak kelas 4.

Sedikit offtrack, klien saya juga bercerita bahwa ketika ia sudah kelas 5, ia selalu mau meluangkan waktu untuk bermain ke anak kelas 3 dan anak kelas 2, kadang ikutan bermain apapun yang ia mainkan, ia senang bermain dengan junior yang melihatnya sebagai kakak kelas yang baik. Meski juga ada junior yang menyebalkan.

Nah, junioritas senioritas ini mulai bermain.

Ketika Kak Leon (menurutnya ini disengaja) mengeluarkan bola dan memberikan tendangan pojok ke tim musuh, ia menghentikan permainannya, dan menjelaskan peraturan yang nyata.

Semua orang yang masih seangkatan dengannya, dengan pengecualian Alam langsung takjub, mereka baru tahu ada yang namanya Goal kick, atau tendangan gawang. Karena senior yang menjelaskan, Putra langsung tunduk, dan tidak bertanya sedikitpun lagi, ia sudah yakin bahwa klienku benar.

Ah, tentunya sangat menyenangkan.

Ketika istirahat beres, klienku menjadi seorang anak yang sedikit… hmm, sok tahu. Ia bilang bahwa seharusnya selama ini teman-temannya dengarkan dia saja. Tentunya ini berujung buruk.

  • Azriel: Kan, tahu gitu dengarkan aku saja!
  • Putra: Iya, maaf ya, aku harusnya…
  • Azriel: Aku tahu kok aku bener
  • Putra: Maaf ya zriel, aku harusnya dengerin kamu
  • Azriel: Iya, emang betul, kan aku bener.

Hari itu berujung dengan seluruh temannya menanyakan peraturan bola ke dirinya. Dan ia sangat senang bahwa ia bisa bermain bola dengan benar.

Case Review

Bagi klien saya, ia tidak pernah ingin menjadi alpha. Bukan.

Ia memiliki potensi menjadi alpha, tetapi yang ia inginkan hanyalah untuk peraturan menjadi apa yang ia yakini sebagai peraturan. Semua hal sudah lurus, dan akhirnya, peraturannya dapat ia tegakkan. Ia tidak pernah mau menjadi alpha, dan yang ia yakini adalah, ia tahu peraturan yang benar, dan orang-orang harus mengikuti peraturan yang ia yakini sebagai benar.

Untuk melakukan itu, klien saya harus menjadi alpha, ia harus didengar.

Ia tidak bisa menjadi alpha, jadi ia mundurkan diri, dan mencari alpha yang lain. Ia sangat keren, dan juga resourceful dalam mencari solusi. Dua jempol ke klien saya 😀

Kesimpulan

Waw, menulis tentang diriku sendiri itu sangat lucu ya…

Bagaimanapun juga, ini adalah sebuah kasus psikologi, dan kuharap mampu dinikmati.

Aku sejujurnya merasa bahwa buat apa melihat psikologi orang lain! Lihat saja diri kita sendiri terlebih dahulu.

Tolong ketahui bahwa ini adalah true story, hanya nama yang fiksi, sangat beruntung aku bisa mengingat secara pas apa saja yang terjadi. Mungkin ada sedikit sih kata-kata yang direkayasa, tetapi intisari cerita itu, nyata.

Bagaimana pun juga, semoga intinya sampai, dan dapat dinikmati

Sampai lain waktu!

Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial: Legenda Situ Bagendit

Mitologi Millennial kali ini berada dalam kisaran Cerita Daerah… Aku memutuskan untuk menampilkan cerita Legenda Situ Bagendit…

Seperti biasa, mitologi millennial adalah sebuah cerita daerah, ataupun mitologi yang dikonversi agar bisa dinikmati para millennial.

Selamat menikmati!

DISCLAIMER: Harap catat bahwa cerita ini sebagian besar ditulis ulang, dan jika ada teknologi yang belum ada di zaman itu, bayangkan saja apa yang aslinya dilakukan oleh orang-orang di zaman itu. Serta ada beberapa versi dari cerita Situ Bagendit ini, harap ketahui bahwa ini tidak pasti, namanya juga mitologi

Senang Ditinggal Suami…

Hiduplah seorang Janda di Jawa Barat. Lokasinya dimana mungkin pembaca bertanya? Entahlah, coba aja pake Google Maps cari sendiri. Tinggallah seorang istri, yang aku pastikan sebagai cewe cantik, karena ia memiliki suami kaya raya… Dengan nama Nyai Endit.

Suaminya seorang pengusaha beras, dengan lumbung padi yang besar, tapi mungkin di malam hari suaminya juga merupakan seorang Daytrader, dan bermain saham. Rumahnya sih katanya mewah, tapi seperti desain orang kaya pada umumnya, lebay, dan malah jadi nora.

Tidak lama sebelum mulainya cerita ini, Nyai Endit ini ditinggal suaminya yang meninggal.

Sesudah (pura-pura) sedih dan mengubur serta mendoakan suaminya, Nyai Endit membuat sebuah pesta. Kenapa? Tentu saja! Suaminya yang biasanya tidak memberikan uang jajan terlalu banyak buat belanja tas di mall desa, dan juga benda-benda lucu tapi tidak diperlukan di Tokopedia dan Shopee… akhirnya tidak ada! Uang yang biasa dipakai untuk beli saham, dan juga lahan padi bisa dipakai berfoya-foya!

Apa yang seharusnya membuatnya sedih?

(Catatan Penulis: Meski tidak dijelaskan, aku punya firasat Nyai Endit ini istri muda dan satu-satunya istri mendiang suaminya…)

Selain fakta bahwa suaminya kaya, suaminya juga memiliki preman… (WAH! Jangan-jangan… suami Nyai Endit ini Mafia Sunda!) Sebenarnya bukan preman juga sih, tepatnya bodyguard…

Sesudah kegirangan ditinggal suami tetapi, bodyguard ini betul dijadikan preman!

Masa Kejayaan Mafia Endit

Hari-hari menjadi gelap. Para Petani yang bekerja di lahan padi milik Godmother Nyai Endit ini terpaksa membayar pajak mahal, dan hanya bisa mendapat laba yang hanya sepeser kecil dari hasil penjualan padi miliknya. Hal yang sama terjadi, dengan amat disayangkan untuk para “pedagang” saham. Software bertukar saham yang tadinya gratis, sekarang berbayar! Mengapa mereka tidak bisa mengikuti jejak WhatsApp saja? Yang tadinya berbayar jadi gratis!’

Apa saja yang ia lakukan pada warga-warga, dan bagaimana ia menyiksa mereka? Mungkin itu ditanyakan, jadi…

  • Petani yang bekerja di lahannya harus membayar pajak ke dirinya, serta hanya diberikan sepeser hasil penjualan
  • Pedagang saham yang menggunakan software gratis buatan suaminya harus membayar.
  • Supir Gojek (ehem, dan Grab tentunya) semua dipaksa kerja keras, dan jika target poin nya tidak terpenuhi, maka ia tidak dibayar oleh Nyai Endit yang meminjamkan motor dan HP untuk menarik order.
  • Warung-warung pinggir jalan harus memberikan sebagian makanannya untuk Nyai Endit jika tidak ingin dipalak, dan masih banyak lagi…

Ini tentunya diprotes oleh warga-warga… Down With Godmother! Tetapi, disinilah dimana para preman berfungsi. Seperti yang dilakukan crime lord pada umumnya, wajib ada 2-4 orang preman, atau orang kuat yang bisa mengusir dan membunuh siapapun yang berusaha untuk protes dari kejahatan yang ia buat.

Jadi, jika ada yang protes dan meminta upah lebih besar, atau meminta pajaknya dipotong, atau bahkan berusaha mencari crack untuk software saham! Langsung diketok (baca, didobrak) pintunya oleh para preman. Biasanya mereka dipalak, terkadang kepalanya digetok, dan jika kejahatan yang mereka lakukan adalah crack software saham, komputer mereka dirusak.

JENG JENG JENG!

Tetapi, selama seluruh desa tak bernama itu melarat, apa yang dilakukan oleh Nyai Endit?

Marie Antoinette Sunda

Jadi, tentunya, sebagai seseorang yang terlalu kaya dan memiliki tentara sendiri, sebenarnya, mastermind dan orang kejamnya sendiri bersenang-senang. Setiap hari, layaknya Marie Antoinette (dia ratu Prancis yang kepalanya dipenggal di umum ketika semua warga Prancis masuk ke rumahnya dan teriak… VIVE LA REVOLUTION!) ketika ia masih hidup, ia berpesta pora.

Mungkin kalau Marie Antoinette doyan kue, kalau Nyai Endit lebih doyan Goyobod, Oncom atau Batagor lah, layaknya orang Sunda.

Tiap hari, warga yang kelaparan kerjaannya hanya mupeng aja di depan rumahnya. Ketika orang-orang yang ikut Mafia Nyai Endit, punya makanan enak, dimasak chef dengan bintang Michelin (oke, sebenernya ini dilebihkan, aku tidak punya lelucon untuk ini, peace out), mereka hanya makan nasi putih pake kecap. Itu pun kadang nasinya gajih…

Namun, pada suatu hari ada dua pemuda yang baru saja pindah ke sini, dan mereka langsung kelihatan punya niatan untuk mengubah kondisi ini, dengan menggulingkan Godmother Nyai Endit…

Revolusi!

Aku sebagai penulis yakin 100% bahwa ini sangat-sangat mirip dengan Suicide Bombing, tetapi sepertinya zaman dahulu kala belum ada konsep terrorrisme, jadi aku tidak punya komentar yang lebih banyak…

Kedua pemuda itu menghilang keesokan harinya, dan mereka kembali bersama Kakek-kakek, yang langsung datang ke rumah Nyai Endit. Mereka sudah punya rencana untuk merusak Crime Empire milik Nyai Endit.

Awalnya, Nyai Endit ingin langsung menyuruh para preman untuk membunuhnya, tetapi ia tidak terlalu keberatan, dan sesekali ia ingin menjadi orang sedikit baik. Jadi, Nyai Endit yang tidak pernah melihat orang ini sebelumnya berasumsi ia pengemis, dan ia berjalan bertatih-tatih dengan tas Louis Vuitton-nya, dan dengan sepatu high heel Gucci miliknya.

Sesampai di pintu, ia ditanyakan sedikit oleh Kakek itu, dalam percakapan seperti ini… Ternyata Kakek ini lebih cocok disebut sebagai seorang Sage, kaya Master Kura-Kura di Dragon Ball kebanding disebut seorang pengemis.

  • Kakek: Punten Teh, ari, ini kok warganya pada lapar begini ya?
  • Nyai Endit: Mereka kurang kerja Kang…
  • Kakek: Oh begitu toh… Katanya mereka sudah lelah, supir gojek udah narik 28, tapi karena belum 30 gak dikasih bonusnya sama Teteh, terus petaninya juga pada capek nyangkul seharian.
  • Nyai Endit: Memangnya kenapa Kang kalau mereka kurang kerja? Ini kan desa saya!
  • Kakek: Ari Teteh, Geulis, tapi meuni… jutek nya…
  • Nyai Endit: Pergi aja sana Kang, sebelum diusir Preman…
  • Kakek: Justru Teh, saya mau ngasih hadiah… Saya taro aja ya di tanah sebelah situ…
  • Nyai Endit: Hah?
  • Kakek: Kalau ditarik tuh tongkat entar keluar emas ya… Mau kan? Daripada lama ngeles sama saya, udah lah, itu hadiah untuk Teteh.

  • Nyai Endit: Makasih Kang yang saya belum pernah ketemu…

Kakek itu pun menaruh tongkatnya di halaman rumah Nyai Endit.

Ia menyuruh semua Premannya mencoba untuk melepas tongkat itu dari tanah, tetapi tidak ada yang bisa melepas tongkat di tanah itu. Sayangnya tidak ada preman yang bisa melakukan itu, jadi, Nyai Endit pun melakukannya sendiri…

Dan bomnya meledak…

Jadi, bom itu meledak. Sudah, sesederhana itu.

Tongkat itu meluarkan muntahan air yang sangat-sangat cepat, langsung menenggelamkan seluruh warga di desa tersebut. Hanya si kakek yang berhasil kabur. Kakek itu sepertinya guru untuk kedua pemuda yang hanya memanggilnya kesini, tetapi bahkan ia lupa mengajak muridnya pergi.

Air itu pun menenggelamkan seluruh desa, dan ya… termasuk warga-warga disitu. Layaknya seorang dewa, sang sage kaya kura-kura di Dragon Ball itu menghancurkan seluruh desa demi menghancurkan sebuah crime dynasty.

Sedikit kejam menurutku.

Ya setidaknya korban-korban itu, terutama yang kurang ajar punya banyak waktu untuk…

Oh iya, air ini disebut Situ Bagendit, dan sekarang katanya memiliki warna bergemilau jika terkena matahari. Aku sendiri tidak mengerti bagaimana semua sepatu, tas, tiara, cincin, entah apa hal yang orang kebanyakan duit punya untuk bisa tidak rusak selama itu, tetapi ya… namanya mitologi 🙂

Nikmati sajah!

Kesimpulan…

Aku bingung.

Dari banyaknya sumber aku membaca Situ Bagendit, semuanya selalu berujung ke desa ini hancur demi menaklukkan si Nyai Endit ini yang kejam…

Apakah tidak ada cara lain untuk meluruskan keadilan yang tidak adil ini? Pada dasarnya, sebenarnya Sage tak bernama ini teroris. Ia percaya ada suatu ketidakadilan dan kediktatoran dalam sistem pemerintahan ini, tetapi… hah…

Kenapa mesti diakhiri dengan cara yang kejam?

Sampai lain waktu!

The Incredibles… Semua (17) Kekuatan Jack-Jack…

The Incredibles… Semua (17) Kekuatan Jack-Jack…

Sesudah menunggu 14 tahun, akhirnya The Incredibles punya sekuel! HURRAH! Meski aku sendiri belum mengerti tentang perfilman ketika film pertama muncul di tahun 2004, aku cukup tahu bahwa ada bayi menggemaskan dari film pertama.

John “Jack-Jack” Jackson Parr… Seorang bayi imut (meski hanya kartun) yang memiliki banyak kekuatan.

Sebelum maju, ini adalah batasan spoiler, dan jika belum mau tahu, silahkan pergi, nonton Incredibles, bookmark dulu blog ini biar gak ketuker sama blog lain, dan baru balik kesini sesudah ditonton.

Nah, Bob Parr (Mr. Incredible) bilang bahwa Jack-Jack memiliki 17 kekuatan, dan berdasarkan ingatanku, kayanya tidak sebanyak itu deh kekuatan Jack-Jack.

Jadi, aku yang kepo ingin breakdown dan mencari satu-satu tiap kekuatan Jack-Jack, si bayi menggemaskan ini.

Langsung saja dimulai!

N.B. Maaf pakai bahasa Inggris, silahkan google translate sendiri artinya, karena aku juga… bingung

1. Self Cloning

Superhero/Villain Comparison: Musuh Flash, Multiplex.

Kekuatan ini cukup sederhana, intinya dia… jadi banyak. Karena satu bayi imut tidak akan cukup… Kita butuh 3 bayi imut untuk mencapai titik keimutan maksimum!

Ia melakukan ini 3 kali, kalau gak salah di film. Dan tiap kali disertai dengan ekspresi muka yang sangat-sangat imut!

2. Heat Vision/Laser Eyes

Superhero/Villain Comparison: Superman, Cyclops

Sebenarnya aku kurang yakin apa ini bisa disebut Heat Vision atau bukan (karena Superman yang memang punya heat vision sebenarnya tidak mengeluarkan Laser dari matanya, tetapi membakar sesuatu hanya dengan tatapan), tetapi Jack-Jack bisa mengeluarkan laser dari matanya.

Laser yang ia keluarkan langsung membakar sesuatu, dan terkadang ia (ia = jack jack) bisa digunakan sebagai pistol…

3. Interdimensional Travel

Superhero/Villain Comparison: Raven dari Teen Titans.

Aku ingat disaat aku disuruh mengejar Neneng… Itu tidak menyenangkan jika dia lagi superaktif.

Sekarang aku bersyukur karena setidaknya Alice tidak akan hilang ke dimensi lain…

4. Self-Immolation

Superhero/Villain Comparison: Human Torch, Leo Valdez dari Heroes of Olympus

Bahasanya keren pisan ya?

Self-Immolation = Membakar diri sendiri

5. Super Strength

Superhero/Villain Comparison: *nafas dalam* Superman, Wonder Woman, Hulk, Captain America, Aquaman, (Semua keluarga Superman…) Abomination, Kraven the Hunter, Spiderman, dan seterusnya… (kayanya gak banyak-banyak amat juga ya…)

Meski masih bayi, Jack-Jack mampu mengangkat benda yang jauh lebih berat dari dirinya… Kurasa ini kekuatan…

Ia yang sedang kebakaran juga mengangkat meja, dan melemparnya ke si rakun yang ia lawan…

6. Superbly Durable

Superhero/Villain Comparison: Captain America, Hulk, ya, sebenarnya tidak beda-beda jauh dengan yang Super Strength

Jack-Jack dicakar beberapa kali oleh si rakun, dan tidak ada satupun bekas luka di dirinya.

BTW, aku juga yakin itu rakun adalah rakun mutan karena ia tidak kena luka meski sudah diserang pakai entah beberapa kekuatan.

7. Face Shift, Camouflage

Superhero/Villain Comparison: Mystique dari X-Men

Jack-Jack mengubah mukanya ketika bertemu Edna Mode sekali. Ia mengubah mukanya dengan tujuan “ngahajakeun” Tante-nya itu.

8. Monster Mode

Superhero/Villain Comparison: Hulk… Kayanya

Dear Mr. Incredible. Harus kuakui kamu adalah seorang superhero yang sangat kuat dan keren. Tetapi, kamu masih seorang ayah yang cukup buruk. Kenapa ketika anak sedang tantrum kamu berikan kue?

OW! SAKIT BANGET GIGITANNYA! Oke, kasih aja deh… Maaf aku banyak protes…

9. Electricity Jolt

Superhero/Villain Comparison: Electro, Black Lightning (FYI, itu adalah nama yang sangat rasis mentang-mentang karakternya memang negro)

Ini terjadi selama 0.3 detik (plus minus) di screen. Tetapi, Jack-Jack sukses mengeluarkan sebersit petir dari tubuhnya.

10. Overgrow

Superhero/Villain Comparison: Ant-Man… (IYA, Ant-Man, nonton Civil War sana)

Ketika dalam kapal pesiar, Jack-Jack sukses membuat tubuhnya sangat-sangat besar. Dan ia juga menjadi sangat-sangat kuat ketika ia bertumbuh besar.

Oh, dia hanya bertumbuh dalam ukuran ya, karena pada dasarnya dia masih bayi imut, tetapi dalam ukuran raksasa…

11. Levitation

Superhero/Villain Comparison: Starfire, Raven…

Jack-Jack mengambang, dan bukan terbang. Sepertinya Jack-Jack mampu memanipulasi massa jenis (atau density) dari tubuhnya dan membuat dirinya mengambang seperti dalam kapal luar angkasa. Seperti biasa, Jack-Jack malah makin lucu ketika sedang mengakses kekuatannya.

12. Phase through Walls

Superhero/Villain Comparison: Kitty, The Flash (Gak, aku gak bercanda…)

Menembus tembok ala Poltergeist…

Secara sains, banyak orang bingung akan cara seseorang melakukan kekuatan ini, karena ada banyak cara. Mulai dari teleportasi secara progressif sampai tembok itu ia lewati, sampai ke membuat temboknya bisa ditembus, dan juga membuat diri sendiri lebih lembek dan melewati si tembok…

Bagaimana pun caranya, Jack-Jack bisa menembus tembok…

13. Teleportation

Superhero/Villain Comparison: Nightcrawler

Jack-Jack bisa teleportasi dengan naik kendaraan umum jurusan dimensi lain, lalu kembali ke dimensi kita.

Pada dasarnya Jack-Jack hanya pindah dimensi, lalu kembali ke dimensi ini dengan waktu yang sangat-sangat singkat. Tetapi, demi kebutuhan teknis, ini akan kuanggap sebagai kekuatan.

(BTW, maaf tidak menemukan GIF)

14. Blobbing

Superhero/Villain Comparison: Err… gak ada kayanya

Blobbing adalah mengubah diri menjadi tubuh yang bertekstur ala karet, dan membuat orang-orang tidak bisa menyentuhmu tanpa lengket.

Ia melakukan ini ketika melawan rakun, sayangnya sedikit susah menemukan fotonya.

15. Telekinesis (sedikit)

Superhero/Villain Comparison: Phoenix/Jean Grey

Jack-Jack menggunakan Telekinesisnya pada bagian akhir film untuk mengangkat kacamata dari Ibunya, yang kekeuh masih dipanggil Elastigirl, padahal sudah tua.

Seharusnya dipanggil Elastiwoman kali ya?

16. Super Sneeze

Superhero/Villain Comparison: Tidak ada

Jack-Jack pernah bersin (total dua kali sepanjang film) lalu tiba-tiba langsung terbang ke atap-atap rumah…

Iya, ini kekuatan… #kekeuh

17. Mimicry

Superhero/Villain Comparison: Gurita *peace*

Ini bukan kekuatan resmi, mungkin saja bakat biasa andaikan Jack-Jack hanya manusia biasa.

Tetapi, ia bisa melakukan mimik ke gaya Edna Mode, hanya dalam 12 jam++ bersamanya.

Ini kekuatan, atau setidaknya satu-satunya yang muncul dan bisa dianggap kekuatan oleh Bob Parr sebagai salah satu dari 17 kekuatan Jack-Jack… Tetapi… aku tetap saja kekeuh… Peace!

17 (cadangan). Steel Skin

Superhero/Villain Comparison: Colossus

Ini cadangan jika mimikri tidak diterima. Dan kekuatan ini hanya ditunjukkan tanpa ada yang tahu di Incredibles Pertama… Ketika ia sedang digendong Syndrome, ia membuat dirinya super berat agar ia tidak diculik.

Mungkin ia muncul secara offscreen, tetapi tetap dicatat oleh Mr. Incredible

Kesimpulan…

Tiada kesimpulan, hanya cukup saja ditutup dengan…

Terima kasih! Jangan lupa di share ke teman-teman! Dan sampai lain waktu!

Ketergantungan Pemain: Sepakbola vs E-Sports

Ketergantungan Pemain: Sepakbola vs E-Sports

Ini artikel ringan tetapi akan memiliki beberapa topik selipan berat diantaranya.

Aku ingin membahas dua jenis olahraga ini, dan sebenarnya seberapa berat (secara psikologis) untuk seorang pemain membawa timnya ke kemenangan. Baik di Sepakbola, ataupun Electronic sports (akan dipilih satu game saja yang aku punya sedikit pengetahuan dibaliknya, dikarenakan sempat bermain dan pernah menonton beberapa turnamen… err, terus terang saja, game yang akan digunakan adalah Dota 2.)

Artikelnya tidak akan terlalu panjang, dikarenakan aku ingin menonton piala dunia pada jam 22.00 nanti, dan sekarang sudah 21.12.

Perspektif untuk sepakbola akan lebih membahas piala dunia, alias kompetisi secara internasional, bukan sebuah tim yang “bebas” diciptakan dengan pemain dari kebangsaan manapun.

Daripada lama basa-basi mari kita masuk saja ke artikelnya!

Perbedaan

Terima kasih Captain Obvious, tentunya baru hari ini aku tahu ada perbedaan diantara E-Sports dengan Sepakbola.

Jadi, aku ingin sedikit membedekan terlebih dahulu, kedua topik ini. Nomor satu, perlu dicacah dulu “habitat” dan juga situasi tiap kompetisi.

Sepakbola

Sepakbola sendiri merupakan game dengan tujuan yang sangat mudah. Masukkan bolanya dalam gawang musuh, dengan kakimu. Perlu elaborasi? Gak kan? Siapa yang gak tahu, atau gak pernah nonton.

Tetapi, perlu diingat bahwa ada faktor peraturan yang membuat permainannya lebih bermakna, dan juga ada komplikasi interaksi antar pemain di dunia nyata.

Jika dicacah, pada dasarnya, Sepakbola yang dilihat faktor peraturannya saja akan membuat set kondisi seperti ini.

  • Sebelas Pemain dalam setiap tim.
  • Satu dari sebelas pemain itu menjadi kiper.
  • Bola dimulai di tengah, dan setiap tim akan bergiliran memulai babak sepanjang 45 menit dengan bola di kaki pemainnya.
  • Semua pemain, kecuali kiper yang berada di dalam kotak penalti dilarang menggunakan tangan.
  • Tim boleh melakukan kerjasama via mengoper, menggiring, dan juga melempar umpan untuk memasukkan bola ke gawang musuh.
  • Jika bola masuk dalam gawang musuh, tim yang memasukkan bola mendapat satu poin.
  • Berlangsung selama 90 menit, pemenang adalah tim dengan poin lebih banyak.
  • Bla Bla Bla Bla Bla Bla…
  • Baca pdf ini aja… https://img.fifa.com/image/upload/datdz0pms85gbnqy4j3k.pdf

Dan seterusnya, kalau memang penasaran peraturan sepakbola, bisa dibaca saja di website resmi FIFA. Sekarang, mungkin perlu dilihat sedikit juga faktor psikologis dari peraturan resmi, dan dalam turnamen seperti piala dunia, ini akan memunculkan cukup banyak hal menarik.

  • Dikarenakan timnas tidak berkumpul sesering klub, dan mayoritas pertandingan tiap tahunnya seorang pemain adalah dengan klub…
    • Kekompakan akan lebih susah dilatih
    • Beberapa pemain timnas akan (secara tidak sadar) memberikan beban untuk mencetak gol atau bertahan ke seorang pemain yang memang bermain lebih bagus dalam taraf klub.
      • Contoh: Neymar untuk Brazil, Salah untuk Mesir, serta Messi untuk Argentina
  • Lingkungan piala dunia lebih membuat stress dikarenakan setiap tim hanya punya kesempatan bermain yang sedikit, dan jika kalah pada babak penyisihan, maka tim akan langsung tereliminasi.
    • Ini membuat pertandingan yang sulit lebih tegang, dan ketegangan mempersulit orang untuk fokus.
    • Catat juga bahwa pemain bertanding atas nama negara, bukan hanya atas nama klub.
  • Selain faktor psikologis, pemain juga memiliki batasan fisiknya, dan sejujurnya, meski bisa dilatih, batasan fisik itu sangat manusiawi
  • Faktor terakhir dalam kondisi piala dunia seperti ini adalah “pool” pemain yang bisa dipilih.
    • Negara-negara dengan pemain yang bisa dibilang nomor satu dalam klubnya, jagoan klubnya (dll), tetapi tidak dalam situasi dimana bakatnya sama rata, akan kesulitan untuk membuat tim yang kompak dan sinergis
      • Contoh untuk ini, Salah (lagi), Drogba untuk Pantai Gading (eh, dia belum pensiun kan?), dan beberapa orang lain.
    • Ini juga bisa membuat beberapa bakat tim “jomblang” secara statistik. Jerman secara keseluruhan memiliki tim all-star yang sangat bagus, sama juga untuk Brazil dan Spanyol. Tim mereka kuat dan tidak perlu bergantung ke satu pemain untuk melakukan “magic”-nya.
      • Ketahui bahwa statistik hanyalah statistik. Liat pertandingan pas Jerman kalah sama Meksiko, Brazil seri dengan Swiss, dan seterusnya.
    • Nyatanya, dalam piala dunia, pelatih terjebak dalam kolam pemain tertentu, dan membuat sebuah dream team ideal yang kompak… akan sulit.
  • Terakhir, yang menurutku penting adalah ketegangan itu sendiri… Ini harusnya self-explanatory… Moral tim secara keseluruhan juga termasuk dalam ketegangan ya…

Dari faktor-faktor yang kutuliskan, serta tentunya pengetahuan pembaca sendiri dari menonton pertandingan bola dapat dilihat bahwa…

EITS! Bentar dulu! Aku sebenarnya bisa saja menjadikan ini artikel standalone untuk Sepakbola, tetapi tidak. Aku mau membandingkan seberapa mirip, serta berbedanya kedua kompetisi ini.

Dota

Ugh, aku paling tidak suka sebenarnya menyebutnya E-Sports, dan dari dulu aku juga tidak suka menyebutnya sebagai E-Sports, ataupun Game. Jadi, repot-repot, sebut saja nama merek game-nya.

Jadi, untuk game yang super laku (dan bikin nyandu [alasan aku {disuruh} berhenti main]) ini, dan kata banyak pemain, sangat kompleks ini… Sebenarnya, tujuan game ini sangat-sangat-sangat… Sederhana, sesederhana Sepakbola sebenarnya. Hancurkan markas musuh. Sudah, sesederhana itu.

Tetapi, di balik itu ada banyak faktor baik di dalam program game, ataupun di dunia nyata, alias interaksi pemain.

Untuk faktor dalam game, aku tidak mau bahas dalam-dalam, tapi ketahui 3 poin sederhana ini…

  • Tiap tim terdiri dari 5 karakter yang bebas dipilih pada awal permainan. Pemilihannya sendiri juga dipilih oleh seorang kapten yang boleh ban dan melarang beberapa karakter, serta memilih karakter yang ingin dimainkan oleh timnya.
  • Dari ratusan karakter dalam game… Ketahui bahwa tiap karakter memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan dikarenakan banyaknya update… Ada karakter yang lebih kuat dari karakter lainnya, dan juga ada yang lebih lemah. Tiap karakter juga mengalahkan (atau counter) karakter lain.
  • Dikarenakan perbedaan kemampuan tiap karakter, misalkan ada pemain yang sangat jago menggunakan karakter A, dan jika kebetulan karakter A sedang lebih kuat dari karakter lainnya… ada pembeda yang cukup signifikan.

Cukup dibahas seperti itu, aku tidak mau membahas terlalu dalam ya… Jika penasaran bisa baca saja di internet sendiri.

Selain faktor dalam game, juga ada faktor di dunia nyata. Karena ini permainan tim, tentunya kekompakan dan kemampuan tim blablabla itu sudah pasti. Kemampuan seseorang secara individual juga bisa jadi pembeda, dan itu cukup… obvious.

Aku ingin membahas faktor moral dari hal-hal yang terjadi di dalam game. (Tiap tim dimasukkan dalam boks kecil, paling seukuran 20 X 5 meter untuk bermain sampai seri permainan Best of 3 beres… Dan satu game bisa sampai 120 menit, tetapi biasanya beres dalam 40-45 menit)

  • Ketegangan dan tunjuk jari mencari siapa yang salah dapat dimulai dari memilih karakter di awal-awal… Jika misalnya ada kesalahan dalam memilih, atau misalnya pemain merasa tidak nyaman dengan pilihan si kapten, tidak jarang terjadi konflik.
  • Di sisi lain, reputasi akan kemampuan pemain juga cukup kentara untuk level pemain professional, dan jika tim musuh diizinkan memilih karakter yang mereka sangat sukai, dan juga… jago menggunakannya… Sekali lagi, bisa terjadi konflik.
  • Nah, juga untuk membahas pemilihan karakter, 2 tahun yang lalu sampai… kayanya sekarang, sempat ada tren membuat pemilihan karakter yang mengunggulkan satu orang yang bisa dibilang jagoannya. (mungkin di mata fanboy… setara Messi, Neymar, Ronaldo) Tim akan memilih 4 karakter yang berfungsi sebagai suplemen untuk si 1 karakter pemain paling jago ini.
    • Jika aku tidak salah, 3 tim terakhir yang memenangkan TI (setara Piala Dunia di dunia Dota) melakukan trik ini.

Nah, itu baru pemilihan karakter. Main juga belum…

  • Moral paling sering hancur jika terjadi semacam… “comeback”. Kalau di bola, anggap saja sudah mimpin 3-0 pas babak pertama, lalu disusul 3-3 pas babak kedua, dan pas menit-menit terakhir kebobolan satu gol lagi, dan tim lawan menang.
    • Untuk dota, aku tidak mau jelasin comeback seperti apa, itu… membingungkan.
  • Ironisnya, moral tim tidak akan hancur jika mereka ketinggalan hanya… 2-0, atau 3-0 misalnya. Game seperti Dota memberikan kesempatan bagi pemainnya yang ketinggalan untuk sedikit mengejar sampai misalnya 2-1, atau 3-2, terus mencoba sampai akhirnya bisa mimpin.
  • Dikarenakan format permainannya best of three… Jika pemain sudah keok parah pas match pertama, atau kena comeback, atau apa lah… Bisa-bisa moral tim langsung runtuh dan langsung gagal (dari pas pemilihan juga udah… rusak) pada match berikutnya.

Jadi… ya, pemain atau bukan, simpulkan saja sendiri…

Tetapi, mari kita bahas sedikit tentang “reliance” atau ketergantungan pada satu pemain…

Menyimpulkan Ketergantungan

Buat sederhana saja, aku mau buat perbandingan direct.

Sepakbola

  • Lebih banyak pemain
  • Lebih butuh kerjasama, terutama mengingat bahwa ini face to face
  • Bisa terbilang secara peraturan… sama rata
  • Secara skill meski tidak sama rata, tidak ada faktor permainan yang berubah dari dalam permainan itu sendiri. Hanya kemampuan pemain yang jadi pembeda.

Dota

  • Lebih sedikit pemain
  • Tidak terlalu butuh kerjasama. Game-game santai sangat mungkin dimenangkan tanpa kenal seorang pun dalam tim, dan tanpa sedikit pun koordinasi.
  • Tidak sama rata secara peraturan
  • Tidak sama rata secara skill.

Kesimpulan

Jadi, apa kesimpulannya?

Begini deh… Kalau kita hanya bicara angka, secara angka juga, Sepakbola dibuktikan menjadi sebuah permainan yang sangat sulit dikuasai, dikarenakan butuh banyak sekali kerja sama didalamnya.

Berikutnya kita juga masuk ke faktor peraturan. Tidak ada game online yang seimbang, ia dibuat online agar bisa dirubah terus, membuat suatu benda lebih lemah, dan suatu tokoh lebih kuat tiap harinya. Sepakbola, terbilang sama rata secara peraturan.

Dan juga aku sudah cerita bahwa, di Dota, kamu bisa menang tanpa kenal sedikitpun orang, dan juga tidak pernah bertatap muka dengan teman-temanmu. Selain itu, untuk menambah ironisme, peran-peran di Dota, sangat sederhana…

CARRY (biasanya 2 pemain)
SUPPORT (biasanya 2 pemain)
UTILITY (biasanya 1 pemain)

Diterjemahkan menjadi…

Membawa (ke kemenangan)
Mendukung
Membantu

Dari nama peran sendiri, sudah ketahuan bahwa Dota akan sangat-sangat relian ke 2 pemain (kadang satu malah) untuk membuat timnya menang…

Apakah hal yang sama akan dikatakan untuk sepakbola?

Brazil harus seri dengan Swiss dikarenakan ada tekanan yang sangat berat diarahkan ke Neymar

Jerman tidak bisa membuka peluang dikarenakan Toni Kroos tidak bisa menemukan (tidak diberikan) ruang untuk mengumpan dengan nyaman.

Mesir sendiri kurang kompak sebagai tim, dan bakatnya tidak bisa dibilang sama rata juga…

Jadi, apa jenis permainan yang ingin kau pilih? Yang butuh kerjasama dan gotong royong, menghukum keegoisan dengan cukup buruk, atau yang bisa dimainkan dengan egois?

Sampai lain waktu.

Book Memoir: Minggu Tiga

Book Memoir: Minggu Tiga

Judul serial ini dirubah menjadi Book Memoir untuk memberikan kesan… classy. 😛

Serial ini adalah sebuah memoir, catatan, atau jurnal, yang kugunakan sebagai media untuk apa saja buku yang telah kubaca dalam seminggu kebelakang.

Serial ini akan selalu keluar pada hari Senin, karena jadwal pengulangan buku adalah hari Minggu. Jadi, dirasa Senin adalah hari yang paling tepat untuk menulis ulasan, dan juga opini singkat pada buku-buku yang sudah kubaca.

Bisa dibilang ini merupakan sebuah projek mengisi kekosongan sebagai seorang homeschooler ketika tidak ada apa-apa untuk dilakukan 😉

Selamat menikmati!

Selama itikaf, aku mungkin mengurangi dosis buku. Oleh karena itu, buku ini berisi buku yang dibaca selama 2 minggu kemarin, dikarenakan aku tidak membaca buku (selain quran) selama 12-17 Juni. Jadi, buku disini adalah buku yang dibaca selama 5-11 Juni. Dengan pengecualian 7 bab terakhir dari salah satu buku yang kubaca, baru aku bereskan pukul 1 pagi, hari ini.

Jadi, minggu ketiga ini berisi buku yang kubaca ketika aku sempat tidak aktif. Selamat menikmati!

Daftar Buku

Senin, 5 Juni, sampai Senin 11 Juni, aku hanya membaca 2 buku. Meskipun hanya dua buku, salah satu buku yang kubaca mencapai… *tarik nafas* 12000 loc. Oke, sebenarnya aku tidak baca 12000 loc-nya secara utuh mengingat sekitar 7000 loc dari 12000 loc itu merupakan komentar, dan aku mungkin hanya membaca sekitar… setengah dari komentar editor dan penerjemah. Kurang lebih, 8500 loc.

Ditotalkan, secara kasar aku mencapai 13000 loc, ini berarti kecepatan membacaku bertambah sekitar 1000 loc per minggu. Setiap 20 loc setara dengan 1 halaman buku berukuran 13X20 cm, jadi aku membaca sekitar 650 halaman. (aku membaca format Mobi dengan kindle)

Aku sebenarnya tidak terlalu banyak speedreading kali ini, karena bukunya sangat mudah dinikmati, dan terlalu membingungkan serta padat untuk dibaca dengan cepat.

Buku yang telah dibaca adalah…

  • Life of Pi karya Yann Martel (4500 loc)
  • Dante’s Divine Comedy, Part 1, the Inferno. Karya… Dante, terjemahan dan komentar dari Jean Hollander, seorang dosen yang secara eksklusif memberikan kuliah pada puisi tulisan Dante. (8500 loc)

Life of Pi

Mungkin film nya cukup menarik untuk ditonton, tetapi buku ini akan memberikan gambaran dan pesan yang lebih tepat kebanding filmnya.

Sebenarnya aku membaca Inferno sebelum Life of Pi.  Tetapi aku hanyut diantara banyaknya metafora dan simbolisasi dengan puisi tulisan Dante (dengan komentar yang lebih panjang dari bukunya sendiri), jadi aku akan menjelasakan dan memberikan opini mengenai Life of Pi sebelum Inferno.

Jadi, seperti pembaca mungkin ketahui dari film-nya, Piscine Patel adalah seorang remaja “biasa”, dengan kedua orangtua yang memiliki sebuah kebun binatang di India.

Dari awal buku, Piscine (atau Pi, karena dia dibully dengan diberikan julukan Pissing) menjelaskan dirinya sebagai remaja yang biasa, tetapi yang menikmati hewan dan perhewanan. Selama ia masih di India, ia menemukan banyak agama, yang menurutnya pada intinya memiliki kepercayaan yang sama.

Sebagai seseorang yang hidup di India, kehidupannya dipenuhi dengan variasi agama, ada orang Muslim, ada orang Katolik, ada orang Kristen, serta orang Hindu tentunya. Tidak seperti remaja pada umumnya tetapi, Piscine menganut ketiga agama itu, dan ia menyadari bahwa dasarnya ketiga agama memiliki tujuan yang sama, untuk mencintai tuhan. Hanya saja, ritualnya berbeda.

Selama ia masih di India, Yann Martel membawa kita untuk melihat coexistence serta kehidupan mendasar Pi, yang mampu membuatnya tetap teguh dan akhirnya selamat dalam perjalanannya.

Skip saja, kita langsung dibawa ke lautan atlantik. Dimana Pi dan keluarganya harus pindah ke Toronto. Nasibnya di kapal sangat-sangat tidak beruntung. Ia sampai-sampai tersangkut dalam sebuah kapal penyelamat bersama Zebra, Orangutan, Hyena… dan Harimau.

Oh, kapalnya tenggelam ya.

Selama ia mengapung tanpa henti di lautan, ia menemui cukup banyak hal, semua hal yang ia temui disini merupakan simbolisasi ke sebuah situasi di dunia nyata, dan juga ke konflik batin si tokoh utama.

Sebagai contoh utama, Richard Parker, Harimau yang mengusir Hyena (Hyena tersebut juga membunuh Zebra dan Orangutan ya) tersebut, dan juga Harimau yang menjadi hiburan Piscine, serta tantangannya adalah sebuah simbol ketakutan, dan juga kehampaan.

Konflik dalam kapal tersebut yang membunuh si Zebra, Orangutan dan Hyena juga adalah sebuah simbol kepercayaan seseorang. Pada umumnya, seseorang akan harus memilih sebuah kepercayaan. Bukan berdasarkan amarah (Hyena), bukan berdasarkan cinta (orangutan), dan juga bukan karena keterpaksaan (Zebra). Jika seseorang memang harus memilih kepercayaan, (kecuali memutuskan untuk tidak percaya agama apapun), ia akan memilih berdasarkan ketakutan.

Buku ini melukis bagaimana seseorang mampu selamat dari suatu tragedi, dan buku ini juga sukses mengisahkan konflik batin yang “umum”, dengan sebuah metafora, menutupinya dengan gambar yang mampu diambil secara harfiah.

Secara keseluruhan, Buku ini adalah opsi yang baik untuk belajar perumpamaan, serta alegori mendasar dalam sastra. Bukunya sangat bagus, dan tentunya juga cukup menarik dan modern, karena tentunya buku ini baru ditulis di tahun 2001.

Dante’s Inferno

Ini buku bagus. Tapi membingungkan.

Dari mana aku mulai… Heeeuh.

Buku sebelumnya merupakan contoh sangat baik untuk metafora yang bisa diambil secara literal. Life of Pi super cocok untuk pemula sastra. Dante’s Inferno adalah opsi yang ratusan kali lebih menarik, serta, jika bicara religius… juga lebih religius. Brutal? Iya, Dante juga lebih brutal.

Nah… The Inferno adalah sebuah puisi, berisi 34 part, chapter, atau tepatnya untuk puisi, Canto. (Kanto? Mungkin untuk Bahasa Indonesia).

Jadi, buku ini sebenarnya bukan opsi terbaik untuk yang tidak siap mendapatkan bayangan kejam, dan tidak bisa dihapuskan dari kepala, selain itu, aku tidak menyarankan buku ini jika tidak ada niatan sedikit pun untuk mempelajari sedikit budaya nasrani.

Jadi, sejujurnya aku tidak akan mengerti buku ini menjelaskan apa jika tidak ada sedikitpun komentar dari Jean Hollander. Mengapa? Hehehe. Jadi, Inferno ini penuh dengan ratusan metafora, serta bahasa yang dengan sengaja dibuat untuk tidak bisa dicerna oleh orang-orang yang tidak ingin sedikitpun berimajinasi.

Selama Dante berusaha masuk dan melihat ke dalam neraka ini, ia ditemani seorang penyair asal romawi, namanya Virgil, penulis mitologi tentang Aeneas, pahlawan Romawi pertama, yang juga memulai kerajaan dan kekaisaran maha kuat tersebut.

Nah, jadi, tentunya gurunya Dante bukan orang yang main-main. Seorang (atau err, arwah dari) penyair terbaik dari kerajaan terkuat sepanjang masa tentunya mungkin salah satu guru terbaik yang seorang penyair bisa dapatkan.

Pada dasarnya sepanjang epik ini, Dante berusaha mengemas nasib orang-orang yang membuat sebuah dosa. Apapun dosanya, seberapa baik orangnya, jika ada sedikitpun dosa, maka ia akan masuk Inferno. Hukuman yang diterima oleh para pembuat dosa ini juga cukup kejam, dan disesuaikan secara spesifik ke dosanya. Misalnya, para orang serakah (Greed) dipaksa untuk berjalan dengan menggendong uang yang sangat berat.

Aku sejujurnya TIDAK menyarankan orang untuk membaca puisi/buku ini dengan santai. Jika anda memiliki niatan untuk membaca buku ini, harap lakukan dengan serius. Terlalu banyak adegan dan bayangan kejam yang tidak akan bisa ditoleransi oleh warga Indonesia.

(Tapi, hngg, buat apa orang baca buku ini kalau tidak diwajibkan oleh kampus lagian)

Selain banyaknya budaya nasrani dan kristianisme di puisi ini, juga ada guratan mitologi Romawi dan Yunani di buku ini. Misalnya, ada Raja Minos di tingkatan tertinggi neraka, untuk menentukan siapa yang dimasukkan ke tingkat apa. Juga ada Cerberus untuk menghukum para orang-orang yang rakus (Gluttony).

Secara keseluruhan, aku tidak bisa bercerita banyak mengenai Inferno tanpa melanggar beberapa kode etik pribadi mengenai apa yang layak dituliskan di blog ini dan apa yang tidak. Jika aku harus mengemas buku ini dalam sebuah kalimat pendek…

Buku ini terlalu membingungkan. Kebingungan yang didapat dari membacanya adalah alasan buku ini sangat bagus.

Terima kasih Professor Jean Hollander untuk E-Book Dante’s Inferno yang gratis dan lengkap dengan komentar yang membantuku mengerti apa yang sedang terjadi dalam untaian kata tulisan Dante Alighieri. Layaknya Virgil menuntun Dante dalam perjalanannya.

Kesimpulan

Jadi, sejujurnya perjalananku dalam Inferno tidak terlalu mulus. Namun, sangat beruntung aku dapat menemukan simbolisasi yang mirip, serta juga masih bisa ditarik benang merahnya dalam Life of Pi.

Hidup seperti itu (-_-“), jika kita kesusahan melakukan suatu hal, mungkin kita akan diberikan jalan lain yang mampu membuat hidup kita lebih mudah.

Oke, ini terkesan show-off.

Intinya, banyak jalan, banyak cara. Ingin belajar alegori? Bisa belajar ke Inferno! Bingung? Life of Pi saja! Itu dibiarkan ke kita untuk memilih jalan dan rute agar kita bisa mencapai yang kita ingin capai… dengan metode seefisien mungkin

Sampai lain waktu!

Dikakipelangi.com, Es Krim Kit Kat, dan Lebaran…

Dikakipelangi.com, Es Krim Kit Kat, dan Lebaran…

AZRIEL! KAMU KEMANA AJA?

Sebenarnya lucu juga tidak ada orang yang mencari aku, ataupun komentar menanyakan bolongnya One Day One Post ku.

Alhamdulilah traffic blog masih terjamin dengan artikel Arti dari Salut Wakanda Forever yang sekarang telah mencapai view ke 5500 (dan masih bertambah 😉 ). Tiap harinya, artikel itu bisa menjaring setidaknya 100 view, dan jika sedang bagus rejekinya, artikel itu menjaring view diatas 500.

Seperti reader ketahui, Libur Lebaran pun belum beres. Sekarang masih cukup banyak hal untuk dikerjakan, dan aku pun baru hari ini mendapat hari yang tidak berujung denganku keluar rumah. Sejak Sabtu tanggal 9 Juni kemarin, aku belum sempat menyentuh laptop, dan… ya, aku membuat sebuah cerpen pendek (bentar, cerpen tuh singkatan apa ya?) untuk menjelaskan aktivitasku 9 hari kebelakang.

Es Krim Kit Kat

Semua itu bermula dengan es krim. Bukan Es Krim biasa, bukan… Es Krim itu hasil manufaktur Nestle (maaf, aku belum menemukan cara menambah aksen dengan keyboard wordpress). Es Krim itu khusus dibelikan Ibunda tercinta di bulan Ramadhan.

Tanggal 8 Juni kemarin, Bubi pergi ke Supermarket, untuk membeli cemilan malam. Cukup banyak, dan kalau dihemat-hemat ngemilnya, cemilan yang dibeli kemarin seharusnya bisa tahan sampai sekitar… kurasa 4-5 hari.

Aku tidak dibelikan apa-apa. Kecuali satu hal, Es Krim Coklat buatan Nestle tadi, yang merupakan spin-off dari resep coklat wafer sangat enak bernama Kit Kat, diubah menjadi sebuah es krim. Sambil memberikan es krim tersebut padaku, aku diberikan pesan… “Ja, ini es krim buat kamu ya, tapi kamu kalau makan ini bagi buat aku ya…”

Pesan itu menggema di kepalaku. Aku memang berencana membagi es krim tersebut, tetapi ini berarti aku tidak bisa ataupun boleh membuka es krim tersebut tanpa Bubi hadir.

Bukan masalah, kayanya. Masalahnya adalah aku hanya bisa makan ketika tidak ada matahari, dikarenakan aku sedang beribadah shaum…

HMM, itu pun bukan masalah sebenarnya. Langsung saja kumakan, memang sudah jam buka kok, kenapa tidak. Tetapi, hari ini, kurasa aku sudah cukup banyak makan manis, jadi seharusnya aku bisa menunggu besok.

Ternyata itu kesalahan yang sangat besar. . .

9 Juni 2018

Hari Sabtu, pagi hari kita memiliki beberapa agenda, yang termasuk aku memotong rambutku dan lain-lain. Sayangnya pilihanku untuk tidak memakan es krim di hari kemarin adalah opsi buruk.

Jadi, beberapa hari yang lalu, aku diundang untuk Itikaf bersama temanku. Meskipun itikaf-nya sendiri dimulai dari 21 Ramadhan, aku belum ingat untuk datang, sampai tanggal 9 juni kemarin. Biasanya, atau orang-orang pada umumnya itikaf hanya dari malam ke pagi. Tetapi, dengan sedikit bantuan temanku, kita bisa itikaf seharian, dan kita juga dipersilahkan menginap di masjid.

Tentunya ini sangat-sangat memudahkan, proses beribadah, jadi kenapa tidak? Aku bisa menghemat uang untuk gopay, gojek ke rumah hanya perlu dilakukan ketika ingin mengambil baju jika memang kekurangan, atau sudah habis.

Sayangnya, keputusan untuk menginap di masjid sampai H-1 Lebaran ini… membuat aku melupakan es krim kit kat tersebut selama Itikaf. Sama seperti aku melupakan keberadaan blog ini…

JENG JENG JENG!

Selama Itikaf…

Hari demi hari berlalu, Juz demi Juz kubaca, Tajil demi Tajil dinikmati, rakaat demi rakaat dilakukan… Sementara itu.

Blog ini terbengkalai kosong, mendapatkan dinginnya penulisnya yang sedang beribadah, melupakan keberadaan blog ini, tidak mengecek blog ini sekali pun, dan blog ini pun merasakan dinginnya… Kulkas. (Freezer deng), sama seperti Es Krim kit kat yang semestinya dimakan itu, dibiarkan saja. Ketika ada yang membuka freezer itu, atau dalam kasus blog… dilihat, ia hanya berharap tujuannya dapat terpenuhi.

Blog ini tidak diisi, layaknya Es Krim Kit Kat itu tidak dikonsumsi.

OH! SUNGGUH PAHITNYA KEHIDUPAN!

(Catatan: penulis sedang membaca puisi tulisan Virgil, Dante, serta Homer. Tulisannya akan menjadi 20-100 kali lipat lebih lebay sampai ia bosan membaca ketiga penulis tersebut)

Kepulangan dalam Kepergian

Aku pulang… Masih dalam lembayung senja, aku dijemput seorang driver gojek yang baru saja beres sahur dan langsung mencari rejeki mengantarku pulang.

Matahari telah naik, mulai memberi ciuman sinarnya, menandakan ini sudah bukan waktunya lagi untuk makan. Aku yang lelah, sesudah bangun semalaman ingin segera mengganti baju, dan menidurkan diri, sampai pagi setidaknya.

Aku tidak kuat untuk terbangun lebih lama lagi, jadi aku langsung saja membuat diriku tak sadarkan lagi, terbang, melayang dalam alam mimpi (oke, aku gak mimpi sedikitpun)

Paginya, sesudah terbangun, aku harus segera bersiap. Masih banyak hal yang perlu dilakukan.

Mudik.

Mungkin memang sudah telat untuk Mudik, tetapi jika engkau seorang yang pulang kampung ke kota, maka… Ini waktu yang tepat.

Jakarta kosong, tidak banyak orang pulang ke Jakarta. Sebaliknya, banyak orang meninggalkan rasanya kota metropolitan untuk kembali ke akarnya. Menjadi udik, alias Mudik. (ceunah istilah mudik dari situ)

Pergi dari rumah, es krim kit kat belum bisa dimakan, aku pergi dari rumah sebelum dzuhur, dan sampai Jakarta sesudah ashar. Jika aku membawa es krim tersebut, dapat dijamin bahwa dirinya akan lumer.

Sama seperti blog ini, ia kutinggalkan. Meskipun kubawa, aku yakin tiada akan (Catatan: Ia melebaykan tiap kata, dikarenakan… ia ingin melebaykan) waktu dan tempat yang cocok untuk menyelesaikan tugasku.

Aku telah Pulang!

Kembali ke Bandung, aku masih lupa akan beberapa hal. Kita masih punya banyak hal untuk dilakukan, meski dengan mulainya Piala Dunia, tidak banyak waktu yang aku miliki untuk menulis.

Sabtu pagi diisi dengan acara halal bihalal dengan keluarga yang bertempat di Bandung, seharian aku diluar rumah, dan selama aku di rumah… Tubuh sudah lelah, batas manis telah dipenuhi.

Minggu kemarin, bisa dibilang aku bersenang-senang, dari pagi, sampai malam aku diluar rumah. Sekali lagi, tubuh masih lelah, manis sudah cukup.

Aku tak tahan lagi, aku tidak bisa menunda pekerjaan ini lagi. Ini tidak dapat dibiarkan.

Pagi ini, hari dimulai dengan berlari, aku perlu bergerak sesudah makan sebanyak itu selama lebaran (semur nenek memang legendaris, lapis legit miliknya juga).

Sesudah menghabisi buku, aku makan makanan berat, dan aku harus menyelesaikan tugasku.

Rumah karyaku! Aku pulang!

Kesimpulan

WHAT ON EARTH DID I JUST WRITE?

Aku baru saja membiarkan jari bergerak, dan pikiran mengalir menghasilkan apapun yang telah kutulis.

Semoga tulisan itu menarik, dan mampu dinikmati, aku tidak berpikir banyak saat menulisnya.

Sampai lain waktu!

Grammar Nazis: Misspelling

Grammar Nazis: Misspelling

Selamat datang! Serial Grammar Nazis ini adalah serial baru yang akan fokus ke beberapa struktur grammar dalam bahasa inggris. (FYI aku bukan Grammar Nazi, tetapi ini biar judulnya menarik doang)

Ketahui bahwa aku menulis serial ini untuk seorang teman yang bisa berbahasa inggris dengan cukup percaya diri, tetapi seringkali memiliki kesalahan grammatikal yang kecil. Ia meminta bantuanku yang menurutnya bahasa inggrisnya sudah bagus.

Nah, untuk kali pertama kita bertemu, artikelnya akan cukup singkat, membahas salah pengejaan. Salah pengejaan disini tetapi tidak akan masuk ke yang diciptakan oleh typo, tetapi lebih ke salah pengejaan yang orang-orang memang tidak mengerti.

Selamat menikmati!

(Dikarenakan aku memang melatih kemampuan berbahasa indonesia-ku yang kacau itu, Artikel ini akan ditulis dalam Bahasa Indonesia)

Kata-Kata tersering

(untuk di misspell, alias dieja dengan salah)

Ini akan aku masukkan 5 kata-kata yang temanku sering eja dengan salah di chat, tetapi juga yang aku sering eja dengan salah.

Conscious / Concious

Untuk kata ini, harus diakui memang banyak sekali orang membuat salah ejaan, biasanya orang-orang mengetik Concious, alih-alih Conscious. Memang sebenarnya kalau mau diperhatikan, biasanya salah ejaan terjadi kalau ada perbedaan cara pengucapan secara verbal. Dalam kasus ini, dikarenakan kemiripan suara pengucapan S dan Sc, banyak orang melupakan bahwa cara mengeja Conscious ini menggunakan S

(FYI, untuk kata ini aku juga kadang suka kelewatan. Untuk aku, kesalahan ini dikarenakan kalau sedang membaca cepat aku jadi melupakan huruf-huruf, tetapi membacanya kata per kata, dan dibunyikan saja, tanpa melihat ejaan. Alhasil jadi lupa)

Strength / Strenght

Aku berharap ini typo sebenarnya. Tetapi meski berkali-kali aku sudah berusaha mengingatkan temanku yang juga menjadi inspirasi serta meminta bantuan (tapi kujadikan artikel dan juga serial ) dengan bahasa inggrisnya. Ia tetap saja salah.

Jadi, masalah yang aku seringkali temukan adalah orang-orang mengeja kata ini dengan salah, posisi H dan T-nya tertukar. (kasus yang sama dengan Height, dan Heigth).

Secara pengucapan dan verbal pun, tidak akan banyak yang berubah jika Strength diubah dengan Strenght. Mungkin ini juga jadi sumber kesalahan yang sering.

Sekali lagi, masalahnya berada di pembanding imajiner seseorang dari dunia verbal, serta dunia penulisan. Hmm.

Pronunciation / Pronounciation

Oh tidak.

Kata ini sebenarnya kata yang terbilang ironis. Seringkali kutemukan orang yang membenarkan grammar seseorang, dengan bilang “Pronounciation-nya tuh begitu ya…”

Eh, ngomongnya Pronounciation. Padahal, Pronunciation itu yang betul. Malu kan kamu kalau sudah berusaha membenarkan orang tapi koreksinya salah. Di luar dari alasan pengejeaan yang salah, atau misspelling ini, ada yang terjadi bukan karena tertukarnya verbal dan literal, tetapi karena ada kata dasar.

Dalam kasus ini, kata dasarnya adalah Pronounce (verb). Tetapi, ketika menjadi noun atau kata benda, kata ini menjadi Pronunciation, Pronounce-nya hilang.

Orang-orang sering lupa bahwa Pronounce hilang dalam Pronunciation

Maintenance / Maintainance

Sekali lagi, masih dalam kategori kata dasar.

Maintenance adalah sebuan Noun, dan berasal dari kata dasar Maintain. Dan sama dengan Pronunciation, orang-orang mengira akan ada kata dasarnya juga.

Memang, cara penyebutan berbeda, dan kita bisa mengetahui kesalahan orang mengeja secara verbal dari kasus-kasus seperti ini, tetapi tetap saja, kata ini tidak seharusnya jadi salah.

Misspell / Mispell

Ini lucu. Dan hanya ditambahkan untuk alasan komedik.

Seperti cerita dalam aplikasi chatting (yang tidak akan disebutkan kecuali ingin memberikan pesan sponsor) ini

  • A: I don’t think that you’re supposed to do that
  • B: Why not? I mean, technically pirating books is illegal, but, everyone does it
  • A: It’s ilegal, that’s why you’re not supposed do that
  • B: Mispell, ilegal is Illegal in bahasa

Wah si B ini songong banget ya

  • A: Um… You just misspelled mispell

Cerita berakhir dengan si B malu, karena dia berusaha mengoreksi orang dan malahan dikoreksi. Itu hal yang sering, sekali lagi dikarenakan tidak ada perbedaan antara pengucapan dan juga penulisan jika penulisannya salah.

Kesimpulan

Artikel hari ini pendek saja, aku sedang membereskan Dante’s Inferno, dan (spoiler alert) buku itu membuat aku pusing tujuh galaksi.

Tetapi, untuk kesimpulan artikel hari ini akan sederhana. Bahasa Inggris dipenuhi dengan pola. Baik itu untuk ejaan, grammar, ataupun pengucapan. Jika kita mau memerhatikan dan menggunakan bahasa itu dengan sering, kita akan menyadari polanya.

Ketika pola itu bisa dibaca, seharusnya kemampuan berbahasa inggrismu akan membaik…

Sampai lain waktu!

Penemuan Dalam Abad Ke 21.

Penemuan Dalam Abad Ke 21.

Kita membahas penemuan dalam abad ke 21, dan sebagian besar orang akan kebingungan. Mengapa mereka akan kebingungan? Sebenarnya penemuan ke abad ke 21, atau yang akan ditemukan di abad ke 21 tidak akan lagi sederhana.

Sebenarnya sejujurnya semua hal sehari-hari yang kita pakai akan diawali dengan fase dimana orang-orang bingung benda itu apa. Tetapi, di abad ke 21, penemuan apa lagi yang bisa diciptakan dan membuat sebuah perubahan besar di kehidupan kita?

Sayangnya aku akan menjawab bahwa tidak akan ada penemuan yang benar masif dalam hidup sehari-hari seorang manusia… Mengapa?

Dana Riset

Sekarang, dana riset sedang dicairkan besar-besaran untuk…

  • Senjata (seperti biasa)
  • Artificial General Intelligence (lebih banyak tentang itu di bawah)
  • Nanoteknologi

Utamanya untuk ketiga bidang itu…

Tetapi, sayangnya, ketiga bidang itu tidak ada rencana untuk membuat sesuatu yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Atau tepatnya, sesuatu yang kecil. The little things are what matters…

Definisi “Kecil”

Sebenarnya yang kumaksud dengan kecil adalah, suatu penemuan yang meski mengejutkan, tetapi langsung bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari. Seperti misalnya, troli belanja,gantungan baju, dan benda lain yang langsung bisa dipakai di kehidupan sehari-hari seseorang. Dalam kasus keempat itu, bukan hanya tidak banyak riset untuk hal yang “biasa”, tetapi memang, potensi menciptakan sesuatu yang “sederhana” lebih sulit.

Dalam jangka pendek (10-15 tahun), kurasa tidak akan ada suatu penemuan yang akan masuk ke kategori tersebut.

Untuk membuat contoh ke setiap kategori, lihat saja dulu…

  • Senjata…
    • Tidak banyak penemuan baru yang direncanakan untuk senjata, hanya ada metode untuk membuat sebuah senjata lebih efektif serta efisien. Aku sendiri kurang tahu tentang persenjataan ini, dengan pengetahuan terbatasku untuk subyek ini, sekarang sebenarnya ingin diciptakan juga AI untuk menjadi substitusi prajurit, tetapi itu masuk ke kategori AGI tadi, jadi untuk senjata, belum ada potensi penemuan yang mengubah kehidupan sehari-hari.
  • AGI, atau Artificial General Intelligence
    • AGI sendiri adalah sebuah ciptaan yang sudah cukup sempit definisi-nya. Dasarnya, para ilmuwan dan peneliti AI sedang ingin membuat replika dari pemikiran seorang manusia, tetapi dalam komputer (alhasil memiliki kecepatan yang 100-10000 kali lipat lebih cepat dari kita, tidak akan pernah lelah, serta paling penting… tidak dimakan emosi). Tentunya sudah ada banyak pembahasan tentang AI di site ini, tetapi belum secara teknis. Sebenarnya di artikel ini juga tidak akan terlalu teknis, namun sekarang…
    • DARPA, (Defense Advanced Research Projects Agency) sedang memberikan mayoritas dana-nya untuk penciptaan sebuah AGI. Tentunya, AGI disini akan dimasukkan dalam sebuah “senjata”, dan tidak hanya akan digunakan untuk hal-hal sederhana seperti misalnya komputer untuk melawanmu dalam catur.
    • Dikarenakan AGI tidak akan didistribusikan meski sudah sukses diciptakan (perkembangannya pun tidak dibuka ke umum, berdasarkan apa yang kita sudah ketahui, mungkin saja AGI sudah diciptakan), dan juga penerapannya yang akan sangat spesifik sebagai substitusi ilmuwan, programmer, dan lain-lain, AGI tidak akan masuk dalam kehidupan sehari-hari kita.
  • Nanoteknologi
    • Sekarang nanoteknologi sedang dikembangkan untuk Nanomaterial, Nanofarmasi, serta Nanobiologi. Penjelasan rinci akan ada di bawah.
      • Nanomaterial sudah cukup sempit definisinya. Artinya adalah menciptakan suatu materi, atau menggunakan suatu materi yang ukurannya sudah masuk dalam skala nano. Seperti misalnya, ada 3D printing yang menggunakan nanobot untuk menciptakan suatu benda. Penjelasan detil akan ada di artikel ini. Selain 3D printing, tentunya juga ada hal-hal seperti saringan air dengan membran skala Nano.
      • Nanofarmasi disini juga tidak akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam jangka waktu dekat. Untuk sekarang, Nanofarmasi masih sangat-sangat eksperimental. Tetapi jika misalnya Nanofarmasi menjadi sesuatu yang utuh pun, Nanofarmasi hanya bisa digunakan untuk penyakit yang… mungkin tidak bisa dibilang jarang juga, tetapi lebih ke… Hmm…
        • Anggap saja Nanofarmasi adalah obat untuk kanker. Udah, seberapa besar itu?
      • Nanobiologi membahas struktur sel, serta pembelahan selnya dalam skala kuantum. Bukan penemuan. Hanya riset.

Selain itu juga tentunya masih ada beberapa hal buatan Elon Musk, misalnya SpaceX, atau juga Tesla. Untuk kedua hal itu juga, masih masuk ke skala yang besar.

Jadi… Apakah ada suatu penemuan yang terbilang kecil?

Pertanyaan bagus. Jawabannya ada.

Tetapi formatnya tidak 100% sesuai dengan definisi yang telah kutulis.

Berdasarkan definisiku… Suatu hal yang baru dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dalam jangka pendek sesudah ditemukannya penemuan itu.

Berdasarkan definisi yang kita alami… Suatu hal yang sudah ada. Hal tersebut dimodifikasi agar dibuat lebih efisien, dan juga mampu mencapai tujuannya secara efektif.

Oke, mungkin terkesan jauh, tetapi kita ambil saja gelas sebagai contoh.

Gelas sudah ada sejak zaman… Mesopotamis. Gelas sudah ada selama adanya literatur. Lebih dari 4000 tahun, mungkin lebih.

Tetapi, pada abad ke 21 ini, sedang diciptakan (atau mungkin sedang berusaha untuk dijual) sebuah gelas yang dibuat rumput laut dan mampu dimakan. Rasanya pun akan tawar, kecuali ingin diberikan rasa-rasa.

Jadi, teknologi telah membuat kita bisa mengembangkan suatu bentuk benda yang sudah ada sejak sangat lama, tetapi kita membuat benda tersebut lebih ramah lingkungan, serta juga… lebih nyaman bagi kita.

Kemajuan Teknologi

(Di zaman dahulu kala tentunya)

Teknologi yang maju itu tentunya sangat relatif.

Pada zaman mesir kuno yang namanya roda itu sangat-sangat maju, mungkin setara dengan smartphone di zaman kita. Tetapi pada abad ke 21, roda seringkali dipandang sebelah mata. Di saat yang sama, yang kita pandang sebagai teknologi maju hanyalah instrumen yang benar-benar kompleks. Seperti misalnya, AI, Nanoteknologi, dan lain-lain yang udah di atas tadi.

Di saat yang sama, kita belum bisa membuat sesuatu yang telah dibuat oleh orang mesir kuno, meski seberapa feodalnya kita menganggap teknologi mereka, kita sebagai spesies telah kalah dalam lomba membuat piramid oleh sebuah peradaban yang telah hilang dimakan zaman, dan ditelan (literally) pasir.

Jadi, apakah teknologi yang maju itu?

Seperti kusebut diatas, maju itu sangat relatif. Persepsi seseorang pada istilah maju ini sangat-sangat bergantung pada ekspektasinya. Jika kita tanyakan pada Ray Kurzweil, apa itu teknologi maju? Ia akan menjawab, AI yang bisa menyimpan kesadaran saya agar saya tidak akan pernah mati (iya, mereka sedang berusaha membuat ini).

Tetapi tanyakan misalnya pada orang yang awam pada kemajuan teknologi AI itu sendiri, tetapi tahu pada AI karena misalnya ia menonton Terminator. Apa teknologi ayng maju? Ia mungkin hanya akan menjawab, Oh iya! AI!

Relativitas Teknologi

Jadi, sejujurnya, teknologi telah dirubah cukup banyak oleh sudut pandang seseorang. Internet sendiri juga menjadi faktor disini…

Kita coba lihat misalnya Robert Yates… Kenal orang itu? Jamin tidak.

Robert Yates adalah orang yang menciptakan pembuka kaleng. Iya, pembuka kaleng. Kalau misal kamu kesusahan membuka kaleng kornet, berterima kasih lah pada Robert Yates ini.

Dari terciptanya pembuka kaleng buatan Robert Yates ke bisa tersebarnya teknologi ini, butuh waktu sekitar 7-8 tahun agar pembuka kaleng ini diterapkan secara global. Awalnya pembuka kaleng ini hanya bisa dipakai oleh tentara Amerika saja (pas perang saudara). Itu pun baru bisa terjadi 3 tahun sesudah terciptanya alat ini, di tahun 1858.

4 tahun kemudian, baru ide ini mulai disebar oleh Yates ke seluruh dunia. Dan begitu benda ini dimiliki semua orang. Faktor wah pada benda ini sudah tidak ada lagi. Sudah benar-benar hilang, karena sekarang, semua orang sudah memiliki benda ini. Disaat yang sama, semua eks-prajurit yang memiliki benda ini juga kemungkinan sudah lupa seberapa besar ia terbantu dengan pembuka kaleng ini pas ia perang.

Peran Internet

Orang-orang akan lebih mudah merasa wah dengan teknologi yang ia tidak miliki. Betul? Tetapi, jika di zaman dahulu kala kita akan sangat kesusahan untuk mengetahui penemuan apa saja yang baru diciptakan. Sekarang, kita bisa tahu apa saja yang sedang diriset oleh orang-orang dengan mudah, terimakasih internet.

Dengan bantuan internet kita dapat dengan mudah mengetahui teknologi apa saja yang sudah ada atau sedang diciptakan.

Kemungkinan akan ada penemuan life-changing yang sedang diriset, lalu ada seorang wartawan yang meliput riset tersebut, dan jadi post di internet. Penemuan itu diketahui semua orang, semua ornag menganggap itu keren, dan akhirnya, itu dianggap sebagai definisi maju dari orang tersebut.

Sesederhana itu.

Perkembangan teknologi menjadi lebih cepat, dan informasi akan perkembangan itu juga akan sampai ke orang-orang lebih cepat. Kita jadi lebih mudah mengantisipasi serta menginginkan suatu teknologi yang biasanya, belum bisa diketahui orang-orang.

Jadi, tuan-tuan dan nona-nona… Kemajuan teknologi itu tentunya relatif dengan persepsi seseorang, serta seberapa familier orang tersebut pada teknologi itu…

Kesimpulan

Meme Expectation Vs Reality adalah suatu fenomena yang lucu. Terkadang seseorang harus menurunkan ekspektasinya untuk menjadi lebih puas pada kehidupannya.

Semoga pambaca bisa menyesuaikan ekspektasi dan kenyatannya, agar tidak terlaluu banyak hal yang terkesan… mundur, atau mengecewakan.

Sampai lain waktu!