Month: May 2018

Buku yang telah dibaca: Minggu 1

Buku yang telah dibaca: Minggu 1

Serial ini adalah sebuah memoir, catatan, atau jurnal yang kugunakan sebagai media untuk apa saja buku yang telah kubaca dalam seminggu kebelakang.

Serial ini akan selalu keluar pada hari Senin, karena jadwal pengulangan buku adalah hari Minggu. Jadi, dirasa Senin adalah hari yang paling tepat untuk menulis ulasan, dan juga opini singkat pada buku-buku yang sudah kubaca.

Selamat menikmati!

Daftar Buku

Minggu lalu, dari hari Senin 21 Mei 2018, sampai hari Minggu 27 Mei, aku sudah membaca 3 buku. 2 buku yang kubaca merupakan buku nonfiksi. Buku tersebut jika ditambahkan mencapai kurang lebih 10000 loc di Kindle. Sekitar 20 loc (singkatan untuk location), setara dengan 1 halaman di buku yang berukuran 13X20 centimeter.

Jadi, jika ditotalkan, kurang lebih ada 500 halaman yang sudah kubaca. Hmm, sebenernya masih bisa ditingkatkan, tetapi ya sudahlah, ini masih minggu pertama…

Buku yang telah dibaca adalah…

  • Stuff Matters karya Mark Miodownik
  • 1984 karya George Orwell
  • The Subtle Art of Not Giving A F*ck karya Mark Manson

Berikut ulasan singkat serta opini kepada buku-buku tersebut.

Stuff Matters.

Stuff Matters adalah sebuah buku yang menganut tema sains/sejarah, membahas benda-benda sehari-hari, tetapi dalam perspektif yang lebih mendalam…

 

Buku ini sangat cocok untuk orang sepertiku yang mau kepo sama segala sesuatu yang tampaknya sederhana. Mulai dari coklat, besi, sampai sel tubuh, Stuff Matters menjelaskan sesuatu yang sering dipandang sebelah mata, diduduki, atau mungkin ditelan dalam perspektif sains materi.

Sains materi adalah sains yang membahas segala sesuatu yang ada dalam level atomik atau subatomik. Biasanya orang yang meneliti sains materi melihat struktur dan ciri-ciri (atau properti) sebuah benda. Misalnya, semen memiliki struktur yang ketika cair, layaknya (ehh, tentunya) cairan (kan πŸ˜€ ), tidak terlalu ketat, dan tentunya tidak dibatasi “penjara” atomik apapun.

Tetapi, berdasarkan ciri semen dari komposisi kimianya, ia mampu memadat dengan sangat cepat. Ketika padat, struktur partikelnya, menyempit, mengikuti cetakannya, dan benar-benar rapat. Dalam level atomik, semen padat sangat “dense” atau mungkin, rapat. Tetapi, sanking besarnya cetakannya dalam level atomik, meskipun tercetak secara rapat, bentuk cetakannya sangat besar.

Karena kualitasnya yang mudah memadat ini, dan juga struktur atomiknya yang sangat kuat ini, semen sangat kuat, serta mudah dicetak.

Dasarnya sains materi mempelajari hal-hal sehari dalam perspektif fisika, kimia, dan juga tentunya, penggunaan seharinya.

Buku ini tidak hanya menceritakan perspektif materi ini secara sains saja, tetapi juga memberi tahu kita etimologi dari benda tersebut, jenis-jenis benda tersebut (misal, kertas dibahas bukan hanya kertas saja, tetapi juga… kertas kain, kertas uang, dan lain-lain), dan yang sama pentingnya, sejarah benda tersebut!

Penulisnya juga banyak sekali menceritakan opininya pada benda tersebut, dan juga bagaimana ia melihatnya sebagai anak-anak. Seperti ilmuwan inggris pada umumnya, Mark Miodownik memiliki selera humor yang sangat bagus!

Baca buku ini jika…

  • Kamu mau tahu bagaimana cara benda-benda sederhana dapat tercipta, ataupun diciptakan
  • Kamu penasaran atas teknologi terbaru dalam membuat hal-hal sehari-hari seperti ini bisa lebih efisien
  • Ingin melihat benda-benda rumah tangga dari sudut pandang baru
  • Ingin mempelajari sejarah benda-benda yang ada di buku ini.

(oke, maaf, aku gak mau bilang apa aja benda-bendanya yang ada secara spesifik, meski keceplosan sedikit banyak).

Secara keseluruhan, Stuff Matters adalah sebuah pintu masuk yang bagus untuk memicu rasa penasaran dalam sains materi.

1984

1984 adalah sebuah buku yang keluar tahun 1945, karya George Orwell. Buku ini bertema Dystopia, alias membahas apa yang mungkin saja terjadi jika pemerintahan di dunia ini berbelok ke arah yang salah. 1984 merupakan salah satu buku Dystopia pertama.

1984 memberikan kesan yang sangat… menyeramkan. Pertama-tama, ketahui aku sendiri sebenarnya belum pernah membaca atau menonton sebuah karya literatur yang Dystopian. 1984 memberikan kesan yang baik, tetapi buruk mengenai sebuah pemerintahan yang kacau.

Alkisah, dunia ini terbagi menjadi 3 kubu yang kuat, Oceania, Eurasia, dan Eastasia. (maaf, karena kemampuan geografiku yang buruk aku masih kurang mengerti lokasi masing-masing kubu) Setiap pemerintahan seringkali berperang.

Secara internal PNS (atau outer party) diberikan doktrin dan diperhatikan setiap gerak geriknya, agar tidak ada sedikitpun rencana untuk menggulingkan pemerintahan yang sangat kacau ini.

Lokasi buku ini berada di London, dalam sebuah bagian dari Oceania bernama Airstrip One (atau, tentunya, Inggris). George Orwell mampu menjelaskan tiap kalimat dan deskripsi seolah-olah dunia sudah bertolak belakang.

Bukan hanya pemerintahan yang dikacaukan, 1984 juga mengurangi konteks bahasa, agar makin rendah kemungkinan seseorang dapat membuat sebuah kalimat yang puitis atau lengkap, sebuah bahasa baru bernama (ini sangat… obvious) Newspeak diciptakan. Newspeak pada dasarnya membuat semua antomim hilang dan menghilangkan semua potensi ambigu sebuah kata.

Antomim pada dasarnya direpresentasikan oleh kata Un. Jika good adalah baik, dan bad adalah buruk, Newspeak mengganti bad dengan ungood. Untuk great alias lebih baik, diwakili dengan plusgood, dan… ya baca saja bukunya.

Tetapi, pemerintahan di 1984 mengatur segala hak bicara, hak privasi, serta paling parah… hak untuk bebas melakukan apapun.

Baca buku ini jika…

  • Ingin mendapat sebuah sensasi buku horror yang baru. (sebenarnya tidak terlalu seram, tapi… itu bisa jadi menyeramkan untuk beberapa orang).
  • Ingin melihat dunia yang sudah rusak.
  • Penasaran atas metode kontrol yang masuk sampai level diktator. (Nih, yang bilang Jokowi Diktator, baca dulu 1984, biar tahu diktator tuh gimana)
  • Mau mempelajari bahasa baru, yang sekarang masih fiktif. ( πŸ˜› )
  • Merasa ditindas, ataupun diberikan paksaan oleh pemerintah. Karena sesudah membaca buku ini, kamu akan merasa sangat-sangat bebas!

Dari cakupan bebas spoiler, 1984 menegangkan, menakutkan, dan juga “mengajarkan” sedikit tentang politik, serta psikologi pengendalian massa.

The Subtle Art of NOT Giving A F*ck

Iya, buku ini penuh dengan umpatan. Hindari jika kamu tidak ingin mendengar banyak umpatan. Bukan masalah besar bagiku, sayangnya ulasannya terlalu bagus, aku jadi penasaran. Buku ini masuk dalam genre self-help, tetapi tidak konyol, atau terlalu motivatif.

Menjelaskan buku ini dengan 10 kata, atau lebih pendek. Buku ini bodoh, tetapi sanking bodohnya, ia jadi benar.

Mark Manson mampu memberikan motivasi dengan metode yang sama sekali tidak seperti sebuah motivator. Motivator, dan buku self-help ala hippie pada umumnya meminta orang untuk menenangkan diri dengan bilang ke diri sendiri bahwa kamu tenang.

Padahal, nyatanya, orang yang tenang tidak akan perlu untuk bilang ke dirinya bahwa dia tenang. Ia cukup menelan fakta bahwa ia sedang tidak tenang.

Sesuai dengan slogannya, A counterintuitive approach to living a good life… Buku ini benar-benar penuh dengan metode yang ironis, tetapi benar, serta cara memperbaiki diri dengan konyol, tetapi sekali lagi benar. Sebenarnya jika aku memberikan sedikit terlalu banyak “hinaan” itu salah juga sih.

Buku ini penuh inspirasi, tetapi ditulis dengan nyeleneh, sehingga memberikan kesan yang bodoh dan konyol itu. Tetapi, layaknya sebuah orang yang suka bercanda, buku ini memiliki momen serius dimana benar-benar bersih dari nyelenehnya itu dan menjadi momen yang… inspiratif dan benar.

Seperti banyak buku self-help, penulisnya memberikan banyak sekali ceritanya sendiri, dan aku yakin orang pada umumnya mampu merasakan beberapa cerita yang ia selipkan disini, baik miliknya, atau milik orang lain yang curhat ke dia via blog miliknya.

Buku ini… benar-benar bagus.

Baca Buku ini Jika:

  • Kamu muak dengan motivator yang penuh dengan omong kosong dan “tetap positif meski segala sesuatu sudah buruk” miliknya itu.
  • Ingin mencoba cara baru untuk memperbaiki diri.
  • Sering memiliki sedikit masalah dan/atau marah-marah.
  • Suka membaca orang yang nyeleneh. (dengan cara positif tentunya)
  • Ingin tahu penggunaan kata umpatan. . .  yang tentunya variatif! (HMM)
  • Mencari inspirasi atau memiliki krisis identitas.

Seperti kubilang, buku ini benar-benar bagus, tetapi karena Mark Manson tetap menulis dengan gaya nyeleneh-nya itu… Buku ini jadi sumber humor, ironi, sarkasme, umpatan dan inspirasi di saat yang sama.

Kesimpulan

Daftar buku yang telah kubaca dalam minggu pertamaku dipenuhi humor, ketakutan, serta juga… pengetahuan. Sejujurnya, kamu tidak perlu terlalu bosan membaca terlalu banyak buku, selama buku yang kamu pilih menarik tentunya!

Selera buku orang-orang berbeda, dan layaknya memilih baju (atau pacar), pilihlah buku yang sesuai dengan seleramu.

Sampai lain waktu!

Arti Dari Salut Wakanda Forever

Arti Dari Salut Wakanda Forever

Kayanya aku perlu bikin serial baru tiap minggunya yang membahas tentang dunia Marvel. Sehari minimal 25 mah ada yang liat artikel Infinity Stone, atau Vibranium Adamantium. Peminatnya banyak banget, dan juga bisa diselingi dengan belajar sains atau budaya!

Jadi, mari kita bahas tentang salut Wakanda yang sudah sering di parodikan, dan tentunya juga ikonis ini. Wacana Forever! Eh… Wakanda Forever!

(P.S. serialnya lagi berusaha dipikirin judulnya apa, kalau ada ide tolong bilang ke aku di bagian komentar ya)

Asal Usul Salut Wakanda

Salam Wakanda sebenarnya berasal dari 3 konteks, budaya, atau mungkin… bahasa. Uniknya, 3 konteks ini berasal dari belahan dunia berbeda, bukan hanya Afrika.

Catatan lagi, ini berasal langsung dari wawancara dengan Ryan Coogler, atau sutradara film Black Panther. (bukan aku yang mewawancarai, ada di sumber-sumber di Internet)

Firaun di Mesir

Pertama-tama, ketika T’Challa atau Black Panther dikubur untuk bertemu dengan ayahnya di “Spirit Realm” atau dunia arwah, tangannya berada di posisi silang, menempel dengan dadanya, persis dengan Wakanda Forever.

Arti dari tangan yang menyentuh dada ini sebenarnya dapat dicari di makam-makam para firaun di Mesir. Jika dilihat dengan detil, kita akan menyadari bahwa firaun ini selalu dikubur dengan kondisi tangan silang. Ternyata tangan yang di silang seperti ini berarti kematian, atau sedang mati.

Silahkan facepalm atau bingung dulu sedikit…

Tentunya ini sedikit terkesan salah untuk sebuah salut yang harusnya menjadi suatu motivasi dan simbol sebuah negara. Tapi, ingat terlebih dahulu, hanya para Firaun di Mesir yang dikubur dengan kondisi seperti ini. Dimakamkan dengan kondisi tangan tersilang berarti mati dengan terhormat, dan juga hanya boleh diberikan pada seorang pemimpin.

Meski konteksnya memang mati (dan T’Challa “mati” saat mengunjungi ayahnya), kematian yang disimbolkan disini juga bisa berarti pemimpin, atau kehormatan.

Ini bisa diartikan lagi menjadi 3 hal…

  • Kematian, dimana T’Challa mengunjungi dunia arwah yang berisi orang-orang mati.
  • Kehormatan, dimana para penghuni Wakanda merupakan orang-orang terhormat
  • Pemimpin, dimana, satu… para penghuni Wakanda menghormati pemimpinnya, atau dua, Wakanda adalah sebuah negara yang memimpin dunia.

Jika dibelah menjadi per kata, arti pertama dari salut ini kurang utuh. Jika disatukan tetapi, ia menjadi, menghormati kematian para pemimpin.

Atau mungkin ini juga bisa berarti muka Chadwick Boseman ketika diminta salam Wakanda entah beberapa kali sampai dia mati karena bosan.

American Sign Language.

Bahasa Isyarat Amerika, atau ASL (disingkat). Juga menjadi salah satu inspirasi dari salam Wakanda ini.

Dalam bahasa Isyarat Amerika, tangan yang disilang dapat ditranslasi menjadi pelukan.

Sebenarnya aku tidak bisa memberikan banyak konteks diluar ini, tetapi kalau kita pikirkan lebih dalam lagi, mengingat Wakanda sempat menolak kontak dengan dunia luar, ini berarti bahwa Wakanda semacam… (aduh bingung nyari katanya).

Tunggu dulu ya, kukasih contoh.

Ingat Erik Killmonger? Anak dari N’Jobu, atau dengan nama Wakanda, N’Jadaka. Erik Killmonger merasa ditolak oleh orang Wakanda, karena satu, ayahnya dibunuh oleh raja Wakanda, atau kakaknya sendiri, dan juga ia hanya ke Wakanda ketika ia siap balas dendam.

N’Jadaka atau Killmonger ini merupakan setengah orang amerika, dan setengah orang Wakanda (atau african-american/Wakanda, Ibunya sendiri tidak pernah ditunjukkan sepanjang film). Sesudah keluarga kerajaan Wakanda mengetahui bahwa N’Jadaka ini masih merupakan saudara langsung dengan mereka… Mereka semacam kaget.

Selain itu, sebagai seseorang yang merasa ditolak dan diasingkan oleh Wakanda, N’Jadaka sebenarnya tidak terlalu peduli dengan kerajaannya itu. Ia hanya ingin menggulingkan dan membalas dendam demi ayahnya. Ia merasa bahwa orang Wakanda tidak peduli padanya.

Padahal, salut Wakanda juga merupakan bagian dari sebuah bahasa isyarat internasional. ASL dipakai seperti bahasa Inggris di dunia isyarat. Ini sebenarnya sebuah simbol bahwa, Wakanda tidak sepenuhnya menolak dunia luar.

Pelukan. Pelukan, mungkin juga err… aku bingung sih. Ini tidak dijelaskan lebih lanjut oleh Ryan Coogler, tetapi, salut Wakanda berarti pelukan, seperti sudah kubilang di atas. Mungkin… ini bisa dijelaskan di konteks ketiga.

Aku bukan orang Wakanda… cenah Michael B Jordan.

Salut Afrika

Tentunya sebagai bagian besar dari Afrika, salut Wakanda juga memiliki konteks yang berasal dari Afrika. Salut Afrika disini punya sedikit hubungan dengan simbol lainnya.

Tetapi, menyentuh ujung pundak berarti cinta di sebuah suku dari Afrika.

Sebentar dulu, artinya cinta, kematian, serta pelukan? Cinta memeluk yang mati? (Oke, itu bercandaan ya.)

Cinta, mengingat bahwa ada Afrika adalah benua dimana Wakanda berada, mungkin, bagian terakhir dari salut Wakanda ini berarti cinta tanah air?

Ryan Coogler tidak memberikan banyak konteks, hanya artinya, jadi itu sejujurnya cukup kita khayalkan saja sebagai arti penuhnya… Up to you!

 

Arti akhir?

Hahaha… Hahaha…

Bingung. . . .

Jadi, sebenarnya, aku tidak yakin ada arti akhir ke salut Wakanda. Sekilas, bentuknya hanya sebuah huruf W dengan tangan, W untuk Wakanda! Sesederhana itu kan? Ternyata tidak, silangan tangannya sendiri punya arti, menyentuh pundaknya punya arti, dan juga tangan yang menempel ke dada juga punya arti.

Tetapi, kalau mau diartikan, aku tidak yakin ada arti penuhnya. Sebuah kata dapat menjadi frasa baru dengan arti yang sangat berbeda jika diberikan kata lain dibelakangnya, misalnya, tanah berarti… ya, lahan, mungkin juga tempat tumbuhnya tanaman, air berarti cairan yang bening, mengalir di sungai, memberikan kehidupan, atau apalah… Tapi tanah air? Berarti negeri kita tercinta.

Jadi, mungkin secara sekilas, kematian bisa berarti apapun yang kamu mau, cinta juga bisa berarti apapun yang kamu mau, serta pelukan bisa berarti apapun yang kamu mau. Itu hanya masalah perspektif.

Untuk sekarang, menurutku, hal yang mati bisa saja ditranslasi menjadi tradisi, sedangkan cinta dan pelukan? Hmm, Salut Wakanda Forever berarti… memeluk erat dan mencintai tradisi? Itu terdengar cukup benar.

Kesimpulan

Masih dalam topik post kolonialisme tentunya, mari kita lihat Wakanda. Sebuah negara yang sangat maju, dan juga tidak melupakan budaya.

Wakanda adalah contoh yang super baik untuk pernikahan teknologi serta budaya. Perisai Vibranium milik mereka masih berupa kain sederhana sebagai contoh. Baju koko Black Panther juga merupakan contoh eratnya mereka dengan budaya.

Jika mau ditangkap, Wakanda mencintai budayanya sampai “mati” lihat saja salut mereka!

Sampai lain waktu! Semoga artikel hari ini mampu dinikmati.

EDIT: http://dikakipelangi.com/asal-usul-kata-wakanda/

Bagi yang “nyasar” dan hore masuk ke blog ini… Ada artikel Asal Usul Kata Wakanda, karena sepertinya banyak sekali orang googling apa, keluarnya apa…

Cheerios!

Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Mitologi Millennial: Perang Troya Pt. 1

Untuk mitologi millennial hari ini, aku mau membahas Perang Troya, tetapi lebih ke… prolog dari Perang Troya. Untuk part 2 dan part 3 nya akan membahas Iliad dan Odyssey.

Tetapi… Aku belum pernah baca Iliad… (jadi kemungkinan tunggu bulan depan buat part 2 nya biar aku bisa habisin dulu tuh Iliad).

Tetapi tentunya, tetap dalam tema Mitologi Millennial, yaitu… sebuah mitologi yang tadinya berat dan ditulis ulang menjadi cerita yang lebih ringan, lucu dan mampu dibaca millennial dengan santai.

Bagaimanapun juga, daripada lama basa-basi, mari kita ceritakan prolog Perang Troya secara santai dan lucu!

Tidak Diundang

Alkisah, Thetis (seorang Nymph laut) dan Peleus (pahlawan paling kece di zamannya dengan penonton di Youtube paling banyak kalau dia sedang streaming melawan monster. Peleus juga merupakan seorang Raja dari Thessalia), mengundang seluruh dewa dan dewi Olympus untuk menyaksikan pernikahannya.

Tentunya Peleus perlu menunjukkan rasa terima kasih atas bantuan para Dewa Dewi di setiap misinya, dan untuk Thetis, ia justru “merawat” para dewa lebih sering dari diberkati. Thetis itu mantannya Zeus (iya, Peleus harus mengundang mantan dari Istrinya), ibu angkatnya Hephaestus, dan juga… jasa merawat laut Poseidon… ceritanya panjang…

Tetapi tetap saja, Peleus tetap harus mengundang para dewa-dewi ke pernikahannya.

Oh, tetapi sayang sekali… Peleus sedikit sebal dengan seorang Dewi. Namanya, Eris. Kenapa dia sebal sama Eris? Eris adalah seorang dewi yang mengurus kekacauan, rivalritas, dan juga konflik. Kalau ada Eris, siap-siap ada kekacauan yang akan datang bersamanya!

Jadi tentunya, Eris ini super menyenangkan di sebuah pesta. (sejujurnya dewi Athena dan perilakunya yang sok tahu juga pasti menyenangkan, tetapi Athena membantu Peleus, jadi gak bisa gak diundang). Eris tidak diundang…

Sesudah tanggal pernikahannya keluar, dan seluruh Dewa Dewi, bukan hanya Dewa Dewi Olympus, tetapi SEMUA Dewa Dewi. Ini termasuk Dewa Mimpi, Dewa Tidur, Dewi Kemenangan, Dewi balas dendam, dst. Hanya Eris yang tidak diundang.

Tentunya Thetis tidak setuju… Ia merasa semua dewi dan dewa berhak diundang sebagaimanapun menyebalkan dewa atau dewi tersebut.

  • Thetis: Yang, kamu kenapa gak mau ngundang Eris?
  • Peleus: Alah… Yang, kamu kan tahu sendiri aku hampir gak pulang gara-gara Eris. Dia iseng amat bikin perang di kerajaan kita.
  • Thetis: Tapi kan, kita mesti adil, kalau entar Eris marah gimana? Tahu sendiri kan Eris itu bisa bikin Zeus gila…
  • Peleus: Iya, makanya, kalau dia bisa bikin rajanya dewa gila, kenapa perlu kita undang dia?
  • Thetis: Entar marah loh Yang…
  • Peleus: Udahlah, yang… minimal kan dewa dewi yang bisa menghancurkan Thessalia dalam hitungan detik udah diundang.
  • Thetis: Pokoknya kalau entar Eris sampai marah… AWAS YA!
  • Peleus: Iya iya…

Mengingat para laki-laki jarang mengingat apa yang cewenya berusaha kasih tahu, tentunya ini tidak akan berakhir baik…

Mengetahui bahwa dia tidak diundang, Eris merencanakan sebuah “prank” yang punya potensi untuk mengacaukan seluruh pesta pernikahan tersebut…

Apel Emas…

Eris membuat sebuah Apel yang dilapisi dengan emas. Apple of Discord. Apel itu membuat siapapun yang menyentuhnya kehilangan kontrol, serta menginginkan apel itu tanpa mempedulikan hal lain. Apel ini sangat-sangat kuat sampai dewa-dewi terkuat begitu menyentuhnya bisa sampai kehilangan kontrol.

Eris juga menuliskan sedikit tulisan di apel itu. “To the Fairest”. (untuk yang tercantik/ganteng). Dan itu… wah, itu benar-benar bisa memicu kekacauan. Mengingat seberapa kompetitifnya para dewi-dewi olympus, ini bisa mengakibatkan… perang.

Tetapi, Eris mesti membuat sebuah rencana yang matang untuk mengantar apel ini.

Awalnya Eris ingin menggunakan aplikasi Drago-Jek, dengan fitur Drago-Send. Tetapi ia takut naga atau mamang Drago-jek nya menginginkan apel itu sebelum sampai. Belum lagi, bagaimana jika si naga memakan si apel?

Alasan utama fitur Drago-Food belum diluncurkan secara resmi dikarenakan setiap kali simulasi pengiriman, makanan yang semestinya untuk klien dimakan naga di jalan. Jadi, sepertinya Drago-Send bukan opsi.

Bukan hanya itu, Drago-Send juga tidak bisa mengirimkan makanan, jadi di zaman para Dewa Dewi Yunani, bisnis katering harus memiliki kurir karena larangan mengirimkan makanan melalui Drago-Send.

Eris pun mungkin juga kepikiran untuk merubah dirinya menjadi seorang tamu, tetapi itu kurang… efektif. Atau mungkin membuat itu sebagai hadiah? Jika itu sebagai hadiah pernikahan sebenarnya mungkin saja bekerja, tetapi… itu terlalu halus dan kurang mengagetkan.

Apa opsi lain? Tentunya Eris menginginkan metode yang WAH dan juga tepat di tengah kerumunan. Jadi, apa yang ia lakukan?

Eris teleportasi ke tengah acara itu (terbang di atap-atap tentunya), melempar apelnya, dan juga kabur, langsung keluar dan pergi dari situasi itu, dan melihat seberapa mengagetkannya kejutan miliknya itu…

Rebutan Deh…

Selamat Eris! Seluruh Dewa Dewi Olympus kaget!

Siapapun yang mengambil Apel itu cukup pintar untuk membacakan tulisannya keras-keras. “TO THE FAIREST”.

Mendengar itu, 3 dewi olympus yang paling kompetitif langsung bilang! OH PASTI ITU BUAT AKU!

Dewi ini adalah Hera, Ratu para Dewa, istri Zeus, dan juga Dewi pernikahan. Athena, Dewi perang dan kebijaksanaan, serta Aphrodite, Dewi cinta dan kecantikan…

Tentunya ini langsung membuat seluruh suasana pesta jadi tegang. Terakhir kali Dewi-dewi ini rebutan sesuatu, sampai-sampai sebuah kota di Yunani hancur… Jadi, tentunya, Peleus membuat kesalahan yang tidak akan dimaafkan Thetis… Ia tidak mengundang dewi yang membuat dewi lainnya berantem!

Dalam hati Thetis bilang, “Kan udah kubilang juga apa!”. Tetapi sebagai wanita yang sabar, Thetis memutuskan untuk menenangkan rombongan yang tegang tersebut.

Namun, mengingat dewi-dewi ini tidak bisa dikontrol, inilah yang terjadi.

  • Thetis: Tolong tenang semuanya!
  • Hera: WAH! APEL ITU UNTUK YANG PALING CANTIK? BUAT AKU YA!
  • Athena: Hmph, aku yakin apel itu seharusnya untukku.
  • Aphrodite: Minggir, Dewi kecantikan itu aku!
  • Thetis: (berbisik). KAN KUBILANG JUGA APA!
  • Peleus: Yang, maafin ya…

Sementara itu, ketiga Dewi itu masih berebut apel emas dan seluruh penonton menjadi takut… Jika buruk menjadi terburuk, mereka akan mati saat itu juga! Jadi, ya… Sebagai Raja, Zeus berpikir dengan cepat. Kurang lebih ini yang dia pikirkan.

“OKE… Jadi, aku harus mencari cara untuk membuat mereka tenang. Cari orang untuk menjadi juri! Eh, bentar, kenapa gak aku aja yang jadi juri? JANGAN DENG! Sebagai anak favoritku, entar Athena baper kalau aku gak milih dia. Sebagai istriku, Hera juga pasti marah. Kalau Aphrodite gak kupilih, tar aku disuruh jatuh cinta sama cewe manusia lagi dan dimarahin Hera… jadi aku gak boleh jadi juri.”

“EH! BENTAR DULU! Kita pilih manusia saja! Seorang pangeran. Kita cari Pangeran yang ganteng, dan kita suruh Hermes antar dewi itu bertiga ke pangeran yang dipilih. Tapi gimana cari Pangeran-nya? IG? LinkedIN? Hmmm…”

“IG aja deh… #pangeran. Nah ketemu kan! Pangeran Paris! Oke, kita harus kontak Hermes.”

Zeus pun beralih dari IG ke WA dan mengkontak Hermes…

  • Zeus: OY, Hermes, ini sebelum sekota meledak itu cewe bertiga berantem cepet…
  • Hermes: Cepet?
  • Hermes: Cepet apa bos? Kabur?
  • Hermes: Kalau kabur sih dari tadi kepengen…
  • Zeus: JANGAN! Aih kamu.
  • Zeus: Cari Pangeran Paris dari Troya.
  • Hermes: Terus?
  • Zeus: Suruh Paris tentuin siapa yang paling cantik diantara mereka bertiga.
  • Hermes: Gak kasian? Tar dia dimarahin sama 2 dewi yang dia gak pilih
  • Zeus: Daripada kamu… Kamu mau menghabiskan sisa hidupmu gak bisa jatuh cinta lagi? Atau gak dikasih akses ke kota Athens? Atau gak boleh menikah?
  • Hermes: Oke, opsi bagus, mending manusia aja ya yang dimarahin sama Ibu-ibu.
  • Zeus: Sekarang, cepet!
  • Hermes: Pake Drago-jek?
  • Zeus: -_-” Gak lah! Pake sepatu bersayapmu!
  • Hermes: SIP!

Dan sekitar 5 menit kemudian…

Paris di Troya

Paris bingung. Ia hanya diam di bawah pohon ketika tiba-tiba Hermes terbang entah darimana. Percakapan ini pun terjadi.

  • Hermes: Hai Paris
  • Paris: Err… kamu Hermes ya?
  • Hermes: Iya, gak ngeh dari sepatunya? Tongkatnya?
  • Paris: Ngeh kok… Kenapa?
  • Hermes: HEHE… Ini Apel emas, berikan ke salah satu dari tiga dewi ini yang menurutmu paling cantik…
  • Paris:  Ha?

Lalu, Hermes menghilang entah kemana, tertawa di gedung resepsi pernikahan Thetis dan Peleus bersama Zeus. Sayangnya Paris disambut 3 dewi lainnya. Athena, Aphrodite, dan Hera…

Mereka membujuk Paris dengan kemampuan dan sihir mereka masing-masing.

  • Hera: SST… Paris, pilih aku! Aku bisa membuatmu raja dari setengah dari dunia. Kamu akan menjadi pahlawan Yunani paling terkenal. Nama Paris tidak akan pernah dilupakan. (Catatan Penulis: Paris itu nama kota di Prancis, siapa yang lupa?)
  • Paris: Err…
  • Athena: Hmm… Pilih aku saja. Jika kamu memilihku, aku akan membuatmu menang semua pertarungan yang akan kamu hadapi. Sebagai prajurit, pasukanmu takkan pernah kalah sekalipun. Kamu akan diingat sebagai panglima perang terbaik Yunani…
  • Paris: Err…
  • Aphrodite: Ahah… Pilih aku. Aku akan membuat wanita tercantik di bumi ini untuk jatuh cinta dengan dirimu. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…
  • Narrator: Paris sudah kehilangan kesadaran di WANITA TERCANTIK. Sebagai Pangeran yang umurnya masih 21-an, ia tentunya sangat tertarik dengan Helen ini.
  • Paris: Seberapa cantik Helen ini?

Aphrodite menyodorkan HP-nya dengan akun Instagram Helen terbuka… “Ia secantik diriku.” tuturnya.

Paris memutuskan.

Paris tidak bingung. Dalam sebuah kedipan mata, ia membulatkan tekadnya, dan memberikan apelnya kepada Aphrodite.

Kedua dewi lainnya tentunya sudah menyiapkan rencana untuk “mengutuk” Paris… Tetapi untuk sekarang, Helen sudah mulai mencari Paris di sosmed, dan ia sudah jatuh cinta pada pangeran muda tampan dan gagah itu.

Jadi, mari kita ulangi kalimat Aphrodite yang menjelaskan Helen. Namanya, Helen. Seorang Ratu, istri dari Raja Menelaus, berambut merah…

Menelaus ini seorang raja. Raja dari kerajaan besar bernama… Sparta! Jadi, tentunya, seperti remaja laki-laki atau pra dewasa pada umumnya. Paris melakukan hal bodoh demi seorang cewe!

Sesudah jatuh cinta dan seringkali kontak-kontakan, Helen telah setuju untuk “diculik” oleh Paris! Kira-kira reaksi Menelaus ini bagaimana? Nah, ini sebenarnya part 2. Tetapi, sebelum menyimpulkan artikel hari ini…

Siapa Helen?

Helen of Troy, atau Helen of Sparta adalah seorang demigod, yang dibilang sebagai anak dari Zeus. Tetapi diantara banyaknya versi, ada yang bilang bahwa Ibu Helen seorang Dewi. Nemesis, Dewi balas dendam. Tentunya juga ada versi dimana Helen seorang demigod dengan ibu yang cantik, dan membuat Zeus tertarik.

Aku sendiri lebih yakin bahwa Ibu dari Helen adalah seorang Manusia.

Helen juga memiliki sebuah pisau yang berfungsi sebagai cermin dengan nama Katoptris.

Bersambung…

Keesokan hari. Menelaus terbangun tanpa Istrinya tercinta di sisinya. Dengan marah, ia mengumumkan ke seluruh Sparta ke siapa yang mungkin telah menculik Helen. Kabarnya telah dipastikan dari para warga, Helen telah pergi bersama seorang Pangeran muda, tampan dan gagah dari Troya.

“BERANINYA DIA! AGAMEMNON!”

Agamemnon adalah seorang jendral, adik dari Menelaus… Ia menanyakan ke Menelaus, “Apa yang bisa kulakukan raja?”. “Helen telah diculik… Oleh seorang pangeran belagu dari Troya.” jawabnya dengan kesal. “Apa kita perlu mengajak perang?” tanyanya, dengan harapan ia bisa terus memperbaharui ilmu peperangannya.

“Tentu saja. Troya sekarang telah menjadi musuh seluruh Yunani! Ajak semua kerajaan untuk mengirimkan pasukan!” Perintah sang raja.

“Troya akan runtuh…” Bisik sang jendral dengan determinasi yang membara…

Review Bebas Spoiler: Solo: A Star Wars Story

Review Bebas Spoiler: Solo: A Star Wars Story

Baiklah, sepertinya aku perlu mencontoh Doctor Strange sedikit…

Jadi, aku baru tahu bahwa sebenarnya menulis ulasan yang gak ada spoiler itu jauh lebih susah daripada menulis yang pake spoiler. Jadi, aku mau mencoba menulis beberapa ulasan (atau review) yang gak ada spoiler.

Tolong ketahui bahwa ulasan ini mungkin memberikan kesan agak tidak professional, dan tentunya ini akan diperbaiki.

Mengingat bulan Mei dan Juni ini kita akan disambut banyak (banget) hiburan dalam bentuk buku, (seperti Trials of Apollo), dan juga film (Solo, Incredibles 2, Jurassic World). Aku akan melatih kemampuanku untuk tidak menjadi seseorang yang kerjaannya ngebocorin rahasia (atau spoiler) terus.

Mari kita ulas film Solo kemarin!

(Bentar dulu deng)…

Pertama-tama, dalam ulasan tanpa spoiler sebagian besar yang sudah kubaca membahas teatrikal, cerita, dan bla-bla-bla. Kali ini, aku akan benar-benar membahas dalam perspektif cerita, tetapi tetap, bebas spoiler… Formatnya akan kurang lebih nilai plus dari film, dan nilai minus dari film.

Skor!

Untuk skor, ini agak menyulitkan, tetapi demi formalitas, dan karena sebagian besar ulasan tanpa spoiler menggunakan skor, jadi coba pake…

Skor a la Rotten Tomatoes… Suka atau gak? SUKA!

Skor a la IMDB. Rating skala 1-5. 4/5 deh…

4/5 kuberikan karena ada sedikit bolong-bolong di kanan dan kiri cerita. Tetapi, ceritanya menarik, dan… oke bentar, aku harus menahan diri…

Nilai Plus!

Nilai Plus di Solo: A Star Wars Story ini membuatnya mudah sekali disukai, dan jika aku perlu memberikan satu kata untuk menjelaskan film ini secara positif… itu adalah “mengejutkan”

Memberikan Latar Belakang…

Pertama-tama, Solo ini sukses memberikan beberapa latar belakang ke tokoh-tokoh klasik di Star Wars, seperti, (tentunya) Han Solo, Chewbacca, dan Lando Calrissian.

Latar belakang ini bisa berupa cerita cara mereka pertama bertemu, tingkah laku, sejarah, dan juga dinamika beberapa tokoh.

(sejujurnya aku tidak tahu mau menambahkan apa lagi…)

Latar belakang ini belum pernah dijelaskan di Star Wars sebelumnya, dan ini juga menunjukkan bahwa terkadang, sebuah tindakan yang tidak disengaja, atau hanya kebetulan saja bisa membuatmu bertemu dengan sahabat, jodoh atau apapun itu.

Bagi fanboy Star Wars yang kepengen banget tahu bagaimana cara Chewie dan Han ketemu, atau cara Han Solo mendapat namanya… bisa tonton saja Solo

Cukup Humoris

Meski level humor yang diselipkan dalam tiap adegan tidak sebanyak Infinity War… Solo juga cukup banyak memberikan adegan lucu, dan meski “lucu”-nya ini klasik ke Star Wars, seperti hubungan Han dan Chewbacca, melihat muka Alden Ehrenreich dan Han Solo yang masih muda, lebih polos daripada Han di Episode IV… Tentunya menarik.

(tenang, Han-nya mah sebenarnya tidak polos, tetapi lebih polos dari Han yang dimainkan Harrison Ford).

Selain beberapa lelucon dan bercandaan yang diselipkan dan memang sudah “dari sananya”, alias sudah cukup jelas… Juga ada beberapa bercandaan menarik lain di poin ke 3…

Banyak Referensi Untuk Dinikmati!

Banyak, cukup banyak referensi ke dunia nyata, ataupun ke dunia Star Wars yang mungkin bisa, atau hanya akna dimengerti fans Star Wars.

Selain itu, juga ada cukup banyak referensi ke dunia nyata, yang sayangnya tidak bisa kusebutkan. Referensi ini juga belum tentu bisa dimengerti, tetapi jika kamu mampu menyadari bahwa itu referensi, maka… good job!

Referensi yang diselipkan di Solo juga disembunyikan dan tidak terlalu langsung. Untuk menyadari beberapa referensi mungkin kamu perlu mengkhayal juga… (meski juga ada yang obvious)

Banyak Plot Twist

Plot Twist di film ini cukup banyak… Tentunya, yang namanya plot twist juga harus yang gak bisa ditebak. Dan ketegangan yang sukses ditunjukkan di film ini sudah sukses mencerminkan ketegangan tiap potensi ada sebuah plot twist.

Mengingat bahwa Solo masuk ke dunia illegal dan pasar gelap di dunia Star Wars… Plot twist seperti ini benar-benar dibutuhkan untuk menunjukkan ketegangan yang sudah sukses dicerminkan di hasil akting dan latar.

Selain itu, banyak klimaks yang dibuat tegang, dan penuh ketidakpastian, sampai-sampai kita benar-benar tidak tahu apa yang mungkin terjadi. Apakah plot twist di adegan ini akan menjadi sesuatu yang sangat obvious? Apakah plot twist berikutnya masih bisa dikira-kira? Apakah akan ada plot twist? Pokoknya, Solo itu membuat kamu bertanya-tanya dan bingung tiap kali ada klimaks.

Akhir yang Menggantung

Akhir dari film ini menggantung, aku kurang yakin apakah ini dianggap spoiler atau bukan. Tetapi film ini berakhir dengan banyak hal yang masih bisa dikembangkan untuk menjadi film Solo yang ke dua, tetapi dengan banyak pertanyaan di cerita Solo yang masih bolong-bolong ini. Aku berharap ada Solo 2: Another Star Wars Story. (atau apapun judulnya)

Meski akhir yang menggantung ini, cerita Solo ini sudah cukup untuk “ditutup”, dan jika Disney, Lucasfilm ini memutuskan untuk mengakhiri ceritanya disini, dengan satu dua pertanyaan yang dijawab mengenai lubang-lubang yang masih ada itu… Solo juga bisa ditutup menjadi film yang hanya “one time thing” kaya Rogue One.

Hal Negatif

Masalah dari Solo berikutnya ada di ketiga poin ini… Dan sayang sekali, karena ketiga poin ini mungkin sudah jadi banyak hal yang “ditakuti” orang-orang sebagai jatuhnya Solo: A Star Wars Story sejak sebelum dia dirilis. Kata untuk menjelaskan hal-hal negatif di film ini adalah… “Kepastian”.

Hasil Akhir yang Pasti

Selepas dari tokoh-tokoh yang baru diperkenalkan di film ini… Solo memiliki satu titik lemah pasti yang tidak mungkin dimatikan dengan akting, adegan, musik, atau naskah sebagus mungkin.

Sebagaimana menegangkan adegannya, sebagaimana mendekati kematian situasinya, sebagaimana menyeramkan musuh yang mereka lawan… Kita tahu bahwa Han Solo, Lando Calrissian, dan juga Chewbacca akan selamat karena mereka masih ada di Episode IV.

Sayang sekali, ini menjadi masalah yang benar-benar fundamental dari konsep dasar film ini…

Kematian yang kurang monumental

Solo tentunya juga memperkenalkan tokoh-tokoh baru. Tetapi, sayang sekali, tokoh-tokoh baru yang akhirnya “mati” ini, tidak bisa memberikan kesan yang cukup menyentuh para penonton. Setidaknya untuk diriku, beberapa kematian itu tidak ada rasanya.

Solo berusaha menutupi lubang hasil akhir yang pasti ini dengan banyak kematian kecil yang kurang… kena ke penonton.

Mungkin ada satu dua saat kita berharap ada tokoh baru yang akan dibunuh, dan juga mungkin ada satu dua saat dimana ada tokoh baru untuk tidak mati, tetapi sejujurnya… kematian yang akan direncanakan di film prekuel seperti ini tidak punya potensi yang kuat.

Tidak seperti kematian karakter klasik seperti Luke di Episode VIII, dan Han di Episode VII.

Lubang di Tokoh…

Tolong ketahui bahwa poin ini sebagian besar opini, dan jika ditinjau dari sudut pandang lain, mungkin saja dianggap sebagai sisi positif.

Ada lubang-lubang di latar belakang tokoh-tokoh baru. Juga banyak sekali lubang di akhir film yang menggantung ini. Untungnya lubang-lubang di tokoh baru ini memberikan potensi untuk film lanjutan, dan seperti kubilang, ini masalah perspektif. Jika dilihat sebagai hal positif, maka ini bagus. Tetapi kalau mau dilihat sebagai hal negatif… juga bisa.

Sayangnya aku tidak bisa terlalu banyak bilang tentang lubang-lubang tanpa memberikan spoiler.

Kesimpulan

Solo: A Star Wars Story merupakan film yang tentunya akan memuaskan mata secara special effect dan makeup di tokoh, Solo juga bisa memuaskan hati dengan membuatmu tegang… Otak fanboy juga akan diperkuat kamus referensinya dengan film ini… Dan meski sebuah masalah fundamental di semua film prekuel… Solo cukup kuat untuk memberikan sebuah tontonan menarik dan bermutu bagi fanboy Star Wars sejak Episode IV, (EPISODE PERTAMA STAR WARS), dan juga bagi millennial yang baru menonton di episode VI

ATCS Bandung. Intip Kedisiplinan Pengguna Jalan

ATCS Bandung. Intip Kedisiplinan Pengguna Jalan

Sore tadi, dari jam 15.30-17.15, aku mengambil kursi di ATCS Bandung.

ATCS adalah singkatan dari Area Traffic Control System. Untuk Bandung, kita sudah memiliki sistem untuk mengontrol lalu lintas berupa CCTV dan juga speaker untuk memberi peringatan kepada pengguna jalan yang tidak menepati peraturan, ataupun rambu lalu lintas.

Selain itu software yang digunakan oleh kakak-kakak di ATCS ini juga bisa digunakan untuk mengatur lampu merah jika ada kepadatan.

Tetapi, ada sedikit hal yang menarik di ATCS hari ini. Setiap Rabu dan Minggu, ATCS membuka ruangannnya untuk umum agar warga kota Bandung bisa melihat cara kerja CCTV dan speaker di Kota Bandung.

Aku baru saja datang ke sana hari ini, dan aku juga mencatat beberapa hal… Menurutku rada-rada menarik, dan ironis bahwa pengguna jalan (aku cukup yakin mayoritasnya sih) berpuasa, sebuah ibadah untuk melatih menahan nafsu, dan kesabaran… Tetapi tidak bisa menahan diri untuk mengambil hak orang, dan juga berburu-buru. Mereka juga bahkan ada yang gak peduli keamanan diri sendiri dan keluarganya.

Jika aku perlu mengambil satu kata saja untuk menjelaskan pekerjaan para admin (aku belum diberikan istilah resminya sih, jadi kita gunakan admin ya πŸ˜€ ) ATCS ini secara singkat dan padat. Kata yang akan aku ambil adalah gregetan.

AAAHHH GREGET aja pokoknya… Kenapa? Mari kita lihat artikel hari ini…

Apa yang dilakukan dalam Intip Disiplin?

Sekilasnya yang dilakukan oleh peserta Intip Disiplin tiap harinya adalah…

  • Mengambil kursi, CCTV dan juga mic para Admin ATCS dalam menertibkan jalan.
  • Mempelajari sedikit tentang cara kerja ATCS, software yang digunakan, serta cara menegur (atau menghimbau) seseorang yang melanggar hukum.
  • Tentunya, juga melihat kemacetan dan arus lalu lintas di jam sibuk tersebut (15.00-17.00 merupakan rush hour selama bulan Ramadan, dan lalu lintas hampir pasti padat).

Tentunya tidak sebatas ini saja, tetapi selama 2 jam yang kuhabiskan di sana, gambaran luasnya seperti itu.

Langsung saja, kita akan masuk ke pekerjaan tadi, baru kita masuk ke hasil monitor hari ini.

Pekerjaan Kita…

Kita diberi hak untuk menegur dan menghimbau orang-orang. Tetapi menegurnya tidak sembarangan, tentunya ada naskah yang perlu diikuti, lengkap dengan salam pembuka, perkenalan, serta peringatan yang umum. Baru kita masuk ke peneguran dan himbauan.

Untuk menghimbau pun, tidak bisa asal, dan ada eskalasinya untuk menjaga kesopanan dan privasi orang-orang ini. Meski mereka melanggar, hak mereka masih “terjamin”. Untuk menegur, kurang lebih (atas pengamatanku) ini tingkat eskalasinya…

  1. Himbauan anonim, yang hanya merujuk tindakan yang melanggar tersebut.
  2. Jika himbauan tersebut tidak ampuh (karena orangnya gak tahu diri), akan ada pengulangan dengan nada lebih tegas.
  3. Kalau sudah diulangi dan belum ada reaksi apa-apa, spesifikasi motor, dimulai dari warna kendaraan, jenis kendaraan, sampai plat nomor akan disebut.
  4. Jika orang itu gak tahu malu, atau mungkin gak peduli… Sampai plat nomor disebut pun gak ngaruh.Titik eskalasi nomor 4 ini adalah level dimana kami gregetan, dan foto plat nomor dan pelanggaran tersebut itu diambil. Menurut admin-admin di ATCS, banyak foto di upload ke Facebook untuk memanfaatkan rasa malu.
  5. Keburu lampu hijau sehingga tidak bisa menghimbau lagi.

Sebelum masuk hasil monitor hari ini, coba tebak dulu deh… Berapa persen orang  yang patuh, dan berapa yang tidak. Kalau mau tebak mereka patuh pada himbauan ke berapa juga silahkan… Karena sebenarnya… Ini membuatku merasa… malu.

Kalau mau nebak, kukasih tahu jawabannya sesudah hasil monitor ya.

Hasil Monitor Hari Ini

Aku mencatat tentunya. Dengan buku catatan SMKAA-ku, aku mencoret, dan mencatat tiap orang yang melanggar, serta yang patuh sesudah melanggar juga.

Baiklah jadi, hasil monitor hari ini akan dibuat tidak terlalu merinci… Tetapi dari hasil monitor di…

  • Simpang Cikutra
  • Tol Pasteur
  • Simpang Pasirkoja
  • Sayap-sayap Riau, yang termasuk tetapi tidak terbatas ke… Lombok, Anggrek, Cihapit
  • Dan juga jalan Laswi.
  • Pasir Kaliki, sebelum naik ke Pasteur

Jam yang digunakan hanya 1 jam, dari jam 16.15 sampai 17.15.

Ketahui bahwa satu screen hanya bisa melihat 4 CCTV sekaligus, dan jalan yang di monitor butuh 8 CCTV, jadi sangat mungkin ada yang terlewat saat menghimbau di kamera lain, karena yang menghimbau di Intip Disiplin hanya 3 orang…

Jadi, inilah statistiknya. (ingat, ini hanya satu jam, dan sangat rentan ke Human Error)

47 kendaraan melewati garis stop dan mengambil ruang di Zebra Cross.

  • 12 dari ini merupakan kendaraan beroda 4, yang benar-benar membuat kagok orang-orang yang menyebrang.
  • 35 kendaraan lainnya adalah kendaraan beroda 2.
  • Dari 47 kendaraan tersebut, sekitar 36 mengabaikan, atau bahasa Gen Z-nya, ngacangin himbauan yang kita berikan. (tentunya tidak semuanya bisa mundur, tetapi setengah dari kendaraan yang kucatat masih ada ruang untuk mundur)
  • 11 kendaraan lainnya melakukan perintah pada himbauan ke 3.
  • Tidak satu kendaraan pun sadar bahwa mereka mengambil ruang di zebra cross yang merupakan hak pejalan kaki pada peringatan pertama (yang anonim, tanpa menyebut spesifikasi kendaraan).

Jadi, di bulan Ramadhan ini, yang penuh berkah, dan bermaksud membantu kita melakukan lebih banyak hal baik… Cukup banyak orang yang gak tahu diri sampai ngambil hak orang.

60 orang (orang bukan kendaraan, dihitung jumlah kepala) yang mengendarai sepeda motor tidak menggunakan helm. Perlu diketahui bahwa menemukan orang tanpa helm bukan hal yang mudah, dan karena diperlukan zoom dan kami tidak bisa mengerjakan beberapa kamera secara simultan… Hanya 1 kamera yang bisa dicek tiap saatnya.

  • 19 dari 60 tersebut merupakan balita.
    • Dan semua orangtua yang diberikan himbauan tidak memberikan reaksi sedikit pun. Gimana gak greget coba. Bagaimana cara kita sebagai negara mau menjaga balita kita dari dampak buruk di dunia luar kalau yang namanya ngejagain kepala anaknya sendiri aja kagak bisa… (ups, mulai terkesan kasar… maaf)
  • Dari 41 orang yang tidak menggunakan helm, sekitar 32 merupakan penumpang, dan 9 lagi merupakan pengendara.
    • Untuk pengendara, ada 5 dari 9 yang bereaksi pada himbauan dan memutuskan untuk memutar balik untuk mengambil helm sesuai himbauan.
    • 5 lainnya selamat karena lampu hijau, atau beneran tidak peduli, jadi kita capture.
    • Untuk penumpang, ada 16 yang tidak menanggapi, 11 panik (kelihatan dari mukanya), tetapi tidak turun dan selamat karena lampu hijau, dan 6 lainnya… paling kebangetan.
    • 6 orang ini turun, dan untuk sesaat kita merasa mereka taat. Tetapi ternyata sesudah lampu hijau naik lagi ke motor tersebut. Tahu gak sih seberapa sakitnya di PHP-in sama orang-orang kaya gini? ADUHHHH BENERAN DEH!
    • Untuk penumpang, tidak ada satupun yang patuh, dan mengikuti himbauan dan turun dari motornya…

Jadi, kalau mau dihitung persentase, seberapa banyak orang yang patuh… Untuk helm, ada 5 dari 60 orang yang patuh, dan ini berarti persentase suksesnya adalah… 11%. Pada rush hour atau jam sibuk. Kalau mau menghitung yang panik juga sebagai sukses, angkanya tentunya membaik, menjadi 16 dari 60, atau sekitar 26.5%

Untuk garis stop, nilainya lebih baik… 11 dari 47 menerima dan melaksanakan himbauan, ini berarti sekitar… 23.5% (ish, tidak pasti). Hampir seperempat…

Akan jauh lebih menarik jika kita akan memonitor 4 jalan saja, tanpa mengganti kamera, dan benar-benar mencatat dengan super fokus, pada bulan ramadhan. Lalu kita juga bisa melakukan yang sama di bulan lainnya. Apakah ramadhan dan puasa ini benar-benar diamalkan? atau hanya sebatas simbolis gak makan minum sampai Maghrib saja?

Sebelum kesimpulan atau renungan… (hehehe, liat nanti ya artikel hari ini mau menyimpulkan atau merenung). Aku ingin memberikan pujian dan terima kasih untuk Kakak-kakak Admin di ATCS

Special Thanks πŸ™‚

Pertama-tama, pujian dulu bagi admin di ATCS.

  • Hebat, akang teteh Admin ini bisa sabar ngeliatin orang-orang nyebelin dan gak tahu diri ini. Selain itu Admin disini juga tidak menyerah beres ketemu orang-orang gregetan yang bahkan make helm aja gak mau.
  • Selama aku disini, aku tidak bisa memonitor lebih dari 4 kamera dengan teliti, itu pun seringkali kameranya salah diputar dan jadinya… blindspot. Aku juga takjub dengan ketelitian dan konsistensi admin di ATCS ini deh… Jempol
  • Admin-admin ATCS juga sangat santun, tapi tegas dalam memberikan himbauan. Aku kalau ngomong dan memberikan warning kaya gini, kalau gak ngeliat naskah bisa lupa, dan bahkan sampai salah ngomong, atau kelupaan satu dua kata. Hebat dalam mengatur kata dan memberi himbauan

Serta terima kasih ke Admin di ATCS, dan juga Kak Laras yang mau sabar kalau ngedenger aku salah ngomong pas ngasih himbauan, dan terus mau memberikan aku bimbingan…

Terima kasih untuk kesempatannya! (kalau baca artikel ini, tolong diberikan komentar yaaaa… aku penasaran)

Renungan

πŸ˜› renungan yaaaa

Nyatanya, meski ada sistem yang sangat keren, canggih, serta berisi orang-orang yang konsisten dalam memberi peringatan… Semuanya kembali ke orangnya.

Aku yakin ada orang yang tidak memakai helm, dan merasa sangat-sangat malu ketika plat nomornya disebut keras-keras di speaker. Setidaknya, rasa malu ini bisa dimanfaatkan untuk memperingati orang-orang ini untuk patuh pada lain waktu.

Dan kalau mau bicara persentase, diantara banyak yang tidak mematuhi, tentunya, masih lebih banyak yang mematuhi. Berdasarkan yang aku ketahui, mungkin yang mematuhi ini dulunya tidak, tetapi merasa malu dan kapok ditunjuk-tunjuk oleh speaker, jadi mereka memutuskan untuk menggunakan helm.

Meski tidak sesuai dengan tujuan utama dari penggunaan helm, tujuan utama membuat pengguna jalan yang lebih patuh terpenuhi…

Sekarang untuk merenung… Masih banyak orang yang tidak peduli, dan juga tidak tahu malu… Apa perasaanmu mengetahui bahwa warga yang satu tanah air sama anda, berperilaku seperti itu?

Tidak usah bahas agama atau apapun, cukup bahas sesama warga Indonesia… apa perasaan anda mengenai kondisi-kondisi seperti ini?

Sampai lain waktu!

Menyemai Kebaikan

Menyemai Kebaikan

Satu dari dua artikel di hari Rabu ini…

Artikel satu ini tidak akan terlalu panjang, tetapi ini menunjukkan seberapa ironisnya dunia ini.

Kebaikan…

Sore hari tadi, sepulangku dari aktivitas ngabuburit di Balai Kota (entar ada artikel tentang aktivitas itu ya)… Ada sebuah cerita yang menyentuh hati (dan kayanya bakalan bikin Bubi nangis, atau terharu)…

Aku kebetulan melewati jalan Pasteur yang bertepatan dengan jam berbuka puasa. tepat di lampu merah, ada sekitar selusin Rider Grab dan Gojek (yang “bersatu”, tanpa melihat seragam), membagikan takjil berupa sop buah dan bala-bala bagi pengendara motor di Lampu merah tersebut.

Mereka juga tidak melihat siapa yang mendapat takjil tersebut. Driver Gojek aku (dengan wajah, dan juga namanya berbau tionghoa [aku tidak tahu dia muslim atau bukan tetapi]) juga mendapat sop buah dan bala-bala tersebut. Ia menerimanya dengan senyuman manis.

Tindakan ini mungkin tidak terlalu membebani para driver Gojek dan Grab di Jalan Pasteur tadi… Tetapi inisiatif kecil ini tentunya mampu membekas dan mampu membuat orang merenung mengenai beberapa tindakannya.

Renungan

Hari ini, tidak akan ada kesimpulan, hanya ada renungan pendek.

Pertama, kumpulan Driver Grab dan Gojek itu, tentunya mampu membuat orang merasa senang, dan juga mereka bermanfaat bagi orang lain, mereka tidak melihat, maupun tidak membawa agama mereka.

“It’s the thought and act that counts” (diedit dikit kutipannya).

Bandingkan mereka dengan politikus, yang aku belum pernah bahas dengan detil. Beberapa politikus berani mengatasnamakan agama sebagai kampanye politik mereka. Banyak juga politikus mengatasnamakan agama untuk menghina agama orang lain, dan juga mendapat dukungan dari masyarakat…

Sedangkan, driver Gojek dan Grab, yang sering dipandang sebelah mata, tidak melihat agama, untuk suatu ibadah, yang hampir jelas-jelas berhubungan erat dengan agama…

Apa opinimu?

Akun Instagram: Sir Isaac Newton

Akun Instagram: Sir Isaac Newton

Serial baru lagi! Horeee!

Pernah membayangkan kalau orang-orang di zaman dahulu kala punya yang namanya Instagram? Kayanya lucu ya kalau orang-orang dengan nama sebesar Julius Caesar, Alexander The Great, Isaac Newton, Rene Descartes, William Shakespeare dan sebagainya… punya yang namanya Instagram. Serial ini akan mengupas secara historikal (dengan cara yang lucu tentunya), beberapa hal-hal yang sebuah tokoh pernah lakukan, dan kira-kira gimana kalau mereka punya akun Instagram. Apa yang akan mereka masukkan dalam story, atau apa yang mereka pernah post, dan tentunya banyak lagi.

Bagaimanapun juga, selamat menikmati! Tokoh hari ini adalah Isaac Newton. Dan sejujurnya, dengan adanya Instagram, (kalau mereka aktif), banyak hal yang dulunya tampak seperti sebuah rahasia, menjadi sesuatu yang diketahui umum.

Background

Serial ini dimulai disaat aku melihat Bubi, yang menurutku gak ada kerjaan, membuat sebuah posting di Story-nya, yang berupa Bubi menuangkan coklat ke sebuah gelas berisi Es dan susu. Mungkin follower Bubi relatif banyak, mencapai level 2500++, namun… tetap saja… Ini membingungkan.

Kenapa bisa ada orang yang punya image bagus, dan terkadang keren mau meluangkan waktu sekitar 5 menitan untuk membuat sebuah jejak di dunia Internet, yang akan hilang dalam 24 jam? Itu sungguh membingungkan.

Jadi, aku memutuskan untuk mencari tahu alasannya dengan “berkenalan” dengan sebuah tokoh, secara cukup dekat, dan berasumsi, apa yang akan ada di riwayat post, story, dan mungkin juga deskripsi (atau apalah istilahnya) akun instagram tersebut.

Mungkin cukup basa basinya, jadi mari kita masuk ke akun Instagram milik Newton!

Deskripsi Akun

Catatan: Newton seseorang yang berasal dari Inggris, tetapi ini akan ditulis di Bahasa Indonesia, alias ditranslasi

Followers: 20k / Posts: 314 (diatur agar pas, sesuai ke jumlah Pi) / Following 32

Professor Lucasian sejak tahun 1669
Membuktikan banyak sekali hal
Seperti gravitasi, fluxion, dan teori binomial
Datang  ke Universitas Cambridge dan dengarkan kuliahku…
Setiap Rabu dan Jumat, sepanjang hari, tanyakan lokasi ke resepsionis.

Segitu saja deskripsi akun Newton.

Oh tentunya, Newton mendapat beberapa hater yang memberikan komentar kejam atau mungkin, gak sopan di beberapa post miliknya, seperti Robert Hooke dan Gottfried Leibniz.

Beberapa Post Miliknya…

Berikut ini adalah beberapa post milik Newton, lengkap dengan caption. Ada beberapa yang lucu (setidaknya mungkin menurutnya lucu), meski dia bukan orang yang terlalu humoris, tapi sebagian besar post miliknya serius, dan beberapa bahkan bertujuan menyindir beberapa saingannya.

Ruang Kuliah Kosong

ZZZZZZZ… Sepertinya beginilah nasib professor Lucasian kalian… Terpaksa memberi kuliah… ke ruangan kosong. Tapi tentunya meski itu sudah kupasang di deskripsi akun, siapa yang peduli? Tentunya kalian hanya mau hasil jadinya saja

Siapa yang peduli tentang proses menarik dalam mendapatkan Theorem Binomial? Gak, tentunya orang-orang hanya ingin lihat Theorem Binomialnya saja sesudah jadi.

Ruangan kuliah kosong seperti ini mengingatkanku pada teman sekelasku dahulu ketika aku serius kuliah. Di saat saya, belajar 24/7, semua “teman-temanku” malahan membuang waktu berpesta pora.

Ini menciptakan perbedaan saat lulus, dimana aku sukses menemukan gradien, fluxion, dan juga teori Binomial dalam 6 bulan, teman-temanku mungkin kembali pulang, atau bahkan tidak lulus.

Tapi ya tentunya, siapa yang peduli sama kuliahku yang dibilang memusingkan ini…

#lucasianprofessor #kuliahkosong #muridtidakniat

Likes: 20

Top Comments:

  • (Nama Disensor): EH! Itu aku lho yang ketiduran! Kenapa gak di tag ya sama Professor?
  • G.Leibniz: Newton, istilahnya bukan Fluxion! Ketika kamu jelas-jelas mencontek pekerjaanku, telan saja, sebut itu Calculus.
    • Replying to G.Leibniz: Kamu telat 15 tahun Leibniz… Lihat catatanku!

Post ini tidak terlalu terkenal. Aku pun bingung ada apa dengan Newton ketika ia menulis caption seperti itu, apakah mungkin dia bercanda garing? Entah…

Prisma Cahaya

Tentunya, siapapun yang menggambar ini perlu mendapat pujian.

Pada eksperimen itu, aku memutuskan untuk memecah cahaya menggunakan sebuah Prisma. Cahaya itu menjadi pecah, mengembang ke 7 warna berbeda. Jika kau disana kau akan melihat seberapa indahnya cahaya yang pecah itu.

Lucunya dua minggu sebelum aku menggunakan prisma itu aku menggunakan tongkat dan mencolok kedua mataku, dengan harapan aku bisa melihat warna yang tembus melalui mata seorang manusia.

Tetapi yang aku dapatkan hanyalah 7 warna dan itu hampir membuatku buta. Setidaknya aku melihat ketujuh warna itu sebelum aku tidak melihat apa-apa kecuali hitam dalam 14 hari kedepan, lol!

#cahaya #prisma #pelangi #dikakipelangi

Likes: 47

Top Comments:

  • (Unknown): Waw, professor kita nekat, colok-colok mata
  • RobertHooke: ISAAC! Aku ingat persis bahwa kamu bilang bahwa cahaya adalah sebuah partikel ketika kamu bilang bahwa tidak ada yang namanya Eter. Mungkin kamu benar, tetapi Cahaya adalah sebuah gelombang!
    • Replying to RobertHooke: Hooke. Eter emang tidak ada, dan jangan berani-beraninya kamu bilang bahwa cahaya adalah gelombang tanpa bukti. Aku tahu bahwa aku juga tidak menyatakan bukti apa-apa ketika aku bilang bahwa cahaya adalah partikel, tetapi setidaknya aku pernah melakukan suatu eksperimen.
    • Replying to IsaacNewton: Aku belum pernah melakukan suatu eksperimen? Hah? Mikroskop tuh aku yang bikin tahu!
    • Replying to RobertHooke: -_-” Oke, tetapi ini eksperimen dalam memecah cahaya, bukan memfokuskannya.
    • Replying to IsaacNewton: AHA! Kamu mulai bikin alasan!

Pada balasan Hooke ke 3, Newton mulai malas meladeni dia, dan suatu titik lain dalam hidupnya ia mempermalukan Robert Hooke. Post ini juga sama gak terlalu terkenal, karena sebenarnya ketika orang ingin memberikan like, berikutnya kamu akan mulai merasa… aneh ketika seseorang bilang ke umum bahwa dia mencolok matanya tanpa alasan jelas.

Teori Binomial

Di atas ini adalah sebuah coretan membahas teori ciptaanku.

Sejujurnya ini tidak salah, tetapi HA! Harusnya kamu tahu bahwa ketika aku mulai menulis Binomial Theorem… lebih dari 20 papan tulis kupakai di rumahku di Woolthorpe. Untungnya selama berhari-hari aku bekerja, ibuku tidak menegurku.

#teoribinomial #numbers #desimal

Likes: 1000++

Top Comments: –

Tidak banyak komentar menarik di post ini, hanya ada banyak like, dan lain-lain… Tetapi Isaac Newton sukses memancing like yang tidak terlalu banyak dengan sebuah penjelasan singkat mengenai Theorem Binomial yang tidak dipenuhi dengan ejekan, atau sindiran ke siapa-siapa. Hidup netral itu baik.

Tetapi sesudah ini, ada post lain yang menarik…

CATATAN: Ketahui bahwa seandainya ada Instagram di zaman Newton, post ini sebenarnya tidak mungkin dia buat kecuali buku itu ia keluarkan sebelum ia meninggal, karena menurut penanggalannya, buku itu keluar 1736, sekitar 9 tahun sesudah Newton meninggal.

@G.Leibniz

Kamu masih mau berani-beraninya bilang bahwa “Calculus” yang sekarang terkenal itu ciptaanmu? Mungkin kamu beruntung karena kamu menerbitkan pekerjaanmu sebelum aku, jadi orang-orang lebih mengingat Calculus daripada Fluxion. Tapi jangan sedetikpun mengira bahwa kamu yang menemukan dan menciptakan Calculus-mu itu.

AKU menemukan metode itu! Dan jika kamu memang seberani itu, silahkan berikan aku pertanyaan apapun mengenai metode buatanmu itu, termasuk yang kamu belum bisa jawab! Dan akan aku selesaikan.

#Calculus #rivalry #calculusitugampang #fluxion

CATATAN 2: Satu hal lagi, Newton juga punya banyak catatan yang ia tidak terbitkan mengenai banyaknya pengunaan dan metode Calculus.

Likes: 500-600-an

Top Comments:

  • G.Leibniz: Cek! Sekarang juga! Dalam inboxmu sudah aku kirimkan sebuah puzzle yang seluruh matematikawan Jerman, dan bahkan satu Eropa berusaha pecahkan mengenai Calculus, dan jika kamu memang menciptakan itu… Aku tak akan menolak fakta bahwa kamu menciptakan Calculus.
    • In reply to G.Leibniz: Sudah beres. 12 jam
  • (Unknown): Mr. Newton! Kumohon, ciptaanmu ini telah membuat puluhan temanku menyesal ia mempelajari matematika! Kenapa ini susah banget!

Apel!

Ini adalah post kedua terakhir yang aku tunjukkan disini dari Newton, dan sejujurnya, ini post miliknya yang paling populer.

20 tahun yang lalu, sebelum aku menjadi Lucasian Professor aku mengingat sebuah pagi sejuk dimana aku duduk di bawah sebuah pohon yang sangat dicintai oleh Ibuku. Di kebun milik keluarga Newton, Alice, si pohon apel sudah memberikanku tempat teduh seperti biasanya.

Tetapi hari itu, aku mendapat sebuah gagasan baru. Di bawah rumput yang lembab sehabis hujan kemarin itu, Alice menjatuhkan sebuah Apel.

Pada umumnya, apa yang akan anda pikirkan ketika ada apel yang jatuh ke kepalamu? Begitu Alice menjatuhkan apel itu ke kepalaku, aku memirkan banyak gagasan yang pendek, tetapi instan.

“Mengapa apel ini jatuh?” Aku bertanya… “Semua benda jatuh ke Bumi…” Tentunya, ini suatu hal yang pasti, tetapi… “Mengapa benda bisa terjatuh?”. Ketahuilah bahwa semakin banyak kamu bertanya semakin banyak jawaban yang dapat kamu temukan. “Pasti, ada sesuatu yang menariknya ke Bumi!” Dari situ, segalanya menjadi lebih jelas… Dari semua catatanku dan pekerjaanku kau akan tahu tentunya…

Apa yang kamu pikirkan jika kepalamu terkena apel? #apaapelmu

#apeljatuh #gravitas #alicetree

Likes: 5000++

Top Comments:

  • (Unknown): Aku akan memakan apel itu kalau itu jatuh!
  • Fatio.Duillier: Professor, aku masih saja mengagumi dirimu sampai hari ini. Terima kasih atas semua ajaran dan bimbinganmu selama ini.
  • J.Locke: Pekerjaanmu sangat mengagumkan, dan kurasa dengan aksesku untuk menerbitkan buku, segalanya akan lebih mudah untuk membuatmu makin terkenal.
    • Replying J.Locke: Japri aku! Aku sudah punya banyak tulisan untuk diterbitkan!

Dan masih banyak lagi… Tetapi itu terima kasih ke John Locke buku miliknya, Principia dapat diterbitkan di luar Inggris. Seluruh Eropa dapat menikmati Principia (entar akan ada info lebih lengkap nanti), sesudah kerjasama Locke-Newton ini.

FYI: riwayat hidup Newton baru ada sesudah diterbitkan suami keponakannya…

Principia

Philosophie Naturalis Principia Mathematica.

Buku ini merupakan buku yang berisi kompilasi seluruh pekerjaanku selama 20 tahun terakhir. Di dalamnya ada banyak hal yang membahas Gravitasi, dan sebenarnya seluruh buku ini membahas gaya dan gerakan dengan cara yang orang-orang belum pernah pikirkan sebelumnya.

Aku juga menuliskan 3 hukum fundamental mengenai Fisika di sini, tentunya ini sangat menarik, dan kurasa dia sudah cukup sederhana untuk dimengerti orang-orang seperti @RobertHooke.

Tetapi, mungkin belum tentu juga…

Bagaimanapun juga, buku ini dapat dibeli dan ditemukan di beberapa perpustakaan terbesar di Inggris, serta toko buku pada umumnya.

CATATAN: Ah, Newton, sangat-sangat sopan dan tidak memprovokasi.

Likes: 2000++

Top Comments:

  • RobertHooke: Tulisanmu ini tidak ada artinya sama sekali, dia hanya berisi sampah, dan juga banyak lubang di teorinya! Aku yakin aku bisa menulis yang ratusan kali lebih baik lagi dari ini!
    • In reply to RobertHooke: Huh… Baiklah, lihat dalam beberapa tahun kedepan ketika sambungan ke Principia akan kukeluarkan.
    • In reply to IsaacNewton: Mari kita lihat ya! Bukumu itu nanti tiada artinya!
  • J.Locke: Untuk yang tinggal di luar Inggris, bisa membeli buku ini dalam 1 bulan ya! Atau kontak saya untuk Pre Order!
  • Fatio.Duillier: Sekali lagi, sebuah karya yang menginspirasi

Sebuah post yang sekilas hanyalah sebuah promosi, tapi Philosphie Naturalis Principia Mathematica ini cukup penting, dan sampai sekarang pun, Matematikanya banyak yang tidak tergantikan.

Oh dan untuk tanggapan Newton ke Hooke… Ia menulis Principia III, dengan bahasa kompleks dan matematika yang hanya akan bisa dimengerti orang-orang yang membaca Principia I dan II dengan detil. Hooke pun tidak bisa mengkritik Newton yang mungkin ia tidak dapat mengerti bahasa rumitnya, dan matematika bersambungnya itu…

Tepuk tangan untuk Newton!

Kesimpulan

Mungkin jika dibaca dengan sekilas, artikel ini agak membosankan. Tapi nyatanya, ketika kita ingin mengenakan sepatu seorang jenius… Ini yang kita akan dapatkan. Newton itu orang membosankan, provokatif, serta… Sebenarnya dia tidak punya terlalu banyak teman dekat.

Mungkin teman dekat yang ia miliki dibawah 10, hanya Fatio Duillier, Wickins (yang berpisah sesudah Newton lulus kuliah), dan… ada beberapa lagi sih.

Selain itu, Newton juga menarik sangat banyak hater, seperti Gottfried Leibniz, John Locke, dan juga beberapa pengikut mereka. Tetapi kenyataannya Newton itu seseorang yang tentunya sangat menarik… Dan mungkin riwayat post Newton tidak akan jauh berbeda dari yang sudah ada disini

Untuk story, aku yakin Newton bukan orang yang rela meluangkan waktu untuk mengeluarkan Story. Atau mungkin ini alasan… Siapa yang tahu pasti? πŸ˜›

Jika artikel ini menarik, terima kasih! Jika artikel ini membosankan, ini Newton, apa yang kau harapkan? (sekali lagi, mungkin ini alasan untuk “Azriel, kamu tidak bisa menulis post IG, main sosmed aja gak. Tetapi, siapa yang tahu pasti?)

Sampai lain waktu!

Oh dan disclaimer di akhir…

Ini hanya prediksi dan perumpamaan dari apa yang SUDAH terjadi. Semua fakta ini nyata, tetapi tidak ditulis seutuhnya dengan cara ini.

Untuk jumlah follower, Newton hanya terkenal di Inggris dan sedikit bagian dari Eropa, jadi sejujurnnya followernya tidak akan sebanyak itu juga. Bagaimanapun juga, Isaac lebih terkenal sesudah ia meninggal, dan matematika kompleks ciptaannya itu menjadi lebih mudah dimengerti. (pada zamannya gravitasi itu kompleks ya)

Appendix

Riwayat hidup Newton diluar matematikanya, ada di sebuah jurnal, atau mungkin memoir tulisannya. Seluruh catatan dan pengerjaan miliknya sudah dibukukan dan diberikan nama, dan siap untuk diterbitkan oleh siapapun yang menemukannya…

Di akhir hidupnya Newton memilih mati tanpa sebuah “blessing” atau berkat dari seorang pendeta.

Seluruh jurnal hidupnya pun ditulis dan dicatat oleh John Conduit, suami dari keponakannya yang mengurus Newton sampai ia meninggal. Kalau itu bukan karena Conduit mungkin Sir Isaac Newton takkan memiliki cerita menarik sebanyak ini.

FUN FACT: Newton mengakhiri hidupnya sebagai seseorang yang memastikan semua koin di Inggris bersih dari pemalsuan.

Wheel of Power: A Piece of Poetry

Wheel of Power: A Piece of Poetry

20 tahun yang lalu, Indonesia mengalami reformasi, dan sesudah kekacauan cukup brutal selama 3 hari, tepatnya 13-15 Mei… Kerusuhan ini membuat banyak orang paranoid, sekolah pun diliburkan (kayanya muridnya mah pada seneng sih) Tetapi, akhirnya pada 21 Mei, 1998, Pak Harto turun dari “takhta”-nya dari Istana Negara.

Menurutku sebuah kekacauan yang monumental seperti ini adalah sebuah momen pas untuk… Sebuah Puisi. Dalam bahasa Inggris tentunya. Puisi ini tentang reformasi dan perpindahannya kekuatan dalam sebuah kondisi politik… Selamat menikmati πŸ™‚

Wheel Of Power

By: Azriel Muhammad A.H.

A new leader rose to power
Control is what he sought
Their people feeling empowered
Smartly, he fought

From above, endless gazes rest
Issues, they attempt to solve
For a leader, truly knows best
With each obstacle, he evolves

Loved by his people
Respected by his rivals
Orders, echoed like a ripple
He triumphed every trial

Pointless it may seem
For fame, is followed with hate
And he becomes what people deem
His fall, is what people await

Frightened, he plans his move
For his fall must he evade
His worth must be proved
And his control doesn’t fade

His reign may seem short
And the wheel must turn
Revolutions, he must be alert
Or his power will be torn

Fear develops, hate grows
The riots have threatened all
Leaving his position exposed
Will he take his fall?

He mustn’t accept defeat
His homeland is in havoc
His ego is all that he needs to beat
Will he live a life so tragic?

Pride, kept him at his place
Never must he step down
But the future, he can’t race
And he must reach a sundown

When he’s not overthrown
Sooner, time will chase
The law will leave him dethroned
And his fate is beyond the gate

Accept this fate, Shall he?
He must make his move! Fast!
For this time, it is to be
A time that’s truly the last

The wheel has spun
A new leader has surfaced
Repeating what’s been done
Ready to promise his service

Kesimpulan

Semoga artikel dan puisi ini dapat dinikmati!

Menggapai Kekekalan Fisik?

Menggapai Kekekalan Fisik?

The key to immortality is to first live a life worth remembering -Bruce Lee

Berulang kali sejak beberapa belas abad yang lalu manusia mengalami masalah yang cukup parah dari penyakit. Baik itu bakteri, ataupun virus, kami para Homo Sapiens sudah seringkali diserang oleh penyakit. Seiring kemajuan teknologi medis, semakin rendah dan mengecil jumlah angka kematian karena penyakit.

Jika ibaratkan bumi adalah sebuah pabrik dan manusia adalah produk dari pabrik tersebut, seiring semakin banyak peralatan di pabrik itu, semakin sedikit produk rusak atau “terinfeksi” yang akan ada. Tetapi, sejauh ini, semua produk itu hanya bisa tahan untuk 70-90 tahun jika produk itu tidak rusak, mendapat perawatan yang cukup dan benar, serta tidak terhancurkan.

Tetapi, apakah mungkin bagi seorang manusia untuk menggapai keabadian, atau kekekalan itu? Apa yang bisa memperpanjang tanggal kadaluarsa kita?

Jawaban tersebut mungkin ada di bawah… mungkin tidak. Jika tertarik, silahkan baca lebih lanjut!

Jiwa yang kekal?

The soul of a man is Immortal and imperishable. -Plato

Jiwa disini tentunya luwes. Mungkin saja jiwa ini berarti perasaan, seperti cinta, rasa bahagia, ataupun kebencian. Jiwa juga bisa berarti dedikasi ke suatu pekerjaan, atau tindakan. Jiwa juga bisa berarti… kesadaran.

Tentunya jika kita ingin membahas sebuah topik seperti ini yang jelas-jelas empirik, serta nyata… Kita akan perlu terjun ke dunia sains. Apakah ada metode untuk memindahkan jiwa dan kesadaran seseorang? Karena aku sendiri sudah yakin untuk dua definisi pertama, yaitu perasaan dan dedikasi… jawabannya sudah ada.

Tetapi sebelum terjun ke dunia sains, mari kita coret dulu Kesadaran ini, dan pindah ke dua definisi lain. Serta, waktunya untuk mendefinisikan Kekekalan Fisik.

Kekekalan Fisik?

Fisik… Definisi Bahasa Indonesianya tidak sesuai dengan konteks, jadi untuk sekarang, kita gunakan definisi Bahasa Inggris, Physical.

Relating to things perceived through the senses as opposed to the mind; tangible or concrete.

Menghubungkan hal-hal yang dapat dipersepsi melalui indra, bukannya pikiran, baik secara luwes, ataupun konkrit. Ya sebenarnya sih, definisi ini tidak terlalu menjauh dari definisi empirik. Mungkin seorang empirik akan mau masuk ke dunia pikiran, tetapi empirik dapat dimaksudkan ke sesuatu yang NYATA. Dan Physical disini tentunya juga berarti nyata.

Jadi, apa itu kekekalan fisik? (setidaknya untuk artikel ini)

Kekekalan fisik adalah seseorang yang akan tetap nyata, dan masih bisa ditangkap, dilihat, ataupun dirasakan keberadaannya oleh orang lain.

Untuk contoh, mari kita lihat Aristotle. Aristotle adalah seorang filsuf yang lahir sekitar 2500 tahun yang lalu. Sampai sekarang, namanya masih nyata… Ia belum dimakan jaman, dan juga belum menghilang dari muka bumi ini. Logika Aristotelian pun masih dipakai di sains…

Tetapi apakah ini berarti Aristotle itu Kekal? Tidak. Aristotle sudah mati dan tidak ada lagi orang dengan kepribadian ataupun cara berpikir yang pas dengan Aristotle. Dalam konteks kekekalan fisik, Aristotle itu kekal, ia masih bisa dipersepsi, dirasakan, bahkan dipelajari oleh siapapun. Tetapi ia tidak kekal.

Emosi

Hingga maut memisahkan.

Nyatanya, perasaan ini dapat dirasakan, lama sesudah orang sudah meninggal, tetapi… meskipun orang sudah mati, perasaan ini tidak kekal, dan tidak mungkin dirasakan oleh semua orang, akan sampai sebuah titik dimana akhirnya perasaan itu tidak dapat dirasakan siapa-siapa lagi. Sebagai contoh, mari kita ambil film Coco.

Di film itu, ada Cicit dari tokoh utama yang sudah meninggal. Meski tidak dijelaskan dengan detil, cicitnya itu masih diingat oleh, pada dasarnya semua orang, dijelaskan dengan cukup detil via simbolisasi foto yang disimpan… Tetapi, rasa cintanya, tidak dapat dirasakan oleh, misal, tokoh utamanya sendiri yang belum pernah bertemu oleh cicitnya.

Meski dirinya masih ada, dan dapat dipersepsi… perasaan, atau emosi, atau… apapun kata yang ingin digunakan untuk ini, karena aku merasa rada canggung bilang cinta untuk entah berapa kalinya… Kembali ke topik. Meski cicitnya dapat dilihat fotonya, dipelajari ilmunya aura emosi yang ia miliki itu tidak ada.

Bingung?

  • Secara kekekalan, ia masih abadi, tetapi dalam konteks… dedikasi, ilmunya masih terus menerus turun ke generasi dan generasi sesudahnya.
  • Secara kekekalan fisik emosi, ia tidak abadi. Karena perasaan, atau aura miliknya tidak dapat dirasakan lagi.

Dedikasi

Dedikasi. Seseorang dapat sangat berdedikasi, dan sampai meninggalkan sebuah jejak nyata dalam kehidupannya… Jejak ini bisa berupa ilmu, keahlian, atau apapun itu yang berbekas…

Sebagai contoh, dengan film Coco lagi…

Cicitnya Miguel (tokoh utama di film Coco) meninggalkan dan terus menerus menurunkan ilmu membuat sepatu ke generasi dibawahnya. Sampai generasi entah keberapa itu, teknik membuat sepatunya tetapi mirip, dan berdasar dari cicitnya, sebuah dedikasi yang ia kerjakan puluhan  (atau ratusan) tahun yang lalu.

Dengan meninggalkan sesuatu yang empirik, jejaknya dari muka bumi ini nyatanya, tidak pernah hilang… Untuk membuatmu bingung. . . Mengapa sebuah ilmu, atau sebuah perasaan berbeda? Padahal sekilas hal yang sama tampak…

Jadi… mari kita bandingkan perbedaan kecil diantara kedua ini.

  • Dedikasi yang mampu mencapai kekekalan itu berarti suatu dedikasi yang nyata, dan meninggalkan bekas fisik di dunia ini.
  • Emosi di sisi lain, tidak meninggalkan bekas fisik apa-apa dan hanya berupa sebuah aura, atau perubahan, yang tidak tercatat.

Kalau ada banyak lubang di pernyataan ini, dimohon untuk beritahu aku…

Kesadaran

Kesadaran… Definisi yang bisa membuat seseorang benar-benar abadi, bukan hanya abadi melalui catatan, ataupun perubahan persepsi. Tetapi keabadian. Bukan hanya kekekalan fisik.

Keabadian dimana seseorang benar-benar bisa tidak mati, dan akan selalu sadar dalam melakukan suatu tindakan. Bagaimana caranya?

Mari kita bahas itu dari perspektif perpisahan tubuh dan jiwa… Alias dualisme.

Menghadapi konteks sebuah tubuh dan jiwa yang terpisah… Jika jiwa disini berarti kesadaran, alias mind and soul. Maka sangat mungkin jika kita memindahkan kesadaran kita ke suatu tempat lain. Mungkin sesudah waktu yang cukup lama, pengemasan alias tubuh fisik kita rusak. Tetapi ini belum tentu bahwa isi dari produk itu belum rusak.

Sekarang banyak orang sedang memikirkan cara untuk memindai dan menyimpan kesadaran seseorang. Jika hal ini mampu dilakukan, maka, orang-orang tidak lagi akan mati… Kepribadian orang itu akan ada terus, sampai chip data yang menyimpan kepribadian, ingatan, serta kesadaran orang itu hilang.

Yang perlu, dan bisa diubah hanyalah tubuh fisik si orang itu.

Sekilas sesudah mendengar ini, 3 serial TV masuk ke pikiranku.

Black Mirror dan dystopia serta segala macam memori yang ada di serial itu. Aku sendiri belum boleh menonton jadi kalau mau penjelasan yang detil bisa komen dan berharap Babah atau Bubi niat dalam menjawab.

The Flash. Pada season 4, The Thinker, penjahat terbesar di season itu mampu memindahkan kesadarannya ke sebuah mutan, atau supervillain lain. Sanking pintarnya, ia dapat meminjam sebuah tubuh seseorang dengan kekuatan seperti misalnya, teleportasi, kekuatan super, memanipulasi cuaca, dan masih banyak lagi. Selain itu, kejeniusannya juga masih ada di tubuh fisik yang baru ini. Kekuatan telepati dan telekinesisnya juga tidak hilang.

Dan yang terakhir adalah sebuah anime yang aku tonton… 3-4 tahun yang lalu.

Judul dari Anime itu adalah Accel World, dimana semua orang punya kesadaran dan memorinya sendiri, di sebuah chip yang dipasang di belakang otaknya. Dari chip itu seseorang bisa bermain sebuah game yang cukup nyata juga. Di game itu jika kamu mengalahkan orang lain sampai poin mereka mencapai 0 di game itu, yang hampir semua orang mainkan, kamu berhak merebut chip milik mereka dengan sebuah program dari chip milikmu.

Ini berarti setiap kali kamu mengalahkan seseorang kamu mendapat tubuh baru… Serta tidak kehilangan tubuhmu yang lama.

Jadi… ini mulai melenceng, kembali ke topik utama…

Memindai serta menyimpan Kesadaran?

Google Ventures memberikan investasi besar untuk riset ke cara memindai kesadaran seseorang dan menyimpannya. Sesudah kesadaran itu disimpan, masih dicari cara juga untuk mengakses ingatan dan kesadaran orang itu dari tubuh orang lain, tubuh baru, ataupun komputer.

Ini berarti bahwa seseorang pada dasarnya… tidak akan pernah mati. Inilah keabadian yang nyata…

Metodenya masih belum riil dan masih teoretikal, tetapi jika ini sukses, akan aku ulangi lagi, seseorang bisa tidak akan pernah mati.

Renungan

Hari ini tidak ada kesimpulan, karena hari ini, aku ingin kita semua untuk bertanya dan merenung sedikit, alih-alih mendapat jawaban. Aku juga memberikan pemikiran dan opini ku di bagian ini.

  • Apakah sesudah menggapai keabadian, justru seseorang tidak memiliki tujuan hidup lagi? Dan justru, kebahagiaan sesaat jadi tiada artinya, karena seseorang mengharapkan sebuah kebahagiaan yang abadi?
    • Menurutku… kutipan ini akan lebih dari cukup untuk menjawab.
    • Millions long for immortality, who don’t know what to do with themselves on a rainy sunday.-Susan Ertz

    • Jika kita sudah bisa mencapai keabadian dan tidak akan mati, tanpa perlu mencapai apa-apa lagi, untuk apa kita hidup?
    • Mungkin sedikit referensi ke Trials of Apollo, 3 kaisar Roma yang kekal itu, masih punya tujuan… yang satu ingin menyiksa orang sebanyak-banyaknya, yang satu ingin menjadi dewa, yang satu ingin berfoya-foya. Tapi, untuk apa menjadi kekal jika kita belum tahu ingin melakukan apa dengan kekekalan itu.
  • Apakah ini memberikan kesempatan untuk sebuah diktator yang mungkin akan muncul, untuk membuat si diktator ini kekal, dan tidak akan pernah hilang ide dan kepribadiannya?
    • Bayangkan jika Stalin mendapat keabadian. Udah, pikirkan saja, ku tiada komentar lagi.
    • Kim Jong Un takkan perlu digantikan lagi selama bisa membeli sebuah chip ini.
  • Apa kata Tuhan? Apakah kita bermain Tuhan?
    • Pikirkan saja ini ya. Sejujurnya keabadian itu membuat banyak sekali lubang paradoks dalam perspektif agama. Terutama agama yang percaya pada konsep reinkarnasi atau dunia akhirat.
    • Agama yang percaya pada reinkaransi dan dunia akhirat ini biasanya menjelaskan kematian sebagai proses yang pasti dan justru menakjubkan serta mulia. Tetapi justru, jika memang jiwa, atau kesadaran manusia terpisah dari tubuhnya…
    • Maka apa yang akan di reinkarnasi? Jiwa kita? tubuh kita? Tetapi jika kesadaran kita tidak pernah pergi dari bumi, bagaimana kita bisa ke surga ataupun neraka? Apa kesadaran yang ingin di reinkarnasi?
    • Aku bingung, jadi silahkan memberikan opini…

Semoga renungan ini cukup.

Abstract Review of “The Burning Maze” By Rick Riordan

Abstract Review of “The Burning Maze” By Rick Riordan

I’ll admit today is a bit tiring. However, that won’t stop me from giving you guys a book review. However the review would be abstract. I would give spoilers, but they won’t be connected to any scene, and all of them would be nothing but pictures. Similarly to this image, which is a spoiler abstraction of Avengers Infinity War.

You’ll know about the spoiler only AFTER you see the scene revolving one of those pics so now… Get ready for 9 pics to abstractly spoiler Trials of Apollo: The Burning Maze.

Spoilers!

Note that these images are not in chronological order, and there is about 9 pics, one for every 5 (ish) chapters.


In Conclusion

  1. May these abstract spoilers guide you to this wonderful book
  2. I will review each and every single one of these images when I do release the official article
  3. The book itself is amazing! When you put your full thought into it… You can easily step inside the shoes of people in the book scene

Until next time!

Oh Wait, you can scroll down below to see the spoilers explained and giving them context, hence it’s no longer abstract… This would mean spoilers, spoilers and spoilers however.

Putting into Context

Again, last warning, spoilers if you haven’t read the book. On top of that, they’ll only be simple captions, but regardless, enjoy!

Baby Boots

Well, unexpectedly this is the literal translation of the third and final emperor of the triumvirate. Caligula. Yes, Caligula, the cruel, teenage, god complex, emperor… literally translates to Baby Boots.

And this does explain why Commodus is given the central territory to mark the area and be some sort of a barrier so Caligula and Nero, which are uncle-nephews to one another, do not clash.

Sun

Still on the Caligula subject… Apollo is a Sun God, but he only gained that job after Helios the Titan. Helios lost that job because eventually the Greeks forgot about him. On top of that, being the Sun is also one of Caligula’s desires. So, he ordered Medea (who is revived again) to capture the essence of Helios and make a burning maze, and also… to trap Apollo.

With the essences of both of these gods, Caligula can finally become the sun.

Aloe Vera

Aloe is the name of a Dryad who constantly uses her magical gel to heal the wounds of Meg and Apollo.

Ukulele

Not a guitar, it’s a Ukulele. So, in the Book, Apollo met up with a species known as the Pandai. These Pandai (plural)/Pandos (singular) are creatures with… yeah read the book.

Anyways, they are hired as Caligula’s guards, however a Pandos wanted to be with Apollo and joined his group. This Pandos only joined Apollo since he really wanted to learn how to play his Ukulele. Which is probably the reason why this may be a rather obvious pic, but you’ll understand… after reading of course.

White Horses

Incitatus. That’s the name of Caligula’s talking white horse. Yeah, the Horse speaks English, and is therefore made a council member by Caligula. He does many annoying things in the book.

Brendan Fraser

Brendan Fraser was a rich actor. But he got bankrupt… Same thing happened to Tristan McLean, Piper’s father. Thanks to Caligula and Nero, Tristan McLean is now officially, bankrupt, and owes some people lots of money. Which is the very reason I used Brendan Fraser’s picture.

Boats aligned

FYI that’s probably one of the best pics I got. Anyways, if you’ve read the book that’s actually describing the scene where Jason died… Yes, Jason Grace dies. For real…

In the middle chapters, Caligula aligned 50 boats in honor of his sister, and made a bunch of parties in the boat. Apollo said he did this once to say “Boo-Hoo, stupid prophecy, I can be emperor, no matter what you tell me”. And now he does this again.

(The prophecy states that the odds for Caligula being a Roman Emperor is as low as riding a horse across a river. He did this by lining up 50 boats THEN riding the horse).

Bon Jovi

Bon Jovi here is a minor jest. Well, at the end of the book, before going to Camp Jupiter and securing the Sibylline books from a Harpy whose the source of prophecy at Camp Jupiter.

The trip there is actually done in a plane, but Apollo is given a gift of Bon Jovi casettes for the trip…

Crossword

Herophile, (Friend of heroes), is the Oracle that Apollo must save. She gives her prophecies in the form of puzzles, similarly to those in a crossword. For instance… Don’t come here it’s a … four letters, starts with a T… The final climax of the book concluded with a prophecy uttered from partially Apollo, but mostly… Herophile herself.

Here’s the prophecy in case you forgot… (not that you’d probably get it anyways, these prophecies are so contextless, that you’d not understand it).

Apollo faces death in Tarquin’s Tomb, unless the doorway to the soundless god is opened by Bellona’s Daughter

For all I know so far, Apollo would die in the tomb of the last Roman King, Tarquin, unless Reyna, the daughter of Bellona would do something involving a soundless god.

Problem is, the Greeks don’t have many soundless gods. Except for the Goddess of Silence, Hesychia or her Roman Form Silentia, and Harpocrates, which is an Egyptian Greek god hybrid. It’s… confusing for now, we’ll understand this in the fourth book.

The Tyrant’s Tomb.